Pengalaman Melihat Ular yang Bikin Panik

Ular.

Bisa dibilang, hewan melata yang amat sangat sulit untuk bisa dikatakan ‘unyu’ atau ‘menggemaskan’ ini, keberadaannya cukup dapat meresahkan beberapa manusia. Ya, meskipun ular merupakan salah satu penghubung rantai makanan yang baik dan tidak boleh semena-mena dibunuh atau dimusnahkan, tapi, suwer deh, ada banyak orang yang merasa bahwa… ITU ULAR BISA NGGAK SIH BIAR NGGAK ADA AJA GITU?

Tenang, kan, ular-ular yang berbahaya tuh sekarang sudah pada dimasukin ke kebun binatang…

Kate siyapeeeeeee, anjay.

Kagak, ular-ular itu masih banyak berkeliaran di alam, karena memang di sanalah seharusnya tempat mereka tinggal. Lantas, ya kita sebagai manusia ‘superserakah’ memang seharusnya sedikit bisa untuk berkompromi akan hal tersebut. Lagian, untuk beberapa kasus yang menjabarkan mengenai ular-ular yang bisa masuk ke rumah atau ke area pemukiman warga, itu juga pasti karena ulah manusia itu sendiri kok.

ular di mobil

Source : pxhere.com

Salah siapa manusia seneng buang sampah sembarangan dan bikin banjir, yang akhirnya membuat ular hanyut dalam aliran air, lalu kesasar ke area pemukiman warga.

Salah siapa, sudut-sudut rumah dibiarkan kumuh dan tidak terurus, yang mungkin bisa menjadi alasan si ular ingin menetap di sana.

Salah siapa, habitat-habitat ular itu diusik dan dijadikan pemukiman-pemukiman rapat, yang membuat si ular bingung sambil membatin : ‘dimana rumahku, dimana rumahku?’

Gitu.

Huft. Dasar manusia serakah.

Etapi bentar.

Emang, Ular itu bisa membatin ya?

Hmm…

Saya sebenernya nggak terlalu gimana-gimana sih sama Ular, tapi dengan catatan : Ularnya dikandangin.

Gitu aja.

YEEEEE ITU NAMANYA ENTE GIMANA-GIMANA SAMA ULAR, DONG!

Bodo’

Reaksi Saat Melihat Ular Di Sekitar Rumah

Saya tuh suka-suka aja melihat berbagai macam ular entah yang berbisa atau entah yang berukuran luar biasa di Kebun Binatang. Bagi saya, ketika melihat ular-ular secara langsung, saya masih bisa merasakan aman dan nyaman-nyaman aja gitu, tidak yang lantas was-was dan takut kepatok atau gimana-gimana.

Tapi, kalau misal saya melihat ular pas lagi di sekitar rumah atau di depan kamar mandi…

YA ITU BEDA CERITA DONG ANJAAAAAAAAAAAY!!!

Saya nggak ngerti sih, seberapa kuat mental orang-orang yang ketika dia lagi di kamar mandi dan hendak pipis, tiba-tiba ada satu ekor ular keluar dari lubang pembuangan, si orang itu bukannya ngibrit, tapi malah menatapinya santai sambil berucap :

‘Oh, ular’

Habis itu lanjut pipis dan menyiramnya, seolah tidak terjadi apa-apa.

Kalau saya bertemu orang semacam itu, saya bakal dukung dia jadi Presiden deh, suwer. Sangar banget mental manusia semacam itu. Jago.

Saat masih kecil dulu, saya pernah bermain di pinggir sungai yang berada di depan rumah. Saat asik melihat air yang mengalir dengan derasnya, tiba-tiba ada satu ular si kampret, ukurannya nggak terlalu besar, tapi lumayan panjang, dia berenang di sungai, melawan arus, dan melihat saya dengan pedenya.

Saya?

Jelas.

YA NJERIT DONG, BANGKE! ITU ULAR KECIL KAGAK ADA EMPATI-EMPATINYA, TAU-TAU NONGOL DI DEPAN SAYA DENGAN PEDENYA.

