Tugas Akhir : Antara Keinginan dan Keterpaksaan

Untitled-1

Source : Klik

‘Skripsi apa kabar?’

‘Judul skripsimu apaan nih?’

‘Skripsi kelarin dulu tuh’

HUARGHHHHHHH!

Gilak ya, semester 8 ini bener-bener terasa menjengahkan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan demikian. Rasanya risih-resek gimana gitu deh dengernya. Bukan masalah apa-apa sih. Bukan gue nggak bisa ngerjain skripsi. Bisa, gue bisa. Bukan gue males ngerjainnya. Enggak, gue nggak males.Tapi kan…

Biar gue jelaskan dari awal.

Sekitar lima minggu yang lalu, pihak fakultas di kampus gue mengadakan sosialiasi khusus untuk angkatan tua agar dapat menghadapi skripsi dengan baik. Selain itu, pihak fakultas pun menjabarkan runtututan cara dan kiat sukses untuk melewati ritual bedebah bernama skripsi tersebut.

Kala itu gue masih duduk dengan semangat untuk mendengarkan penjelasan dari perwakilan prodi dalam menjabarkan tata cara pengerjaan tugas akhir. Ya, gue masih semangat. Bahkan disela-sela sosialisasi itu, gue sempat membayangkan beberapa judul yang akan gue ajukan kepada calon dosen pembimbing nantinya.

Intinya, di fakultas gue itu ada beberapa tahapan yang harus dilalui ketika ingin menjalani skripsi. Setelah kemarin gue disibukkan dengan agenda kerja praktek yang mana juga menjadi syarat mengerjakan skripsi, pada semester ini gue juga harus menjalani agenda proposal tugas akhir agar benar-benar bisa mencapai ke sesi bedebah bernama tugas akhir (skripsi).

Yap, tahapan yang harus dilakukan untuk mengurus proposal tugas akhir dan tugas akhir (skripsi) diantaranya adalah begini :

Bayar – minta nomer verifikasi – login di web khusus tugas akhir – upload outline judul – dapet dosen pembimbing – kerjakan proposal tugas akhir yang terdiri dari bab 1, 2, 3 dan 4 – selesai – HORE! – Lanjut ngerjain tugas akhir – bayar – minta nomer verifikasi – login di web khusus – upload – pilih dosen pembimbing 2 (optional) – kerjakan – konsul – kerjakan – konsul – acc – sidang – pendadaran – lulus – wisuda – nikah – kawin – masih kawin – terus kawin – punya anak 13 – HORE

Ya, dalam sosialisasi lima minggu lalu, tahapan-tahapan itu dijabarkan dengan sangat mudah dan seolah kami semua akan mendapat apa yang kami inginkan. Gue masih menganggap bahwa semua akan berjalan baik-baik aja. Setelah sosialisasi itu, gue langsung buru-buru membuat outline judul untuk pengajuan dosen pembimbing.

Dalam bidang teknik sipil itu ada lima konsentrasi :

  1. Struktur
  2. Keairan
  3. Geoteknik
  4. Transportasi
  5. Manajemen Konstruksi

Berlandas pada lima konsentrasi itu, gue pun memilih Manajemen Konstruksi sebagai konsentrasi yang akan gue teliti di tugas akhir nanti. Alasannya simpel aja, gue paling familiar sama manajemen konstruksi, gue suka sama manajemen konstruksi dan… konsentrasi ketekniksipilan yang paling mudah ya Manajemen Konstruksi.

Gue bergelut dengan waktu untuk mengirimkan judul outline yang kala itu berjudul ‘Perbandingan Nilai Keekonomisan Bangunan Terhadap Tiga Elemen Bahan yang Berbeda’. Bersamaan dengan mengirim judul outline, kami pun diminta untuk memilih dosen yang kami minati untuk menjadi dosen pembimbing. Jadi, jelas, gue memilih dosen pembimbing yang baik hati dan cukup gue kenal. Proses pengiriman outline selesai, saatnya menunggu.

skripsi-mojok

Source : Klik

Selesai?

