Nyobain Kamera Analog Hikari Cam Pake Film Fuji C200

Uwaw.

Sudah lama sekali diriku tidak menulisi diri tentang kamera analog. Oiya, sudah lama juga sepertinya kutidak menghuntingi dengan kamera analog wakaka, hidup berjalan dan berubah dengan cepat sekali ya. Tapi ya ngapapa, kalau berhenti berarti mati, syukur masih bergerak dan begini-begini.

Sebenernya, kamera analog yang hendak ku bahas ini adalah kamera analog yang sudah cukup lama kupunya. Jepretan pertama kali kulakukan kalau nggak salah sekitar bulan Mei 2020 kayaknya, lupa. Tapi si roll dari kamera ini baru kuhabiskan sekitar bulan Desember 2020 silam.

Lama sekali bukan?

Ya tentu saja.

Apa sih kameranya?

Yaelah, sudah ada di judul, masih dibikin semacam perkenalan. Ribet.

Kamera Analog Hikari Cam

kamera analog hikari cam

Aha, sebenernya si hikari cam adalah sejenis kamera analog yang disposable gitu, namun bedanya hikari cam ini bisa dipake lagi, yang mana berarti dinamakan reusable. Meskipun, ya, kamera analog yang disposable gitu tuh sebenernya bisa loh dipake lagi, kalau mau ribet buat ngotak-ngatiknya wakaka.

Oiya, beda Hikari Cam dengan kamera analog pasaran model fujifilm, kodak, dan lain-lain adalah dari cara load film dan dari perpindahan frame klise yang dimulai dari angka 36. Singkatnya, roll film harus dipasang di ruang gelap karena kita harus secara manual menggulungnya sampai klise mentok keluar dari canister. Intinya begitu deh.

baca juga : tempat cuci film kamera analog

Ehe.

Hikari Cam ini kudapatkan dari menang giveaway. Hoki sekali hidupku dulu. Semoga masih ada kehokian juga di hidupku tahun ini, atau tahun-tahun selanjutnya sebelum ku meninggal. Ku rasa Tuhan cukup adil dalam membagi kehokian di tiap tahunnya.

Wakwaw.

Karena hadiah dari giveaway, ku juga tidak tahu-menahu perihal roll film apa yang terpasang di kamera ini. Awalnya ku mengira, ah, paling kodakcolorplus200. Namun setelah si film habis dan ku membuka backdoor belakangnya, wakwaw, ternyata fuji c200 yang aduhai.

Oiya, biar kuceritakan sedikit perihal obyek foto yang kuambil yak?

Sebagian besar yang akan kuposting di sini adalah berisi perjalanan ketika aku pergi ke Bandung sendirian, yang mana akhirnya laptopku hilang di perjalanan pulang. Oiya, bisa dibaca di… eh, jangan. Cerita mengenai laptop sedikit nggak enak.

Ehe.

bapak-bapak ngga tau siapa tapi lagi bertugas uwu

Foto di atas adalah obyek yang dengan asal ku jepret karena kala itu aku sedang berjalan dari terminal leuwipanjang menuju tujuan yang nggak tau. Karena masih pagi dan enak buat jepret, ya ku jepret saja semua yang terlintas ehe.

Main kamera analog menurutku adalah bermain asal dan ya tebak-tebak buah manggis hasilnya akan gimana. Karena ku suka, maka kucoba. Tapi karena mahal harganya, ya, ngga bisa setiap saat wakaka.

keripik tempe asoy

Foto di atas adalah foto dimana Pak Gunawan ketika sedang memilih keripik tempe yang mana menjadi kesukaan beliau dan istrinya. Oiya, katanya beliau tau dan suka keripik tempe ini gara-gara menonton sinetron ojek pengkolan atau apa gitu. Ngga ngerti.

baca juga : service kamera analog di jogja

Sekedar informasion, ini Pak Gunawan adalah sosok bapak yang ku kenal di Bandung. Ketika selesai acara gitu, kami balik ke Jogja bersama menaiki Bus Budiman dan kebetulan, kami sama-sama kehilangan laptop wadidaw.

Nggapapa deh, kehidupan.

Foto di atas adalah sepasang infrastruktur yang kujepret di Bandung. Nggak tau juga, itu infrastruktur apaan. Asal jepret karena menurutku bagus dan asoy gimana gitu ehehe. Sejujurnya, ku paling suka memotret dengan obyek yang jadul gitu-gitu loh.

Tapi nggak tau, kalau di Jogja mesti kemana lagi.

Masa iya harus keluar-keluar kota melulu. Ah nanti ah kapan-kapan saja. Wakaka.

flyingfox asoy

Foto di atas adalah foto salah seorang temanku, yang mana mau dengan sukarela menemaniku dalam rangka penghuntingan untuk menghabiskan sisa roll film. Alhasil benar saja, hari itu, si roll film benar-benar terhabiskan dengan sukses dan mantap dong.

Cihuy memang.

Oiya, foto itu diambil di salah satu tempat yang lumayan bagus di Pakem sana, yaitu Ledok Sambi. Silakan kunjungi jika suka becek-becek air kali sambil menikmati mendoan dan es milo uawaw.

Karena tadi ku bilang sisa roll film habis setelah ku bermain dengan temanku ini, maka, ya jelas dong anjir, isi film-film selain di Bandung adalah dirinya. Jadi, kutampilkan beberapa biji saja ya uhuy-huy.

Duh, aku jadi merindu untuk dapat kembali menghuntingi dengan menggunakan kamera analog. Tapi sebenernya, masih ada beberapa hasil kamera analog yang belom terposting di sini sih. Besok kapan-kapan deh. Ehe.

baca juga : nyobain hunting pake kamera analog fujifilm zo

Terkait masalah si Kamera Analog Hikari Cam, kini si kamera tersebut sudah berpindah tangan ke seseorang di twitter yang ngga ku kenal. Dulu ku sedang ingin mengeliminasi koleksi kamera analogku, maka beberapa ku bagikan saja cuma-cuma, siapa tau mereka butuh untuk mencoba atau apalah namanya.

Semoga kapan-kapan bisa menghuntingi lagi asik.

Terimakasih sudah membaca apabila benar membaca.

Jika tidak, ya terimakasih juga karena semua hal nggak mesti harus dipaksakan jika tidak suka.

wakwaw.

6 comments

  1. Ini kamera point and shoot khan Feb?
    Bukaan lensanya fix di berapa sih? Kok menarik ya, ada bokeh-bokehnya gitu. Depth of field nya asik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s