Judging Adjodjing : Stop Judging Sebelum Dirimu Jadi Korban

‘Eh ini itu kampret, ah ini tu itu. Ah ini tuh anu. Ah, apaan sih itu. Ah. Ah. Ah’

Di era yang apapun sudah bisa di akses dengan koneksi internet ini, kita mungkin sudah sering mendengar ada banyaknya komentar-komentar miring akan sesuatu hal dari berbagai pihak yang mungkin kalau dipikir-pikir tidak pernah sesuai dengan konteks yang ada.

Dalam konteks yang paling baru sekarang, mungkin akhir-akhir ini kita juga sering mendengar beberapa berita yang cukup heboh, tapi dikomentari dengan sangat seenak jidat oleh netizen. Alasan itulah yang mungkin sering digunakan oleh orang-orang kenapa banyak yang bilang bahwa media sosial sekarang nggak asik.

judgment-image

Source : Klik

Kita pasti tau berita mengenai kasus standupcomedian sekaligus host kondang yang sering dikenal dengan sebutan Uus. Ya, beberapa hari kemarin, dia baru saja membuat candaan tentang sosok habib yang mana cukup dihormati oleh banyak kaum muslim di Indonesia sehingga menyulut emosi pendukungnya. Hal ini tentu berdampak buruk pada Uus karena pada akhirnya dia dipecat dari OVJ dan juga Inbox.

Disitu gue gak membenarkan apa yang dilakukan oleh Uus karena memang mungkin apa yang dia lakukan itu tergolong suatu hal yang sangat sensitif untuk dilakukan karena memang itu hal yang tidak baik. Gue kira maksud Uus mungkin memang bercanda, tapi, menurut orang lain kan belum tentu itu lucu ya? Apalagi yang dijadiin bahan bercandaan itu Habib yang notabenenya banyak pendukungnya. Salah dikit, ya yaudah.

Tapi…

Disitu gue menyayangkan apa yang orang-orang lakukan atas kejadian itu melalui komentar-komentar pada cuitan Uus. Gue emang kurang begitu up to date atas permasalahan yang terjadi pada Uus. Ketika kepo akun media sosialnya, gue udah lihat aja gitu ada banyak orang yang mengumpat Uus.

Setelah gue kepo-kepo lagi, gue pun bertanya kepada diri sendiri. Apa ini masalahnya?

adafeafe

Baiklah.

Gue nggak akan membahas permasalahan Uus, namun gue sedikit mempermasalahkan atas apa yang orang-orang lakukan ketika mengomentari candaan Uus tersebut.

Ya,disitu gue melihat ada banyak orang yang membela habib-yang-dihormatinya dengan kalimat-kalimat yang kurang pantas. Yang bikin gue agak sedikit gimana gitu adalah ketika gue melihat ada orang yang memasang profil picture islami, tapi kok komentarnya kurang enak dibaca oleh khalayak umum.

fessfs

Waw.

grfsfsf

Errr…

jkjljlk

Pfffft…

Mmm… Gue tau sih, mungkin beberapa orang akan melakukan pembelaan seperti ini :

‘Ya salah siapa dia menghujat Habib. Itu pantas dia dapatkan’

‘Ya menghina dibalas menghina dong’

Emm… konteksnya salah nggak sih?

Jadi gini, menurut ilmu yang gue dapatkan dari Sekolah dasar hingga kuliah ini, gue taunya sih panutan orang Islam itu ya Nabi Muhammad SAW. Nah, kalau misal kita emang bener-bener ingin menjadi orang yang baik, ya kita harusnya meniru Nabi Muhammad SAW, dong? Panutan yang dimana ketika beliau dihujat, beliau lebih memilih untuk diam, diam, dan diam saja. Beliau nggak pernah memusuhi, tapi beliau justru memilih untuk mencari cara agar bisa berdamai atau bahkan bersaudara dengan orang yang memusuhinya. Pernah denger kisah Nabi Muhammad SAW yang menyuapi pengemis yahudi yang buta bukan? Kalau belum, baca deh : Kisah Nabi Muhammad SAW.

Mmm… Orang-orang mungkin akan kembali melakukan pembelaan dengan berucap :

‘Ya jangan samain kita dengan Nabi Muhammad SAW dong, ah. Beliau kan sempurna, kita mah apaan’

Oh.

Berarti kalau kita nggak bisa disamain dengan Nabi Muhammad SAW, kita nggak akan mencoba untuk bisa menjadi seperti beliau? Kalau gitu, kenapa ya banyak orang yang memilih menikahi lebih dari satu istri dengan alasan : ‘Nabi Muhammad dulu kan istrinya lebih dari satu, masa umatnya nggak boleh?’ Tapi ketika Nabi Muhammad mencontohkan untuk nggak membenci sesama, banyak yang aja orang yang mengelak dengan meminta jangan menyamakan dirinya dengan Nabi Muhammad SAW. Lah?