Awalnya gue kira demikian. Dibayangan gue, setelah mengirim outline, gue akan segera mendapatkan dosen pembimbing yang dipilih dan langsung mengerjakan proposal tugas akhir dengan bahagia. Awalnya gue pikir begitu. Sampai akhirnya…

Dalam web khusus tugas akhir tertampillah tulisan seperti ini :

baruw uwuwuw

Sekejap, gue mengelus dada dengan pelan. Menarik nafas dalam-dalam, kemudian menjerit dengan nada G# mayor.

‘ANJER! INI GIMANA NIH MAKSUDNYA! MAKSUDNYA GIMANA NIH!  ANJER, AH!’

Ya jelas gue paniklah. Masa iya, gue tertariknya sama manajemen konstruksi, gue sukanya sama manajemen konstruksi dan gue maunya sama manajemen konstruksi, eh akhirnya malah disuruh pindah konsentrasi.

MANA PILIHANNYA KONSENTRASI BEDEBAH SEMUA!

APAAN SISANYA CUMA STRUKTUR SAMA KEAIRAN!

INI SAMA AJA KAYAK GUE DISURUH MILIH : MAU DIMAKAN SINGA, ATAU MAU DIMAKAN KADAL YANG HABIS DIMAKAN SINGA!

He, gimana?

APAAN DEH AH, ANJER!

Gini ya, dua konsentrasi itu adalah dua konsentrasi di teknik sipil yang peminatnya itu paling sedikit. Untuk angkatan 2012 dulu aja yang milih konsentrasi struktur sama hidro itu jarang-jarang. Yakalik.

Secara terbuka, gue kasih deh nih rekap hasil nilai-nilai kuliah gue yang berkaitan dengan struktur ataupun keairan :

Stuktur Nilai Keairan Nilai
Analisa Struktur Metode Matrik B Drainase Terapan B+
Analisa Struktur Statis Tak Tentu B/C Hidraulika I C/D
Analisa Struktur Statis Tertentu A Hidrauika II C/D
Analisis Tegangan Bahan C+ Hidrologi Terapan B/C
Desain Pelat dan Balok Beton B- Perancangan Keairan B+
Desain Portal Baja Tahan Gempa C- Rekayasa Irigasi B-
Desain Portal Beton Tahan Gempa B    
Perancangan Struktur Bangunan Gedung B+    
Struktur Rangka Baja B    
Teknik Bahan Konstruksi Teknik C    

APANYA YANG SURUH MILIH DUA KONSENTRASI BEDEBAH DI ATAS! ERRRRRGH!

NILAI-NILAI GUE DI KEDUA KONSENTRASI ITU BANYAK YANG ANJLOK, AH.

Panik, gue pun langsung segera menemui beberapa dosen-dosen baik pengampu konsentrasi manajemen konstruksi. Gue konsultasi baik-baik dengan beliau. Sampai akhirnya, semua dosen yang gue temui pun jawabannya sama :

‘Iya mas, semua dosen konsentrasi manajemen konstruksi itu udah penuh. Soalnya diprioritaskan buat angkatan-angkatan tua’

Saat itu yang dipikiran gue adalah ingin mencondongkan muka gue ke dosen-dosen buat nunjukkin, seberapa tua wajah gue daripada beliau-beliau atau kakak-kakak angkatan lainnya!

Dibalik semua itu, ada satu dosen baik yang merekomendasikan gue kepada salah seorang dosen bernama Pak Faisol, akhirnya atas rekomendasi tersebut, gue pun langsung segera menemui Pak Faisol.

