Haloha!

HALOH!

Hadoh, hadoh, sudah sangat lama sekali ya sepertinya diri ini tidak merusuhi jagat dunia perbloggingan dengan tulisan-tulisan sampah yang isinya lebih seperti…

YA SAMPAAAAAAAH. EMANG ANDA SEMUA BERHARAP TULISAN SAMPAH BAKAL BERISI APAAAAAAAAAAAA?

Sorry, sorry, baru saja mulai sudah tidak santai ya.

Ehe.

Ohiya, jika saya lihat pada recent post yang telah saya lakukan di blog  untuk terakhir kalinya sebelum adanya postingan ini, 4 Maret 2019 adalah tanggal yang tertera di sana, yang mana isi dari tulisannya adalah sebuah hajatan agar kita dengan suka rela membuka aplikasi tokopedia dan membeli produk-produk di sana, atau dalam hal blogging dinamakan disebut content placement, yang mana dalam bahasa keuangan dinamakan…

HAMBA UANG BANGSAAAAAAT, HAMBA UANG PARAH, GILIRAN ADA DUITNYA AJA NGEBELA-BELAIN BUAT POSTING BLOG.

Ya…

Ya gimana ya?

Jujur saja, alasan kenapa saya akhirnya memilih untuk berhenti menulis blog adalah karena rutinitas pekerjaan yang pada saat itu cukup mengagetkan saya. Sebagai mantan mahasiswa yang lulusnya baru lima tahun kemudian, dan mantan pengangguran yang menunggu 3 bulan setelah wisuda baru dapat kerja, mendapati rutinitas kerja yang super padat di tempat saya bekerja tentu menjadikan pola hidup saya seolah jungkir balik 180 derajat.

Bagaimana tidak, ketika masih kuliah dan menganggur dulu, pukul 05.30 WIB biasanya saya masih memberikan pola lukisan pada bantal berbentuk cairan dan baru melakukan rutinitas sekiranya pukul 10.00 WIB. Ketika bekerja, baru pukul 05.15 WITA saja saya sudah dipaksa untuk berhenti di depan kamar mandi untuk mengantre mandi dan boker, agar tepat pada pukul 06.15 WITA tidak ditinggal jemputan bis untuk bekerja.

Saat sorenya, ketika masih kuliah dan menganggur, biasanya pukul 16.00 WIB saya sudah duduk di depan laptop untuk mendengarkan lagu-lagu dan menyiapkan tulisan agar bisa diposting ke blog keesokan harinya atau mungkin lusanya, hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Ketika bekerja, pukul 16.00 WITA boro-boro saya sudah di mess, biasanya pukul segitu saya masih sibok di container untuk memastikan bahwa data-data sudah tercollect, tim survey sudah mengembalikan alat ke posisinya masing-masing, dan data pengambilan tim survey sudah terdownload dengan baik atau belum. Biasanya, saya baru berada di mess sekitar pukul 18.00 WITA, atau bahkan pernah pukul 20.00 WITA. Belum lagi, saat baru mau ganti baju, rekan kerja sudah ada yang mengetok pintu dan dengan tanpa dosa bilang :

‘Feb, data yang ini mana ya?’

‘Feb, oper foto dokumentasi ini sama rekapan data survey yang kemarin ya’

‘Feb, ayo meeting. Udah ditunggu di kantor’

Sungguh wadidaw sekali kehidupan yang bahagianya yang setiap akhir/awal bulan ini ya.

Ditagih kerjaan sama bos

Source : Linetoday

Sebenernya, apabila sibuknya rutinitas di atas itu dijadikan sebagai alasan untuk akhirnya saya berhenti ngeblog, ya kurang bijaksana juga sih. Mungkin sayanya saja yang emang tida bisa membagi waktu, seperti misalnya kan bisa tuh sehabis kelar meeting atau ngerjain kerjaan di mess, nyicil nulis blog di hape sampai jam 3 pagi?

Bisa.

Tapi seminggu kemudian langsung tipes.

Yah, alasan lagi kan jiwa saya.

Emang sayanya saja yang ga niat kan kan kan?

Berlibur Ke Makassar

Cuti Transit Ke Makassar

Ketika cuti bulan Juni kemarin, saya kebetulan transit di Makassar dan bertemu dengan seorang teman blog yang memang sudah lama saya kenal, yaitu Bang Firman. Di situ, beliau bertanya :

‘Feb, kok kamu sekarang jadi nggak pernah posting blog sih?’

