Cerita Pendakian Gunung Andong 1726 Mdpl

Cape.

Kata itulah yang mungkin bisa mewakili jawaban saya apabila ditanya mengenai kesan pertama tentang pendakian, tentu dengan menepikan hal-hal indah di atas sana, seperti indahnya pemandangan puncak yang dengan ajaib langsung mengeliminasi rasa cape dalam sekejap.

Tapi, hal yang jelas terasa dan tahan lama adalah…

YA CAPE. APA LAGI?

Gunung Andong

Gunung Andong!

Semua bermula ketika pacar saya, mba Nadya, dia mengajukan proposal ajakan untuk melakukan pendakian, yang, ya tentu saja, alasan mager selalu saya jawabkan tiap kali dia meminta jawaban atas ajuannya tersebut.

Hingga pada akhirnya, atas nama bucin, atas nama sayang, dan atas nama ngga enakan, saya pun mengiyakan ajakan tersebut… tanpa persiapan apapun.

Satu hal yang saya lupa, dan mungkin yang saya nggak tau, pendakian itu ternyata membutuhkan persiapan yang lumayan ya buset.

Baca Juga : Sensasi Dingin Di Pananjakan Bromo

Mau sependek apapun, tapi ya yang dinamakan gunung, tetap saja, jalan yang pasti akan ditempuh adalah jalan menanjak dan tidak melulu datar. Oleh karena itu, olah raga adalah persiapan paling wajar yang dapat dilakukan untuk menyambut acara pendakian.

Gobloknya, saya, setelah satu minggu menetapkan untuk melakukan pendakian, hal yang rutin saya lakukan adalah tiduran di kamar sambil menggaruk selangkangan, tanpa gerakan kaki yang berarti untuk mempersiapkan diri.

Alhasil…

YA GEBLEK.

Pffffft.

MENDAKI GUNUNG ANDONG 1726 MDPL

Awal Mula Rencana Pendakian Gunung Andong

Pemandangan Gunung Andong

Pemandangan Puncak Gunung Andong

Kala itu, Gunung Andong adalah tujuan yang pacar saya inginkan, pun dengan rencana tek-tok (tidak ngecamp tapi langsung turun) sebagai metode pendakiannya. Sekedar informasi saja untuk yang belum tau, meskipun saya yakin pasti mba-mba dan mas-mas di sini sudah pada tau, Gunung Andong adalah salah satu gunung yang berada di Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Magelang (Perbatasan Salatiga, Semarang, dan Magelang), dengan tinggi kurang lebih sekitar 1726 MDPL.

Gunung Andong tersebut beberapa tahun terakhir ini memang dikenal lagi hits-hitsnya karena mungkin influence dari film-film tentang gunung, atau seleb-seleb yang suka mendaki. Saya nggak tau. Intinya, banyak banget orang yang memang berfoto hits di sini.

Kelebihan dari Gunung Andong ini, selain karena keindahan puncaknya, tentu pada ketinggian yang tidak terlalu tinggi-tinggi amat. Sehingga, untuk dapat mendaki gunung Andong ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1.5 Jam – 2 jam saja, terkecuali apabila anda mendakinya dengan menaiki drone, karena…

YA ANDA TIDAK AKAN SAMPAI PUNCAK KARENA ANDA PASTI AKAN SIBUK KE TUKANG SERVICE GARA-GARA DRONE YANG COBA ANDA NAIKI HANCUR BERKEPING DONG BANGKAI.

Baca Juga : Melihat Indahnya Warna-Warni Kampung Jodipan

15 September 2019 adalah tanggal yang saya dan pacar rencanakan untuk melakukan pendakian. Yap, benar. Baru sekitar 6 hari lalu, yang mana ketika saya menulis tulisan ini, paha saya masih amat sangat pegal abis gila buset dah.

Kala itu hari Minggu, sekitar pukul 07.00 WIB, saya menjemput pacar saya di rumahnya yang berada di pelosok desa ujung selatan sana, yang mana jelas jika kita melihatnya di peta, maka arah saya untuk menuju Gunung Andong teramat sangat berlawanan. Sehingga terbukti, saya baru sampai rumah pacar saya pukul 07.30 WIB, dan di jam tersebutlah perjalanan saya menuju daerah Magelang sana baru di mulai.

