#JONES

Cerita Tentang Penggalan Kisah Cinta yang Tak Dimulai dan Tak Selesai

Bimbang Setengah Bambang

Halooooo…

Fyuh, gue main disini lagi sekarang. Akhir-akhir ini, gue lagi menjalani masa-masa remedi.

Yak, bukan gue namanya kalau hasil Ujian Semester kemarin hasilnya memuaskan semua. Dari 9 mata kuliah, ada 3 mata kuliah yang bernilai C-. Gue emang geblek. Anehnya, nilai yang dapet C- itu adalah Drainase Terapan, Rekayasa Irigasi, dan Metode Numerik. Kalau kalian inget tentang kuliah Drainase Terapan dan Metode Numerik di postingan sebelum ini, pasti kalian tau kalau gue ngerjain ujiannya pake contekan. Nah, ini deh balasannya. Remidi. Jadi, jangan pernah nyontek ya? Nanti nilainya jelek.

Oh iya, Btw, tadi gue ujian remedi metode numerik dan bawa contekan ajaib di kalkulator.

Gue. Emang. Geblek.

Ah, nggak usah berlama-lama deh. Pada postingan ini dan seterusnya, sesuai janji, gue mau posting tulisan #JONES. Daripada naskah itu terbengkalai di laptop doang, mending di share disini. Padahal alasan sebenernya karena gue nggak ada ide buat bikin tulisan.

Yak. Silahkan membaca. Sebelumnya, maaf nih. Tulisan #JONES ini gue tulis di tahun 2013 awal dan dengan gaya komedi yang masih amatiran banget. Jadi, ya enjoy aja ya? I Love You (more…)

Advertisements

Setelah pertemuan ada…

“Lebih baik mencintai orang yang mencintaimu daripada mencintai orang yang belum tentu mau denganmu”

Gue sempet dibuat pusing koprol jungkir balik waktu pertama kali membaca kutipan kalimat tersebut. Gue mikir, kalau semua orang membaca kalimat itu dan cara berpikir mereka sama kayak apa yang gue pikirin, mungkin dunia ini gak akan pernah ada yang namanya pacaran. Kenapa? Coba deh bayangin, Eh, bayangin opini gue, jangan bayangin mantan yang ditikung sama sahabat sendiri. Fokus. Oke? Udah? Opini gue gini : Misal gue suka sama Lia, terus ada Tia yang suka sama gue, nah disini timbul dilema, ketika gue berusaha buat ngejar Lia yang ternyata Lia biasa aja akan kehadiran gue, gue coba tengok kebelakang ada Tia yang suka sama gue, dan saat gue berniat untuk berpindah pada orang yang suka sama gue yaitu Tia, ternyata ada Fino yang suka sama Tia, dan saat Tia merasa diawal gue mengabaikan dia, dia lalu pindah ke hati Fino, eh tapi ternyata ada Aria yang suka sama Fino, dan kisah cinta ini bakal berjalan memutar terus sampai otak kebakar. Kalau kisahnya kayak gini, KAPAN PACARANNYA!!! Harusnya pacaran emang nggak pernah ada sih, kebanyakan cuma makan hati. (more…)

Harapan itu ada

Orang yang terlalu berharap biasanya lebih sering tersakiti oleh harapannya sendiri karena berharapnya terlalu tinggi. Bener sih ada kata “Bermimpilah setinggi langit, jadi nanti kalau jatuh, bisa menggantung pada bintang-bintang yang tersebar di awan, lalu naik lagi”. Tapi yang salah, banyak orang yang lupa akan daratan. Hasilnya? Ya sewaktu mimpinya nggak tercapai, dia bener-bener terjatuh.

Gedubrak.

Modar.

Buat ukuran jomblo, harapan itu sendiri sering muncul karena sang gebetan dirasa udah ngerespon perhatian dari kita, jadi, dari situlah harapan-harapan menumpuk tinggi. Padahal, kembali ke bagaimana kita menanggapinya. Kadang kita sendiri yang GR menerima sedikit balasan perhatian dari si dia. Bisa jadi itu cuma modus. Mungkin ada baiknya menjadi seorang laki-laki cuek itu juga perlu, meskipun gak laku-laku.

Pagi ini gue diselimuti beberapa harapan yang harapan itu nantinya hanya akan menjadi harapan yang terbuang dan tertumpuk pada harapan-harapan tinggi gue lainnya *terlalu banyak harapan*. (more…)

Kacamata

“Tap…tap…tap”

Suara langkah derap kaki menggemparkan isi dunia. Gue berlari mengejar waktu. Padahal waktu nggak kemana-mana. Gak tau deh kenapa gue kurang kerjaan gini. Tapi, ini udah jam berapa? Bisa telat terus dihukum berdiri menatap tiang bendera sama guru BP yang killernya udah kayak hitler yang kumisnya nggak sengaja tergores gergaji mesin.

Gue sendiri heran, kenapa sih gue sering banget telat? Padahal kalau diukur, jarak antara rumah dengan sekolah gue itu cuma 1,5 km. Gue berangkat ke sekolah pun juga naik sepeda, bukan ngesot, bukan juga diseret truk tronton. Tapi, ya beginilah kebiasaan anak sekolahan.

Dengan sedikit kerja keras, akhirnya gue sampai juga di depan pintu kelas. Dengan perlahan, gue membuka pintu. Dari dalam, terlihat siluet tajam dari raut wajah guru Bahasa Indonesia, Pak Joko. Beliau menoleh sebentar, kemudian sambil menggelengkan kepala, beliau berkata pelan :

“Hmm langganan”.

Okesip. Gue resmi telat dan resmi berdiri menatap tiang bendera. SENDIRIAN ! KEPANASAN !

Skip !

Nongkrong di kantin sekolah sambil cuci mata adalah salah satu hal wajib buat pelajar kece kayak gue. Walaupun cewek yang dilihat cuma gitu-gitu aja, daripada gak ada? (more…)

Prolog

Disuatu siang dalam kamar, gue memandang langit-langit. Di atas sana, ada 2 ekor cicak lagi kejar-kejaran kayak orang pacaran. Pikiran gue langsung melayang kemana-mana. Membayangkan gue jadi seekor cicak jantan yang lagi mengejar cicak betina. Ngejar si cewek capek-capek, eh si cewek malah sembunyi di balik pohon cemara sambil cengengesan. Giliran ketemu, si cewek lari lagi. Yaudah, lari terus aja mbak !

Setelah beberapa lama berkhayal, gue pun tersadar. Tanpa berpikir lama, gue segera beranjak dari tempat tidur. Berat sih buat ninggalin tempat tidur unyu gue, tapi mau gak mau gue harus pergi. Tenang, nanti malem gue kembali padamu lagi kok kasurkuh tercintah. Mwah.

Gue berpindah dari kasur ke tempat duduk yang biasa digunakan buat belajar.

Gue lihat sekeliling kamar. Hmm… Cukup berantakan untuk ukuran kamar seorang lelaki tampan yang barusan dilindes ambulan. Beberapa tempelan poster tersebar dimana-mana. Gue emang sengaja memasang poster-poster di kamar. Salah satunya adalah poster segerombolan cewek berbaris dengan gaya khasnya yang biasa disebut dengan julukan JKT48 yang tertempel disudut kamar. Setidaknya, gue udah setting itu semua, kalau ada temen gue yang masuk ke kamar dan tanya itu foto cewek siapa, gue bisa menjawab dengan santai.

“Itu foto mantan-mantan gue, sudahlah, itu masa lalu” (more…)