Menyantap Sate Super Pedas di Sate Petir Pak Nano

Kelezatan Sate Petir Pak Nano Super Pedas

Sate Petir Pak Nano

Apakah di sini ada yang suka dengan makanan yang ditusuk-tusuk seperti hati yang terabaikan olehnya?

Apakah di sini ada yang suka dengan makanan dari bangsa perkambingan, yang kadang beraroma seperti ketek saya apabila tidak mandi delapan hari?

Apakah di sini ada yang suka dengan makanan yang memiliki tingkatan pedas teramat sangat, seperti bacotan tetangga kanan-kiri, atau saudara jauh yang suka membanding-bandingkan kita dengan anak atau kerabatnya?

Jika tiga hal yang saya jabarkan di atas ternyata sesuai dengan kriteria anda semua wahai pembaca, maka, selamat, bisa dibilang anda memasuki kawasan postingan yang benar, meskipun dari segi kaedah struktural perbahasa-indonesiaan tidak ada benar-benarnya sama sekali.

Tapi tenang, ini bukan skripsi, jadi saya ngga mau terlalu menomorsatukan perihal bahasa, kata baku, sopan satun, tata krama, ataupun analisa data.

Nga.

Capek.

Saya mau nulis perihal makanan, yang sempat saya datangi bersama pacar, ketika keinginan dalam diri kami dalam menyantap makanan pedas sudah amat sangat memuncak dan harus diselamatkan.

Apa itu?

Sebentar, saya ceritakan kronologinya dulu ya?

REKOMENDASI SATE PEDAS DI JOGJA

Sate Petir Pak Nano

Pedasnya Sate Petir Pak Nano

Jadi pada suatu hari, ketika kami berdua sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat bernama Studio Alam Gamplong (cerita ini akan saya tulis nanti-nanti, tapi sudah sempat ditulis oleh pacar saya di sini : Studio Alam Gamplong tulisan pacar saya,tapi judul di postingan dia bukan begini bunyinya), yang berada di Moyudan, Sleman.

Kala itu, motor yang kami berdua naiki sedang melewati kawasan Ring Road daerah selatan. Saat itu, kami pun melewati sebuah tempat makan dengan tulisan : Sate Petir Pak Nano yang menjulang indah di depannya. Kami berdua pun hanya lewat sekilas, karena disatu sisi, saya tau bahwa pacar saya agak tidak begitu suka untuk makan sate kambing.

Hingga akhirnya, saya nyeletuk :

‘Sate Petir Pak Nano ini pedes banget loh, beb. Tapi dagingnya daging kambing. Kamu pasti kurang suka’

Nggak taunya, ketika saya menyatakan bahwa sate yang dijajakan oleh Pak Nano ini adalah pedas, dia justru tertarik, tentu dengan menepikan kalimat ‘daging kambing’ yang ada dibelakang ucapan saya.

Merasa kurang yakin dengan pernyataan si pacar, saya pun kembali meyakinkan :

‘Ini dagingnya daging kambing, Beb’

Tanpa keraguan sedikitpun, atau bahasa positifnya adalah dengan penuh keyakinan, lantas dia hanya membalas :

‘Kan nanti kamu bisa bantu ngabisin’

Hmm…

Iya, juga, ya.

Yaudah.

Baca Juga : Makan Rica Pedas Tapi Nagih Gila

Akhirnya, hari itu, sembari melanjutkan perjalanan menuju Studio Alam Gamplong, kami berdua juga membuat rencana untuk berkulenaria ke Sate Petir Pak Nano suatu saat nanti.

Ehe.

Kira-kira begitulah kronologisnya.

Sampai tiba masa dimana si pacar memiliki waktu luang, dan dia menagih untuk dapat segera menuju ke Sate Petir Pak Nano yang sempat kami lewati beberapa hari lalu.

NAMA SATENYA ADALAH SATE PETIR PAK NANO

Berapa Harga Sate Petir Pak Nano

Kipas-Kipas Sate Dilakukan Oleh Pak Nano

Jadi, untuk yang ingin tau dimana lokasi Sate Petir Pak Nano, lokasinya sebenernya cukup mudah, karena berada di tepi jalan ring road selatan. Pokoknya kalau misal kalian dari arah barat, ya Sate Petir Pak Nano ini berada tepat di kiri jalan, sebelum jembatan gitu.