HUFT.

panik melihat ular

Source : Hellosehat.com

Selain pengalaman masa kecil saya dengan ular itu, beberapa waktu berjalan, saya pernah melihat ular-ular lain yang literally tidak di kandangin, entah itu di depan rumah, depan kamar mandi, di sawah, bahkan di hutan belantara saat saya masih kerja dulu.

Namun, jika bicara masalah pengalaman saya dengan ular liar yang paling baru, itu baru saja kejadian kira-kira 1 minggu yang lalu…

Mampus nggak lu, Feb. Nulisnya saja, saya masih merinding membayangkannya sampai sekarang. Pffft.

Jadi begini ceritanya…

Awal Mula Kehadiran si Ular Kampret

Di sela-sela masa pengangguran, yang -ya ampon, kapanberakhirnya ini ya Tuhan, saya sudah mencari kerjaan ngapa susah amat dah dapetnya-, saya mendapat job sampingan untuk mengukur lahan rumah seorang Bule di daerah Borobudur pada hari Minggu 20 Januari 2019.

Alhasil, berangkatlah saya beserta 2 orang rekan bernama Gigin dan Angga, pun diawasi oleh satu orang pengawas bernama Mas Rian. Awalnya, semua berjalan lancar-lancar saja dan tidak ada kendala apapun, meskipun saat kami mengukur dan alat mulai menembak dari satu titik ke titik lainnya, saya sempat melihat area sekitar yang semalam habis diguyur hujan, lalu seketika membatin :

‘Wah, tempat begini sih, kayaknya banyak ularnya deh’

Gitu saja.

Baca Juga : Secuil Kenangan di Berau

Saat itu kebetulan Mas Rian sedang tidak berada dalam kondisi fit, yang akhirnya membuat dia hanya bisa tidur di mobil terparkir tepat di bawah pohon rambutan berdaun amat rindang, dengan jendela yang dibiarkan terbuka lebar-lebar.

Lama waktu pengukuran berjalan dari mulai sekitar pukul 10.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu sebenernya area yang diukur belum selesai, namun karena cuaca mendung dan rintik hujan sudah mulai turun, maka kami pun akhirnya memutuskan untuk memberhentikan aktivitas pengukuran sore itu dan mending lanjut pada hari esok saja.

surveyor

Kami bertiga pun membereskan alat-alat ukur yang tadi terpakai dan memasukkannya ke dalam mobil. Setelah semuanya beres, lantas tujuan kami selanjutnya pun menuju ke rumah Mas Rian yang berlokasi di daerah Kopeng, Jawa Tengah, untuk singgah sebentar. Pertimbangan kenapa kami memilih untuk singgah di sana pun karena agar menghemat waktu pengukuran esok hari. Daripada balik ke Jogja dan malah melelahkan seluruh badan, mending singgah di tempat terdekat bukan?

Perjalanan untuk pulang ke rumah Mas Rian pun berjalan lancar-lancar saja. Beberapa kali kami bercanda di dalam mobil dan menyenandungkan lagu-lagu dari radio secara bersama. Sampai akhirnya, ketika mobil berhenti di lampu merah perempatan Artos yang lamanya naudzubillah, tiba-tiba Gigin, seorang rekan yang menyetir mobil pun berucap sambil menunjuk kaca depannya :

‘Weh, ada ular itu, ada ular’

ular di dalam mobil

Source : Nomor2.blogspot.com

Saya dan Angga yang duduk di tengah pun lantas penasaran dan memajukan kepala ke agak depan.

‘Mana, mana?’

Dengan asumsi bahwa saya pikir ular itu berada di luar mobil.

‘WEEEH, ULARNYA DI DALAM MOBIL, ANJENG. DI DASHBOARD! DI DASBOARD!!!’

Gigin berteriak dengan lantang, tangan kanannya membuka pintu depan, tingkah teramat geli dia tunjukkan, sampai akhirnya dia kembali berucap :

‘INI KENAPA AKU NGGAK BISA KELUAR, BANGSAAAAAAAAAT. GIMANA INI???!!! GIMANA INIIII?!!!’

