#Sakit

Patah Hati Mengubah Cara Pandang

Setiap orang mungkin pernah merasakan patah hati.

Pffft…

Ya, dari kepatah-hatian yang dirasakan tersebut, terkadang tak sedikit orang yang sulit untuk sembuh dari luka yang dirasakan. Di era sekarang ini, mungkin ungkapan yang pas untuk menggambarkan kepatah-hatian adalah :

‘Sakit, tapi tak berdarah’

Bangkek, jijik gue nulisnya.

Haha, jujur, gue geli sih sebenernya tiap kali melihat ada orang yang menuliskan sebuah status, tweet, atau apalah itu bertuliskan : (more…)

Advertisements

Only One

Sabtu !

Yah, seperti yang sudah kita tau bersama, Sabtu adalah hari dimana manusia-manusia yang berada dalam status ‘pacaran’ udah pada mulai ngechat pacarnya gini :

“Yang, ntar malem ada acara gak? Kalo gak ada kita jalan yuk”

“Yang, ntar malem aku ke rumah ya? Lama gak main ke rumah kamu nih”

“Yang, ntar malem ada Limbad main debus, pake tanktop doang. Nonton yuk”

Udah cukup lama gue nggak ngirim pesan begitu ke pacar.

Huft.

Namun terlepas dari itu semua, jika kita mencoba untuk flashback sebentar, yaitu kembali pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 1970, itu adalah hari dimana Presiden pertama Republik Indonesia yaitu Ir. Soekarno sedang mengalami sakit yang kritis. Ir. Soekarno keadaannya semakin memburuk dan kesadarannya berangsur-angsur menurun. Dan pada hari Minggu pagi tanggal 21 Juni 1970 Ir. Soekarno dinyatakan meninggal dunia. (more…)

Perihal Hari Kemarin

Halo?

Hmm… Udah sekitar dua minggu nih gue nggak bergelut di dunia blog. Yap, dua minggu adalah waktu yang lumayan lama untuk seorang amatiran macam gue ini.

Beberapa mungkin menerka-nerka, kemana sih Febri selama dua minggu kemarin kok nggak muncul-muncul?

Beberapa yang lain (dengan kapasitas lebih banyak) (pasti hampir semua makhluk di muka bumi ini) mungkin nggak ada yang mengenal gue.

Yap, untuk orang yang menerka-nerka beserta orang yang mungkin nggak mengenal gue, biar gue jelaskan. (more…)

Lagu yang Suaranya Nggak Manusiawi

Mmm…

Kita pasti pernah menyelipkan sebuah kenangan ke dalam sebuah lagu.

Misalnya gue. Gue rentan banget galau kalau dengerin lagu yang mana lagu itu pernah menjadi kenangan antara gue dengan mantan, mantan gebetan atau sekedar hal yang nggak bisa gue capai.

Denger lagu Peterpan – Semua tentang kita, gue inget sama mantan gue yang pertama. Cewek yang gue sukai dari kelas 5 SD dan berhasil jadian ketika gue SMP, lalu putus dua bulan kemudian karena ternyata dia nerima gue hanya sebagai pelarian. (more…)

Pertanyaan yang Mulai Menunjukkan Jawaban

Beberapa hari berjalan.

Gue perhatiin, semakin banyak perubahan dalam sifat Elfie. Dia jadi lebih cuek dari biasanya. Bahkan tak jarang, selalu menghindar tiap ketemu gue. Otak gue merespon, kayaknya bener kata Catur, harusnya gue nggak secinta ini sama Elfie.

Puncak dari perubahan Elfie terlihat ketika gue nyamperin dia dan seperti biasa, gue manggil nama “Elfie” berulang-ulang. Menunjukkan rasa suka yang berlebihan.

Mendengar panggilan gue, sembari berlalu, Elfie berucap dengan mimik wajah gusar.

”Apa sih kak? Nanti ya jangan ganggu aku dulu, aku capek !”

Gue cuma bisa diem.

Dalam posisi ini, gue bisa berhenti ngomong dan menoleh ke arah Elfie. Melihat punggungnya berlalu. Meninggalkan sedikit luka. Eh, enggak. Meninggalkan banyak luka.

Luka yang Elfie tinggalkan beberapa menit yang lalu nggak bisa ilang hanya dalam waktu sekejap. Seharian itu, gue masih terus kepikiran akan kata-kata Elfie yang menganggap gue pengganggu. Gue yang biasanya ribut, rame, dan cerewet di kelas, hari itu mendadak jadi pendiem kayak tikus keracunan. (more…)