Yang kemudian langsung saya jawab sembari nunjuk si bos :

‘Yah, tanya saja sama bos saya, Bang’

Hahaha. Sungguh tega sekali mengambing hitamkan pekerjaan sebagai alasan berhenti main blog. Apalagi menyalahkan Bos sendiri yang memang tugasnya adalah menyuruh si anak buah.

Muka BArongsay

Barongsay Meet Bang Firman

Lantas, kenapa akhirnya sekarang hadir lagi dan bisa punya waktu untuk bikin post di blog?

Saya cabut dari kerjaan saya.

Bukan. Bukan karena penjabaran perihal padatnya jam kerja yang membuat saya resign. Sepenuhnya saya tau, kerja pasti ya begitu. Ada arrrrrghnya, ada masalahnya, ada capeknya, ada jenuhnya, dan ada hal-hal lain yang tidak mengenakan yang kemudian dibayar tuntas pada setiap akhir/awal bulannya.

Selalu ada hal yang dikorbankan untuk mendapatkan  dana bulanan.

Menurut saya, setiap alasan kenapa seseorang resign dari kerjaan selalu dapat menjadi pro dan kontra untuk orang yang mendengarnya.

‘Loh, kenapa harus resign? Kan bisa begini begitu begini begitu…’

‘Emang setelah ini mau kemana? Nyari kerja susah loh’

‘Ohiya, semoga lekas mendapat ganti yang bagus ya’

Kira-kira ungkapan seperti itu yang akan terdengar, entah di telinga kanan, maupun telinga kiri.

Tapi, ya it’s okay. Pilihan ada pada pelaku, dan resiko setelahnya tetap akan kembali ke si pelaku tersebut.

Saya sudah mempertimbangkan hal tersebut, dan saya sudah yakin akan pilihan saya. Jadi, ya keluarlah.

Perpisahan

Guwd Tim!

Mungkin saya bisa menceritakan beberapa alasan sederhananya di beberapa postingan berikutnya, yang entah kapan saya posting.

Terakhir, saya ngga tau juga apakah awalan post saya setelah 6 bulan berhenti ini akan menjadi awal mula saya kembali nulis blog sampai seterusnya dan seterusnya, atau justru pekerjaan lain akan datang dan saya kembali tidak dapat membagi waktunya.

Tapi yang jelas, well, saya sangat excited untuk kembali menuliskan berbagai macam hal di sini.

Yang tentunya, ya, tidak ada isi dan hikmahnya sama sekali.

Terimakasih yak!

Ditunggu postingan-postingan selanjutnya. Yeyay!

42 comments

  1. loh loh loooh, kukira ini bakalan panjang seperti biasanya, lakok sudah terima kasih dan ditunggu postingan selanjutnya. *pengentepokjidatkusendiri.

    welkambek mas Feb.
    *gelarin karpeeet

      1. sepertinya aku golongan manusia-manusia pagi yang kalau jam segini sudah harus antre belanja buat masak terus ngebut masak dan berngkat kerjaa. disela-sela itulah aku buka blog. wkwkwkk

    1. Balik Jogja aja, udah. Balik…

      Saya juga pernah itu, sebulan 3X update tulisan blog, isinya sponsored post semuwa.
      ( ( ( CONGKAK SEKALI ANDA, YA, NU) ) ) Yopie yo, hakarang nggak due bahan tulisan, yowes, tawaran tulisan berbayar itu tak terima-terima saja. Butuh duitnya juga bos. Hahaha

      1. Wahahaha sudah balik atuh wlek.

        Kamu sunggu seorang blohher andalan para brand-brand ternama sepertinya ya. Tapi memag, tawaran berbayar dapat membantu kita untuk menulis dikala ide buntu sih.

  2. Ah.. Syukurlah mas feb baik2 saja.
    Tulisan ini seolah mengatakan,

    I’m okey, u can see me now!! 😁

    Kirain ngilang kemanaaa gitu kan.
    Ditunggu posting “alasan resign” nya ya. 😆

  3. welcome baaaack!
    kenapa gue cuma fokus ke 1 kalimat di artikel lo yg ini ya mas?
    yg “hamba uang, bangsat!” wakakkakakakakka ngakak

    etapi seru seru, pengalaman lo seru banget di artikel ini. apalagi ada cerita transit di Makassar, jadi kangen 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s