Tidak Ada Putus yang Baik-Baik Saja

mau putus sama pacar

Ciye Putus (Source : Sepositif.com)

‘Putus baik-baik adalah sebuah tindakan yang dewasa’

‘Nggak ada putus baik-baik. Kalau baik-baik, harusnya nggak putus dong?’

‘Duh… kemaluanku nggak sengaja keputus…’

Pernah nggak sih, mendengar untaian-untaian kalimat seperti yang tertera di atas?

Mmm…

Secara sadar atau enggak, ada banyak anggapan yang berbeda setiap kali hubungan yang dijalani oleh seseorang baru saja berakhir.

Gue sering melihat ada sepasang kekasih yang dulunya mesra banget, tapi ketika sudah putus, hubungan mereka merenggang dan mereka saling memblokir akun media sosial pasangannya.

ML21b-700x438

Unfriend ciyeee (Source : Klik)

Gue pun juga pernah melihat, bagaimana sepasang kekasih yang dulunya berantem mulu, tapi ketika putus, hubungan mereka malah baik-baik saja tanpa adanya drama yang iyuh.

Pun, gue juga pernah melihat, bagaimana sepasang kekasih yang dulunya tersiksa long distance relationship, tapi ketika putus, mereka malah berada dalam satu kota tapi mereka sok tidak saling kenal.

Menurut gue, setiap hubungan yang berakhir selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Dan… Sesuatu yang berbeda itulah yang membuat kenapa putus nggak pernah ada yang baik-baik saja. Bisa jadi dari dua orang yang habis putus, keduanya merasa saling benci satu sama lainnya. Bisa jadi dari dua orang yang habis putus, salah satu diantara mereka merasa kurang terima dengan keputusan yang dipikirnya terlalu sepihak. Bisa jadi dari dua orang yang habis putus, salah satu diantara mereka memang sudah tidak tahan dengan hubungan yang selama ini dijalaninya.

Semua kebisajadi-kebisajadian itulah yang membuat putus tidak pernah baik-baik saja.

Buat gue, kalau misal istilah putus baik-baik itu ada, mungkin nggak akan ada tuh bokep-bokep berjudul ‘kenangan_bareng_mantan.3gp’, ‘pacar_cantik_banget.3gp’, ‘Sama_pacar-digudang.3gp’, ‘Di_rumah_Pacar.3gp’ dan lain sebagainya yang tersebar di jejaring dunia maya.

Mmm… tapi nggak tau juga sih, kalau itu tersebarnya karena keteledoran. Aneh aja gitu kan, ada sepasang kekasih yang dengan sengaja dan dengan kesadaran penuh menyebarkan video bokepnya hanya untuk meraih popularitas?

03abbe8fd1261c538a177b3c6b98cc68--bandung-movies

Kalau ada, ya serah sih.

Buat gue, kalau misal istilah putus baik-baik itu ada, mungkin nggak ada orang-orang yang meneteskan air matanya hanya karena tidak terima hubungannya telah berakhir. Mungkin nggak ada orang yang nggak bisa tidur seharian hanya karena nggak terima diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Pun mungin juga nggak ada orang yang gagal move on untuk waktu yang lama hanya karena merasa tidak terima diputus secara sepihak.

Mmm… Seorang temen pernah ada yang cerita sih kalau dia baru bisa move on untuk tidak membenci mantannya pada lebaran tahun ini, padahal putusnya udah dua tahun lalu.

Temen gue yang lain juga ada yang bercerita bahwa dia sekarang sudah berhubungan baik sama mantannya, tapi dilain cerita dia pernah bilang bahwa dia hampir dua hari nggak bisa tidur gara-gara dulu diputus mantannya.

Jadi, gimana dong?

Buat gue juga, kalau misal istilah putus baik-baik itu ada, mungkin nggak akan ada cerita curhat di media sosial, blog, youtube, atau kepada teman-teman terdekat yang mana tujuannya hanyalah untuk mengklarifikasi bahwa yang mengakibatkan hubungan itu kandas bukanlah si pencerita, tetapi si mantan pasangannya.

maxresdefault

Source : (Youtube)

Beberapa kali gue pernah dijadikan obyek cerita untuk orang-orang yang habis putus, dan beberapa diantara mereka kebanyakan bercerita tentang keburukan-keburukan dari si mantan kemudian memberikan klarifikasi bahwa kesalahan terbesar kenapa hubungannya kandas bukanlah dari dirinya, tapi dari si mantan.