Nanti biasanya bakal ditandai dengan plang berwarna coklat gitu kok, kalau tidak, ya ada mobil atau motor yang parkir di sana.

Masih bingung?

Ya ampon, bilang dong, ini mapnya ya :

LOKASI SATE PETIR PAK NANO

Ehe.

Kami berdua pun datang kira-kira sekitar pukul 12.30 WIB gitu. Waktu Jogja lagi panas-panasnya banget, eh, kami malah nantang buat makan pedes.

Kan bego.

Ya, ya kami.

Sesampainya di sana, kami berdua disambut dengan seorang bapak-bapak (yang sekarang dikenal dengan sebutan Pak Nano) (tapi bukan nano-nano manis asin asem ramai rasanya) yang sedang ngirisin cabe di sebelah tungku, terus ibuk-ibuk (yang sekarang dikenal dengan sebutan Ibuk Nano) (tapi bukan ukuran terkecil dari suatu benda) yang sedang mengirisi bawang, dan seorang bulek (yang sekarang dikenal dengan sebutan buleknya Pak Nano) (tapi bukan… duh, nga ada ide) yang sedang duduk menemani si Ibuk Nano, sambil mengupas kulit bawang.

Irisan Cabe Sate Petir Pak Nano

Iris-Iris Cabe Dilakukan Oleh Pak Nano Tapi yang terpoto Tangan Sama Pisonya

Saya menyenyumi mereka, yang kemudian disambut dengan sangat ramah dengan kalimat lembut :

‘Monggo, Mas. Pinarak’

Artinya adalah, silahkan, Mas, game online yang dulu pernah terkenal.

Eh, itu Ragnarok.

Aduh, komedinya tida kena. Tida ada lucunya.

Seperti hilmi saja.

Baca Juga : Makan Bakso Isi Cabe Daging Pedas Ya Ampun

Mendapat sambutan yang sangat baik dan ramah dari ibuk dan bapak pemilik warung, saya pun lantas merasa sangat sumringah, kemudian mengutarakan pesanan yang hendak saya pesan.

‘Saya pesen sate petir pedes bangeeeeet ya, Buk’

Si Ibuk lantas mengangguk, kemudian pandangan beliau berpindah ke pacar saya. Agak berpikir sejenak, si pacar pun lantas bertanya kepada Ibuk Nano.

‘Bawahnya pedes banget apa ya, Buk?’

Si Ibuk yang mendengar pertanyaan dari si pacar pun terlihat agak bingung. Saya pun juga mengamati si pacar dengan bingung. Pak Nano masih tetap mencoba kalem dengan ngirisin cabe-cabenya. Si Bulek yang tadi ngupasin bawang, nga tau, kayaknya ke toilet karena kebelet pipis. Nga izin soalnya.

Sate Petir Pak Nano yang sedang di Bumbui

Pembumbuan Sate Petir Pak Nano

Akhirnya, karena pertanyaannya nggak mendapatkan jawaban, si pacar pun menyambung kalimatnya :

‘Saya pesen sate petir yang level pedesnya di bawah pedes banget ya, Buk’

Lagi-lagi, pemesanan menu yang sulit dimengerti. Tapi karena si Ibuk merasa sudah lelah, beliau pun hanya mengangguk. Mungkin di kepala si ibuk adalah : ya pokoknya pedas aja gitu dah.

Iya.

Cemilan di Sate Petir Pak Nano

Camilan di Sate Petir Pak Nano

Selesai memesan menu, kami pun lantas duduk di kursi panjang yang di depannya ada meja panjang gitu. Kaleng kerupuk ada di depan kami, tapi kami tidak tertarik dengan kalengnya, kerupuknya juga.

Baru beberapa menit duduk, tiba-tiba Bulek yang tadi ngirisin bawang dan ke toilet tidak bilang-bilang pun datang secara tiba-tiba, kemudian menanyakan perihal minuman apa yang hendak dipesan.

Tanpa ragu, saya pun memesan satu es teh manis dan teh panas, sedangkan si pacar memesan es susu dan air putih. Sungguh, dalam hal perminuman, kami harus mempersiapkan banyak-banyak karena makanan yang akan kami makan adalah super pedas.

