Rasa Nasi Tempong

Trip To Baluran : Gagal Menuju De Djawatan dan Menyeberang Sebentar ke Bali

Sore di Banyuwangi menyambut dengan pancaran cahaya jingga yang menyilaukan dari ufuk barat. Kala itu, waktu yang terpampang di layar handphone masih sekitar pukul tiga lebihnya lima menit. Waktu yang agaknya bisa dibilang masih siang dan sinar matahari yang menampar terasa cukup panas di tangan. Namun, ketika saya mencoba untuk keluar dari penginapan dan mengintip cahaya matahari di arah barat, saya merasa, kondisi seperti ini jika di Jogja sudah seperti sekitar pukul empat lebihnya seperempat.

Saya pun kembali masuk ke dalam penginapan, lalu berucap kepada pacar yang sedang mengenakan gincu pixy andalan sambil memonyongkan bibir di depan kaca kecilnya.

‘Ini kita kesorean kagak ya?’ (more…)

Advertisements

Trip To Baluran : Perjuangan Menikmati Nasi Tempong Mbok Nah

Pagi menyambut dengan aroma angin laut yang berkombinasikan biasan cahaya cerah dari ufuk timur. Kami terbangun dari tidur untuk pertama kalinya di Banyuwangi dengan wajah sumringah. Apa yang terjadi dengan drama-drama menyebalkan semalam, kini sudah dengan tuntas kami lupakan. Meskipun, ketika saya menulis tulisan ini, nyatanya momen-momen kampret itu masih saja teringat juga bangkek.


Baca dulu dong, dua tulisan sebelumnya :

  1. Trip To Baluran : Perjalanan Awal di dalam Kereta.
  2. Trip To Baluran : Kali Pertama Menginjakkan Kaki di Banyuwangi.

Saya menyalakan televisi yang ada di dalam penginapan sembari menenggak sebotol air putih yang kami beli di Indomaret semalam. TvOne adalah channel pertama yang muncul di layar televisi, lengkap dengan pemberitaan mengenai kerusuhan pengeroyokan supporter beberapa waktu silam. Saya mengamatinya sebentar, lalu sekejap kemudian telunjuk saya menekan tombol CH ke atas guna mencari channel yang lain. Channel televisi lokal Banyuwang puni terpampang di layar. Mbak-mbak dan Mas-mas yang entah siapa sedang mengiklankan sebuah produk di channel tersebut. Saya menggelengkan kepala sembari membatin: (more…)