Setelah berdiskusi sedemikian rupa, Pak Faisol pun berkata bahwa beliau bersedia-bersedia saja untuk menjadi dosen pembimbing. Namun, sebagai catatan, gue harus meminta persetujuan kepada bagian prodi akan hal ini mengingat Pak Faisol itu dosen yang udah pensiun dan hanya dipekerjakan dengan sistem kontrak saja. Mendengar persyaratan dari Pak Faisol itu, gue pun langsung bergegas menuju ke prodi untuk menyampaikan hal ni.

Di bagian prodi, gue bertemu dengan bapak wakil Kaprodi. Beliau kebetulan lagi ada diruangannya. Gue mengetuk pintu perlahan dan ijin masuk. Beliau mengijinkan.

‘Ada apa, Mas?’ Bapak Wakil Kaprodi bertanya sembari sibuk ngotak-ngatik laptop.

‘Itu, Pak. Mohon Maaf. Saya ingin berkonsultasi masalah Proposal Tugas Akhir’ Jawab gue sok sopan.

‘Iya, gimana mas?’

‘Emm… Jadi gini pak. Konsentrasi Manajemen Konstruksi kan sudah penuh ya pak? Padahal saya ingin sekali mengambil manajemen konstruksi. Nah, kemarin saya sudah berkonsultasi dengan Bu Fitri mengenai masalah ini. Disitu, Bu Fitri merekomendasikan Pak Faisol sebagai Dosen Pembimbing. Setelah saya menemui Pak Faisol, beliau bersedia, namun dengan syarat harus ada penugasan dari pihak prodi. Menurut Bapak bagaimana ya?’

‘Hmm…’ Pak Wakil Kaprodi diam sebentar sembari mengamati gue. Sejenak kemudian, beliau melanjutkan ‘Mas, Pak Faisol itu sudah pensiun dan hanya kerja kontrak saja. Pihak prodi tidak akan memberikan tugas kepada beliau. Kasihan. Jadi, silahkan pilih konsentrasi lain ya mas’

Gue menunduk.

Sampai kemudian, gue nggak berhenti memperjuangkan dan masih mencoba melobby agar gue bisa mengambil konsentrasi manajemen konstruksi.

‘Jadi, manajemen konstruksi tetep nggak bisa diperjuangin ya mas?’ Tanya gue, berharap.

‘Bisa sih mas. Tapi tunggu ada yang sudah selesai proposal dahulu. Nah, masalahnya selesai proposalnya kan nggak tau kapan ya? Bisa aja satu semester atau dua semester yang akan datang.’

ITU BUKAN SOLUSI, WAHAI BAPAK WAKIL PRODIKU YANG BUDIMAN!

Akhirnya, dengan mengelus dada, gue keluar dari ruangan pak kaprodi dengan langkah yang lunglai. Muka gue lusuh nggak beraturan. Dengan mengepalkan kedua tangan dan mencoba tegar, gue pun memilih untuk pindah jurusan dan mengambil konsentrasi keagamaan.

stress-skripsi1

Source : Klik

Nais, gaes. Nais.

Huft.

Terimakasih.

 

Advertisements

46 comments

  1. Sebagai orang yang pernah jadi mahasiswa, ada beberapa pertanyaan nih :
    1. Nilai2 yang dulu anjlok, misal C atau C+ hal bisa dicuci (nyuci nilai)?
    2. Gak bisa / gak boleh pilih dosen pembimbing sendiri ya?
    3. Topik outline masih bisa berubah sampai ketika bimbingan skripsi dapet judul yang pas lalu bisa revisi judul skripsi. Gak gitu ya?

    Pengalamanku dulu, aku sempetin nyuci nilai, walaupun resiko bayar lagi semester pendek. Tujuannya buat bagusin IP. Trus dosen pembimbing awalnya aku pilih mas Eep Saefullah Fatah, namun akhirnya dapat dosen pembimbing yang hampir selevel namun waktunya lebih fleksibel dari mas Eep. Trus karena di jurusanku gak pake sidang outline, jadi langsung tetapkan topik dan judul. Masukin ke SIAK Online: 5 mata kuliah + skripsi + kerja full time Senin – Jumat.