Saya memperhatikan si Gigin yang panik, lengkap dengan seatbelt yang masih terpasang kencang.

‘SABUKMU BELUM DICOPOT, GEBLEK’ Saya berucap dengan keras, sambil berjaga-jaga agar si ular tidak mengarah ke arah saya.

Ular yang berukuran kecil tapi panjang itu pun lantas melata menuju kursi tengah, yang sontak membuat Angga yang duduk di belakang Gigin terperanjat mengangkat kedua kakinya ke arah kiri, menjepit saya.

Berat bangke.

‘HEEEE ANJER, ULARNYA KE SINI!!!! ULARNYA KE SINI!!! GIMANA NIH???!!! GIMANAAA?!!!’

Gigin pun langsung keluar dari mobil setelah melepas seatbelt-nya, lalu dengan sigap dan penuh ketakutan, dia membuka pintu tengah. Melihat si ular yang mulai merangsek ke kursi belakang, Dia pun langsung memegang ekor si ular dan mencoba untuk menariknya keluar. Gagal. Ya, kampretnya, percobaan itu gagal. Si ular itu berhasil merangsek masuk ke kursi belakang, bersembunyi di antara peralatan dan barang-barang yang kami bawa.

‘INI GIMANA, NIH? ULARNYA DI BELAKANG, ANJIR!’

ketakutan melihat ular

Source : Wisbenwae.blogspot.com

Gigin terlihat amat sangat panik dan syok parah. Dia masih berdiri di luar, sampai-sampai diamati oleh pengendara lain yang mengantri lampu merah di belakang. Sementara itu, detik lampu merah terus menuju ke angka terkecil dan hendak berpindah ke lampu hijau.

‘Udah, tenang. Nanti aja ngurusi ularnya. Kita jalan dan cari makan aja yuk?’

Tiba-tiba Mas Rian yang sedang duduk di kursi sebelah Gigin berucap demikian dengan entengnya, yang kemudian langsung kami respon :

‘MATAMU, MASSSSSS!!!‘

Merasa tidak ada pilihan lain selain mencoba untuk tenang dan melajukan mobil ke tempat yang lebih aman, Gigin pun lantas kembali masuk ke dalam mobil dan menyetirkannya ke arah kanan perempatan Artos.

Masih dengan rasa panik, Gigin pun berucap dengan agak terbata :

‘II.. INI, U.. ULARNYA MASIH DI BELAKANG YA? GI… Gi… GIMANA NIH?’

Mobil masih melaju dengan cepat, sembari mencari tempat pemberhentian yang agak aman untuk menggeledah mobil dan membuang si ular kampret ini.

‘Nanti, lurus terus aja. Di depan ada pasar, kita berhenti di sana sambil cari makan’

Mas Rian –yang isi kepalanya hanya makan-makan-dan-makan- berucap demikian, yang kemudian mau tidak mau langsung Gigin iyakan.

Baca juga : Mengenang Kota Kelahiran

Saya yang duduk di kursi tengah dengan Angga pun masih merasa was-was, karena ular berada tepat di belakang kami. Sesekali saya melirik ke belakang, takut si ular tiba-tiba ada di pundak atau di sekitar saya, pun juga Angga melakukan hal yang sama. Sampai akhirnya, dalam satu kali tarikan nafas, si Angga berteriak :

‘ANJEEENG ULARNYA DI SITU, ULARNYA ITU TUH, ULARNYA ITUUUU!!!!’

panik ada ular

Source : wisbenwae.blogspot.com

Gigin yang amat sangat merasa takut dengan Ular pun lantas memberhentikan mobil di depan rumah makan Padang, memarkirkannya sebentar, lalu keluar dengan gerak yang teramat sangat panik. Pak Petugas Parkir yang melihat kami pun lantas bertanya kenapa, dan kami jawab dengan apa adanya.

‘Ada ular, Pak, di dalam mobilnya. Ehehe’

Pak Petugas Parkir pun mengangguk, dan mengintip-ngintip ke dalam mobil sejenak.