Dari pelosok desa yang jauh di ujung selatan sana, menuju ke arah ujung utara sana tepatnya di Basecamp Pendakian Andong via Sawit kira-kira membutuhkan waktu sekitar 2 – 2.5 jam, dengan kecepatan rata-rata 50 – 60 km/jam. Jalur perjalanannya sebenarnya cukup mudah, yaitu tinggal melaju lurus dari jalan magelang sampai perempatan Artos belok kanan, kemudian belok kanan lagi di pertigaan Salatiga, lalu belok kiri di Gapura dekat pasar apa lupa saya namanya. Jika mungkin ada di antara kalian yang merasa bingung dengan petunjuk arah yang saya jabarkan, kalian bisa memanfaatkan fitur terbaru dari masa depan bernama google maps dan ketik saja : Basecamp Sawit, lalu ikuti arahannya, pasti sampai kok. Cepat lamanya relatif. Nyasar enggaknya, ya ngga tau. Tergantung sinyal.

feature-googlemap

Source : imarketingonly.com

Melawan Arus Balik Pendakian Gunung Andong

Sekitaran pukul 10.00 WIB, saya dan pacar sudah sampai di Basecamp Sawit. Di sana, sudah ada banyak sekali para pendaki sobat fiersabesari yang sudah bergegas untuk pulangan. Yap, benar sekali, pendakian di Gunung Andong sangat ramai di hari Sabtu dan sobat-sobat fiersabesari tersebut memilih untuk ngecamp di malam harinya, lalu kembali pulang pada Minggu paginya setelah menegak kopi sembari menikmati fajar yang aduhai.

Indie sekali memang.

Baca Juga : Terkagum Dengan Savanna Bekol Dan Pantai Bama

Sehingga dapat dikatakan, saya dan pacar melawan arus pendakian kala itu. Disaat yang lain turun, saya dan pacar naik. Tapi, tetap, barengannya ada dong. Tidak mungkin saya dan pacar mendaki gunung Andong sendirian, karena jika ada dua orang yang berduaan di tempat sepi, maka nanti yang ketiganya pasti, diri saya sendiri.

Hua.hua.

Pendakian pun dimulai, dari loket registrasi itu kami menyusuri jalanan kecil khas pedesaan, lalu masuk melewati gapura cor-coran berwarna coklat keabuan yang menjadi salah satu icon apabila kita hendak naik Gunung Andong via Sawit, dan yak, ratusan anak tangga sudah menanti kami di awal pendakian.

Ngga tau kenapa ya, menurut saya, kok rasanya mendaki dengan anak tangga sebagai pijakannya terasa lebih capek dan pegel saja gitu. Atau mungkin, memang sayanya saja yang lemah gila ya ampon.

Sesampainya di ujung anak tangga, kami pun dipertemukan dengan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai warung, dengan suara-suaraan beberapa orang yang sedang bersenda gurau sebagai penghiasnya. Saya dan pacar hanya menoleh sebentar, lalu melewatinya begitu saja hingga membawa kami ke jalur pendakian dengan medan tanah bebatuan.

Jalur Pendakian Gunung Andong

Jalur Pendakian Gunung Andong

Melewati Pos 1, Pos 2 dan Pos 3 Untuk Dapat Ke Puncak Gunung Andong

Karena Gunung Andong adalah Gunung yang pertama kali saya daki, maka saya sempat bertanya-tanya perihal banyaknya debu tiap kali saya berjalan. Mungkin karena memang beberapa minggu terakhir ini tidak hujan, sehingga debunya ampun-ampunan, tapi yang jelas, ya, itu mengganggu sekali, mengingat capeknya dapet, susah nafasnya juga dapet.

Lengkap.

Pos satu pun dengan cepat kami jangkau setelah beberapa langkah melanjutkan perjalanan dari akhir anak tangga. Di sana sudah ada beberapa orang yang duduk, sehingga kami pun hanya melewatinya saja dan melanjutkan perjalanan.

Pos Satu Gunung Andong

Pos Satu Jalur Pendakian Gunung Andong

Fyi saja, foto pos 1 di atas itu saya ambil ketika jalan pulang, sehingga ya terlihat sepi begitu. Fasilitas yang terdapat di pos satu ini adalah tempat duduk dan kamar mandi, namun tidak ada wifi. Mantap.

