#Diary

Catatan sehari-hari Febri yang telah dijalani

ehe siapa ehe kenapa ehe ada apa ehe

aduh.

sore tadi aku mendapatkan sebuah komentar yang membuatku penasaran perihal ‘ada apa, deh?’ dan ‘lah, kok baru sekarang berkomentar’, kemudian menertawakannya bersama beberapa teman melalui pesan whatsapp.

komentarnya dari akun anonim, perihal maksudnya apa, aku juga sedang menerka-nerka, karena anonim, jadi ku nggak bisa menanyai apa maksudnya. bingung kan jadinya, ehe. intinya itu komentar berisi lima babak kata, yang tujunya sepertinya penghakiman kalik ya? nggak tau juga euy.

tapi ngapapa.

(more…)

Bazeng

sianjir.

ku melihat tulisan-tulisanku terakhir, norak amat ya taik. apa yang membuatku demikian ya? mungkin pemikiran-pemikiran yang tai kucing atau apapun. wakakaka.

tapi bangke sih, sepertinya belakangan aku jadi sering menggunakan otakku untuk berpikir. perihal pertanyaan-pertanyaan hidup, onani, jasmani, dan rohani. aku ingin bercerita atau sharing ke beberapa orang, tapi sebentar, ku tahan. ini wordpress aksesnya bisa dibatasi gitu nggak sih? nggak ada fitur block atau apa gitu ya?

kesal.

masa iya di private, nanti bermonolog sekali dong? tulisanku hanya tertuang dan untukku sendiri. lalu buat apa beropini auw auw.

semoga besok tulisanku normal lagi, meskipun sebelum-sebelumnya ya tidak. pengen nulis banyak hal, tapi nggak tau nulis apaan, atau lebih tepatnya dimulai darimana gitu ya?

ah itu dipikir besok-besok deh ya.

angin

ia menjelma angin.

kadang menyajikan dingin. dibalik nafas dan lembutnya tangan, tersiram uraian makna yang sedikit berkesan. ia lukiskan satu-dua warna dengan campuran putih serta hitam. pada telapak ia tiadakan keberadaan. ia hapuskan genggaman. ia potong kedekatan.

kadang ia merajut sejuk. dijahitnya satu persatu rasa yang baginya kesayangan. jarum menusuk kain yang membuatnya lubang, lalu menggantinya dengan benang-benang yang tiada sepadan. dilakukannya begitu secara berulang, hingga warna asli yang seharusnya kini tertambal dengan corak yang tiada beraturan.

(more…)

tai

aduh, maap. judulnya tidak mencerminkan moral baik dan akhlak positif. tapi ngapape deh ye? toh, kebebasan juga karena apalah mau dicari dari pandangan orang-orang kalau aslinya sebenernya tai juga. oiya, biar dilihat positif kali ya. yauda ngapapa.

bagus.

nga tau ada angin apa, tiba-tiba ku pengen menulis sesuatu. padahal juga nga ngerti, sesuatunya tuh apaan. oiya, bahasa dan kata gantinya bebas ajelah ye? dulu pernah pake kata gue, terus saya, eh, sekarang lagi pengen nulis pake aku. lagi males konsisten ih, terikat akan sesuatu juga tai kayaknya. ehe.

(more…)

Tempat Cuci Film Kamera Analog Di Indonesia yang Masih Buka

Langsung to the point sesuai judul aja ya, nga usa basa-basa untuk memberikan bridging yang mengarah ke postingan yang akan saya bahas karena… ya ngapapa, cape aja karena bakal panjang gilak ehe.

Jadi kemarin ketika saya menuliskan sebuah postingan mengenai hunting pake kamera analog untuk pertama kalinya, ternyata saya mendapatkan komentar : (more…)