Identity

Hoam!

Malam Minggu gini, rasanya kok beda-beda gimana gitu ya? Mmm… Ga cuma malam Minggu sih sebenernya. Hampir setiap hari, apa yang gue rasain tentang hidup ini kok rasanya melelahkan dan membosankan sekali.

Gue nggak produktif.

Gue melakukan sesuatu yang akhirnya bakal gue sesalin di penghujung hari, kemudian di hari berikutnya, gue mengulangi hal yang gue sesali tersebut.

APAAN BANGET SEH AH!

Setiap manusia pernah mengalami masa-masa begini enggak sih? Atau, cuma gue doang yang merasa demikian?

Entahlah.

Yang jelas, masa-masa begini itu adalah masa-masa yang kurang menyenangkan. Hidup harusnya kan dibikin seneng, tapi kenapa jadi terkesan membosankan?

Haha, enyah. Daripada pusing mikirin masalah hidup yang kurang jelas, ayoklah kita mulai masuk ke postingan #SabtuNgomonginLagu. Biasanya, iringan musik pada sebuah lagu itu bisa bikin hidup kita merasa tenang dan damai kan ya? Semoga dengan menulis ini, rasa gelisah gue terhadap kehidupan sedikit terkurangi ya.

Yak, pada kesempatan kali ini, gue akan membahas tentang lagu dari August Burn Red yang berjudul Identity. Buat pecinta musik hardcore yang bikin angguk-angguk kepala, gue yakin pasti mereka tau siapa itu August Burn Red.

Buat yang belum tau?

Tenang, akan gue jabarkan sedikit.

Jadi, August Burn Red merupakan sebuah band yang terbentuk di Lancaster, Pennsylvania, U.S. pada tahun 2003 silam. Menyajikan musik-musik metalcore, melodic metalcore, dan juga christian metal, band yang digawangi oleh JB Brubaker, Brent Rambler, Matt Greiner, Jake Luhrs dan Dustin Davidson ini telah mengeluarkan kurang lebih 7 Album.

7 album yang dimaksud tersebut diantaranya adalah Thrill Seeker (2005), Messengers (2007), Constellations (2009), Leveler (2011), August Burns Red Presents : Sleddin’ Hill (2012), Rescue & Restore (2013), dan Found in Far Away Places (2015).

abr

Source : Klik Aja

Nah, untuk lagu yang akan gue bahas kali ini yaitu Identity merupakan lagu yang masuk dalam album Found in Far Away Places dan juga pernah menjadi nominasi grammy Award untuk best metal performance.

Gilak ya? Sekarang, yuklah kita telisik lebih jauh tentang lirik lagu dari Identity ini.

Do you know how it feels to hide

with thoughts repressed deep down inside?

I guess you just loved the lie.

Truth is, you can’t decide where my heart resides.

Diawali dengan genjrengan keras dan iringan melodik yang mantap, lirik pun mulai dipaparkan dengan suara yang.. ah, gitulah. Menceritakan tentang seseorang yang mengeluhkan sesuatu dengan bertanya kepada setiap orang mengenai apakah setiap orang tau bagaimana rasanya menyembunyikan pikiran berbeda dengan kemauan hati?

Pertanyaan itu merupakan bentuk pertanyaan retoris, karena pada akhirnya, seseorang itu mengutuk setiap orang yang hanya lebih mencintai kebohongan dari pada kebenaran.

You want to cure me of this epidemic, you call me sick.

I wish I had said it, the words to admit to you who I am.

My entire life I was dealt the wrong hand

and cast aside from the man that I am.

Dilirik kedua ini, seseorang itu merasa bahwa ada orang lain yang ingin menyembuhkan sakitnya, namun disatu sisi orang lain itu malah memanggilnya dengan sebutan ‘gila’. Akhirnya, seseorang itu mencoba untuk menjelaskan tentang siapa dirinya, bahwa ternyata di masa lalunya, dia telah ditangani oleh tangan-tangan yang salah. Mungkin maksudnya dia didik dengan cara yang salah kalik, ya?

I’ve never felt so free.

It kills me to hear you say you “choose to love me.”

I was hoping that would be a given, given our history.

I’ve never felt so free, so free

You think I’m wrong, you think I’m wrong

but I never felt better.

Disini, seseorang itu mengutarakan bahwa dirinya tidak pernah merasakan kebebasan. Dia merasa terkekang dan merasa terbunuh meskipun setiap waktu dia mendengar untaian kalimat sayang yang terucap. Di masa itu, dia berharap bahwa dirinya akan mendapatkan kebebasan. Namun, pada kenyataannya, dia sama sekali tidak pernah merasa bebas.

Orang-orang didekatnya pernah mencoba memberikan penjelasan bahwa apa yang dia rasakan itu tidak benar, namun, dia menyanggah bahwa dia tidak pernah merasa lebih baik dari ketidak bebasan yang dia rasakan.

Stop living in denial, stop loving the lie.

I thought blood was thicker than water.

You think I’m wrong but I never felt better.

I know I disappointed you,

but I’ve got nothing to prove.

Di lirik selanjutnya, seseorang itu meminta setiap orang untuk berhenti hidup dalam penyangkalan dan juga berhenti untuk mencintai kebohongan. Seolah tahu bahwa permintaannya itu akan disangkal kembali, seseorang itu merasa bahwa dengan hidup dengan penyangkalan dan juga kebohongan, itu tidak akan membuatnya lebih baik.

I’m standing firm. It’s who I am.

You can’t keep me, you can’t keep me down.

Iʼm moving on. I’m living free.

You canʼt stop me, you canʼt stop me now.

Pada lirik terakhir ini, seseorang itu akhirnya mencoba meneguhkan kepada dirinya sendiri bahwa dia itu ya dia. Dia tidak pernah mau ada lagi orang yang mengekangnya ataupun membuatnya terjatuh. Dia ingin berpindah. Dia ingin hidup dengan bebas.

Sekarang, tidak ada lagi orang yang bisa menghentikannya. Tidak ada yang bisa.

Terjemahan lagunya lumayan juga ya?

Hidup dengan kebebasan, tanpa pengekangan.

Oh iya, dipahami dulu itu liriknya. Kalau bisa, jangan dengerin lagunya bersamaan dengan baca liriknya. Susah. Suwer deh.

Nggak percaya?

Coba deh dengerin lagunya.

Advertisements

4 comments

  1. Band yang digawangi oleh JB Brubaker, Brent Rambler, Matt Greiner, Jake Luhrs dan Dustin Davidson ini telah mengeluarkan kurang lebih 7 Album.
    Personilnya kipper semua bang?

  2. “Hampir setiap hari, apa yang gue rasain tentang hidup ini kok rasanya melelahkan dan membosankan sekali.”

    aku pun samaaa…. kadang2 mikir gitu.
    tiap hari isinya nonton drama terus, kapan baca bukunya? kapan masak yang nggak itu2 aja?
    tapi mau gimana lagi, nonton drama kan nggak butuh energi banyak. haha -__-“

    1. Wkwkwkwk haha iya kan, kayaknya setiap orang ngerasain hal yang sama ya 😀 wkwkwk

      Tapi sedihnya, nanti jatuhnya ke penyesalan dengan bilang : ‘Ah, kenapa kemarin waktuku cuma abis buat gini blablabla sih’ hahahaduuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s