Mundur Mas Kamu Jelek

Mundur Ah, Saya Jelek.

Jika ada yang menanyakan perihal sesuatu yang agak baik namun sedikit menyedihkan, mungkin hal pertama yang akan saya sebutkan adalah tentang sadar akan diri sendiri.

Hmm…

Bagi saya pribadi, menyadari akan bagaimana posisi, penempatan, kasta, muka, atau lainnya tentang diri sendiri merupakan hal yang bisa dikatakan penting. Bukan masalah gimana-gimana ya, tapi, terlalu mengharap sesuatu tanpa menyadari bagaimana posisi diri itu lebih riskan untuk dikecewakan sih kalau menurut saya.

Oh iya, sebelumnya, disini saya tidak memiliki maksud untuk membatasi impian atau keinginan seseorang dengan persepsi saya di atas loh, ya. Setiap orang, mereka layak untuk bermimpi setinggi langit. Mereka layak untuk memiliki keinginan yang luar biasa. Mereka pantas untuk berharap sesuatu yang tinggi baginya. Mereka layak. Dan yha, Mereka sangat layak.

(more…)

Advertisements

Selama Janur Kuning Belum Melengkung, Semua Masih Bisa Ter… Mbahmu.

‘Udah kalik. Sikat aja, sih. Selama janur kuning masih belum melengkung mah, semua kemungkinan masih bisa terjadi’

Pernah belum sih kalian mendengar ucapan-ucapan semacam itu dari mulut orang-orang terdekat, tepat ketika kita sedang mencoba untuk memperhatikan atau bertanya perihal seseorang yang menarik perhatian?

Errr…

Satu kata awalan karena saya menulis ini pukul sebelas malam :

KAMPRET ANJER!

Satu kata setelah awalan karena pasti saya akan membacanya saat berpuasa :

Astaghfirullah. (more…)

Pada Suatu Malam…

‘Mau lewat lift atau eskalator, nih?’

Perempuan itu mengalihkan pembicaraan tepat ketika saya melihat betapa banyaknya antrian manusia yang menunggu di depan lift. Tak hanya itu, eskalator dan lampu-lampu di Jogja City Mall (JCM) malam itu pun juga sudah dimatikan karena waktu telah menunjukkan jam sepuluh lewatnya tiga puluh menit.

Saya berpikir sejenak, mencoba menimbang-nimbang pilihan yang perempuan itu ajukan. Sampai akhirnya, sembari menghela nafas panjang, saya membelokkan langkah kaki menuju ke arah eskalator yang telah mati.

‘Eskalator aja, yuk’ ucap saya pelan seraya berharap semoga pilihan yang telah saya pilih tidak memberatkannya. (more…)