Empat Minuman Untuk Sate Petir Pak Nano

Empat Gelas Minum di Sate Petir Pak Nano

Saya lupa, mana yang lebih dulu datang, apakah minuman atau makanannya terlebih dahulu. Tapi yang jelas, setelah menu-menu yang kami pesan itu sudah tiba di atas meja, langkah pertama yang kami lakukan adalah…

Foto-foto.

Ya, yaiya dong?

Itu kan alasan kenapa saya dan pacar beberapa kali merogoh kocek cukup dalam untuk mengumpulkan konten-konten makanan, agar bisa direview di blog ini, maupun di instagram yang sedang kami kelola.

Enaknya Makan Apa Ya

Follo klik saja. Ngga follo ngapapa.

Nga tau dah, bisa atau nga, apdetnya hanya kalau lagi mood saja sih.

Ehe.

Follo ya, jika mau. Jika tida, ya ngapapa. Yang penting patuh beragama.

TEKSTUR DAN RASA DARI SATE PETIR PAK NANO

Bumbu Sate Petir Pak Nano

Ajegile Kebayang Pedesnya Sate Petir Pak Nano

Tampilan dari sate petir yang kami pesan ini sebenernya persis seperti sate kambing pada umumnya. Namun yang bikin sate petir ini beda dan nampak mengerikan, ya karena keberadaan si irisan cabe-cabe yang bejibun banyaknya, bercampur dibumbu kecap yang sudah siap menanti untuk disantap.

Saya sebenernya merasa serba salah, mau diaduk, nanti pedesnya nyebar, ngga diaduk, kok takut nanti sekali gigitan pasti langsung pedas. Akhirnya, tanpa ba-bi-bu, saya meratakan bumbu kecap, bawang, tomat, dan cabe bejibun itu jadi satu agar berbaur dengan sate, saya ambil beberapa sendok untuk dioper ke nasi, lalu, hap.

BUSET!

PEDES.

Ngga bohong. Aslik.

Sate Petir Pak Nano Pedas Gila

Sate Petir Pak Nano Pedas Banget pesenan saya

Kalau kalian pengen mesen sate yang beneran pedas, sate petir adalah tempat yang tepat. Pedesnya nggak iya-iya-iya dari mulut si penjual, tapi direalisasikan dengan amat kejam. Bahkan, beberapa kali Si Ibuk mendatangi kami dan menanyakan apakah pesanannya sudah sesuai pedasnya atau belum, sembari menawarkan beberapa iris cabe tambahan apabila pedasnya kurang.

Jawaban saya?

YA JELAS SUDAH PEDES BANGET DONG. UDAH GILA APA, CABE SEBEGITU BANYAK TAPI PEDASNYA TERASA KURANG?

Sate Petir Pak Nano Lagi Lagi Pedas

Sate Petir Pak Nano Pedas Pesanan si Pacar

Jadi di Sate Petir Pak Nano ini sebenernya ada tingkatan level pedas gitu. Ada yang SD, SMP, SMA, SARJANA, dan yang paling pedas adalah PROFESSOR. Nah, untuk kemarin, saya baru masuk ke level SMA katanya, makanya kalau kurang pedas, sebenernya bisa ditambahin cabe lagi untuk naik level ke SARJANA atau mungkin PROFESSOR.

Jadi, ngga perlu kuliah 4 atau 6 tahun untuk bisa dapet gelar sarjana atau professor, tapi cukup makan Sate Petir Pak Nano ini saja.

Mantap.

Selain rasa sate yang pedasnya ajegile, tekstur dari sate-nya pun bisa dibilang kenyal-kenyal lembut gimana gitu. Aroma bau khas kambingnya juga ilang. Mungkin karena kalah dengan cabe, atau sudah diolah sedemikian rupa oleh Pak Nano. Mantap gila.

Dari lima tusuk sate yang disajikan oleh Pak Nano, dengan kadar pedas yang nggak kira-kira gledeknya, saya berhasil menghabiskan seluruhnya, meskipun bumbu kecap dan suwiran cabenya masih bersisa dikit.