Merasa ini adalah momen yang tepat untuk menggeledah mobil dan membuang si ular, saya, Gigin, dan Angga pun membuka pintu belakang mobil lalu mengeluarkan seluruh barang bawaan yang ada.

Usaha Mengeluarkan Ular dari Mobil

Satu persatu barang keluar, namun si ular tidak ditemukan. Kami masih merasa was-was dan merasa bahwa si ular harus segera menyingkir dari mobil. Namun, tiba-tiba, suara dari warung padang itu muncul :

‘Udah, ayok makan dulu aja’

Mas Rian adalah sosok di balik sumber suara tersebut, di pintu masuk rumah makan padang, dia dengan santainya menenteng satu piring berisi ayam lengkap dengan segelas kopi hitam di tangan kirinya.

Kami bertiga lantas kembali menyuarakan kalimat puji-pujian secara serentak :

‘MATAMU, MAS!’

Kami bertiga masih mencoba mencari dan mencari dimana keberadaan si ular kampret tersebut, sampai tiba saat rasa lapar dengan beringas menyerang, kami pun sepakat untuk makan sebentar dulu saja, sebelum nanti lanjut mencarinya kembali. Saya dan Angga pun masuk ke rumah makan padang terlebih dulu, menyusul mas Rian, dan meninggalkan si Gigin yang masih panik mengamati mobilnya dimasuki ular.

Dia terus-menerus memperhatikan dari kaca mobil depan. Resah. Lalu tiba-tiba, saat saya sedang mengambil satu lauk ayam ke atas piring, Gigin berteriak keras :

‘EH ITU ULARNYA! ITU ULARNYA, DI ATAS STIR MOBIL! DI ATAS STIR MOBIL!!!’

takut melihat ular

Source : myonlinebusinesswealth.com

Sambil masuk ke dalam rumah makan padang. Merasa sadar bahwa si Ular masih di dalam mobil dan dia tidak bisa berbuat banyak tanpa bantuan teman-temannya, dia pun akhirnya memilih untuk ikut makan dulu saja.

Seperti yang tertera pada jargon Traveloka :

Makan dulu sebentar, cari ular lagi kemudian

Ehe.

Baca Juga : Pengalaman Nuntun Motor

Setelah menunaikan ibadah makan dengan perasaan yang sangat tidak tenang, kami berempat pun kembali mengelilingi mobil dan mencari tau tentang keberadaan si ular.

Tiba-tiba lagi, si Mas Rian berucap :

‘Udah, nanti aja deh nyarinya. Ke rumahku dulu aja, yuk’

Mencoba untuk tetap tenang, saya pun berucap ke Mas Rian :

‘Dari sini ke rumahmu, berapa kilo lagi Mas?’

’18 Kilo lagi, Feb’

Saya, Gigin, dan Angga pun lantas tatap-tatapan, dan untuk ketiga kalinya berucap serentak:

‘MATAMU, MAS!!’

Alhasil, setelah beberapa lama berdiam diri di dekat Rumah Makan Padang, kami berempat pun melihat posisi si ular, yang dengan gebleknya merayap di sudut pintu belakang mobil. Melihat momen emas tersebut, Mas Rian lantas membuka pintu dengan sekali tarikan. Mendapati pintu belakang yang tiba-tiba keluar, si ular terjatuh ke konblok, dan seketika kami semua langsung ngibrit masuk mobil, lalu meninggalkan si ular yang melata menuju ke selokan dekat Rumah Makan Padang.

ular liar

Source : pxhere.com

Kami berempat langsung menghela nafas panjang.

Si Gigin tak hentinya berucap syukur dan kembali menyetir dengan perasaan aman dan nyaman. Satu kalimat yang berulang kali dia ucapkan adalah : Alhamdulillahnya.

Sambil mengatur nafas pelan, Gigin lantas kembali bertanya kepada kami bertiga untuk meyakinkan dirinya :

‘Semoga cuma satu doang ya ularnya’

Kami bertiga mengamini bersama.

