Menentukan Pilihan Untuk Mendapatkan Kekasih Idaman

Di dunia ini, setiap orang pasti mengidamkan kehadiran pasangan yang kelak akan melengkapi hidupnya. Tanpa pengecualian apapun, kita semua pasti tau bahwa setiap orang memiliki kriteria masing-masing dalam memilih pendamping hidupnya kelak.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus tampan, mapan, pandai baca Al Qur’an, bertubuh ideal, dan senyumnya bersinar.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus berdasi, tangki mobil selalu terisi, berbadan seksi, dan bersepatu yezzy.

Ada orang yang menentukan kriteria pasangan hidupnya harus binaragawan, bertampang preman, punya banyak teman, dan mobilnya lamborghini, men!

Intinya jelas, yaitu setiap orang pasti secara sadar atau tidak sadar telah memberikan standarnya sendiri untuk pasangan yang diidamkannya kelak. Bahkan, nggak cukup hanya pihak pertama yang menentukan, pihak kedua seperti orang tua atau kerabat pun kadang memiliki kriterianya sendiri untuk memilihkan pasangan dari pihak pertama.

Ada orang tua yang menghendaki anaknya agar menikah dengan orang jawa.

Ada orang tua yang menghendaki anaknya agar menikah dengan saudagar kaya.

Ada juga orang tua yang menghendaki anaknya agar menikah dengan calon yang sudah dijodohkannya.

vimale

Source : Gendies

Miris? Iya, tapi hal itu memang ada.

Gue pernah mendengar keluhan dari seorang temen cewek yang mukanya itu bisa dikategorikan sebagai cewek cantik dan pernah masuk di postingan ‘UII Cantik’, dia bilang begini :

‘Aku nggak pernah bisa ngambil hati seorang cowok deh, Feb’

Saat mendengar keluhan itu, gue tersenyum.

Menarik nafas panjang.

Lalu memegang kepalanya sembari berkata…

BANGKEK! KALAU LO YANG BERTAMPANG MANIS BEGITU NGGAK BISA NGAMBIL HATI SEORANG COWOK, GIMANA GUE YANG BERTAMPANG UDIK BEGINI MAU NGAMBIL HATI SEORANG CEWEK?

Enggak, gue nggak menyalahkan apa yang dia keluhkan. Gue pun juga nggak menyalahkan kenapa muka gue udik dan nggak bisa mengambil hati seorang cewek. Tapi, gue lebih menyalahkan kekurangan kalimat yang temen gue keluhkan itu. Mungkin, kalimat yang tepat untuk temen gue keluhkan adalah :

‘Aku nggak pernah bisa ngambil hati seorang cowok yang aku dan orang tua aku suka deh, Feb’

Dan…

Mungkin gue juga harus merevisi kalimat gue di atas dengan kalimat :

‘GIMANA GUE YANG BERTAMPANG UDIK BEGINI MAU NGAMBIL HATI SEORANG CEWEK YANG GUE DAN ORANG TUA GUE SUKAI?’

Karena pada kenyataannya… Siapapun kita, bagaimanapun bentuk wajah kita, dan separah apapun tingkah laku kita, kita pasti pernah disukai oleh orang lain yang mungkin tidak sesuai dengan kriteria yang sudah kita tentukan.

Dijjah Yellow sewaktu  masih duduk di bangku SD dulu mungkin pernah mendapat selipan surat beserta cokelat di hari valentine dari pengagumnya. Tapi, karena kriteria Dijjah Yellow itu harus yang mirip kayak Andrew Garfield, akhirnya pengagumnya itu ditolak dan cokelatnya dibiarkannya benyek tak karuan.

PicsArt_07-13-10.13.30

Iya.

Gue juga sedih kok ngeditnya. :’)

Mimi Peri sewaktu masih duduk di bangku SMA dulu mungkin pernah dikagumi oleh cewek kutu buku di sekolahnya. Tiap pulang sekolah, cewek kutu buku ini senantiasa menatap dengan penuh harap kepada Mimi Peri. Namun akhirnya, Mimi Peri memilih jalan hidupnya sendiri dan menolak si cewek kutu buku ini.

Gue? Jelek-jelek begini, gue pernah sewaktu duduk di bangku SMP di sukai sama adik kelas. Setiap kali gue lewat kelas dia, gue sering ngeliat dia mengintip di balik jendela. Hingga pada puncaknya, adik kelas gue ini berani berdiri di hadapan gue sembari memberi setangkai bunga yang dia cuil dari kebun sekolah, kemudian dia pergi menjauh. Saat itu gue berdiri terheran, menerima bunga, kemudian mengabaikan.

