#Beby

Ngomongin pendidikan

Ada mata pelajaran yang pasti kita sukai.

Anak Sastra Indonesia, kemungkinan besar mata pelajaran yang paling dia sukai adalah Bahasa Indonesia.

Anak Kimia, kemungkinan besar mata pelajaran yang paling dia sukai adalah Kimia.

Anak Jomlo, kemungkinan yang sering dia rasakan adalah kesendirian.

Ya, semua sah-sah aja.

Gimana dengan gue? Gue suka dan cinta Beby.

Kenapa nggak nyambung? Ya, demi menghindari komentar Beby nantinya yang berisi :

“JADI KAMU LEBIH SUKA MATA PELAJARAN DARIPADA AKU?” (more…)

Advertisements

Tiga sifat dalam menjalin hubungan

Ada banyak orang di dunia ini.

Banyak orang, berarti banyak sifat.

Ada banyak jomlo di dunia ini.

Banyak jomlo, berarti banyak yang terabaikan.

Gue nggak mau bikin masalah dengan ngomongin jomlo hari ini. Maaf. Mari kita berdamai. Sebagai tanda perdamaian, gue bakal ngasih beberapa pelajaran mengenai sifat yang seharusnya dimiliki oleh orang yang sedang menjalin hubungan. Maka, untuk kalian para jomlo, bacalah, pelajari, dan cari pasangan segera. (more…)

Review Mainstream

Ada banyak makanan di dunia ini.

Ada banyak minuman juga di dunia ini.

Ada terlalu banyak cowok juga di dunia ini yang hampir setiap harinya hanya makan sendirian di bawah rindang pepohonan, menyesali hidup kesepian tanpa pasangan. Kalian ngapain? Buruan nyari pasangan.

Gue salah satu orang yang suka makan. Ya kadang-kadang aja sih. Ya udah, gue salah satu orang yang kadang-kadang suka makan. Tapi, gue bukanlah orang yang sering makan-makanan restaurant ataupun café-café mewah gitu. (more…)

Selamat datang kembali, LDR

Hari ini, gue nggak ngapa-ngapain.

Semenjak kepulangan Beby ke Medan, gue jadi bener-bener nggak ada kegiatan. Hal terdekat yang pasti bakal lakuin adalah remediasi di hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Selebihnya, nimbun lemak.

Bener-bener nggak berguna.

Sempet ada rasa gimana gitu ya, mengingat selama Beby di Jogja, gue selalu nemenin dia kemanapun. 3 minggu, bareng-bareng. Seneng. Tapi Sabtu kemarin melepas kepergian Beby ke Medan. Duh yongalah. Sedih parah. (more…)

Belajar lebih keras, ya

Kuliah itu nyeremin.

Hal itulah yang sekarang ada dibenak gue, tepat setelah gue melihat hasil nilai semester 3. Suram. Bener-bener suram.

Sebenernya bukan hasil gue doang yang suram. Kebanyakan temen gue pun ketika gue tanya mengenai nilai semester 3, mereka sambil mencakar-cakar pagar rumahnya dan dengan ganas menjawab :

“SURAAAAAAAM !!!”

Sebagai manusia, mungkin gue bisa aja menyalahkan kebijakan kampus yang seenaknya mengubah kurikulum lama menjadi kurikulum Learning Outcome yang berlandaskan pada kurikulum Jepang.

Katanya sih, gitu. (more…)