#Diary

Catatan sehari-hari Febri yang telah dijalani

Secuil Kenangan di Berau

 

Kawasan Kota Berau.jpg

Indahnya Kota Berau (Source : Beraupost)

‘Besok kamu bakal kesini lagi nggak, Feb?’

Kalimat itu seolah mengingatkan gue pada suatu masa. Secuil kenangan yang nggak mungkin bisa terlupakan. Sebuah ingatan yang tersimpan rapat di sisi otak sebelah kanan. Seuntai kata yang membuat gue kembali berpikir, apakah kelak gue akan kembali?

Berau.

Semua berawal dari malam tadi. Ketika gue begadang menunggu waktu sahur sendiri di ruang tengah, gue tiduran sambil memainkan hape. Tanpa ada aba-aba yang berarti, gue pun mencoba untuk membuka facebook dan melihat beberapa album yang tersimpan disana. (more…)

Advertisements

Maaf Untuk Keputusan Ini

400_milyon_insanin_ruh_sagligi_bozuk_b

Source : hastane.com

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Ya, kita semua pasti sering sekali mendengar banyak orang, teman, atau kerabat terdekat kita yang mengutip kalimat di atas untuk menyemangati sesamanya. Entah benar atau tidak, kita pun akhirnya bisa kembali bangkit setelah mendengar kutipan tersebut. Seolah apa yang kita harapkan memang tidak seharusnya bisa terealisasikan. Seolah kita bisa benar-benar mengikhlaskan. Seolah kita benar-benar mampu menerima kenyataan. (more…)

Tidak Ada Putus yang Baik-Baik Saja

mau putus sama pacar

Ciye Putus (Source : Sepositif.com)

‘Putus baik-baik adalah sebuah tindakan yang dewasa’

‘Nggak ada putus baik-baik. Kalau baik-baik, harusnya nggak putus dong?’

‘Duh… kemaluanku nggak sengaja keputus…’

Pernah nggak sih, mendengar untaian-untaian kalimat seperti yang tertera di atas?

Mmm…

Secara sadar atau enggak, ada banyak anggapan yang berbeda setiap kali hubungan yang dijalani oleh seseorang baru saja berakhir.

Gue sering melihat ada sepasang kekasih yang dulunya mesra banget, tapi ketika sudah putus, hubungan mereka merenggang dan mereka saling memblokir akun media sosial pasangannya. (more…)

Mampir Sebentar di FKY (Festival Kesenian Yogyakarta)

LIBOOOOR!!!

Yah, sesi perkuliahan semester 8 kemarin akhirnya selesai juga. Beberapa nilai sudah keluar, dan beberapa hasil sudah cukup memuaskan. Pada kuliah semester 8 kemarin, bisa dibilang merupakan salah satu sesi perkuliahan yang cukup selo abis mengingat gue hanya mengambil 12 SKS aja.

Merasakan kuliah hanya 12 SKS doang itu ternyata enak juga. Enak disini maksudnya bukan karena banyak liburnya, loh ya, lhawong pada akhirnya gue juga masuk setiap hari dari Senin sampai Jumat. Tapi, enak yang gue maksud adalah gue jadi bisa fokus sama satu mata kuliah perharinya. Jadi, tiap kali tiba masanya ujian, gue cuma harus fokus dan mempelajari satu mata kuliah doang. Kan enak ya?

Seandainya gue tau hal ini dari semester 1 lalu, pasti dari dulu gue ngambil 12 SKS aja tiap semesternya, dan mungkin… Gue baru bisa lulus sepuluh tahun kemudian.

Naudzubillah.

(more…)

Menjemput dan Mengingat Masa KKN

‘KKNLYFE!’

‘PROKER-PROKER, DEMI KKN YANG LEBIH BAIK!’

‘SEDANG BOKER DI KAMAR MANDI POSKO’

Akhir-akhir ini, gue sering banget melihat postingan instastory dari beberapa adik angkatan yang bertuliskan kalimat demikian, lengkap dengan foto atau video yang menandakan bahwa mereka sedang benar-benar melakukan KKN.

Untuk tulisan KKNLYFE pada instastory, biasanya foto atau video yang ditampilkan adalah gambaran mengenai rutinitas mereka tentang kehidupan KKN, entah itu di Posko, di Desa, atau di Hati Ibu/Bapak Lurah.

Untuk tulisan Proker-Proker, Demi KKN yang Lebih Baik pada instastory, biasanya foto atau video yang ditampilkan adalah sebuah aktivitas dari penggiat KKN yang sedang menjalankan program kerja demi program kerja yang telah direncanakan. (more…)