Segeralah Menikah

Secuil Obrolan Di Hari Lebaran

‘Kamu gimana rasanya hidup di Palembang sana, Yud?’

Di suatu pagi pada akhir puasa kemarin, pertanyaan dari Ibu terucap tepat setelah kakak gue, Yudha, balik dari Palembang. Kebetulan kala itu kami bertiga sedang duduk bareng di ruang tengah. Dengan menggenggam hape ditangan, Mas Yudha pun menjawab.

‘Alhamdulillah nyaman kok’

Ibu pun mengangguk paham, kemudian, pertanyaan berikutnya kembali beliau lontarkan.

‘Sekarang pacarmu siapa, Yud?’

Gue yang kala itu lebih fokus pada layar TV pun tertarik dengan pertanyaan yang Ibu lontarkan barusan. Seketika, gue melirik ke arah Mas Yudha. Dengan sangat santai dan masih bermain hape, Mas Yudha pun menjawab. (more…)

Advertisements

Kenapa Harus Pacaran?

Hmm…

Judul diatas adalah sebuah pertanyaan yang sekiranya sedikit mengganggu pikiran gue akhir-akhir ini. Ya, entah kenapa, beberapa hari kemarin, gue menghabiskan hampir seluruh waktu di dalam kamar dan mereview ulang perihal rekam jejak gue sewaktu masih punya pacar dulu.

Dari sekian banyak memory yang terputar ulang, gue pikir, waktu itu gue memilih untuk pacaran karena gue suka sama seorang cewek dan pengen mengikat cewek tersebut dalam ikatan pacaran sehingga nantinya nggak ada cowok lain yang berani mendekat untuk mengambil hati cewek tersebut dari gue.

Sesederhana itu.

Namun, setelah dilihat lebih jauh, pada dasarnya, ikatan pacaran nggak benar-benar mampu untuk mengikat gue dengan si cewek. Karena pada akhirnya, udah beberapa kali gue merasakan bagaimana rasanya cewek yang udah menjadi pacar gue itu direbut oleh cowok lain. (more…)

Nikah Muda

Hmm…

Kayaknya kok agak aneh ya disini gue sebagai jomblo kampret, eh mau ngomongin masalah pernikahan?

Biarlah.

Pengetahuan gue tentang pernikahan memang masih terlalu cetek. Waktu masih kecil dulu, gue menganggap kalau syarat menikah itu cuma sekedar : ada cowok dan ada cewek. Udah. Makanya waktu masih kecil dulu gue punya cita-cita pengen nikah sama Asmirandah. Dia cewek, gue cowok. Sah? SAH ! (more…)