Baru beberapa menit setelah kami mengamini dan merasakan nyamannya perjalanan, tiba-tiba dari arah belakang, yaitu tepat di kursi belakang, terdengar suara :

‘Glotak, glotak’

Gigin mengamati kaca di atasnya, kemudian bertanya :

‘Itu suara apa,Feb?’

Mendengar suara tersebut, saya dan Angga pun lantas menoleh ke belakang. Dahi kami mengernyit seketika saat tau apa yang ada di belakang. Dengan suara yang seolah mencoba untuk tetap tenang, saya dan Angga bersama-sama berucap :

‘Gin… tadi barang bawaan kita… belum dimasukin, ya?’

Errr…

ULAR BIKIN GEBLEK!!!

Pfft.

Terimakasih.

Advertisements

55 comments

    1. Hahaha iya sih, mba, kalau misal kemarin pas kejadian gitu ada rekamannya, pasti kami berempat bakal ngakak banget wgwgw. Sepanik dan senggatau malu itu wgwgwg.

      Btw, terimakasih banyak banget ya Mba hehe. Suatu kebanggan tersendiri dapet komentar positif begini :’) sehat selalu, Mba 😀

  1. wkwkwkwkwkwk ya allaaahhh Feb, kurasa aku lgs pingsan kalo tahu mobilku kemasukan ular wkwkwkwkw…. amit2 jgn sampe ya allah…. :D.. akupun paliiiiing bueeenciiii ama ulra dan semua binatang yg berjalan pake perut.. hiiihhhhh… dulu pas sekolah aku masih histeris kalo liat ular… pas pelajaran biologi, ada gbr2 ularnya, itu bikin aku reflek ngebuang bukunya sambil jejeritan… makanya semua buku yg bergambar ular aku minta temenku tutupin pake kertas lain.. pokoknya ularnya ga kliatan.

    skr sih ga histeris lg tp ttp aja ga suka.. jd inget pas masih di aceh, lg banjir gede tuh… danseekor ular piton sdg berenang dgn anggunnya di aer.. Hastaaaggaaahh, itu bikin aku trauma ama banjir :(… skr di jkt, klo sampe ada banjir lg, mendingan aku nginep di kantor sampe itu air surut drpd aku harus basah2an.. lebh rela terkurung di kantor aku

    1. Hahaha kami saja panik banget kemarin, Mba. Aslik, kalau misal kondisinya di dalam mobil itu bikin kita nggak bisa ngapa-ngapain ya, soalnya ruang gerak kan kecil banget wgwgw. Untung aja mobil dalam keadaan berhenti tuh, kalau nggak, nggak tau sih, dalam kondisi panik, temen saya si Gigin pasti bakal banting stir kemana-mana 😥

      Ternyata, kamu pun sebenci itu sama ular ya Mba wgwgw. Serem sih memang hewan satu itu, ngga ngerti lagi wgwgw.

      btw, buset, itu dirimu pernah liat uler piton? wgwgw, serem banget buset itu wgwgw. Banjir bikin gitu sih ya, ular jadi kemana-mana -_-

  2. Jadi inget kejadian kemarin pas berangkat kerja saya nabrak ular di jalan. Nggak kenapa-napa sih tapi rasanya nggak nyaman aja.
    Saya juga pernah pas mau ke kamar mandi, eh ada ular, saya panggil bapak, pas balik udah ilang….

    1. Sayaaaa belum pernah nabrak ular di jalan sih, pernahnya paling cuma lihat ular melata nyebrang jalan. Habis itu ya, udah, heboh sendiri wgwgwg.

      Jangan-jangan, yang di kamar mandi itu arwah ular yang gentayangan :p

  3. wkwwkwkwkwkwkw… kamu gak usah susah cari kerjaan Feb, ngelamar aja jadi penulis skenario crt lucu… aku tiap mampir ksini selalu ngakak, ini crt bikin ketawa sekaligus penasaran hahahahahahahaha…..