Kami pun lanjut melangkah ke depan, dan sesekali bersinggungan dengan pendaki lain yang sedang melakukan perjalanan turun, sembari memberikan kalimat typical seperti :

‘Ayo, Mas Mbak semangat. Puncak sebentar lagi kok’

Sungguh motivasi yang mencoba menguatkan, meski saya pun tau bahwa puncak masih jauh di depan dengan jalan terjal yang wadidaw.

Setelah melewati pos satu, nggak beberapa lama kemudian kami pun sampai di pos dua. Disana terdapat warung yang gorengannya selalu upgrade karena kayaknya itu penjualnya semangat sekali dalam menjual barang dagangnya. Tapi sekali lagi, karena di pos dua tersebut sangat ramai dan sudah banyak orang yang menyemilin gorengan hangat, akhirnya saya dan pacar pun lanjut melakukan perjalanan.

Pos Dua Gunung Andong

Pos Dua Jalur Pendakian Gunung Andong

Fyi lagi, foto pos dua di atas ini kembali saya ambil saat perjalanan turun ya. Jadi ya, sepi. Fasilitas yang terdapat di pos dua ini adalah tempat duduk, warung, dan juga kamar mandi.

Nais.

Selanjutnya, jarak antara pos dua dengan pos tiga ini cukup jauh, namun dari jauhnya perjalanan ini, terdapat bonus-bonus spot foto yang aduhai sekali.  Kami pun beberapa kali berhenti untuk sekedar berfoto alay.

Biasa.

Pos Tiga Gunung Andong

Pos Tiga Jalur Pendakian Gunung Andong

Sampai tidak lama kemudian, pos tiga pun kami capai. Di situ, hanya ada semacam gazebo untuk duduk saja. Tidak ada kamar mandi. Tidak ada warung. Apalagi warnet.

Sekali lagi, kami hanya melewatinya saja, mengingat dari pos tiga ini hanya sebentar lagi saja untuk dapat ke puncak.

Kira-kira 10 menitan kemudian, kami pun sampai ke puncak.

YASSS!!!

Menikmati Puncak Gunung Andong 1726 Mdpl

Pemandangan Puncak Gunung Andong

Puncak Gunung Andong

Sebagaimana hal-hal yang orang katakan tentang puncak, ternyata indah adalah satu kata yang tepat untuk menjabarkannya. Semilir angin yang tidak terlalu sepoi, serta udara dingin tidak terlalu bikin menggigil membuat saya dan pacar merasa cukup nyaman di sana.

Minusnya mungkin hanya satu : Debu.

Ya, benar. Seperti yang sudah beberapa kali saya sebutkan di atas, entah kenapa debu di Gunung Andong ini sangat mengganggu. Setiap langkap yang dijejak orang-orang, tak terkecuali saya, menghasilkan debu-debu yang memengapkan. Saya yang teramat sangat sensitif terhadap debu dan asap, tentu merasa bahwa ini menyesakkan.

Spot Gunung Andong

Melawan Debu Gunung Andong Tapi Tidak Make Masker

Akan tetapi, turun hujan ketika saya sedang di puncak juga merupakan permintaan yang aduh jangan dulu dong. Jadi, tetap, menikmati segala kenikmatan dan kesengsaraan adalah hal yang seharusnya kami lakukan. Tidak ada jalan lainnya.

Yasudah.

Di puncak Gunung Andong pada saat pendakian kemarin, suasananya relatif sepi. Hanya ada beberapa tenda yang masih berdiri, dan hendak dibongkar. Hanya ada beberapa orang yang bertengger di puncak sana, entah mereka yang baru sampai puncak dan hendak menikmati keindahan Gunung Andong sambil berfoto di bawah tiang bendera, atau mereka yang sudah puas bercamping semalaman dan hendak turun ke bawah.

Gunung Andong 1726 Mdpl

Andong Peak 1736 Mdpl

Saya dan pacar tentu menikmati puncak, sama seperti yang lainnya. Kami sok akrab dengan pendaki lainnya, dengan sesekali meminta bantuan untuk memotokan kami berdua agar dapat berpose bersama dengan background indahnya Puncaknya Gunung Andong. Tak lupa, sebagai timbal balik, saya pun juga memotokan mereka… tapi dengan kamera saya.

