Gagal Nggapapa Kok

Siapa di sini yang mengharapkan sebuah kegagalan?

Saya yakin, pasti ngga ada satupun orang di dunia ini yang menantikan sebuah kabar kegagalan atas harapan dan usaha yang selama ini mereka perjuangkan.

Nga ada.

Tapi, siapa yang dapat menjamin bahwa kita tidak akan pernah gagal?

Ya, nga ada juga.

Lalu sebaiknya, kita bagaimana?

Hmm…

Akan sangat terlihat naif dan hipokrit sekali untuk saya jika tiba-tiba di sini saya langsung memberikan petuah jitu dalam menyikapi kegagalan, karena pada kenyataannya, ketika saya menemui gagal, saya selalu tidak bisa bersikap santai.

Pasti ada masa di mana saya menyendiri di dalam kamar.

Ada masa di mana saya merasa lebih baik mati saja, daripada hidup tidak berguna.

Pun ada masa di mana saya merasa malu untuk berkumpul bersama teman, dan beberapa kali mengabaikan ajakan nongkrong.

Wajar?

Ya, wajar.

Tapi jangan keterusan.

Gagal Nggapapa

source : putrinurulhuda.com

Di kesendirian dalam menghakimi sebuah kegagalan, biasanya saya bertanya perihal ‘kenapa’ dan ‘kok bisa’ lalu diiringi kalimat ‘padahal saya sudah berusaha sekuat tenaga’. Sebuah pertanyaan yang tidak menemui jawab, dan hanya stuck di kepala tanpa jalan keluar apa-apa.

Lalu dalam tenang namun masih dalam penghakiman akan kegagalan, biasanya saya menemui titik terang perihal jawaban yang diawali dengan kata ‘mungkin’.

Mungkin sebenarnya kami bisa mengerahkan usaha yang lebih dari ini, coba lagi ya.

Mungkin Tuhan punya rencana lain, coba yang lain mau ya.

Mungkin Tuhan ingin memberimu sebuah pelajaran, pelajari ya.

Mungkin yang kamu ingin tidak baik untuk kamu, cari jalan yang lain ya.

Dan mungkin-mungkin yang lainnya.

baca juga : kepada mereka yang lelah dalam hidupnya

Sampai di masa penerimaan dan penyesuaian akan gagal yang sudah di belakang, biasanya saya lekas kembali mencoba. Mengerahkan usaha yang lebih dari sebelumnya, menjalani hal lain yang sudah ditetapkan, mengambil hikmah atas gagal yang sudah lewat, dan mengambil peluang dari hal-hal lain yang masih bisa digapai.

Semua belum usai.

Masih ada yang akan bermekaran.

Jika sekarang belom, ya, mungkin esok atau lusa kita akan sampai kepada hal-hal yang kita inginkan. Jika tidak, ya, minimal kita akan diarahkan kepada hal-hal yang kita sebenarnya butuhkan.

Dan, ya, semoga membahagiakan.

Bangkit dari Kegagalan

source : actconsulting.co

Mungkin beberapa dari kalian yang tidak sengaja membaca tulisan ini baru saja merasakan kegagalan. Entah gagal SNMPTN seperti yang beberapa waktu lalu saya lihat berseliweran di timeline twitter, gagal masuk perusahaan yang dicitakan, gagal lanjut tes SKB CPNS meski sudah lolos passing grade, gagal menikah karena disia-siakan, atau gagal-gagal yang lainnya.

Ya, ngapapa.

baca juga : jadi siapa lagi yang ingin mati?

Kamu bisa mencari jalan alternatif lainnya untuk mencapai apa yang kamu mau.

Kamu bisa mencobanya kembali di esok yang lainnya.

Kamu bisa menjadikan itu sebuah pelajaran berharga, dan bangkit usaha yang lebih maksimal lagi.

Ngapapa.

Gagal itu sakit.

Tapi itu bukan berarti akhir.

Tiap kali saya memberi tau perihal kabar kegagalan, ibuk saya selalu bilang :

‘Yaudah ngapapa, Feb. Ibuk selalu berdoa yang terbaik buat kamu, kok’

Jadi, ketika saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan saat itu masih gagal, ya, mungkin itu bukan yang terbaik buat saya, atau, ya mungkin sayanya masih belum maksimal berjuangnya.

Ngapapa.

Besok coba lagi, dengan usaha yang lebih keras lagi.

Ngapapa, ya.

Maka, kepada siapapun yang mungkin baru saja menemui gagal, nangis aja ngapapa. Saya tau, itu sedih. Mengecewakanmu, pun bahkan orang-orang terdekatmu. Luapkan semuanya saja. Tapi, kalau bisa jangan lama-lama ya?

Esok masih ada kok.

Esoknya lagi juga masih ada.

Jangan berhenti.

Kalau kamu masih berkaca-kaca melihat hape dan kebetulan membaca tulisan ini, ya, yuk bangkit pelan-pelan?

Coba lagi satu-satu.

Kamu bisa kok.

Kamu pantas terbahagiakan atas hal-hal yang kamu ingin dapatkan.

Semangat ya.

 

13 comments

  1. yah namanya juga hidup, nggak ada yang tau.. Aku udh sering gagal, hidupku kadang mengecewakan, Bapak udah tua. Kesempatan yang aku punya juga nggak banyak.. Tapi yaudah tetap keluarga nomor 1, urusan lain nomor ke sekian.

    Lagi ada di titik dimana aku sering mangkir dari kerjaan 4 bulan terakhir ini. dirundung rasa bersalah ke rekan kerja lain walaupun aku nggk tau apa yang mereka pikirin ttg aku.. Yah keliatannya sih mereka fine, tapi dalamnya hati orang who knows..?

    Selalu ada aja absen yang kosongnya tiap bulan, entah itu izin, cuti…sampai aku utang cuti. Entah manajemen mau mikir kaya apa.. mau dipecat atau di SK aku nggak peduli..

    1. Bener, Mas. Hidup ya, begini.

      Asem manis kecut. Harapan saya, sama kayak mas. Ya, semoga masih ada harapan dan kesempatan untuk membahagiakan Ayah Ibu. Pen membalas budi sebisa saya :’)

      Sedih kalau memberikan kabar kegagalan. Tapi, ya gimana.

      Bismillah, semoga akan ada titik terang.
      Semoga lekas sampai ke hal yang kita impikan 🙂

  2. Mau numpang nangis di sini, tapi…

    Gagal nih buat saya udah kayak makanan bulanan. Alias ada aja terus gagalnya setiap bulan walaupun beda-beda. Saya yakin saya bisa, tapi kok rasanya sulit juga. Sampai di banyak titik, saya sadar ketika menemui kegagalan, ibu saya juga bilang hal yang sama, teman-teman saya juga selalu mendukung dan ngasih semangat.

    Yaudah, gagal kan sebuah proses juga ya kan? Yang penting coba lagi kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s