    1. Wahahaaaa bisyaaa saja dirimuuuu, Mbaaaa 😀 apapun yang terbaik nanti deh, Mba, saya Aamiinin dulu hehe 😀

      Terimakasih bangeeee selalu menyempatkan waktu untuk mampir dan membaca di sini. Suatu kehormataaaan banget iiih 😀

  4. Ditengah-tengah cerita saya sempat mikir : “ini ular, punya Mas Rian, paling…”

    Oh ternyata, dugaan saya salah, Ferguso. || YAMANA ADA ORANG MELIARA ULAR DI LEPAS DALEM MOBIL GITU, BAMBAAANK!

    Yang baca aja mrinding-mrinding geli, apalagi yang beneran ngalamin kejadian itu di dalem mobil ya? Segeli apa, Feb? Hahaha

    Oiya, ssaya dulu dapet kerjaan juga baru 4 bulan setelah wisuda. Awal-awal memang gitu. Lamaran nggak dpt balesan. Bikin resah-gelisah. Tapi ya dinikmati dulu aja, Feb. Itung-itung ngaso dari kesibukan setelah kuliah, karena setelah keterima dan masuk kerja itu…
    .
    .
    .
    BERAT. Hawane gur pengen prea-prei wae, tapi nyatane raiso. SUSAH. Banyak deadline, susah ijin, capek T…..T *Lah, dadi curhat

    1. HAHAHA YA KALEK BUSET, MAS RIAN BAWA ULAR DAN DILEPAS GITU AJA DI MOBIL WGWGW. KAMI KEROYOK NANTI DIA WGWGW.

      Geli parah, Mas. dan nggak ngerti harus gimana selain heboh sendiri dan nyoba buat ngeluarinnya wgwgw. Antara panik, takut, dan bingung wgwgw.

      Hahaha benar sih, tapi tetap dengan konsisten dan usaha buat nyari kerjaan ya Mas. hehe.

      Makasih banyak petuahnya, Mas :))

    1. Hahaha iyaaaa mba, pas habis si ular berhasil dikeluarin, kami semua ngakak-ngakak bahas kepanikan kami sebelumnya wgwgw 😀

      Nah, tuh, serem banget nggak tuh kalau misal ular keluar dari lubang air :’

  5. Ngeri sumpah. Tapi kocak. Bentar, gue kira Febri itu cewek. Rupa-rupanya laki gondrong. Alamak. Salah daku yang nggak cek author dulu.

    Keren lah pengalamannya.

  6. Ngakak sumpah wkwk. Padahal harusnya aku relate sama ceritanya karena aku juga takut dan ngeri banget sama ular. Tapi ini… nggak berhenti ketawa! Maafkan aku Mas karena ngetawain kepanikan kamu sama teman-temanmu, hahaha.

    1. Wahaha banyak juga ya memang, yang geli dan takut sama ular 😀 wgwgw

      Tapi sama sih, setelah habis si ular keluar dari mobil, kami akhirnya ketawa dan ngebayangin lucunya pas kami semua panik wggw 😀

      Nggapapaaa, Mbaaa. Makasih banyak sudah membaca ya 🙂

    1. Hahaha ular memang seseram itu ya, Mba. Harusnya ada pembatas antara kehidupan ular dengan kehidupan manusia kok :[ serem wgwgw.

      Buset, kalau kebawa mimpi, apapun yang serem pasti bisa bikin kebangun dan ngos-ngosan deh mba. Soalnya mimpi kadang suka random dan ngaco aja gitu :’

  7. beuh jangankan kakak,, saya aja takut banget kalau ada ular.. kebayang kalau digigit,,, disini juga sering kejadian ada ular.. tapi skg uda gapernah dan semoga jangan pernah nemu binatang beginian

  8. aku pun pernah cerita ular di blog hahaha.
    Kesel, pas lagi gak ada orang di rumah, si ular mampir di depan pintu.
    untung dia gak selamat, langsung dibantai ama kucingku.
    Katanya, ular takut sama tongkat.
    Ya, tapi kan BORO-BORO MAU BAWA TONGKAT KEMANA_MANA.
    Bisa bernapas teratur aja rasanya udah syukur banget.
    Btw..Salam, tuk mas rian yang kalem dalam menghadapi masalah.
    Hidup rumah makan padang, hidup rendang, hidup sambel ijo.