    1. Hihhi Mbaaak Fraaan 😀 hehehe Aku jawab yaak.
      1. Bisa mbak. Bisa dicuci koook. Kayak diulang gitu kan yaaa? Aku ini baru ngulang beberapa mata kuliah yang nilainya dibawah C kok :))
      2. Bisa Mbak. Bisaaa. Kemarin udah milih dosen pembimbing, tapi karena kuota dosen pembimbingnya udah pada penuh, ya gitu. sisanya tinggal konsentrasi struktur dan keairan.
      3. Iyaaa Mbak, outline itu cuma kasarannya aja, tapi nanti kalau udah dapet dosbing kan judul bisa gantiiii. Nah masalahnya, dosbing aja aku belum dapat karena kuota penuuuh.

      Wahahha mirip-mirip kok mbak sama tempatku 😀

  2. Feb, kalo misal ambil Transportasi gimana feb? Kalo tetep mau setia di manajemen, bisa ambil di manajemen transportasinya. Menurutku ga sehoror kalo ambil konstruksi. Atau memang yg masih available pembimbing struktur sama hidrolika doank ya?

    1. Nah, aku inginnya juga gitu mbak. Kalau ga dapet manajemen konstruksi, larinya mau di manajemen transport. Tapi… yang tersisa itu hanya tinggal keairan sama struktur 😦 sediiiiiih

  3. hai feb apa kabaaar, lama ga baca blog lu, eh udah skripsi aja.

    sedih juga ya, kok dikampusmu bisa gitu soalnya ga adil juga, maunya itu kok disuruh pindah konsentrasi. tapi aku setuju kayak kata muhandoko, pindah aja coba ke manajemne transportasi.

    aku ga ngerti tehnik sih, tapi aku punya temen anak sipil gitu feb. dia research plan awalnya konstruksi, terus karena perihal dosen full, dia pindah transportasi. aku bantuin nerjemaih reserach plan dia, kayaknya seru deh transportasi, ehehhe

    mangat yah 🙂

    1. Hahahaaa 😀 Mbaaak 😀 wkwkwk yaaap, udah mau memulainya, tapi sedikit terhambat gimana gitu. Huuuftlaah wkwk.

      Nah, itu dia. Waktu aku baca pengumuman kalau dosen available cuma di konstruksi sama hidro, aku syok berat -_- yakalik nunggu semester depan kan -_- wkwkkw

      HIhih aku inginnya juga di transport, tapi kuota dosennya penuh 😦

      Semangat deh aku yaa 😀

      Kamu jugaaak 😀

  4. Feeeb sedih aamaat sih aku bacanyaa. Yaampun. Tapi tenang Feb, skripsi pasti berlalu. Yang penting tiap minggu berprogress aja, inshaa Allah kelar. Aamiin. Mangaaatseee! #darimantanpejuangskripsi

    1. Iya nih, aku ngerasainnya juga sedih banget :’ harus kuat. Harus kuat. pasti bisa. past bisaaaaaaa.
      Hihii sedang memotivasi diri dan mencari-cari jurnal untuk segera menyelesaikannya kok 😀

      Aamiin. Terimakasih banyak ya mbak 😀

  5. Waaa… skripsi emang rumit. Harus ini lah itulah. Heran deh, mau masuk unv susah mau keluar juga susah.

    Kesian juga sih udah pensiun masih dikasih tugas.. semoga skripsi cepat selesai yaa!!

  6. Waaah, gue nggak ngerti ginian. Teknik Sipil pula. Huahaha.

    Nama matkulnya aneh-aneh amat dah. Segala ada yang tahan gempa. Goks. Mau nanya deh sekaian. Baja yang tahan gempa, kira-kira tahan berapa lama ya kalo LDR-an? Thanks.

