#Pacaran

Kamu Udah Ngapain Aja?

Sebelumnya, karena tulisan ini sepertinya akan sangat berbahaya oleh mereka yang tidak openminded terhadap hal-hal nyata yang terjadi di dunia ini, maka saya sarankan untuk tidak lanjut membaca tulisan ini sampai bawah deh ya. Saya takut menyinggung atau gimana-gimana saja sih, tapi disatu sisi, saya kayaknya emang harus mengeluarkan segala uneg-uneg yang ada di kepala bukan?

Baik.

Saya sudah mengingatkan di awal perihal berbahayanya tulisan ini ya, jadi kalau nanti diantara kalian ada yang merasa tersinggung atau gimana-gimana… ya saya kan sudah mengingatkan. Namun jika masih ada yang tetep tersinggung dan ingin mengumpat, dipersilahkan berkomentar. Saya akan senantiasa membaca dan merespon. Jika malu mengumpat di komentar, silahkan kirimkan segala bentuk umpatan ke email saya : febridwicahya@gmail.com . Saya akan senantiasa menerima umpatan dan memperbaiki segala kesalahan yang menurut kalian kurang pas. (more…)

Advertisements

Selama Janur Kuning Belum Melengkung, Semua Masih Bisa Ter… Mbahmu.

‘Udah kalik. Sikat aja, sih. Selama janur kuning masih belum melengkung mah, semua kemungkinan masih bisa terjadi’

Pernah belum sih kalian mendengar ucapan-ucapan semacam itu dari mulut orang-orang terdekat, tepat ketika kita sedang mencoba untuk memperhatikan atau bertanya perihal seseorang yang menarik perhatian?

Errr…

Satu kata awalan karena saya menulis ini pukul sebelas malam :

KAMPRET ANJER!

Satu kata setelah awalan karena pasti saya akan membacanya saat berpuasa :

Astaghfirullah. (more…)

Eh, Kamu Mau Nggak Aku Kenalin Ke Temenku?

Jika ada satu hal yang membuat saya gagal paham dan bertanya-tanya perihal maksud seperti apa yang dikehendaki, maka hal itu adalah ketika ada seorang teman yang melihat saya, lalu mereka berkata  dengan kalimat memelas seperti :

‘Eh, kamu kok hidupnya kek garing banget gitu sih? Mending sini deh, ku kenalin sama temenku aja.’

Emm…

Awkay sih, saya tidak bisa menjadi munafik untuk kemudian mengaku-ngaku bahwa hidup saya sangat bahagia dan nggak butuh temen baru atau apalah itu. Yha, jika mungkin orang-orang boleh menilai dan bisa menjelma menjadi diri saya, mereka pasti akan berpendapat betapa membosankannya hidup yang saya jalani akhir-akhir ini. (more…)

Hikmah yang Bisa Diambil dari Skandal Hanna Annisa

Beberapa hari terakhir ini, jagat dunia maya sedang dihebohkan dengan munculnya sebuah video skandal yang memancing banyak orang untuk menonton dan mengomentari isi dari video tersebut.

Hanna Annisa.

Ya, nama itu seolah menjadi amat sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini. Berparas cantik dan anggun, tapi melakukan hal yang nganu dan waduhdeh nggak kuat.

Nggak mau munafik, gue adalah salah satu orang yang cukup gercep saat tau adanya skandal ini. Bahkan mungkin, bisa dibilang gue tau video tersebut tepat sebelum jagat dunia maya menghebohkan dirinya akan video skandal itu. Oleh karena itu, tidak heran mengapa sekarang gue akhirnya mendeklarasikan diri sebagai hooligan garis kerasnya anime hentai buatan Hanna Annisa itu. (more…)

Sebuah Epilog

Angin berhembus kencang diiringi dengan suara geluduk yang kadang mengagetkan. Awan sore itu cukup mendung, sesaat kemudian, rintik air hujan dengan intensitas yang cukup besar mulai mengguyur secara perlahan.

Gue terdiam di depan teras rumah. Sendirian. Menatap air hujan yang menitik deras dengan tatapan kosong. Pikiran berantakan, perasaan pun bergelut tak beraturan.

Setiap orang yang patah hati pasti melakukan apa yang saat itu gue lakukan.

Emm…

Enggak.

Setiap orang yang sedang patah hati, mereka selalu punya cara sendiri untuk menanggapi kesakithatiannya tersebut. Dan kala itu, hanya itulah yang bisa gue lakukan. Gue pernah mencoba untuk menyebuhkan kepatahhatian dengan tidur seharian, namun, setelah terbangun, rasa sakit itu masih saja terus menyerang. Gue pun pernah mencoba untuk menyembuhkan kepatahhatian itu dengan nongkrong bareng temen sampai pagi menjelang, namun, setelah kembali pulang dan terkurung dalam kamar, rasa sakit itu tetap saja menyerang. (more…)