#Sendu

Tulisan yang Berisi Perihal Hati, Cinta, Romance, dan Air Mata

#SaveAleppo… Kenapa ini harus terjadi?

Hmm…

Gue bingung mau nulis apa sebenernya.

Tapi, sebelum membuka blog dan mulai menuliskan kalimat-kalimat ini, beberapa menit yang lalu gue melihat video di link ini :

Jurnalis yang terperangkap di Aleppo

Dan seketika gue langsung diem sambil berpikir :

‘Ini sebenernya kenapa sih?’ (more…)

Dua Posisi yang Berbeda

Setiap orang pernah jatuh cinta.

Pasti, untuk sebagian dari mereka yang merasakan jatuh cinta, mereka akan berdoa perihal hal baik yang akan terjadi dengan orang yang dicintai nantinya.

Disuatu waktu, di dalam doa, dia selalu menyelipkan nama orang yang disukainya agar kelak dapat berjodoh dengan dirinya. Atau yang paling sederhana, dia akan senantiasa berdoa agar disisa umurnya bisa selalu didekatkan dengan orang yang dicintainya.

Orang yang jatuh cinta mempunyai permintaan sederhana dalam hidupnya. Kadang kala, jika berada diwaktu senggang, dia akan terdiam di dalam kamar, menerka-nerka, kemudian berpikir tentang apa-apa saja hal yang dapat dia lakukan untuk bisa membahagiakan orang yang dicintainya.

Orang yang sedang jatuh dalam cintanya selalu saja tak ada henti-hentinya untuk meminta kepada Tuhan agar orang yang dia cintai dapat tersenyum bahagia dalam setiap pagi dan malamnya. Seolah baginya, jika orang yang dicintainya dapat berbahagia, maka dirinya pun akan berbahagia. (more…)

Cinta adalah Alasan

‘Cinta adalah segalanya’       

Begitulah anggapan Joni, seorang lelaki yang berparas masih-layak-dibilang-ganteng sedari kelas 3 SMP. Bahkan hingga kini, ketika umurnya sudah menginjak 26 tahun dan sudah memiliki seorang istri, anggapan tersebut masih tetap dia pertahankan.

Menurutnya, cinta adalah alasan kenapa setiap orang bisa tetap hidup dan menghidupi orang lain. Orang yang hidup tanpa cinta, lambat laun akan mati oleh rasa sepi. Namun, orang yang hidup dengan cinta, walaupun dia tanpa harta, dia akan tetap hidup bersama dengan rasa bahagia. (more…)

Three Cheers For Five Years

“Semua orang pasti bisa berubah ya?”

Suatu malam, di sebuah café, gue duduk berhadapan dengan Fahri, temen SMA gue. Malam itu malam minggu. Seperti halnya kodrat pada malam itu, yang punya pacar, mereka pacaran. Yang jomlo, mereka ngais tanah. Yang LDR, mereka memilih untuk main sama temen sejenisnya.

“Mmm… Belum tentu juga, sih” Jawab gue santai sembari nyemil kentang goreng yang baru aja disajikan sang pelayan.

“Nggak. Pasti. Semua orang pasti berubah” Ucap Fahri membenarkan. Dia yang memberi pertanyaan, dia pula yang memberi jawaban. Manusia kampret.

“Kok lo bisa bilang gitu?” Tanya gue “Apa alasannya?” (more…)

Terrible Thing

“Hidup bisa melakuan hal-hal yang mengerikan”

Kalimat itu yang membekas di kepala gue saat ini, tepat ketika beberapa minggu yang lalu gue bertemu dengan seorang lelaki berperawakan tinggi gagah di sebuah taman lapang yang berdekatan dengan sungai.

Kala itu gue terduduk di tepi sungai. Sendirian. Menimang-nimang, kapan Bebay kembali ke Jogja. Sesekali gue rebahan diatas rumput liar. Awan biru dikombinasi dengan jingga hasil senja yang matahari tampakkan di ufuk barat menjadi pemandangan yang gue nikmati sore itu.

Nggak lama kemudian, seorang lelaki dengan kaos hitam berbalut jaket berbahan jeans datang. Dia duduk disamping gue. Tatapannya kosong, seakan masalah baru saja mendera hidupnya. Dia mengambil batuan kecil, kemudian melemparkannya ke sungai. Batuan kecil tersebut memantul-mantul diatas sungai, kemudian tenggelam. Gue yang rebahan hanya bisa melirik heran melihat tingkah lelaki tersebut. (more…)