Makan

Bakar-Bakar Suddenly Kebanjiran

Kemarin ku kembali bertemu dengan temanku. Kali ini aku yang mengajak mereka melakukan perkumpulan, mengingat pada kesempatan sebelumnya, ku merasa bahwa momen-momen kebersamaan itu akan sulit terulang dan mungkin terlaksana. Maka dari itu, selagi masih hidup dan bisa, aku membuat ide bakar-bakar perdagingan yang berlokasi di rumah Dian, karena kebetulan, hanya dia seorang yang memiliki kompor portable dan wajan pembakaran.

Kami berjanjian sekitar pukul dua siang, tapi realitanya lebih satu jam, mengingat siang itu hujan dan motorku secara sialan kebocoran. Ada paku yang secara tidak sopan tertancap di ban belakang. Jadi mau tidak mau, yasudah biar semesta yang berkehendak.

(more…)