Mencintai

Dia Suka sama Kamu?

‘Dia suka sama kamu, Feb?’

Pertanyaan tersebut Ibuk tanyakan pagi tadi, tepat setelah beberapa menit sebelumnya kami membahas perihal sosok seseorang yang bisa dikatakan ‘baru’ di hidup saya. Saya menenggak secangkir gelas dengan teh hangat di dalamnya. Pelan, mencoba menimbang-nimbang jawaban apa yang tepat untuk merespon pertanyaan demikian.

‘Hmm… glek-glek-glek’ Saya masih mengulur-ngulur waktu, sampai akhirnya teh di dalam cangkir itu tinggal setengah isi, ibu masih menunggu jawaban. Saya meletakkan cangkir tersebut ke meja, kemudian berjalan pelan mengambil kunci motor di atas lemari buku. Ibu tetap menunggu, saya pun menatapnya dan melemparkan senyum ke beliau sembari menyambut tangannya untuk salim.

(more…)

Advertisements

Menentukan Pilihan Untuk Mendapatkan Kekasih Idaman

Di dunia ini, setiap orang pasti mengidamkan kehadiran pasangan yang kelak akan melengkapi hidupnya. Tanpa pengecualian apapun, kita semua pasti tau bahwa setiap orang memiliki kriteria masing-masing dalam memilih pendamping hidupnya kelak.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus tampan, mapan, pandai baca Al Qur’an, bertubuh ideal, dan senyumnya bersinar.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus berdasi, tangki mobil selalu terisi, berbadan seksi, dan bersepatu yezzy.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus binaragawan, bertampang preman, punya banyak teman, dan mobilnya lamborghini, men!

(more…)

Ketakutan-Ketakutan Itu

‘Fyuh’

Seorang temen menghela nafas ketika rutinitas perkuliahan usai. Kala itu waktu menunjukkan pukul 17.10 WIB. Waktu dimana senja mulai melambaikan tangan di ufuk barat, disertai dengan hiasan warna jingga yang menyilaukan. Gue berjalan disamping teman yang sedari tadi menghela nafas dan nggak henti-hentinya memasang wajah murung.

‘Kenapa, kampret?’ Sekedar mencoba berempati, gue bertanya pokok permasalahan yang sedang dia alami.

‘Gue takut, Feb’ Dia menjawab sembari menundukkan kepala. Langkahnya pelan, seperti siput ambien yang sedang berjalan. (more…)

Pada Akhirnya…

‘Assalamualaikum…’

Gue berucap sendirian di depan pintu bercat putih yang tertutup rapat. Senin siang kala itu cukup terik, udara yang berhembus seolah bercampur dengan hawa panas matahari yang menggosongkan kulit.

‘Permisi?’

Gue masih mencoba agar seseorang yang ada di dalam rumah berwarna putih dan beralaskan keramik tersebut membuka pintu. Sembari mematung dan terus mencoba untuk berucap salam, gue celingak-celinguk sendirian.

Sampai akhirnya…

‘Iya, Wa’alaikumsalam’ Suara tersebut terdengar dari dalam, sebelum akhirnya pintu rumah tersebut terbuka. ‘Eh, Mas Febri’ Seseorang yang menyembul dari pintu tersebut menyapa.

‘Ibuuuuuuuuk’ Gue menyapa balik sembari mengeluarkan senyum terbaik.

Seseorang yang gue panggil Ibuk adalah Ibunda Nanda. (more…)