#Persiapan

Sebuah Persiapan

Siang itu gue lagi jalan sendiri turun dari tangga sekolah, didepan ruang laboratorium Bahasa Inggris, gue lihat Elfie lagi duduk berdua sama temennya.

“Elf? Lagi ngapain?” sapa gue yang kalau di sinetron itu mirip Dimas Anggara versi cupu sama itemnya.

“Iya kak. Ini lagi ngobrol aja sama temen aku” Elfie merespon dengan manis.

“Hahahaa iya deh. Ciyeee yang besok ulang tahun. Mau dikasih apa ini?” Mulai, gue mulai goblok.

“Hahaha gak usah kak. Gak usah repot-repot” Jawab Elfie sembari menggerakkan telapak tangan kanannya ke kiri dan ke kanan. Putar badan. Asoy.

“Gapapa kok Elf, aku pasti ngasih” Gue berucap memberi harapan.

Tanpa diduga, tiba-tiba temen Elfie, Si Momo, yang ternyata setelah gue telusuri dialah makhluk yang memiliki suara cempreng abis itu, nyosor.

“Dasar! Mau ngasih kado aja bilang-bilang! Harusnya diem aja!”

Gue diem denger kata-kata Momo. Ada 2 pemikiran di otak kosong gue.

Pertama : Suara Momo emang cempreng.

Kedua : Momo itu kampret, tapi omongannya bener.

Gue lihat muka Elfie. Dia terlihat diam dengan wajah yang murung. (more…)

Advertisements