#Diary

Catatan sehari-hari Febri yang telah dijalani

Trip To Baluran : Gagal Menuju De Djawatan dan Menyeberang Sebentar ke Bali

Sore di Banyuwangi menyambut dengan pancaran cahaya jingga yang menyilaukan dari ufuk barat. Kala itu, waktu yang terpampang di layar handphone masih sekitar pukul tiga lebihnya lima menit. Waktu yang agaknya bisa dibilang masih siang dan sinar matahari yang menampar terasa cukup panas di tangan. Namun, ketika saya mencoba untuk keluar dari penginapan dan mengintip cahaya matahari di arah barat, saya merasa, kondisi seperti ini jika di Jogja sudah seperti sekitar pukul empat lebihnya seperempat.

Saya pun kembali masuk ke dalam penginapan, lalu berucap kepada pacar yang sedang mengenakan gincu pixy andalan sambil memonyongkan bibir di depan kaca kecilnya.

‘Ini kita kesorean kagak ya?’ (more…)

Advertisements

Trip To Baluran : Menyisir Pantai-Pantai Indah di Banyuwangi

Pagi di Bima Homestay menyambut dengan ramah. Kicau burung yang bertengger pada pohon mangga depan kamar menjadi irama penyemangat untuk membuka hari. Saya membuka mata perlahan, namun masih tetap mencoba untuk merebahkan diri karena bagi saya, rebahan adalah posisi terkece tersolid terkeren terganteng dan ter-ter lainnya ketika bangun tidur.

Bisa dibilang, tidur paling nyamannya saya saat berlibur kali ini adalah ketika berada di Bima Homestay. Tidak tau kenapa, setelah sehari sebelumnya menerpaksakan diri untuk tidur di Banyuwangi Beach dengan kondisi yang amat sangat kepanasan karena AC yang tidak dingin alias matek yang literally kabelnya putus dan which is itu bangkek, kini di Bima Homestay saya merasakan esensi tidur yang sebenar-benarnya. (more…)

Trip To Baluran : Terkagum Akan Pesona Savanna Bekol dan Pantai Bama

HALO, HALO, HALOOOOOO.

SAYA SUDAH SELESAI BERISTIRAHAT DONG SETELAH POSTINGAN KEMARIN.

Postingan yang mana?

YOK DIBACA DULU YOK, POSTINGAN SEBELUM-SEBELUMNYA :


Trip To Baluran : Perjalanan Awal dalam Kereta.

Trip To Baluran : Pertama Kali Menginjakkan Kaki di Banyuwangi.

Trip To Baluran : Perjuangan Menikmati Nasi Tempong Mbok Nah.


Ddudu~ Ddudu~ (more…)

Trip To Baluran : Perjuangan Menikmati Nasi Tempong Mbok Nah

Pagi menyambut dengan aroma angin laut yang berkombinasikan biasan cahaya cerah dari ufuk timur. Kami terbangun dari tidur untuk pertama kalinya di Banyuwangi dengan wajah sumringah. Apa yang terjadi dengan drama-drama menyebalkan semalam, kini sudah dengan tuntas kami lupakan. Meskipun, ketika saya menulis tulisan ini, nyatanya momen-momen kampret itu masih saja teringat juga bangkek.


Baca dulu dong, dua tulisan sebelumnya :

  1. Trip To Baluran : Perjalanan Awal di dalam Kereta.
  2. Trip To Baluran : Kali Pertama Menginjakkan Kaki di Banyuwangi.

Saya menyalakan televisi yang ada di dalam penginapan sembari menenggak sebotol air putih yang kami beli di Indomaret semalam. TvOne adalah channel pertama yang muncul di layar televisi, lengkap dengan pemberitaan mengenai kerusuhan pengeroyokan supporter beberapa waktu silam. Saya mengamatinya sebentar, lalu sekejap kemudian telunjuk saya menekan tombol CH ke atas guna mencari channel yang lain. Channel televisi lokal Banyuwang puni terpampang di layar. Mbak-mbak dan Mas-mas yang entah siapa sedang mengiklankan sebuah produk di channel tersebut. Saya menggelengkan kepala sembari membatin: (more…)

Trip To Baluran : Kali Pertama Menginjakkan Kaki Di Banyuwangi

‘Hal yang paling menyenangkan dari sebuah liburan adalah perjalanan. Tapi… YA NGGAK 14 JAM JUGA ANJAY!’

Ehe. Mengawali tulisan dengan sebuah quote itu masih terdengar unyu-unyu tidak sih?

Masih kok.

Tapi… YA NGGAK GITU JUGA QUOTE-NYA, BUSET DAH!

Hahak. Lanjutin cerita kemarin, ah. Pabila diantara kalian ada yang belum membaca tulisan sebelumnya, silahkan dibaca terlebih dahulu : Trip To Baluran Perjalanan Awal di Dalam Kereta. Kasihan, saya nulisnya lama. Ehe :

Sisa perjalanan selepas berangkat dari Stasiun Gubeng, Surabaya, kami pun kemudian mengisinya dengan tidur, ngobrol sambil bercanda-canda, dan menonton film-film pendek di youtube seperti : Kenapa belum menikah, mengakhiri cinta dalam 3 episode, dan satu film berjudul The First Time yang akhirnya tidak kami selesaikan karena di pertengahan scene ada adegan ranjang dan cium-ciuman mesra. (more…)