Buset deh gue waktu itu.

Hal itu pun berlaku pada orang lain. Mungkin pada masanya, semua cowok yang mirip Andrew Garfield lebih memilih untuk menolak Dijjah Yellow karena dia punya kriterianya sendiri. Semua cewek yang dikagumi Mimi Peri pun juga memilih untuk menolak karena dia punya kriterianya sendiri. Dan juga, semua cewek yang gue suka pun lebih memilih untuk menolak lalu mengabaikan gue hanya karena gue nggak sesuai dengan kriterianya.

Sah? Ya sah-sah aja. Setiap orang kan punya kriteria.

Pemenuhan kriteria ini pun masih tetap diberlakukan oleh mereka yang memang menginginkan pasangan idealnya. Dia akan tetap teguh pada kriterianya, meskipun dia juga nggak tau… Apakah orang yang dia anggap sebagai kriterianya itu, memiliki kriteria yang sama seperti dirinya atau tidak.

Sedih nggak sih, ketika kita udah nemu orang yang sesuai dengan kriteria yang kita mau, tapi ternyata orang itu tidak menemukan kriteria yang dia mau di dalam diri kita?

Akhirnya pilihannya hanya tinggal dua. Terus mencari, atau menurunkan kriteria.

Orang yang terus mencari pasangan idealnya, kelak dia akan dipertemukan juga dengan dua pilihan : mendapatkan yang sesuai, atau berangsur menua lalu menunggu asal ada yang mau.

The-Mantra-of-Effective-Decision-Making

Source : Startupmojo

Pun sama halnya dengan orang yang akhirnya memilih untuk menurunkan kriterianya, kelak dia akan dipertemukan pada dua pilihan : Merasa nyaman dan menerima dengan apa yang didapat meskipun tak sesuai kriteria, atau merasa tertekan dan terus membandingkan seandainya dia bisa mendapatkan apa yang dikriteriakan.

Pada semua kasus yang telah terjadi ini, kita mungkin sering mendengar banyak istilah atau kalimat-kalimat tentang cinta yang berisikan problematika-problematika semacam ini :

‘Cintailah orang yang mencintaimu’

‘Apabila kita tidak dipertemukan dengan orang yang kita sebut dalam doa, mungkin kita akan dipertemukan dengan orang yang menyebut kita dalam doanya’

Dan kata-kata tentang cinta lainnya.

Gue nggak pernah menyalahkan semua kalimat-kalimat tersebut. Gue juga nggak pernah menyesali kenapa dulu gue mengabaikan adik kelas yang pernah menyukai gue. Pun, gue juga nggak pernah menyalahkan ketika ada banyak cewek mengabaikan gue.

Semua sah karena semua punya pilihan.

Mungkin setelah ini, ada beberapa pilihan yang harus gue tentukan selanjutnya. Apakah gue harus menurunkan kriteria yang gue buat? Apakah gue harus memperbaiki penampilan, seperti mengambil tindakan untuk duduk di depan laptop sembari mengamati web Zalora untuk order produk-produk terbaru dari Quick Silver yang kece-kece disana agar supaya cewek-cewek tertarik? Atau mungkin… Gue tetep harus kekeuh pada pendirian untuk mencari kriteria yang sesuai?

Quick Silver Zalora

Source : Zalora.com

Entahlah.

Semua itu adalah pilihan yang kelak akan dipilih. Gue, dia, atau kalian bisa saja menurunkan kriteria dan membuka mata untuk menerima orang yang menyayangi kita. Gue, dia, atau kalian juga bisa saja untuk terus berusaha menjadi sesuatu yang diminta agar menjadi kriterianya, entah itu memakai produk Quick Silver terbaru di Zalora, atau memakai barang-barang branded lainnya. Gue, dia, atau kalian pun juga tetap bisa memilih untuk kekeuh pada pendirian agar kelak mendapatkan yang sesuai.

Semua terserah.

Permasalahan cinta memang bikin runyam.

Jadi, yaudah. Jangan cinta-cintaan.

Kenapa gue nulis beginian?

Ya terserah. Kan pilihan.

Wlek.

Terimakasih.

