Jogja Banjir

Air yang Tenang Memblebek-blebekkan

‘Feb, nanti jam setengah 2 jemput Nova ya’

Disuatu pagi yang tenang, ketika ibuk lagi buka-buka kulkas untuk mengambil bahan makanan yang hendak dimasak, beliau menyuruh gue dengan perintah demikian. Kala itu gue lagi duduk nggak jelas di ruang tengah sembari menunduk menekan tombol handphone. Karena gue merasa lagi nggak ada kerjaan, maka gue mengiyakan permintaan ibu gue tersebut dengan senang hati.

Pagi itu gue merasa bahwa cuaca akan terang dan berawan aja. Nggak ada firasat sedikit pun tentang cuaca buruk yang akan menerjang kala itu. Meskipun, mungkin orang-orang yang tinggal di Jogja sekarang pun tau, cuaca Jogja lagi nggak stabil. Beberapa saat panas, beberapa saat kemudian hujan lebat. Beberapa saat mendung, beberapa saat kemudian nggak jadi hujan. Beberapa saat siang, beberapa saat kemudian malam.

YAIYALAH! (more…)