Sakit hati

Patah Hati Terhebatnya Seorang Teman

‘Feb…’

Di sore yang sendu, tepat ketika gue sedang golar-goler di kasur sembari melihat layar handphone yang menampilkan kumpulan foto-foto netizen di instagram, pesan dari seorang sahabat gue di atas pun menghias layar handphone, menutupi tampilan foto-foto netizen di instagram.

Gue terdiam sebentar. Mengeja nama sahabat yang sudah cukup lama nggak gue terima pesannya. Mengingat wajah sahabat yang sudah cukup lama nggak gue lihat wajahnya. Meraba-raba kenangan yang pernah gue rajut bersamanya semenjak SMK.

From : Rio (more…)

Advertisements

Hati yang Seharusnya Sendiri

Banyak yang bilang kalau pacaran itu nyenengin.

Banyak yang bilang juga kalau pacaran itu cuma indah diawal aja.

Pun banyak yang bilang kalau marahan atau berantem di dalam suatu hubungan itu adalah sebuah ‘bumbu’ pelengkap atas berjalannya hubungan itu sendiri. Temen gue pernah bilang begini :

‘Pacaran itu kalau mulus-mulus aja malah nggak seru kalik’

Ya, gue membenarkan apa yang orang-orang anggap tersebut, mulai dari pacaran nyenengin, pacaran indah di awal dan marahan yang menjadi bumbu pelengkap. Namun kalau bicara masalah marahan atau berantem, gue menggaris bawahi satu hal, yaitu harus tetap dalam artian marahan atau berantem yang nggak keluar batas dong pastinya. (more…)