Cinta yang Gagal

Perempuan Hanya Untuk Orang Tampan?

Tumbuh dewasa, membuat seseorang merasa memiliki banyak pilihan.

Memiliki banyak pilihan, membuat seseorang semakin terlihat ribet dan lama tuk membuat keputusan.

Setiap keputusan yang telah diambil, membuat seseorang pernah merasa salah dan kecewa.

Setiap hal yang baginya salah dan mengecewakan, membuat seseorang merasa harus mengoreksi dan memperbaiki agar tidak terulang.

Setiap hal yang tidak ingin terulang, membuat seseorang kembali memilih, memilih, dan akan terus memilih. Hingga pada ujungnya, mereka akan merasa lelah memilih dan sejenak memutuskan untuk berhenti mencari. (more…)

Advertisements

(Mungkin) Akhir yang Sebenarnya

‘Still everyday i think about… you’

Penggalan lirik dari lagu Blue Sky Collapse milik Adhitya Sofyan terdengar syahdu. Ditemani nyala lampu yang temaram, gue terduduk di depan laptop memandangi layar yang menyala. Jemari gue meraba mouse dengan lembut, mencoba menggerakkan kursor supaya menuruti apa yang akan gue lakukan.

Pagi itu pukul 01.00 WIB. Entah, pada saat itu gue nggak bisa memejamkan mata. Ada banyak pikiran yang menjadi kendala. Ada banyak rasa yang bercampur. Ada banyak helaan nafas yang seolah dipaksakan.

Mencoba mengisi waktu yang entah itu, gue pun akhirnya memilih untuk membuka blog ini dan mencoba membaca tulisan-tulisan yang telah lalu. Beberapa gue merasa jijik. Beberapa gue merasa geli. Sampai akhirnya, gue membaca beberapa tulisan yang membuat gue sedikit terdiam. (more…)

Kenapa Orang Jatuh Cinta Itu Aneh

Cinta.

Gue selalu bingung dengan apa yang terdefinisikan dari lima huruf kampret diatas. Pasalnya, dalam hal mencintai, gue selalu punya cara sendiri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan tersebut. Dan… dari apa yang gue lakukan, terkadang selalu tidak pernah sesuai dengan apa yang sang gebetan harapkan.

Sebenernya gue nggak tau, apa gue yang salah dalam mengungkapkan rasa yang gue punya tersebut, atau mungkin sang gebetan yang salah dalam memaknai apa yang gue ungkapkan. Seperti yang kita ketahui bersama, jika komunikasi antar sepasang manusia tidak seirama, maka yang terjadi adalah yaudahlahya.

Sewaktu masih SD, gue mempunyai cara sendiri dalam mengungkapkan rasa cinta yang gue punya, yaitu dengan cara mengganggu gebetan sampai si gebetan nangis. Entah, kala itu, gue merasa kalau orang yang ngeganggu adalah orang yang suka, dan kala itu gue dengan bahagia melakukannya. Semua berakhir gagal, si gebetan merasa kalau gue hanya sekedar pengganggu dan harus dijauhin aja. (more…)

Hati yang Seharusnya Sendiri

Banyak yang bilang kalau pacaran itu nyenengin.

Banyak yang bilang juga kalau pacaran itu cuma indah diawal aja.

Pun banyak yang bilang kalau marahan atau berantem di dalam suatu hubungan itu adalah sebuah ‘bumbu’ pelengkap atas berjalannya hubungan itu sendiri. Temen gue pernah bilang begini :

‘Pacaran itu kalau mulus-mulus aja malah nggak seru kalik’

Ya, gue membenarkan apa yang orang-orang anggap tersebut, mulai dari pacaran nyenengin, pacaran indah di awal dan marahan yang menjadi bumbu pelengkap. Namun kalau bicara masalah marahan atau berantem, gue menggaris bawahi satu hal, yaitu harus tetap dalam artian marahan atau berantem yang nggak keluar batas dong pastinya. (more…)