Advertisements

21 comments

  1. Zalora memang luar biasaaaa…

    Tapi beneran sih, kalo tentang hubungan begitu di mana faktor yg mempengaruhi adalah orgtua kita, untuk mendapatkan pasangan yg pas, paling tidak jauh2 hari kita sudah menyamakan kriteria dgn beliau. namun, jika tidak bisa, ya pertahankan siapapun yg sedang dimiliki saat ini.

    kalo pesan buku2 bijak, buat lelaki, pilihlah wanita yg kamu cintai, karena jika kamu menikah dgn wanita yg mencintaimu tapi kamunya tidak, kamu akan malas pulang ke rumah dan mudah sekali membuat rumah tanggamu retak.

    untuk perempuan, nikahilah pria yg mencintaimu, biar poin satu tadi klop. karena kalo menikahi yg kamu cintai tapi dianya tidak, ya sama. retak juga. tapi kalo menikahi yg mencintaimu, kamu akan dibuat menjaid ratu, asal kamunya aja yg nggak nakal.

    tapi alangkah baiknya ya kalo sama2 mencinta, dan sama2 direstui. xD

    1. Hahahaaa ujung-ujungnya Zalora memang mantap ya wkkwkw

      Hihihi iya yaaaa, kadang orang tua itu menentukan. Jadi terlebih dahulu sih kita emang konsultasi, beliau maunya yang gimana sih wkwkw. Tapi sulitnya, kalau misal yang dimaui orang tua ternyata tida mau sama kita gimana? *INI PESIMIS AMAT SIH AH*

      Naaaaah, kalimat-kalimat bijak begitu sering denger nih aaah wkwkkw 😀

      Seharusnya memang begitu 🙂 dicintai, mencintai, dan direstui :’)

  2. Zalora memang warbiyasak ya bang

    Itu temen kamu yg cantik dan masuk postingan UII Cantik kenapa bisa ngomong bgitu yawlaaa. Apa kabar gue yang begini adanya? 😦

    Aku prnh baca kalimat bang, ‘ Kalo mau dapat pasangan yang berkualitas, kita harus menaikkan kualitas diri kita sendiri. ‘

    Komenan bang haw seakan jadi kesimpulan di postingan ini. Hahaha

    1. Iyaaa dong yaaa. Zalora memang pancen oye kok 😀 hihihi

      Kaaaan -_- yang cantik banget aja bilang kalau dia ga bisa dapetin hati cowok, gimana akuuuu 😦 kamu mah masih pasti masih bisa, Lan. Aku loh, gimana. 😦

      Hihihi iyaaa, kita harus juga berusaha buat menaikkan kualitas diri kita dong pastinya 😀

      Bang Haw mah memang mantap banget dia mah kalau bikin kesimpulan 😀 tulisan-tulisan di blognya aja cihuuuy banget 😀

  3. Glek! Itu nyari yang sesuai kreteria atau membiarkan diri sampai menua? Yang bener mungkin kaya jawaban wulan, yaitu menaikkan kualitas diri. Baik bersikap, keterampilan maupun sekedar penampilan. Ada baiknya beli di Zalora. Ehehe

    Sedih juga kalo terpaksa nurunin kreteria. Tapi gak ada salahnya daripada jomlo sampai menua 😂😂

    1. Naaah kan, daripada terus menerus nyari yang sesuai kriteria, mending kita meningkatkan kualitas diri dong ya 😀

      Beli di zalora salah satu caranya :p wkkwkw

      WKwkwk itu sedih banget sih kalau harus sampai tua gara-gara terus mencari dan mencari :’)

  4. Pas baca bagian mimi peri geser ke bawah pikir ku bakal ada fotonya haha taunya nga ada keciwa dah. Ini curahan hati lu ya feb lu kayak lg marah gtu yak haha jodoh pasti bertemu feb 😬

    1. Wkwkwk aku mau bikin editannya mimi peri, tapi udah kehilangan ide :’ jadi nda usah wkwkkw. maap maap wkwk

      Duuuuuuuuuuuh, ya enggak curhat juga sih 😦 wkwkkw

      Aamiin, semoga lekas bertemu hehehe

  5. hmmm … kata orang si teruslah mencari .. pasti akan ketemu, jadian dan menikah .. dan ketika sudah resmi menikah baru sadar .. ternyata kriterianya sudah menurun .. hahaha .. yang pentingkan hepi .. dua2nya hepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s