#Diary

Catatan sehari-hari Febri yang telah dijalani

Mampir Sebentar di FKY (Festival Kesenian Yogyakarta)

LIBOOOOR!!!

Yah, sesi perkuliahan semester 8 kemarin akhirnya selesai juga. Beberapa nilai sudah keluar, dan beberapa hasil sudah cukup memuaskan. Pada kuliah semester 8 kemarin, bisa dibilang merupakan salah satu sesi perkuliahan yang cukup selo abis mengingat gue hanya mengambil 12 SKS aja.

Merasakan kuliah hanya 12 SKS doang itu ternyata enak juga. Enak disini maksudnya bukan karena banyak liburnya, loh ya, lhawong pada akhirnya gue juga masuk setiap hari dari Senin sampai Jumat. Tapi, enak yang gue maksud adalah gue jadi bisa fokus sama satu mata kuliah perharinya. Jadi, tiap kali tiba masanya ujian, gue cuma harus fokus dan mempelajari satu mata kuliah doang. Kan enak ya?

Seandainya gue tau hal ini dari semester 1 lalu, pasti dari dulu gue ngambil 12 SKS aja tiap semesternya, dan mungkin… Gue baru bisa lulus sepuluh tahun kemudian.

Naudzubillah.

(more…)

Menjemput dan Mengingat Masa KKN

‘KKNLYFE!’

‘PROKER-PROKER, DEMI KKN YANG LEBIH BAIK!’

‘SEDANG BOKER DI KAMAR MANDI POSKO’

Akhir-akhir ini, gue sering banget melihat postingan instastory dari beberapa adik angkatan yang bertuliskan kalimat demikian, lengkap dengan foto atau video yang menandakan bahwa mereka sedang benar-benar melakukan KKN.

Untuk tulisan KKNLYFE pada instastory, biasanya foto atau video yang ditampilkan adalah gambaran mengenai rutinitas mereka tentang kehidupan KKN, entah itu di Posko, di Desa, atau di Hati Ibu/Bapak Lurah.

Untuk tulisan Proker-Proker, Demi KKN yang Lebih Baik pada instastory, biasanya foto atau video yang ditampilkan adalah sebuah aktivitas dari penggiat KKN yang sedang menjalankan program kerja demi program kerja yang telah direncanakan. (more…)

Motif Penipuan Berkedok Mandiri E-Cash Bikin Emesh Ih!

Banyak yang bilang, perkembangan zaman yang sudah semakin maju ini adalah sebuah langkah awal bagi setiap orang untuk berkembang dan meraih kesuksesan. Pada dasarnya, kita semua pasti mulai sadar dan memahami bahwa ada beberapa orang yang sudah bisa mengambil banyak keuntungan dari perkembangan zaman ini.

Mark Zuckerberg, beliau memanfaatkan perkembangan zaman dengan membuat facebook dan penghasilan jutaan dollar masuk ke kantongnya.

PewDiePie, dia memanfaatkan perkembangan zaman dengan membuat channel youtube, meraup banyak subcriber, dan meraih jutaan dollar pula dari adsense atau iklan-iklan lainnya.

Selebtwat-selebtwat, mereka memanfaatkan perkembangan zaman dengan melucu di twitter, mengumbar drama, hingga sekarang meraih keuntungan endorse sana-sini sampai ada yang sempat kelupaan bahwa dia pernah memberikan duit 100 pounds ke mas-mas uber. (more…)

Masihkah Menutup Mata Atas Konflik yang Terjadi Di Masjid Al Aqsa, Palestina?

ilustrasi-foto-dok-damai-indonesiaku-5791c07b947e617c05ffceee

Source : Fiksiana

Pernah nggak sih, kalian membayangkan atau memiliki suatu impian tentang dunia yang damai, nyaman, dan tentram?

Beberapa orang mungkin memiliki impian semacam itu, impian dimana tidak ada lagi pemberitaan tentang kerusuhan-kerusuhan entah itu di dalam atau luar negeri. Impian dimana tidak ada lagi pemberitaan tentang penistaan agama yang berbuntut pada perpecahan dua kelompok yang akhirnya beradu padu tak ada ujungnya. Pun juga impian dimana tidak ada lagi aksi boikot-memboikot antar umat beragama yang merasa bahwa agama merekalah yang paling benar. (more…)

Toleransi Beragama dan… Eh Sebentar, Kalau Boleh Tau Agama Kamu Apa ya?

Sekarang ini, kita sudah berada di masa yang semakin maju dan modern abis. Dampak dari kemajuan zaman ini, tentu saja semuanya telah serba berkembang dan nggak bisa lagi dibandingkan dengan tahun-tahun yang telah lalu.

Apabila ibuk-ibuk atau bapak-bapak itu dulu ketika melakukan pendekatan dengan seseorang yang disukai harus ngantri di depan wartel agar dapat mengobrol panjang lebar melalui pesawat telepon, di masa sekarang ini anak-anak muda nggak perlu ribet-ribet lagi karena kehadiran smartphone dan media sosial-media sosial pendukung lainnya dapat membuatnya jadian dengan orang yang disukainya.

Apabila mas-mas dan mbak-mbak itu dulu ketika masih kecil bermain permainan tradisional semacam layangan, kelereng, gobak sodor, dan mentok-mentok gamebot yang isinya cuma tetris dan balapan nggak jelas, sekarang adik-adik nggak lagi menyentuh permainan-permainan tersebut karena sudah muncul game-game keren seperti yang ada di playstation 4 ataupun permainan smartphone semacam mobile legend, fifa mobile, atau get rich. (more…)