Pesanan Di Sate Petir Pak Nano

Dua Pesanan Sate Petir Pak Nano Beda Pedas Tapi Ya Pedas

Sementara si Pacar, dia hanya mampu menghabiskan dua tusuk sate saja, karena memang dia tidak begitu bisa makan sate kambing yang katanya sangat membutuhkan banyak tenaga untuk mengunyahnya. Akhirnya tiga tusuk sisanya, saya bantu habiskan.

Asam urat, ya asam urat dah.

Mules, ya mules dah.

Nggapapa.

Baca Juga : Masakan Ibuk Rasa Pedas Juara Enaknya

Si Bulek yang tadi motongin bawang, ke toilet, dan ngasih pesanan es teh pun melihat kami berdua yang sedang kepedasan sembali melirik ke arah piring yang bisa dibilang cukup bersih, lalu berkata :

‘Wah, mantep. Bertanggung jawab, minta pedas, tapi sate sama cabenya beneran dihabisin. Mantap’

Wajah kami tersenyum

Tapi perut tidak.

HARGA UNTUK SATU PORSI SATE PETIR PAK NANO

Sate Petir Pak Nano Pedas Lagi

Berapa Harga Satu Porsi Sate Pak Nano?

Seselesainya dengan urusan pertanggungjawaban atas apa yang kami pesan, dan penghabisan air minum yang amat membabi buta, maka tibalah kami berdua ke ujung dari kunjungan kulinery di sate petir pak nano ini : membayar.

Satu porsi dari menu sate petirnya pak Nano ini kira-kira dihargai sekitar Rp.25.000. Saya bilang kira-kira, karena pada kasus kemarin kami berdua membayar untuk dua porsi sate dan empat gelas minuman seharaga Rp. 68.000. Jadi jika dihitung, untuk nasi putih dihargai 3.000, es teh dihargai 3.000, susu dihargai 5.000 dan air putih dihargai 1.000, maka totalnya adalah 18.000. Sisanya, ya si sate, lah.

Tapi itu hanya itung-itungan saya saja, karena saya hanya bisa memberikan bayangan total harga dari yang kami beli saja.

Untuk tau lebih jelasnya, bole sekali untuk gaskeun ke Sate Petir Pak Nano.

Dijamin, pedeeeeeeees, kalau emang kalian suka pedas.

Foto Sate Petir Pak Nano

Bapak Alm Bondan Winarno Pernah Ke Sate Petir Pak Nano

Ohiya, bicara masalah rating, saya pribadi memberikan nilai 8.5 untuk rata-rata keseluruhan, mulai dari rasa, kepedasan (jelas ini yang menjadi pendongkrak segala rating), pelayanan, hingga harga per-porsinya.

Repurchase?

Jelas, suatu saat nanti, jika ada teman blog dari luar Jogja yang mengajak bertemu di siang hari, sebelum jadwal kepulangan ke kota asal, saya akan membawa mereka ke sini.

Biar pas di kereta tida bisa bobok.

Wlek.

Ehe.

Terimakasih sebelumnya.

Sate Petir Pak Nano Super Pedas

Cicipi Sate Petir Pak Nano Dong

Lezatnya Sate Petir Pak Nano

Iya Ayo Dong Cicipi Sate Petir Pak Nano

 

46 comments

  1. Lihat si irisan cabe berjimbun, saya kok nyerah duluan
    Tidak kebayang betapa bedasnya
    Harga tidak jauh bede dengan sate ditempat saya. Masih terjangkaulah

  2. Suatu kebanggaan tersediri bisa memakan 2 tusuk sate kambing, mengingat saya nga doyan daging merah :” tp memaaang sateenyaa enaaak sih.

    Udah gitu bapak ibuk penjualnya super ramah pula dengan memastikan kalau level pedes yang dimakan udah sesuai sm yg kita mau atau engga 💯💯

  3. Wah keren banget ulasannya mas. Saya penggila pedas, dan suka sate kambing. Ini perpaduan yang pas. Harus cobain nih suatu saat, beneran bikin kepengen makan sate kambing itu foto-fotonya.

