Maaf Untuk Keputusan Ini

400_milyon_insanin_ruh_sagligi_bozuk_b

Source : hastane.com

Ada banyak hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Ya, kita semua pasti sering sekali mendengar banyak orang, teman, atau kerabat terdekat kita yang mengutip kalimat di atas untuk menyemangati sesamanya. Entah benar atau tidak, kita pun akhirnya bisa kembali bangkit setelah mendengar kutipan tersebut. Seolah apa yang kita harapkan memang tidak seharusnya bisa terealisasikan. Seolah kita bisa benar-benar mengikhlaskan. Seolah kita benar-benar mampu menerima kenyataan.

Padahal di dalam lubuk hati yang terdalam, kita senantiasa bermimpi untuk bisa mewujudkan apa yang kita mau.

Gue pernah merasakan hal tersebut. Bermimpi setinggi-tingginya akan satu tujuan, sampai akhirnya dibanting sekeras-kerasnya atas kenyataan yang ada. Gue pribadi telah meyakini kalimat kutipan di atas sana bahwa apa yang gue harapkan memang tidak selamanya bisa gue wujudkan. Beberapa orang terdekat gue pun juga menyampaikan hal yang sama.

Tapi untuk beberapa saat, gue benar-benar tidak bisa menerima keadaan tersebut.

Memangnya apa yang membuatmu tidak bisa menerima keadaan? Bukannya semua terlihat baik-baik saja?

Orang-orang yang melihat sebatas dari pandangan luar pasti mereka akan menganggap bahwa gue menjalani hidup dengan baik-baik saja. Pasalnya, gue memang selalu menunjukkan rutinitas yang berjalan normal tanpa ada terjal yang mengganggu. Gue selalu sok memasang muka bahagia atas apa yang gue jalani. Gue selalu membagikan cerita konyol tentang kehidupan kuliah gue di teknik sipil. Gue bahkan menamai blog gue dengan tagline Catatan Tengik Anak Teknik, agar supaya gue dikenal sebagai blogger yang teknik sipil abis.

Padahal…

Sebenernya bukan begitu.

Sejujurnya, 4.5 tahun gue menceburkan diri di dunia teknik sipil, maka 4.5 tahun itu pulalah gue merasa bahwa hidup gue ini terkesan terlalu dipaksakan. Menjalani rutinitas dengan tugas-tugas yang bejibun banyaknya. Mendengarkan dosen memberi pembelajaran tentang hitungan struktur yang sama sekali nggak gue pahami. Pun juga membaca-baca buku tentang mekanika fluida yang gue nggak tau apa isinya.

Terimakasih, dan Maaf Untuk Keputusan Ini

Beberapa kali gue pernah menceritakan kisah-kisah gue di dunia Teknik Sipil dengan gaya-gaya konyol, seperti misal tulisan gue yang berjudul : Tugas Akhir : Keberanian, Tantangan, dan Ah Udahlah atau Tugas Akhir : Antara Keinginan dan Keterpaksaan. Padahal, ketika gue menulis tulisan itu, air mata gue mengucur deras bak air terjun Niagara. Ingus-ingus gue pun keluar masuk bak tempat sampah di Stasiun Manggarai. Jiwa gue serasa tidak berada pada tempatnya.

Akhirnya, pada titik ini gue pun menemukan sebuah konklusi dari apa yang selama ini gue coba tahan : Gue harus berani.

Ya, gue harus lebih berani.

Berani dalam menentukan tujuan. Berani dalam membuat keputusan. Berani keluar dari zona nyaman.

Beberapa kali gue memaksakan diri untuk tetap bertahan kuliah di Jurusan Teknik Sipil, meski ada teman yang berkata bahwa gue lebih cocok untuk kuliah di Jurusan Sastra atau sejenisnya. Beberapa kali gue mencoba untuk menyelesaikan segala laporan praktikum kelompok, sampai pada masanya gue pernah menabrak tiang listrik gara-gara kurang tidur. Beberapa kali pun gue berusaha menghadapi Laporan Kerja Praktek, yang penuh drama seperti yang pernah gue tulis di postingan berjudul : Praktek Kerja dan Dosen Pembimbing.

Tetapi, atas semua hal yang telah gue paksakan dan gue coba selama ini… gue pun akhirnya sadar bahwasanya apa yang gue ambil selama 4.5 tahun ini bukanlah jalan gue yang sebenarnya. Oleh karena itu, dengan penuh rasa maaf dan berat hati, gue ingin mengucap maaf kepada semua pihak yang pernah gue temui di kampus.

Pertama. Gue ucapkan banyak terimakasih kepada kursi di kampus yang pernah gue duduki atau bahkan pernah juga gue kentuti. Maaf sekali apabila selama 4.5 tahun gue disana, gue tidak pernah sekalipun membersihkan atau mengelus sembari mengucapkan selamat tidur kepada dirimu.

