#SMP

Gagal, Sedih, Tenang dan Kampret

Ada banyak hal yang membuat seseorang merasakan sebuah kesedihan.

  • Orang yang bercita-cita menjadi penulis, ketika naskahnya tak kunjung diterima oleh penerbit pada akhirnya rasa sedih pun akan mendera pada dirinya.
  • Orang yang mempunyai keinginan untuk masuk di universitas ternama, ketika nyatanya apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, akhirnya dia pun hanya bisa bersedih dan meratapi kenyataannya.
  • Orang yang berharap bisa mendapat nilai bagus disetiap ujiannya, namun kenyataan membanting dia dengan nilai yang seadanya, rasa sedih pun senantiasa akan menyelimutinya.

Ya, pada dasarnya, setiap orang pasti mempunyai momen sedih dalam hidupnya. (more…)

Advertisements

Masa SMP itu…

Putih biru. Rambut cepak. Celana panjang kependekan. Otak pas-pasan. Jomblo.

Begitulah deskripsi gue dulu waktu di SMP 77 pada tahun 2006. Menggambarkan sesosok siswa dengan masa depan memprihatinkan bukan?

Pergaulan gue pada masa SMP itu sebenernya biasa-biasa aja. Gue nggak pernah macem-macem. Berangkat sekolah-ikut pelajaran-istirahat-pelajaran lagi-pulang. Udah. Monoton gitu-gitu aja perjalanan SMP gue waktu itu.

Masa SMP dulu, gue juga inget bahwasanya itu adalah masa dimana orang-orang baru mencari jati diri. Mencari cinta sejati. Hal salah yang gue liat, kebanyakan temen-temen gue itu mengombinasikan antara pencarian jati diri dengan cinta sejati secara bersamaan. Hasilnya, ya salah besar.

Gini deh contohnya, dulu gue punya temen cowok yang cakep, putih dan pinter (sebut saja Artha). Dilain sisi, ada temen cewek yang cantik, sawo matang, manis, tinggi (Sebut saja Dewi) yang suka sama Artha. Dikondisi yang bersamaan, ada temen cowok lain (Sebut saja Fafa) yang ternyata suka sama Dewi. Jadinya? Dewi nggak mau sama Fafa, dia lebih suka sama Artha. Hal ini membuat Fafa sering mengancam terror ke Artha biar dia ngejauhin Dewi. (more…)