Tai kucing.

Padahal, disisi lain gue sangat paham kenapa setiap hubungan itu bisa kandas. Pertama, mungkin karena restu orang tua. Kedua, mungkin karena salah satu diantara mereka sudah tidak nyaman. Ketiga, mungkin karena salah satu diantara mereka membuat hubungan tidak nyaman. Keempat, mungkin adanya kehadiran orang ketiga. Kelima, mungkin karena masalalu yang membuat hubungan itu tidak baik-baik saja.

Intinya, selalu ada alasan kenapa sebuah hubungan tidak direstui, selalu ada alasan kenapa suatu hubungan ada salah satu pihak yang tidak nyaman, selalu ada alasan kenapa suatu hubungan ada salah satu pihak yang membuat tidak nyaman, selalu ada alasan kenapa orang ketiga bisa hadir di dalam sebuah hubungan, dan selalu ada alasan kenapa masa lalu bisa membuat hubungan tidak baik-baik saja.

Alasan-alasan itulah yang akhirnya membuat seseorang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya, kemudian menjadikan alasan itu sebagai senjata agar dia dilihat tidak bersalah di mata orang-orang atas berakhirnya hubungan yang dulu dijalaninya.

Gue pernah mendengar curhatan dua orang yang dulunya pernah menjalin hubungan, dan disitu gue merasa bingung karena cerita atau alasan yang mereka utarakan mengenai hubungannya yang putus itu berbeda.


Versi cowok :

Dia cerita kalau alasannya putus dengan pacarnya adalah karena dia tidak tahan dengan aturan-aturan yang diberikan oleh si pacar. Disuruh inilah, itulah, beginilah, begitulah, yang akhirnya membuat si cowok harus menjadi orang lain, demi memenuhi apa yang si pacar mau. Itu membuatnya nggak nyaman, dan memilih untuk mengakhiri hubungannya


Versi cewek :

Dia cerita kalau alasannya putus dengan si pacar adalah karena dia merasa bahwa pacarnya tidak pernah bisa mengerti dia. Menurutnya, si pacar juga nggak pernah mau nurut ketika dia ngasih saran yang mana saran itu adalah demi kebaikan si pacar. Itu membuatnya nggak tahan, sampai akhirnya sepakat untuk udahan saja.


Mmm…

Dari cerita mantan pasangan kekasih di atas, gue pun bisa mengambil kesimpulan bahwa alasan kenapa setiap pasangan memilih untuk mengakhiri hubungannya adalah berbeda-beda. Gue pun jadi tau, isi tiap kepala masing-masing orang pun juga pasti berbeda.

Jadi, ya yaudah. Putus, ya putus aja. Nggak usah ada curhat yang ujungnya hanya menjelek-jelekkan pihak si mantan, sehingga hal itu seolah memperlihatkan bahwa si mantanlah yang paling salah. Putus itu bukan tentang salah dan benar. Bukan tentang layak untuk didukung atau layak untuk dihakimi. Emangnya debat calon wakil rakyat, yang saling menindas satu sama lainnya agar supaya mendapat dukungan dari pendengarnya.

CIYEH PESAN MORAL TAIKUCING.

Gue pernah curhat tentang putus dan menyudutkan mantan nggak sih?

Errrr… Kalau ada, maaf deh ya mantan. Gue khilaf. Cerita dari temen gue di atas seolah membuka mata gue untuk berdamai dengan masa lalu, dan yaudahlah.

Kalau ada yang nanya kenapa putus, ya jawab karena udah putus aja. Entah itu karena nggak cocok, beda pendapat, nggak dapet restu orang tua, atau jawaban lain yang konteksnya sesuai dengan pertanyaan. Bukan malah kemudian membuat statement bahwa yang membuat hubungan putus adalah pihak si mantan, yaitu dengan menceritakan hal-hal buruknya seperti :

‘Dia kalau pake baju nggak dikancingin’

‘Dia dulu nggak mau kumpul sama temen-temenku’

‘Dia kemaluannya sebiji toge’

Ya buset!