1286671_20130404074846.jpg

Minat Kursi Kuliah? Beli aja di Fjbkaskus.

Mungkin tanpa keberadaan kursi-kursi di kampus itu, gue tidak akan pernah merasakan rasa nikmat yang gue dapat ketika memaksakan diri untuk mengerjakan tugas atau sekedar mendengarkan suara kentut yang nyaring karena pantat yang tertahan oleh kursi.

Kedua. Β Terimakasih banyak kepada wifi kampus yang kadang tidak stabil, tapi sungguh jasamu dalam memberikan gue tempat pelarian yang cukup menyenangkan. Harapan gue nantinya, apabila gue kelak meninggalkan kampus ini, semoga wifinya semakin kencang dan stabil. Itu hak para mahasiswa karena mereka telah membayarnya.

Ketiga. Tentu terimakasih banyak kepada semua teman-teman dari jurusan teknik sipil angkatan 2013 yang sudah mau mengenal dan menemani gue dalam suka maupun duka. Ada banyak kenangan yang tercipta mulai ketegangan saat mengerjakan laporan kelompok, hingga canda dan tawa saat mendapatkan nilai maksimal.

Mungkin dengan kepindahan gue nantinya dari jurusan teknik sipil, kelak gue akan dikeluarkan dari grup-grup pertemanan gue di LINE ataupun WA, seperti misal Grup Kapal Selam yang entah isinya apa tapi selalu mengundang tawa. Grup Anak Depan TBK, sebuah grup yang terbentuk gara-gara perpecahan ketika mata kuliah desain portal beton. Pun juga Grup Teknik Sipil Angkatan 2013 yang gue nggak pernah sekalipun nimbrung di dalamnya, tapi selalu memberikan info-info terkini mengenai perkuliahan.

Ada banyak hal yang tidak bisa gue temui lagi ketika nanti gue pindah jurusan kuliah. Tapi, tidak ada lagi alasan yang membuat gue harus tetap memaksakan keadaan ini.

Maaf untuk keputusan ini.

Lantas, Kamu Mau Pindah Kemana, Feb?

Setelah ini, mungkin gue akan pindah kuliah di jurusan Sastra Tapak Kuda, sembari bekerja sambilan menjadi seorang youtuber agar kelak bisa menjadi rapper, nerbitin buku, dan main di film layar lebar. Buat gue, jalan itulah yang sepertinya memang cocok untuk gue nantinya. Meskipun, gue juga tau, untuk move on dan mengulang semester dari 0 lagi adalah hal yang cukup berat mengingat gue sudah sangat-sangat-sangat berumur.

Tapi…

Bukankah itu jauh lebih baik ketimbang harus memaksakan diri terhadap apa yang tidak pernah gue sukai?

Jadi, ya inilah sesuatu hal yang sebenarnya ingin gue luapkan sejak lama. Sesuatu hal yang selama ini tertahan. Sesuatu hal yang selama ini memaksa untuk dikeluarkan. Sesuatu hal yang akhirnya keluar juga.

Gue minta maaf semaaf-maafnya kepada semua pihak yang mungkin kecewa dengan keputusan yang gue ambil ini. Kalian boleh menilai gue sebagai pribadi yang mudah menyerah, tidak tau bersyukur, tidak tau proses, atau apalah itu. Silahkan bully gue sepuas hati.

Tapi sebelumnya, ada satu hal yang harus kalian ketahui.

Tulisan yang kalian baca sampai paragraf ini…

Hanyalah bualan.

Jadi…

Maaf untuk keputusan ini.

Ehe.

21911489_120084225369852_2204622093314686976_n

Tulisan ini didedikasikan untuk Gerakan Maaf Untuk Keputusan Ini Karya Junjungan kita semua. Karena apabila tulisan ini benar-benar real atas apa yang gue rasakan, sudah jelas-jelas gue bakal dibanting dan diusir dari rumah oleh Orang Tua Tercinta.

Baca juga tulisan teman-teman yang lain :

Nfirmansyah : Maaf Untuk Keputusan Ini

Haris Firmansyah : Maaf Untuk Keputusan Ini

Robby Haryanto : Maaf Untuk Keputusan Ini

Yogaesce : Maaf Untuk Keputusan Ini

Icha Khalifa : Maaf Untuk Keputusan Ini

Advertisements

66 comments

    1. Hahaha Mbaaaa Gem πŸ˜€ makasi banyak loh sudah mau kesini lagi πŸ™‚ hihihi.

      Hahahak ya tida serius dong, Mba. Saya kan seriusnya hanya masalah agama dan hubungan~ *lah

  1. First gue patah hati baca nih tulisan.
    Kedua, ini postingan ter menyebalkan yaaa.
    Tdi mau aku pinjemin bahu, atau ku perbolehkan peluk biar sampeyan bahagia eh trnyta πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’
    Wkwkwkkk

    Bagus lah πŸ‘πŸ‘ ku tunggu wisudanya, ku sempetin dtg inshaAllah

    1. Kenapa habis first, lalu kedua ya ._. kenapa tida second atau apalah itu ._.

      Baeqla.