    1. Wahahah serem amat ya, Mba, tiba-tiba itu ular mampir di depan pintu wgwgw.

      KUCINGMU KEREN BTW, MBA 😀 hehehe

      Laaah, ular takut sama tongkat? Kenapa ya? TAPI YA IYA KAN, MANA SEMPAT KITA NYARI TONGKAT DIKALA KITA PANIK WGWGW

      Hahaha siyaaaap, Mba 😀

      Rumah makan padang memang tidak pernah salah 😀

  9. Ahaha … saya bisa pingsan kalau ketemu ular di dalam mobil. Dan nggak mungkin bisa makan. Tapi ini ceritanya sumpah lucu banget. Antara merasa geli dan kasian dan khawatir bercampur jadi satu.

  10. Sering lihat ular dulu…entah kulitnya entah utuh yg gedenya minta ampun (python). Kadang kasian kalau dikeroyok. Eh ternyata pas sekali waktu liat ular tanpa permisi saya juga langsung bawa senjata siap keroyok…memalukan..

  11. Sering lihat ular dulu…entah kulitnya entah utuh yg gedenya minta ampun (python). Kadang kasian kalau dikeroyok. Eh ternyata pas sekali waktu liat ular tanpa permisi saya juga langsung bawa senjata siap keroyok…memalukan..Oya ular itu senang yang hangat2. Kadang suka masuk mesin. Mungkin mobilnya hangat itu

    1. Wahaha, serem banget sih itu kalau liat python :((( ngeri parah ngebayanginnya wgw.

      Iyaa sih, kasian kalau dikeroyok, tapi gimana ya? mungkin itu respon reflek orang-orang ketika takut dan panik kali ya?

      Nah, bisa juga sih masuk mesin. Atau mungkin, ya karena jendela dibiarin kebuka pas di bawah pohon rambutan gitu ._.

  12. wkwkwk bacanya ngakak asli, duhh ko pengen berkata kasar ya sama mas rian haha.. untung gk agresif ularnya yahh, syukurilah

  13. Kenapa Mas Rian enggak kalian suruh makan ularnya aja? Beres dah masalah itu. Wqwq. Bisa-bisanya lebih mementingkan urusan perut.

    Di Jakarta kemungkinan ketemu ular kayaknya langka banget, selain di Kebun Binatang Ragunan. Tapi pernah pas saya kecil sempet ada ular yang masuk rumah warga di RT lain (masih satu RW). Ular itu mungkin terbawa arus pas banjir. Mana sanca gede banget lagi. Akhirnya ditangkap dan dikurung ke semacam perangkap tikus ukuran jumbo. Terus akhirnya dijual~

  14. Wah, zaman aku masih kecil, total ada 30 an lebih ular2 mampir di rumah orangtuaku. Ada yg nekad masuk kamar, ada juga yg ada di garasi. Dulu kan sempat ngehits ya ada peliharaan ular di rumah.

  15. anjir tuh temenya , masih ada ular didalem mobil , dia malah ngajakin kerumah ku dulu yuk kira2 18 kilo lagi
    kalo aku mending jalan kaki ajadeh 18 kilo bangsat
    dengan rasa was was di dalem mobil ….. tapi untungnya keluar sendiri yah
    kocak

  16. dulu pas masih kecil, ada ular masuk rumah ngerayap ke punggung bapa dan gak nyadar karena kita semua lagi ngobrol2 nonton tv. sampe sekarang sha masih inget kejadian itu!
    terus bibi sha pernah di gigit ular di semak2 deket rumah. phobia banget sama ular jadinya, ngeri.
    gak kebayang tuh ular semobil, padahal biasanya ada di aquarium di kebon binatang. BTW, jadi inget adegan di film harry potter!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s