#MasaLalu

Lagu yang Suaranya Nggak Manusiawi

Mmm…

Kita pasti pernah menyelipkan sebuah kenangan ke dalam sebuah lagu.

Misalnya gue. Gue rentan banget galau kalau dengerin lagu yang mana lagu itu pernah menjadi kenangan antara gue dengan mantan, mantan gebetan atau sekedar hal yang nggak bisa gue capai.

Denger lagu Peterpan – Semua tentang kita, gue inget sama mantan gue yang pertama. Cewek yang gue sukai dari kelas 5 SD dan berhasil jadian ketika gue SMP, lalu putus dua bulan kemudian karena ternyata dia nerima gue hanya sebagai pelarian. (more…)

Advertisements

Pertanyaan yang Mulai Menunjukkan Jawaban

Beberapa hari berjalan.

Gue perhatiin, semakin banyak perubahan dalam sifat Elfie. Dia jadi lebih cuek dari biasanya. Bahkan tak jarang, selalu menghindar tiap ketemu gue. Otak gue merespon, kayaknya bener kata Catur, harusnya gue nggak secinta ini sama Elfie.

Puncak dari perubahan Elfie terlihat ketika gue nyamperin dia dan seperti biasa, gue manggil nama “Elfie” berulang-ulang. Menunjukkan rasa suka yang berlebihan.

Mendengar panggilan gue, sembari berlalu, Elfie berucap dengan mimik wajah gusar.

”Apa sih kak? Nanti ya jangan ganggu aku dulu, aku capek !”

Gue cuma bisa diem.

Dalam posisi ini, gue bisa berhenti ngomong dan menoleh ke arah Elfie. Melihat punggungnya berlalu. Meninggalkan sedikit luka. Eh, enggak. Meninggalkan banyak luka.

Luka yang Elfie tinggalkan beberapa menit yang lalu nggak bisa ilang hanya dalam waktu sekejap. Seharian itu, gue masih terus kepikiran akan kata-kata Elfie yang menganggap gue pengganggu. Gue yang biasanya ribut, rame, dan cerewet di kelas, hari itu mendadak jadi pendiem kayak tikus keracunan. (more…)

Awal Dari Sebuah Penolakan

Gue bergegas ke sekolah sambil membawa kado hasil kerja keras gue semalam. Tentu dengan pemikiran jangka panjang, gue gak akan menyimpan kado itu di dalam kelas. Yah, di kelas gue aja bolpen bisa ilang, apalagi kado.

Untung gue punya temen yang rumah saudaranya ada di deket sekolah. Di sanalah kado gue akan terjaga dengan aman. Jadi, gue pun langsung aja menitipkan itu kado di rumah saudara temen gue.

Rencana awal, gue mau ngasih kado ini ke Elfie pas jam istirahat. Kalau suasananya pas, gue juga mau nembak Elfie saat itu juga. Gue gak mau mendam lama-lama keinginan gue buat mendapatkan cinta Elfie. Nyesek ketika gue harus tersenyum mendengar dia cerita tentang orang lain. Menyedihkan ketika gue dipaksa tertawa terbahak mendengar dia cerita hari-hari lucunya bersama orang lain. Sekarang saatnya dia tau bahwa orang yang pantas untuknya sebenarnya sudah ada. Dia yang selalu menemaninya, menghiburnya, menyemangatinya dan dia itu adalah gue! *setel backsound padamu negeri.

Jam istirahat pun tiba. Gue langsung lari mengambil kado yang tadi pagi gue titipkan di rumah saudara temen gue. Ketika kado udah di tangan, gue segera beranjak ke kelas Elfie. Dengan langkah seribu, gue jejaki jalanan membawa bungkusan berbentuk kotak dan bermotif bunga unyu. (more…)

Three Cheers For Five Years

“Semua orang pasti bisa berubah ya?”

Suatu malam, di sebuah café, gue duduk berhadapan dengan Fahri, temen SMA gue. Malam itu malam minggu. Seperti halnya kodrat pada malam itu, yang punya pacar, mereka pacaran. Yang jomlo, mereka ngais tanah. Yang LDR, mereka memilih untuk main sama temen sejenisnya.

“Mmm… Belum tentu juga, sih” Jawab gue santai sembari nyemil kentang goreng yang baru aja disajikan sang pelayan.

“Nggak. Pasti. Semua orang pasti berubah” Ucap Fahri membenarkan. Dia yang memberi pertanyaan, dia pula yang memberi jawaban. Manusia kampret.

“Kok lo bisa bilang gitu?” Tanya gue “Apa alasannya?” (more…)

Kesalahpahaman

Kesalahpahaman walaupun itu suatu hal yang kecil, pasti akan berdampak besar dan panjang buat kedepannya.

Oh ya, itu bener-bener terjadi didalam kehidupan gue.

Semua bermula dari gathering sebelum kuliah dulu. Alasan kenapa diadakannya gathering adalah untuk mengakrabkan semua anak-anak calon mahasiswa jurusan Teknik Sipil di kampus gue. Jadi, jauh-jauh hari pun sekelompok penggerak gathering ini berinisiatif membuat grup BBM untuk mengkoordinir agar acara gathering terlaksana dengan baik.

Gue nggak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Selain ikut gathering, gue pun meng-invite beberapa pin temen-temen yang ada di grup BBM tersebut. Jelas, gue mengutamakan nge-invite pin yang namanya cewek-able banget terlebih dulu. Kayak Suryani Wulandari, Suketi Mangan Sapi, ataupun Wakidi Sucahyani.

Dari penginvite-an massal itu, gue berhasil mendapatkan kenalan… cowok. Ya, ternyata lebih mudah mengajak kenalan cowok daripada mengajak kenalan cewek. Gue bener-bener lemah. (more…)