#Musik

Clairvoyant

SABTUUUUUU!

Eh, sebentar. Ini hari Sabtu bukan seh? Sumpah deh ya, saya sudah amat sulit sekali membedakan hari-hari biasa dengan hari weekend atau libur gitu. Soalnya… YA TIAP HARI SAYA KAN LIBUR YA. Karena kebiasaan libur gini, kadang saya jadi agak kurang sadar gitu pas lagi di kampus dan esoknya berencana konsultasi laporan skripsi, tiba-tiba ada teman yang nyeletuk.

‘Loh, besok kan tanggal merah Feb?’

Kemudian saya hanya akan diam dan melihat kalender di koperasi, setelah itu mulut saya pun mengumpat keras.

‘BAJILAAAAK, KENAPA HARUS ADA TANGGAL MERAH SIH, SAYA KAN KETUNDA MAU KONSULTASI LAPORANNYA. KAPAN KELARNYA NIH?’ (more…)

Advertisements

Mempekerjakan Kembali #SabtuNgomonginLagu

SABTU!

WHOAAAAA!

Kayaknya sudah cukup lama ya, saya tidak membuka tulisan dengan sok histeris menyebut nama hari kayak gitu?

Padahal, ya sebenernya biasa saja sih. Di hari Sabtu, saya tidak pernah mengapa-ngapain. Tidak pernah lagi menjemput perempuan di seberang. Tidak pernah lagi bertukar kabar via suara. Tidak pernah lagi saling mengirim emot cium melalui pesan watsap. Tidak pernah lagi… Tidak pernah lagi.

Duh, menyedihkan sekali.

Tapi… YA EMANG MAU MENGAPAIN DI MALAM MINGGU YA. (more…)

I Don’t Know My Name

Sabtuuuuh!

Bhihihik, perasaan gue girang banget deh ngomong ‘Sabtu’-nya. Padahal, ya aslinya begini nih. Memilih untuk memojokkan diri di pojok kamar sembari mengucap pamit kepada seisi dunia, yang mana memberikan tanda bahwa hari Sabtu buat gue sudah berakhir semenjak pukul 18.00 WIB.

Alay amat, anjer.

Jadi, akhir-akhir ini gue lagi suka-sukanya mainan ukulele. Hampir tiap hari, disaat waktu senggang, gue pasti menyempatkan diri untuk mengambil ukulele yang tergeletak di sudut kamar lalu kemudian sok-sokan menggenjrengnya dengan asal diiringi dengan nada-nada false yang gue senandungkan. (more…)

Straightjacket Feeling

Selamat hari Sabtu semua…

Jogja sekarang lagi sering hujan nih. Kota kalian gimana?

Banyak yang bilang kalau hujan itu 1% air, 99% kenangan. Padahal, menurut Wikipedia, hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan memiliki ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil). (more…)

Dial Tones

Selamat hari Sabtu semua. Selamat menjalani hari di weekend kalian yak.

Hati-hati di jalan bagi kalian anak rantau yang mau balik ke daerah asal. Tapi kalo yang daerahnya jauh, seperti misal Uganda atau Phiadelphia mending gak usah balik dulu deh. Jauh. Bagusnya sih di kos aja sambil mantengin blog ini, soalnya kan sekarang waktunya kita #SabtuNgomonginLagu.

Uwuwuwuw~

Yap, pada kesempatan kali ini, lagu yang akan gue jabarin (bukan Jatimin atau Jatengin) (Oke, serahdeh) adalah sebuah lagu berjudul Dial Tones dari As It Is.

Eh, bentar, udah pada tau As It Is belum? Mmm… Gue kenalin deh, sini. (more…)