In Bloom

Sabtu!

Bhihik, weekend-weekend begini ada yang masih masuk kerja untuk lembur atau mengejar deadline kerjaan yang belum kelar-kelar nggak sih? Kalau ada, mantaplah kalian.

Sejujurnya, kadang gue bingung dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang luar sana yang gue nggak tau kerjaannya apa dan jabatannya apa, terus mereka memberikan statement :

‘Kalau kalian ingin bisa hidup bahagia tanpa beban pekerjaan yang bikin stress, ya kalian kerja aja sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 8 jam kerja,ya udah kerjain selama 8 jam aja. Selesai dari jam itu, lepasin. Nggak usah dipikirin. Nggak usah ngambil lembur segala kalau emang nggak perlu’

Mmm… Sebenernya statement di atas itu ada benernya juga sih. Tapi, emangnya bisa ya dilakuin oleh semua orang?

Gue punya temen, dia bekerja di sebuah perusahaan yang-nggak-usah-disebutin-namanya-lah-ya. Sehari-hari dia berangkat kerja pukul 08.00 dan pulang nggak tentu, kadang pukul 19.00 dan kadang juga pernah pukul 21.00. Padahal, waktu pulang kantor yang sebenernya itu ya pukul 17.00, lantas, kenapa temen gue itu bisa pulang pukul 19.00 atau bahkan bisa lebih dari itu?

Alasan pertama yang dipaparkan oleh temen gue itu adalah karena kerjaannya yang nggak kelar-kelar. Waktu tau alasan itu, gue pengen nanggepin :

‘Buset deh, kalau nunggu kerjaan kelar… ya kan kerjaan nggak akan habisnya. Toh kalau kerjaanmu itu kelar, nanti juga bakal dapet kerjaan baru lagi kan ya’

Tapi, ya gue jelas nggak berani mengutarakan pendapat itu karena menurut gue, setiap orang berhaklah ya melakukan apa yang dia inginkan sesuai dengan alasan yang mendasarinya. Selagi dia bahagia, kenapa enggak?

Tapi sebenernya temen gue itu keliatan nggak bahagia sih…

Yang penting digaji lah.

Setidaknya, setiap orang yang bekerja pasti memiliki alasannya tersendiri kenapa mereka memilih untuk bekerja lebih dari waktu yang telah ditentukan atau memilih lembur. Entah itu karena ingin kerjaan segera selesai, deadline, tambahan gaji, atau apalah itu. Tapi yang jelas, semoga mereka yang memilih untuk mengambil keputusan itu tidak lupa dengan kehidupannya, entah itu keluarga di rumah, refreshing, pacar, gebetan, atau sekedar me time untuk menghilangkan kejenuhan.

Ada beberapa kasus kan ya, pekerja yang mati muda hanya karena mereka mengerahkan seluruh waktu dan tenaga untuk kerja, kerja, dan kerja?

Emmm… Tapi, ya itu pilihan sih.

Duh, kenapa gue jadi ngomongin masalah pekerjaan gini sih ya? Skripsi aja belum kelar, sok-sokan ngomongin kerjaan. Buset deh lah. Daripada pusing ngomongin kerjaan dan juga skripsi, yaudah yuk mending kita mulai untuk #SabtuNgomonginLagu aja.

Hmmm, pada kesempatan kali ini gue mau membahas tentang lagu dari Neck Deep yang berjudul In Bloom.

Ada yang belum tau Neck Deep? Kalau ada, silahkan mampir di tulisan gue yang berjudul : Part Of Me ini untuk mengetahui lebih dekat tentang siapa itu Neck Deep. Etapi kalau nggak mau tau, yaudah nggak apa sih. Yuk ikut gue memandangi bintang-bintang di pinggir pantai.

In Bloom adalah salah satu lagu dari Neck Deep yang masuk dalam album terbaru mereka bertajuk The Peace and The Panic, dimana pada tanggal 18 Agustus kemarin baru saja rilis. Hore!

NECK-DEEP-636x394

Source : Idioteq.com

Sebelum album The Peace and The Panic rilis, Neck Deep sudah terlebih dahulu mengunggah 4 lagu yang masuk di album tersebut guna promosi-promosi gitu, lah. Nah, 4 lagu yang dimaksud itu antara lain adalah Motion Sickness, Happy Judgement Day, Where Do We Go When We Go, dan juga lagu yang akan gue bahas kali ini yaitu In Bloom.

Sebenernya dari keempat lagu yang udah dipublikasikan terlebih dahulu di youtube itu, gue merasa kalau musik yang disajikan oleh Neck Deep cukup pas sih di telinga gue. Disaat Sleeping With Sirens dan All Time Low seolah terlihat mengganti aliran musik mereka, Neck Deep masih tetap terlihat garang dengan genre musik yang masih tetap sama.

neckdeep-justinetrickett-4429s

Source : Rocksound.tv

Lirik yang disajikan dalam lagu In Bloom ini sebenernya penuh dengan makna kiasan sih. Mmm… Atau guenya aja yang gak bisa bahasa Inggris ya? Entahlah. Tapi yang jelas, In Bloom ini lagunya asik banget!

Sometimes, at night I let it get to me.

And sometimes, I’m sure it gets to all of us.

And last night it had me down, I’m feeling numb.

I can try, but sometimes that is not enough.

No, sometimes that is not enough.

Diawali dengan suara efek gitar yang berdengung diiringi dengan suara voiceover yang entah ngomong apa, musik pun mulai bersenandung. Beberapa saat kemudian, Ben Barlow pun menyuarakan lirik demi lirik dari lagu In Bloom ini.

