Puisi Kehilangan

Pernah merasa sadar dan terpikir tidak, bahwa selama ini kita hidup selalu dihadapkan dengan sebuah kenyataan bahwa pertemuan dan kehilangan itu hadir secara berdampingan, atau justru salip-salipan.

Kenapa bisa demikian ya? Apa Tuhan menciptakan keduanya sebagai pasangan. Jika begitu, kelak ku kan menamai anak laki-lakiku bernama Temu Lawak, lalu kan kuwajibkan dia agar mencari pacar bernama Hilang Ry Clinton. Ketika menikah dan dikaruniai anak, kusuruh mereka menamainya Hidup.

Keren.

Tapi ribet.

Sebuah gambaran dari manusiawi yang kini sekali. Wakwaw.

Tapi seriusan, kita hidup dari dulu selalu didampingi oleh pertemuan dan kehilangan.

Aku sempat membuat semacam kata yang bisa dibilang puisi, tapi sepertinya bukan. Begini kalimatnya, tapi mari kita awali dengan sebuah ilustrasi.

ilustrasi diambil menggunakan kamera analog kodak vr35 k5

TEMU DAN HILANG

Pagi tadi aku bertemu dengan sinar cahaya yang terang sekali, menyeruak menembus tirai jendela yang kututupinya rapat namun sedikit transparan. mereka sepertinya menemukan jalan pintas dan rongga. Ia terus ada dan sangat jumawa. Hingga sore tiba, Ia menjelma tiada.

Semalam aku menyapa gelap yang pekat dan memberi sedikit tenang. Kami sempat berbicara tentang lapang dan pejam. Sebuah diskusi mengenai problematik yang membuat kepala rematik kami bahas secara tematik. Lalu sesaat seusai terpejam, Ia menghilang.

Kemarin sore aku bersentuhan dengan hujan yang tiba-tiba datang. Padahal aku tidak pernah mengundang. Tapi meski demikian, kutemani Ia jalan-jalan sebentar. Menikmati pemandangan dan kabut tebal yang seperti awan. Awalnya hendak kuajak dia ke rumah, namun belum jua sampai tujuan, Ia malah pamit pulang.

Bulan lalu temanku berdansa dengan senyum ibunya. Di bawah atap bernama peluk, di atas lantai bernama kecup. Kata dia teduh dan membuat hati luruh. Temanku lantas meminta agar begitu terus selamanya. Belum sempat meng-iya, Beliau diterbangkan menuju Surga.

Awal bulan seorang pekerja disambut dengan ribuan angka-angka. Dilengkungkannya senyum membentuk huruf u, lalu digunakannya beberapa yang menurutnya perlu. Harapannya, itu akan terjaga lama dan harus selamanya. Namun baru jalan seminggu, semua angka menjelma sirna.

Dua hari lalu, seorang laki-laki bertemu bidadari di Ruang Seni Pameran Lukisan. Dilihatnya paras itu hampir seharian. Disakunya senyum yang membuatnya terkesan. Benaknya menyimpan ruang untuk dapat memasukkan obrolan. Namun belum sempat dimulai, Bidadari lebih dulu kembali ke Kahyangan.

Siang tadi seorang anak berpapasan dengan harapan. Dia menggenggam kencang, lalu dibawanya pulang. Sepanjang jalan dia beri pelukan, dan terus meyakinkan bahwa suatu hari nanti ditemuinya pasangan bernama keberhasilan. Baru akan masuk ke kamar, harapan itu terbuang setelah sang Ayah berkata jangan.

Tahun lalu seorang Kuli bersua dengan kesibukkan. Mereka bersepakat akan terus berjumpa tiap pagi hingga petang tiba. Di sela-sela matahari yang tepat di ubun kepala, mereka kadang tetap bersama. Hingga pergantian tahun bermula, Kuli itu beranjak kembali ke Desa, namun sayangnya, Kesibukkan lupa terbawa.

Malam ini aku menyapa aku. Kutanyakan kabar tentang diriku. Kuutarakan perihal bagaimana aku. Sejauh ini mungkin aku rindu padaku. Selama ini, bisa jadi aku ingin selalu bersamaku. Baru hendak menyatu, aku meninggalkanku, kembali kepada dunia lama bernama masa lalu.

Aku bertemu dengan yang pernah hilang, dan selamanya, ia akan tetap hilang.

Aw.

One comment

  1. Kehilangan sudah pasti menyakitkan. Kehlangan benda/materi aja terasa sakitnya. Apalagi kehilangan calon belahan jiwa. Sakitnya sampai ke hati paling dalam, hiks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s