Ditanya A, ngejawabnya B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V.

Biar apa?

Gue juga nggak tau sih, apakah mantan gue diluar sana ketika putus sama gue dulu sempat bercerita ke teman-temannya dan memojokkan gue sebagai biang keladi dari putusnya hubungan yang telah dijalani atau enggak. Apakah ada yang memblokir media sosial gue? Apakah ada yang terus menertawai kondisi gue? Apakah ada yang mengumbar sifat-sifat buruk gue? Apakah ada yang menjelek-jelekkan gue?

Entahlah.

Setelah putus, biasanya ada pihak yang merasa menyimpan dendam. Entah itu karena tidak terima dengan keputusan, atau mungkin karena merasa tidak tahan dengan apa yang dijalaninya selama pacaran.

Hasilnya? Ya itu tadi.

Jadi… ya tetep sih, menurut gue… Nggak ada istilah putus yang baik-baik saja… Setidaknya, ya untuk satu orang yang merasa kurang terima dengan keadaan yang ada.

BreakingUp-770x470

Marahan Ciye (Source : Isigood.com)

Setiap air mata yang keluar, layak untuk jatuh.

Setiap rasa yang patah, layak untuk mendapatkan waktu.

Setiap hati yang tersakiti, layak untuk terobati.

Setiap emosi yang tertahan, layak untuk diluapkan.

Putus baik-baik itu nggak ada, yang ada mungkin hanyalah hubungan baik setelah beberapa hari putus.

Ehe.

Terimakasih.

Advertisements

70 comments

      1. Terbayang scene di mekdi malioboro.. ada cowok gondrong ngeledekin mbaknya krn abis putus.. trs.. hmmmm.. hmm.. gua ledekin balik gak ya? Wakakaka. Dm di IG ya nak.

  1. Aduuuhh kok ada judul-judul 3gp cih? Koleksi pribadi ya Feb? 🤣😂 Jiaahh maapkeun.
    Bingung mau komen apa, soalnya gue masuk di poin ke empat tapi sub (b) 😝😅
    Tapi gue setuju, ga ada yang namanya putus baik-baik, itu cuma kiasan kok Feb, supaya terlihat tidak terlalu “DRAMA” aja 😬

    1. Wkwkwk kagaaaak mbaaaak. 3gp mah ngga bisa dilihat mba 😦 sedi. Saya koleksinya yang HD dong *laaaah

      Hahahaaaaak dasaaaaar. Tapi aku sedang memahami point keempat sub b itu apakah kamu menjadi orang ketiga? Eee gimana siiii wkwkw

      Naaah kaaan. Jadi yaaa udaaa, putus ya putus ajaa ya mba ya. Ngga perlu alibi bilang putus baik-baik. Toh, nangis ya nangis juga. Setelah itu berhubungan baik, nah itu pilihan :))

    1. Hhahaha kisahku ya nggak ada mbak 😀 Eh, tapi sebenernya tulisan ini kan berdasarkan adopsi dari pengalaman temen-temenku, termasuk aku juga 😀 ehehe

      Iyaaa Mbaaaak 😀 Biar nggak kalah sama bu guru sepertimuh

      1. Aku mau nya bacah kisahmu feb #ngelamakkss
        Ciee keinget mantan ntar , baper deh wkwkwk

        Aku imut ?? Suka bener kalau ngomong 😂

  2. Ini beneeer byangeettt :D. Berkaca dr pengalaman sendiri soalnya.. Kyknya aku putus ama semua mantan ga ada yg bener :p. Tapiiiii seiring waktu, baru deh hubungan kita jd baik. Jd temen, tp ga bisa dibilang bentar utk jadi seperti itu.. Tunggu lukanya kering , tunggu ego reda, tunggu pikiran adem :D.