Pada lirik awal lagu ini, seseorang seolah sedang menceritakan tentang masa lalu kelam yang pernah dia temui beberapa waktu silam. Selain itu, seseorang itu pun seolah juga menjelaskan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami masalah, tak terkecuali dirinya yang sedang menghadapi masalah berat sehingga membuatnya merasa down dan putus asa.

Seseorang itu pernah mencoba untuk mengahadapi masalah yang mendera, tapi pada kenyataannya, usaha itu belum cukup mampu untuk membuat semua masalahnya teratasi.

Stop calling me out,

We’re never going to put the pieces back together if you won’t let me get better.

Stop digging it up,

Or we’re never gonna see it all in bloom.

Ini adalah bagian reff yang paling enak buat didengerin, dimana disini seseorang itu mencoba berkata kepada setiap orang yang ada disekitarnya untuk tidak lagi meremehkan atau membuat dirinya makin merasa down. Menurutnya, semua orang tidak akan pernah bisa merubah keadaannya menjadi baik apabila tidak didukung oleh lingkungan yang baik pula.

Istilahnya gini deh, kalau misal lagi menanam bunga, tanahnya jangan terus-terusan digali atau diacak-acak kalau mau bunganya tumbuh dengan mekar.

Gitu.

Thinking back upon those days,

Way, way back when I was young,

I was such a little shit,

I was always on the run.

Well you know just what they say

“Just like father then like son”

Don’t delude me with your sympathy,

I can do this on my own.

Setiap orang pasti pernah mencoba untuk flashback ke masa lalunya, persis seperti apa yang dilakukan oleh seseorang di lirik In Bloom ini. Ya, seseorang itu pun mencoba memikirkan masa lalunya yang masih muda dimana disitu dia merasa sangat kacau dan selalu melarikan diri dari masalah.

Orang-orang lain yang melihatnya beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh seseorang itu sama persis seperti orang tuanya, tapi dia nggak membutuhkan anggapan semacam itu. Namun yakin, dia bisa menghadapi semua masalah itu… sendirian.

And this won’t be the last time that I break down and wanna crawl to bed,

Cuz the truth is, you’re the only voice I wanna hear in my head.

Menjelang akhir lagu, seseorang itu mencoba menjelaskan bahwa masa ini bukanlah masa-masa pertama dia mendapatkan masalah dan merasa down. Seseorang itu pun merasa bahwa dirinya masih belum mampu untuk menghadapi masalahnya sendiri, meskipun berkali-kali sudah dia coba, pada akhirnya dia tetap merasa down kembali.

Tapi, dia masih punya harapan untuk kembali bangkit. Harapan itu adalah dirinya. Entah siapa yang dimaksud dirinya, tapi yang jelas, orang yang dimaksud inilah yang senantiasa menjadi harapan untuk seseorang itu bisa bangkit.

Nais~

Lagunya enak, liriknya juga bagus dan penuh makna kiasan. Selain itu, In Bloom ini juga mengajarkan kita untuk peduli kepada orang lain yang sedang dirundung masalah. Kalau misal kita tidak mau atau tidak bisa untuk membantunya meredakan masalahnya, setidaknya kita harus bisa mengusahakan diri untuk tidak membuat masalahnya tambah runyam aja.

Gitu.

Penasaran sama lagu Neck Deep – In Bloom nggak?

Yuk dengerin lagunya!

 

Terimakasih.

Advertisements

14 comments

  1. Hmm…dunia kerja emang pahit.Kadang banyak hal yang harus kita korbanin karena pekerjaan kita.Tetapi bagaimanapun,tetap mencoba bersyukur,karena di luar sana masih banyak orang yang menginginkan posisi saya.Inilah yang saya tanamkan di fikiran saya,ketika rasa jenuh saat bekerja datang.hheee

    Belum pernah denger musik Neck Deep sblmnya.Tadi sya langsung download lagunya,sebelum memberi komentar disini.Salut dengan musik mereka yang masih idealis.Mengingat musik pop-punk-rock sekarang ini sudah jarang dilirik.

    1. Hahhaa bener banget 🙂 monoton juga nggak kalau misal kita masuk di dunia kerja? hihihi Tapi ya tetep harus beryukur sih :)) soalnya masi banyak orang di luar sana yang belom kerja :’

      Hihihih berarti ini pertama kali ndengerin Neck Deep ya 🙂 bagus kan untuk ukuran pop punk rock 😀

  2. Klo ada pendapatan lain dari kerja kantoran sih mungkin aja dilakuin, tapi klo utamanya di kantor, klo cuma ngandalin 8 jam gk cukup, hasilnya juga blum tentu maksimal, jdi klo mau terbaik ya harus usaha lebih, kan semua berproses 😊

  3. Kerjaan saya tidur selama 8 jam g cape tuh bang
    Saya sih santai santai j
    Y kalo ada lembur tidur, y saya lakuin
    .
    Sebenarnya sih bener kata cak lontong

    Pekerjaan apapun terasa ringan kalo tidak dikerjakan
    Nah daripada bingung mikirin pekerjaan yg berat2 mending diringanin aja y
    .
    Oh itu toh tampang2 personel naik deep
    Ya saya twnya pas mereka cover lagunya hijau daun eh green day

  4. Jangankan kerjaan Feb, mandi juga gak kelar2, keluar rumah juga tar bau lagi. Laper apalagi Feb, abis makan juga siang dan sorengnya laper lagi. Idup mah emang gak kelar2, bahkan abis mati aja kita belum kelar tuh urusan wkkk.

    Febri skripsi dah kelar?

    Eh,

    Febri bete gak aku suka komen disini tapi gak bahas lagunya?

    He.

  5. Nais bang, sumpah gw juga suka sama nih lagu, nyentuh banget. Dari pada lagu2 sebelumnya suka banget sama ini, dan juga videonya bunga2 wnjirr sukak banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s