#Diary

Catatan sehari-hari Febri yang telah dijalani

Dia Suka sama Kamu?

‘Dia suka sama kamu, Feb?’

Pertanyaan tersebut Ibuk tanyakan pagi tadi, tepat setelah beberapa menit sebelumnya kami membahas perihal sosok seseorang yang bisa dikatakan ‘baru’ di hidup saya. Saya menenggak secangkir gelas dengan teh hangat di dalamnya. Pelan, mencoba menimbang-nimbang jawaban apa yang tepat untuk merespon pertanyaan demikian.

‘Hmm… glek-glek-glek’ Saya masih mengulur-ngulur waktu, sampai akhirnya teh di dalam cangkir itu tinggal setengah isi, ibu masih menunggu jawaban. Saya meletakkan cangkir tersebut ke meja, kemudian berjalan pelan mengambil kunci motor di atas lemari buku. Ibu tetap menunggu, saya pun menatapnya dan melemparkan senyum ke beliau sembari menyambut tangannya untuk salim.

(more…)

Advertisements

Jadi, Siapa Lagi yang Ingin Mati?

‘Kamu bahagia ya…’

‘Wah, hidupmu kok enak banget sih…’

‘Dia nikmatin ketenarannya banget ya. Pasti seneng…’

Saya pernah mendengar kalimat-kalimat itu terucap dari satu, dua, atau bahkan tiga mulut orang, yang kala itu sedang melihat prestasi, kemapanan, dan popularitas dari orang-orang lainnya. Seolah-olah, dari apa yang dlihat secara kasat mata,  itulah satu-satunya hal yang bisa dilihat dan dinilai seenak jidat. Tanpa terlebih dahulu berpikir perihal latar belakang, masalah apa yang menerpa di hari sebelumnya, pun beban apa yang sedang dia tanggung kala itu. (more…)

Kamu Udah Ngapain Aja?

Sebelumnya, karena tulisan ini sepertinya akan sangat berbahaya oleh mereka yang tidak openminded terhadap hal-hal nyata yang terjadi di dunia ini, maka saya sarankan untuk tidak lanjut membaca tulisan ini sampai bawah deh ya. Saya takut menyinggung atau gimana-gimana saja sih, tapi disatu sisi, saya kayaknya emang harus mengeluarkan segala uneg-uneg yang ada di kepala bukan?

Baik.

Saya sudah mengingatkan di awal perihal berbahayanya tulisan ini ya, jadi kalau nanti diantara kalian ada yang merasa tersinggung atau gimana-gimana… ya saya kan sudah mengingatkan. Namun jika masih ada yang tetep tersinggung dan ingin mengumpat, dipersilahkan berkomentar. Saya akan senantiasa membaca dan merespon. Jika malu mengumpat di komentar, silahkan kirimkan segala bentuk umpatan ke email saya : febridwicahya@gmail.com . Saya akan senantiasa menerima umpatan dan memperbaiki segala kesalahan yang menurut kalian kurang pas. (more…)

Pengalaman Saat Wawancara Kerja

Selalu ada hal yang tidak terduga terjadi di hidup kita. Lalu, apakah kita bisa menerimanya?

Jika disini masih ada yang ingat tentang tulisan saya berjudul : Pengalaman Mengikuti Tes Masuk Kerja, disana sangat terlihat jelas betapa menyedihkannya ketika orang yang sebaris dengan saya bisa lolos tes tertulis dan maju ke tahap selanjutnya, sedangkan disatu sisi hanya saya seorang yang gagal lolos tes tertulis tersebut.

Menyedihkan parah sih waktu itu.

Tapi dibalik semua hal tersebut, saya tidak menghakimi siapapun ya. Nggak menghakimi kenapa soal paulinya minta disobek-sobek hingga cuil terakhir, nggak menghakimi kenapa pengujinya tidak berdiri di samping saya dan membisiki semua jawabannya, nggak menghakimi orang-orang yang sebaris dengan saya kenapa tidak memberi jawabannya kesaya, dan lain-lain sebagainya. Enggak, saya tidak menyalahkan siapapun. Saya hanya menyalahkan diri sendiri yang tidak melakukan persiapan penuh untuk mengikuti tes tertulis kerja. Itu saja. (more…)

Mempekerjakan Kembali #SabtuNgomonginLagu

SABTU!

WHOAAAAA!

Kayaknya sudah cukup lama ya, saya tidak membuka tulisan dengan sok histeris menyebut nama hari kayak gitu?

Padahal, ya sebenernya biasa saja sih. Di hari Sabtu, saya tidak pernah mengapa-ngapain. Tidak pernah lagi menjemput perempuan di seberang. Tidak pernah lagi bertukar kabar via suara. Tidak pernah lagi saling mengirim emot cium melalui pesan watsap. Tidak pernah lagi… Tidak pernah lagi.

Duh, menyedihkan sekali.

Tapi… YA EMANG MAU MENGAPAIN DI MALAM MINGGU YA. (more…)