  4. Saya hanya memenuhi kriteria satu dan dua. Untuk masalah pedes-pedesan, saya nyerah. Maaf, bukan penikmat, penyuka, dan penggila pedas. Apakagi pedas hingga level sarjana dan professor macam sate petir pak nano ini. Doyanku gur setingkat ayam geprek cabe tiga. Hahaha. CUPU!

    1. Nahini, yang begini nih, yang besok kalau ketemu bakal saya tawarin :

      ‘Ayok makan sate petir level professor, nanti saya bayarin’

      yang akhirnya bakal ditolak dan saya nggak jadi ngebayarn. yeueyeye 😀

  5. Jadi setelah oseng mercon ada sate petir juga. waduhhhh. Kalo saya udah pasti pesen sate dengan tingkat pedas level paud aja kalo ada hahaha

    Hmmmm jadi kalian produktif review makanan ternyata ada ignya juga. Saya jadi iri ingin punya partner yang bisa diajak review-review bersama. Hmmmm

      1. Cupu sih nggak. Masih kuat aja, cuma bukan pedes yang kayak kamu cobain itu. Bisa mati saya hahaha.

        Hmmmm kalo ngajakin Bang Firman review-review mah berat diongkos, bosqu. Hahaha. Saya dimana, dia dimana… Ga cucok. Mau cari partner yang deket aja gicuuu kayak Mas Febri dan Mba Nadya panutanque hehehehe

  6. wah aku dijogja, tapi belom pernah nyobain pak nano ini…
    *liat maps*
    WOH ADOHEEEE REEEEQQQQQQQQQQ. Mau gofood ya gatega sama masnya wkwkw akhirnya bikin plan weekend ini harus ke pak nano wkwkwk

  7. Nenek-nenek peyot juga tau kalau cabenya segambreng rasanya bakal pedes setengah mati. Kalian bener-bener suka pedes ya, dasar.

    Btw, halo, Feb, Nad. Gimana kabarnya? 🙂

  8. Anjing jauh banget dari pinarak ke ragnarok hahahaha.

    Saya ingin mengomentari jokes-nya yang gagal saja. Pertama, bagian terkecil dari suatu benda disebut unsur. Kalau unsurnya unsur kimia, bagian terkecilnya disebut atom, sedangkan bagian terkecil dari senyawa kimia disebut molekul. Nah, orang yang doyan makan pedes kayak anda ini disebutnya……… ORANG GILA KALI!1!1!1!1!

    Eh, proses pembakaran satenya gak pake teknologi nano ya?

  9. Makan sate petir di siang bolong apa tidak takut tersambar? Ada pesan-pesan khusus tidak sebelum membeli di sana tidak, seperti mislanya jangan sampai pake baju merah. Gitu?
    Wkwkwk

    Btw, Pak Nano kalau agak gedean dikit apa bisa jadi Mikro?

    1. Kelakuaaaaan anjir, maka sate petir bikin kesambar, kelakuan wgwgw 😀

      YANG BAJU MERAH JANGAN SAMPAI LOLOOOOOOOOOOOSSSSS.

      EMANG KE PANTAI UTARA, NGGA BOLE PAKE BAJU MERAH.

      Bisa, tapi Pak Nanonya lagi capek jadi gede. Gedenya kalau di kasur.

  10. wkwkwkwkwkwk febriiii lucu amaaat sik ;p.. yawlaaaah pedesnya pake level sekolahan ;p.. dan itu baru smu??? aku ga kebayang yg profesor ;p.

    aku catet bangetttt ini.. semoga thn depan lebaran jd ke solo deh, supaya bisa mampir jogja.. aku bakal datangin pasti sate petir, moga2 dia ga tutup lebaran yak :D.. syukur2 bisa ketemu kamu jg dan si pacar :D. update tuh IG nya, aku lgs follow .. referensi makanan kalo ke jogja 😀

    1. haha iyaaaa, mbaaa, pedasnya pake jenjang study gitu. Keselngga sih wgwgw 😀

      saya aja kaget, saya pikir, pesenan saya suda prfessor, ternyata baru SMA wgwgw

      NAAAAAAH, SILAKAN MAMPIR APABILA KE JOGJAAA YA 😀 SENSASI PEDAS MENANTIMU 😀

      Ulalala di folo beneran yes yes yes, makasih banyak ya Mba 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s