    1. Hahahaha bener ya brati mbak 😀

      Soalnya emang kebanyakan kayak gitu mbak ._. bilangnya putus baik-baik, eh tapi sakit, patah hati, dendam, curhat sana-sini ngejelekin mantan, dan lain sebagainya. Masa itu yang namanya baik-baik? ehehehe

      Naaah, kalau ada jangka waktu untuk hubungannya menjadi baik, baru aku setuju 🙂 karena yang namanya putus kan ya gitu ya mbak yaaaa. Atiiiiit hehehe. Butuh waktu lama untuk nyembuhin, ngelupain, dan meredakan 😀

    1. Wohoooooops 😀 Tidak ada yang namanya putus baik-baik mbak 😀 Kebanyakan gitu. Kalaupun ada, itu pun pasti hanya buat satu orang yang bilang ‘ya udah, putus’ tapi pihak yang satu lagi tetep ngerasa sakit diputusin. wkwk pokoknya gitu deh 😀

      Hahaha bagos juga ya mbak. Dari stranger ke stranger lagi 😀

  3. Setuju ahh.. Makanya paling seneng pacaran sama org yg dulunya stranger, jadi pas putus jadi stranger lagi.. Kebayang kalo sama temen..hihh,..

  4. “Kalau ada yang nanya kenapa putus, ya jawab karena udah putus aja.”

    Terus biasanya yang nanya tetep ga puas. Wkwk. Jadii sebenere apa alasan si penanya pingin tau banget alasannya ya?

    1. NAAAAAAAAH!

      Itu yang kadang bikin kesel mbak -_- kenapaa sih harus tau seluk beluk alasan putus. Nggak tau apa ya, untuk bercerita secara detail itu menguras perasaan dan balik nginget momen pait 😦 *lah wkwk

  5. Sekalipun ada yang namanya putus baik-baik saja, apakah baik-baik saja bila kisah-putus-baik-baik-saja dituliskan dalam cerpen untuk diisi ke blog pribadi yang tidak-baik-baik saja? Mohon dijawab bg

    1. Eng…

      Mon maap Rob. Gimana pertanyaannya? Bisa diulangi? wkwkw

      Kalau ditulis ke cerpen dan dimasukin ke blog pribadi sih nda apa. Yang apa-apa kalau dimasukin ke blog tutorial SEO

  6. Ngangguk-ngangguk paham ngerasa Febri bijak pas baca ini. TAPI KOK YA ADA SOAL VIDEO BOKEPNYA JUGA……. AAAAAAAAK SUSAH BANGET SIH MAU NGERASA KALAU FEBRI INI BIJAK BENERAN IIIIIIIIH…….

    Hahahahaha. Jadi ngakak sendiri ih ingat perkataan orang yang bilang, “Kami putusnya baik-baik kok.” Hmmm mungkin yang dimaksudkan orang itu adalah putusnya ya karena sama-sama bosan or sama-sama lelah. Jadinya ya sama-sama ikhlas makanya bisa dibilang baik-baik. Tapi ya jarang sih ada putus begitu. Bener kata kamu, nggak ada putus yang baik-baik aja. Pasti ada perasaan nggak baik minimal di salah satu pihak. Tapi perasaan itu akan jadi baik-baik aja dengan seiring waktu. Capek juga kan ngerasa kesel sama mantan teros. Hahahahuhuhu.

    1. Eng… Kan kalau orang ngomongin bokep, belum tentu kalau mereka nggak bijak 😦 aku yakin deh, Mario Teguh pernah ngomongin bokep sama bininya.

      Ehehe.

      Hahaha bener kan berarti. Aku susah percaya sama orang yang bilang kalau putusnya baik-baik. Paling enggak, aku yakin kalau dianya emang baik-baik aja, tapi belum tentu mantannya. Pasti ada pihak yang tersakiti deh.

      Hehehe, yaaaap. Seiring berjalannya waktu, semua rasa pasti akan baik-baik aja kok. Cuma ya itu… Butuh waktu 😀

  7. feb, masih sama nanda? 🙂

    ITU FOTO BOKEP 3GP YA?

    Kalo menurut gue emang gak ada istilah putus baik-baik, putus ya pastis alahs atu pihak bakal ngerasa disakiti (kecuali pacaran kontrak dan putusnya ya karena kontraknya abis. anjir apapula ini). gue percayanya bukan putus baik-baik, tapi setelah putus, jadi baik. terus balikan, terus putus lagi. tai kucing!

