banjir

tai

aduh, maap. judulnya tidak mencerminkan moral baik dan akhlak positif. tapi ngapape deh ye? toh, kebebasan juga karena apalah mau dicari dari pandangan orang-orang kalau aslinya sebenernya tai juga. oiya, biar dilihat positif kali ya. yauda ngapapa.

bagus.

nga tau ada angin apa, tiba-tiba ku pengen menulis sesuatu. padahal juga nga ngerti, sesuatunya tuh apaan. oiya, bahasa dan kata gantinya bebas ajelah ye? dulu pernah pake kata gue, terus saya, eh, sekarang lagi pengen nulis pake aku. lagi males konsisten ih, terikat akan sesuatu juga tai kayaknya. ehe.

(more…)

Air yang Tenang Memblebek-blebekkan

‘Feb, nanti jam setengah 2 jemput Nova ya’

Disuatu pagi yang tenang, ketika ibuk lagi buka-buka kulkas untuk mengambil bahan makanan yang hendak dimasak, beliau menyuruh gue dengan perintah demikian. Kala itu gue lagi duduk nggak jelas di ruang tengah sembari menunduk menekan tombol handphone. Karena gue merasa lagi nggak ada kerjaan, maka gue mengiyakan permintaan ibu gue tersebut dengan senang hati.

Pagi itu gue merasa bahwa cuaca akan terang dan berawan aja. Nggak ada firasat sedikit pun tentang cuaca buruk yang akan menerjang kala itu. Meskipun, mungkin orang-orang yang tinggal di Jogja sekarang pun tau, cuaca Jogja lagi nggak stabil. Beberapa saat panas, beberapa saat kemudian hujan lebat. Beberapa saat mendung, beberapa saat kemudian nggak jadi hujan. Beberapa saat siang, beberapa saat kemudian malam.

YAIYALAH! (more…)