Kelompok Orang Berfoto di Gunung Andong

Foto Rombongan Orang Tidak Kenal Tapi Akrab di Gunung Andong

Alhasil, suwer deh, sampai sekarang saya masih nggak ngerti gimana caranya saya ngasih ini foto ke mas-masnya yang sudah akrab di puncak, tapi tidak bertukar kontak atau id instagram.

Nggak ke semua orang saya dan pacar bisa sok akrab, karena kami juga melihat situasi dan kondisi. Seperti misal ketika ada orang yang sedang membongkar tenda dan kebetulan kami ingin foto dengan background didekat sana, saya tidak serta merta mengganggu mas-masnya yang sedang sibuk itu karena pasti saya juga akan ikutan dibongkar dan dilempar ke jurang oleh masnya.

Ya, wajar-wajar sajalah.

Berfoto di Spot Terbaik Gunung Andong

Spot Foto Menarik di Gunung Andong

Setelah kurang lebih satu jam kami menikmati puncak, dengan pembagian waktu 40 menit foto-foto dan 20 menit sisanya digunakan untuk makan nasi kuning dan minum susu putih, saya dan pacar pun akhirnya memilih untuk turun kembali ke bawah, memulai perjalanan pulang, yang masih sungguh-sungguh wadidaw panjangnya.

Gunung Andong Dari Atas

Berfoto di Puncak Gunung Andong

1 jam 15 menit adalah waktu yang dibutuhkan untuk turun, itu sudah termasuk istirahat sejenak berkali-kali karena kaki kami yang lumayan sakit, dan pemberhentian di pos 1, 2, 3 untuk sejenak mendokumentasi agar dapat masuk ke blog sini.

Akhirnya, kami pun sudah kembali sampai di gapura masuk yang menjadi iconnya pendakian Gunung Andong via Sawit. Ditutup dengan jajan siomay dan minta bantuan pak penjualnya untuk foto-foto, pejalanan pendakian kami menuju Gunung Andong pun…

SELESAI!

Terimakasih.

Icon Gerbang Masuk Pendakian Andong Via Sawit

Gerbang Masuk Gunung Andong Via Sawit

 

 

Advertisements

24 comments

  1. Gerbangnya udah bagus ya, sobat fiersabesari~~
    Naik gunung kan emang cape, bosqu. Tapi berbahagialah karena naik gunungnya sama mba pacar.

    Btw, ternyata Andong debuan juga ya. Saya kira bakalan tanah merah aja ga debuan. Wkwk. Kapan-kapan nyoba ah ke Andong.

    1. hahahaaa kan kamu sobat fiersabesari -_-

      Kubaru tau kalau naik gunung adalah lelaaaah. Benar, plusnya adalah naik gunung bareng yang terkasih.

      Iyaaa anjir, debunya ngga nguatin.

      Sini, lekas ke jogja.

      1. Katanya sobat fiersabesari untuk orang yang naik gunung? Anda kan naik gunung jiga. Mon maap yaaa, sobat fiersabesari~~

        Tolong kalo saya ke jogja kasih sajen yang banyak karena saya akan datang bersama bala tentara~~

    1. okaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay

  2. Ini tempat syutingnya hanin youtuber cover song itu bukan ya? Keren banget pemandangannya. Haha salut masnya bisa dapat award the most buciners of the month, nggak apa-apa ya demi pacar dan demi pengalaman 😀

  3. Hahaha. Next time latihan dulu kalau mau naik gunung, kisanak. Apalagi ngana kan nggak pernah olahraga 😀
    Kalau musim kemarau, gunung-gunung memang pada berdebu mas. Jadi memang sebaiknya bawa masker atau buff. Pas aku ke Cikuray tahun 2016 lalu, tiap jejaknya juga debu mobal ke mana-mana haha. Bulan Agustus lalu aku ke Dieng juga berdebu.

    1. Sunggu latihan adalah keharusan memang ya pabila hendak menaiki gunung wgwgw.

      Baiklah, akan saya pegang ini sebagai bahan mendaki berikutnya.

      YAAAAAH, BERDEBU SEMUA YA BRATI GUNUNG TUH?
      Huft.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s