Jangan Pacaran

Pada Akhirnya…

‘Assalamualaikum…’

Gue berucap sendirian di depan pintu bercat putih yang tertutup rapat. Senin siang kala itu cukup terik, udara yang berhembus seolah bercampur dengan hawa panas matahari yang menggosongkan kulit.

‘Permisi?’

Gue masih mencoba agar seseorang yang ada di dalam rumah berwarna putih dan beralaskan keramik tersebut membuka pintu. Sembari mematung dan terus mencoba untuk berucap salam, gue celingak-celinguk sendirian.

Sampai akhirnya…

‘Iya, Wa’alaikumsalam’ Suara tersebut terdengar dari dalam, sebelum akhirnya pintu rumah tersebut terbuka. ‘Eh, Mas Febri’ Seseorang yang menyembul dari pintu tersebut menyapa.

‘Ibuuuuuuuuk’ Gue menyapa balik sembari mengeluarkan senyum terbaik.

Seseorang yang gue panggil Ibuk adalah Ibunda Nanda. (more…)

Kenapa Harus Pacaran?

Hmm…

Judul diatas adalah sebuah pertanyaan yang sekiranya sedikit mengganggu pikiran gue akhir-akhir ini. Ya, entah kenapa, beberapa hari kemarin, gue menghabiskan hampir seluruh waktu di dalam kamar dan mereview ulang perihal rekam jejak gue sewaktu masih punya pacar dulu.

Dari sekian banyak memory yang terputar ulang, gue pikir, waktu itu gue memilih untuk pacaran karena gue suka sama seorang cewek dan pengen mengikat cewek tersebut dalam ikatan pacaran sehingga nantinya nggak ada cowok lain yang berani mendekat untuk mengambil hati cewek tersebut dari gue.

Sesederhana itu.

Namun, setelah dilihat lebih jauh, pada dasarnya, ikatan pacaran nggak benar-benar mampu untuk mengikat gue dengan si cewek. Karena pada akhirnya, udah beberapa kali gue merasakan bagaimana rasanya cewek yang udah menjadi pacar gue itu direbut oleh cowok lain. (more…)