    1. Eng… kenapa dirimu masi menanyakan pertanyaan itu, sementara kamu suda menertawai saya di twitter semenjak dulu wahai kawanku 😦

      IYAAA! ITU BOKEP LEGENDARIS LOOOH

      Hehehe iyaaa kan, ngga ada putus yang baik-baik 🙂 kalau ada, yaaaa kayaknya tetep nggak ada deh. Buset deh pacaran kontrak wkwkwk. Butuh waktu untuk membuat perasaan menjadi baik-baik saja setelah putus 🙂 tapi yang jelas… yaa gitu. Hubungan baik sama mantan pasti bisa dilakuin kok 😀

  8. Kalau habis putus atau tersakiti biasanya orang-orang bakalan bijak begini, sih. Etapi putusnya udah lama kan ya, Feb? Apa habis putus lagi, tapi belum sempet pamer pacaran? Eh, maaf rusuh. Wqwq.

    Gue juga udah mulai ngurangin nulis yang bawa-bawa mantan gitu. Sekalipun mau nulis, paling dijadiin fiksi aja atau nama disamarin. Udah putus, ya udah. Betul emang. Terus nggak usah merasa paling menderita, playing victim apa lagi. Toh, yang namanya hubungan bubar pasti ada sama-sama sedihnya. Dulu pernah saling berbagi kasih. 🙂
    Halah, sok bijak juga komentarnya. Efek ketularan kan nih.

    1. Heeeee -_- aku nulis begini bukan karena aku habis putus atau gimana heee -_- aku kan habis denger cerita curhat temenku yang bilang kalau dia putus baik-baik. Ya kaleeek -_-

      Hahaha iya yaaa. Nggak asik aja gitu, nulis galaw gara-gara mantan dan kayak playing victim gitu -_- bubar, ya udah bubar sih. Nggak usah mendramai diri. Nggak usah curhat sana-sini untuk menunjukkan ‘ini loh saya disakiti. gara-gara dia. dia harus dibenci sama umat manusia’ buset deh -_-

  9. Kayaknya emang Engga ada tuh putus baik2
    Biasanya emang bener ada pihak yg tersakiti
    Apalagi kalo main layangan eh putus
    Kan sakit banget feb
    Udah cape2 buat nungguin layangan tuh di atas sampe bisa terbang
    Eh putus

    Sedih rasanya

  10. Lah emang ngaruh ya bang titit segede biji toge jadi alasan putus? Wkwkwk

    Bener juga sih, kalo putus yaudah putus aja ga perlu klarifikasi karna a i u e o akhirnya kaya beo. Tapi engga ngerti juga sih. Kadang hati sama pikiran suka ga sinkron mungkin suasananya aja sih ya abis putus. Tapi yang terpenting jangan same putus eh sampe masuk rumah sakit aja, apalagi sampe 2 kali jangannnnnnn hahaha

    Apa salahku? Kau buat begini~

    1. Siapa tau kan ada cewe yang merasa ingin puas, terus nyari yang tititnya ngga cuma sebiji toge :’ wkwkwk

      Hahahaaaa iyaaaa, harusnya kan ya. Tapi kadang penerapannya sulit. Jadi, ya cuma bisa ngingetin aja. Kalau putus, sudahah. Yaudah putus. Pendem sendiri dulu. Kalau memang pengen cerita, ya ceritain apa adanya. Jangan terus drama dan bikin pembelaan dengan menjelek-jelekkan mantan. Lagian, pasti setiap hubungan yang putus itu punya alasannya sendiri. Entah dari pihak cowok ataupun cewek. Sudaaahlah wkwkwkw.

      Hahaha itu siapa tuh, yang putus sampai masuk rumah sakit ? 2 kali? betah amat wkwkw

      Waduuuuh, kita sebagai lelaki memang selalu salah pak 😦

      1. Kok ngakak ya, dasar wanita penggila biji! Anjir wkwkwk

        Setuju banget, putus yaudah putus mungkin karna ekspektasi dan harapan yang berlebihan jadi ada rasa kecewa yang amat dalam. Semoga dilapangkan haha

        Bukan betah bang, tapi karna putus efek yang bikin nafsu makan hilang jadi kena tifus wkwkwk

        Kaum wanita selalu benar -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s