      First, mohon maap pabila membuat patah hati.
      kedua, saya tida bermaksud untuk membuat anda sebal ya. Tapi bole deh minjem bahu. Bahu jalan tapi. Eehehe.

      Terimakaseeeeeeeeeh. Kalau kamu tida datang beneran, apa yang akan saya lakukan?

      1. Sukak sukak gueee, gtu aja dipertanyakan zzzz πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’

        Yaudah sono ama bahu jalan 😜

        Terserah anda, emg gua pikirin wkwkwkwkwkwkk

  2. Ambil kputusan setelah Udah 4.5 tahun…gila aja kalo beneran.hhaa
    Eh..tapi ada bnernya sih kalo mas memang punya bakat di bidang sastra.Walau saya baru beberapa kali ngikutin blog mas..Artikelnya terkemas rapi banget.

    1. SAYA KOK IKUTAN KESEL YA MBAK YAAA BACA ASTAGA DRAGON :(( ITU DIRIMU MENDAPATKAN KOSAKATA ITU DARIMANA? IVAN LANIN? 😦

      Maap :’ saya tidak bermaksud membohongi emak sekece dirimu.

  3. HUFT. Jadi gini akhirnya, tega bikin pembaca mikirin nanti mau komen semangat apa komen menghujat.

    Tapi ya tenang, baru 4.5 tahun. Di kampusku masih ada mahasiswa 2011 yg lagi nyusunπŸ˜‚

    1. Hahahak sebenernya saya menerima segala bentuk komen sih, mau komen semangat, menghujat, atau komencintaku sepenuh hati~

      Hahaha di kampusmu pasti juga ada yang kalau di kelas malah bikin video timelapse deh kayaknya.

  4. Jadi ini yg dimaksud parodi ber-baper baperan? Gajadi baper deh, krna ini smua hanya bualan! Sial, kutertipu! Yauda, smga suksez di jurusan sastra kudanya deh~

    Mmm, itu poto trakhir bsa diblur ga? Kek nya blm lulus sensor tuh.

    1. Iyaaaaa 😦

      Saya sedi karena disaat yang lain berhasil memparodikannya dengan baik, eh saya malah membuat kesalahan dengan menulis hal baper :’
      Ehehe tapi kamu tertipu juga ya :’ moon maap ehehehe.

      Nda bisa. Soalnya fotonya sudah lulus s2 *INI APAAN HEEE

    1. Iya juga ya ._.

      Sedi bet aslik kalau pindah jurusan, nanti di 4.5 tahun merasa lelah dan menyerah, terus ganti jurusan lagi, gitu terus sampai dinimuktianti berganti nama jadi diniassalamualaikumukhti

  5. AHAHAHAHA BANGSAT FEBRI BANGSAT KETIPU ANJIS UDAH BAPER TERHANYUT PRIHATIN. YA ALLAH JURUSAN SASTRA TAPAK KUDA APAAAN YA ALLAH EMOSI BACANYA APALAGI PAS LIAT FOTO SEBAGIA PENUTUPNYA. AAAAAAAAAAAAAAK MY EYEEEES. KEMBALIKAN KESEHATAN MATAKUUUUU!

  6. Awalnya udah melow melow eh endingnya diboongin wkwk tapi tetep suka sama prolognya bang. Yap ketika orang lain hanya melihat kita baik-baik saja,padahal sebenernya kita tidak baik-baik saja.

    Semangka!

  7. Bangku-bangku di kampus itu memang berjasa, ya. Rela dikentutin. Jadi kangen duduk dan kentut di kampus. Halah. Padahal mah sama aja kayak bangku kondangan, yang tinggal ditambahin penyangga buat naruh buku dan mencatat. :’)

    Gue udah mulai sedih, lalu murka karena dibohongin dan melihat gambarnya! Arggghhh.

  8. ANJIR ANJIS ANJAY INGIN MARAH AING RASANYA YA ALLAH. UDAH BACA PANJANG2 SAMPE AKHIR BAHKAN SEMPET GAK PERCAYA YAKALI NI ANAK UDAHAN KULIEH, EMAKNYA GAKAN NGEBUANG DIA KE SUMUR APAH HHH.

    TERUS TERNYATA BOHONGAN. BUALAN. SENENG SIH, LEGA. TAPI AING TETEP EMOSI. MANA ADA FOTO BEGITUNYA. TOLONG YA ALLAH AING EMOSI.

    TTD, FASYA. PAKE AKUN SEBELAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s