    1. Besok kalau kamu memilih untuk kuliah, kamu akan mengetahuinya bahwa skripsi itu ternyata benar-benar sulit, Rob 😦 sediiii. Jangan masuk sipil yaa kalau belum siap mental :’

      WADAAAAW, BAJA TAHAN LDR! LDR, SIAPA YANG TAHAN ATUH

  7. Berdasarkan pengalaman, justru kadang-kadang ngurus administrasi dan kawan-kawannya itu justru lebih njelimet dari skripsinya sendiri. Tapi ini baru nentuin topik dan milih pembimbing udah repot duluan ya -__-

    1. Hahaha bener sih, kayaknya emang yang bikin skripsi itu ribet itu ya ngurusngrusin segala tetekbengeknya itu ya -_-
      Haduuuuh, segalanya ribet deh kalau skripsiaaan. Semangat aaah wkwkw

  8. Berdasarkan pengalaman, justru kadang-kadang ngurus administrasi dan kawan-kawannya itu justru lebih njelimet dari skripsinya sendiri. Tapi ini baru nentuin topik dan milih pembimbing udah repot duluan ya -__-

  9. Wah. Aku turut berduka cita mas Feb. Jadi, gimana ini akhirnya? Tetap berdamai dengan keadaan dan memperjuangkan yang masih kosong atau tetap berjuang untuk dia yang benar-benar dipilih dan dicinta?

  10. Angkatan tua ya Mas ? Haha
    Dulu aku skripsi selesai pas semester 7, trus nunggu setahun hanya gara2 kudu ngulang satu kuliah semester 7 yang dapat E, seumur2 kuliah dapat E eh pas yang wajib. Tipsnya hanya satu, kerjain aja 😂

    1. Muka udah tua, eh ini angkatan juga uda tua. Nasib begini amat ya wkwkw

      WAAAAA kamu keren banget kok an mbak? Semester 7 skripsi udah kelaaar ._. wkwk tapi sayangnya kenapa masih ada yang nilainya E :’ sediiii yaaa.
      Hihihiiya mbak, ini dikerjain juga kok 😀

      1. haha iya kerjain ayo yang semangat biar cepet ngelamar haha. Iya tuh, dapat E pertama kali eh pas tingkat 4 itu, tapi dari satu angkatan 63 orang ada 50 an yang ngulang..jadi ga papalah 😀

  11. Memang berat bang berpindah ke lain hati
    Apalagi kalo seseorang itu udah kita sayang
    Semoga nanti jadi merit y, bang

  12. Salam teknik wahai para pejuang skripsi… di fakul lo enak yah feb bisa milih sendiri dosbingnya jadi pas konsul bisa sreegg.. di fakul gue ngak boleh nnty prodi sendiri yang nentuin. alih2 bikin judul agar dpt dosbing sesuai harapan, eh malah dptnya yg sebaliknya. -_- semangaaattt feb gue juga lg skripsi, alhamdulillah udah selesai proposal jdi tinggal penelitian dan beresin bab 4. tetap semangat dan terus berjuang feb pasti wisuda. Oh yaa kalau sipil di fak gue pada horor lo, temen gue anak sipil dia ambil konsentrasinya SDA jadi semua dosen yang minatnya SDA bakalan jadi judges pas proposal nanty. di fak lu bgtu juga ? anyway sipil disana ada ujian komprehensif ngk ???

    1. Hahahaaaa… Iya sih, bisa milih sendiri. Tapi pada akhirnya, tetep dipilihin kok sebenernya itu -_- wkwkw
      Hahaha aku belum mendapatkan api semangat untuk menskripsiii niiiih.
      Semangat juga ya kamuu niih. Bentar lagi kelar dong brati ya kalau proposal uda kelar dan tinggal beresin bab 4 dst.

      Hahahaaa, sipil emang horor kok :’ mana ada dosen keairan yang aduhalaaah banget lagi -_-

      ujian kompre? nggak ada koooook. hehehe prosesnya ya itu aja. SIdang, kolokium, pendadaran. terus udaaah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s