Hujan

Straightjacket Feeling

Selamat hari Sabtu semua…

Jogja sekarang lagi sering hujan nih. Kota kalian gimana?

Banyak yang bilang kalau hujan itu 1% air, 99% kenangan. Padahal, menurut Wikipedia, hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan memiliki ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil). (more…)

Advertisements

Sebuah Epilog

Angin berhembus kencang diiringi dengan suara geluduk yang kadang mengagetkan. Awan sore itu cukup mendung, sesaat kemudian, rintik air hujan dengan intensitas yang cukup besar mulai mengguyur secara perlahan.

Gue terdiam di depan teras rumah. Sendirian. Menatap air hujan yang menitik deras dengan tatapan kosong. Pikiran berantakan, perasaan pun bergelut tak beraturan.

Setiap orang yang patah hati pasti melakukan apa yang saat itu gue lakukan.

Emm…

Enggak.

Setiap orang yang sedang patah hati, mereka selalu punya cara sendiri untuk menanggapi kesakithatiannya tersebut. Dan kala itu, hanya itulah yang bisa gue lakukan. Gue pernah mencoba untuk menyebuhkan kepatahhatian dengan tidur seharian, namun, setelah terbangun, rasa sakit itu masih saja terus menyerang. Gue pun pernah mencoba untuk menyembuhkan kepatahhatian itu dengan nongkrong bareng temen sampai pagi menjelang, namun, setelah kembali pulang dan terkurung dalam kamar, rasa sakit itu tetap saja menyerang. (more…)