Gue bukan orang suci atau apapun itu sih emang. Tapi menurut gue, ya yaudah sih, kalau bisa itu ya jangan menghina orang yang sebelumnya udah menghina orang lain. Kalau kalian sama-sama menghina, berarti apa bedanya kalian sama Uus?

‘Lah, Uus menghina Habib!’

Emm… Katanya kita manusia biasa? Tempatnya salah kan? Bukannya solusi untuk sesuatu yang salah itu adalah dibenarkan, bukan dikecam?

….

Jadi, ya yaudah. Kalau emang niatnya mau membenarkan, ya benarkan dengan baik. Islam itu kan damai, tapi kenapa masih banyak orang yang saling mengumpat satu sama lainnya? Udah, jangan saling judge. Saling membenarkan tapi dengan cara baik. Nah kalau emang yang mau dibenarkan itu masih tidak mau dibenarkan, ya yaudah, itu pilihan dia. Seenggaknya kita udah mencoba mengingatkan.

Selesai.

Selain masalah Uus kemarin, gue juga cukup tertarik untuk membahas masalah yang terjadi pada kampus gue sendiri yaitu tentang korban The Great Camping yang sampai sekarang sudah ada 3 orang. Hmm… Ya, seperti yang sudah menjadi pemberitaan banyak media, di kampus gue tercinta ini beberapa hari kemarin sedang heboh adanya berita tentang kematian tiga orang mahasiswa mapala yang spekulasinya karena senioritas.

Oke. Berita selesai dan itu sedang diselidiki kebenarannya.

Tapi, ada suatu yang bikin gue tertarik untuk membahasnya yaitu mengenai komentar-komentar pedas  atas pemberitaan tersebut.

Gue miris tuh liat ada komentar seperti ini di kolom komentar sebuah media online :

htf

Kok Jadi Gini…

rsdsrgr

Hmm…

grdfsfs

Dikira demo kalik ya disuruh bubar 😦

 

Belum lagi komentar-komentar di postingan akun IG yg lagi nge-hits banget itu.

Eng…

Kok masalahnya jadi begini ya?

Maksudnya begini loh, pemberitaan di media itu ya jangan didramatisir dan ditelan secara mentah-mentah. Toh, pemberitaan tentang kampus gue itu belum selesai sampai akar-akarnya dan sedang dalam masa penyelidikan. Yakalik masalah belum kelar, tapi udah ada banyak komentar yang menurut gue kesannya nggak nyambung sama konteks yang diberitakan.

Mmm… Gue tau, mungkin orang-orang akan bilang :

‘Nila setitik rusak susu sebelangga’

‘Coba kalau itu keluargamu, pasti kamu nggak bakal terima kan?’

Mmm… Okei, jadi karena satu atau beberapa oknum orang yang merusak citra buruk UII, maka seluruh keluarga kampus UII jadi korban hujat? Bahkan Rektor sampai diminta untuk turun ketika beliau dianggap lalai mengawasi mahasiswanya?

Mmm… Kira-kira dimana ya keberadaan media ketika  UII mengukir banyak prestasi di tingkat nasional bahkan internasional? Dimana pujian orang-orang ketika prestasi itu diraih? Bahkan nggak ada kan orang-orang yang meminta Rektor untuk menjadi Presiden ketika beliau sudah berhasil mengawasi mahasiswanya untuk berprestasi di tingkat Internasional?

Ha. Ha.

Berita buruk aja mudah tersebar, giliran berita baik semua orang bungkam.

Suriah kondisinya buruk loh, kok nggak tersebar ya pemberitaannya?

Dunia…

Oke, gue nggak berpihak pada siapapun sih. Gue nggak berpihak pada Uus ataupun UII. Tapi disini gue hanya ingin menyampaikan satu point saja yaitu :

Ya udah. Jangan terlalu sering menjudge satu sama lainnya. Orang lain pasti bisa melakukan kesalahan, jadi, yang harus kita lakukan ketika melihat sesama kita salah itu ya membenarkan. Iya, membenarkan, bukan menyalahkan atau menyudutkannya.

Karena sekali lagi, kalau kita menjadi salah satu diantara mereka yang menjudge kemudian menghina, menyalahkan, dan berusaha membuat hidup mereka hancur atas dasar hukuman sosial, maka, apa bedanya kita dengan orang yang kita judge yang katanya sama-sama bikin hancur hidup orang lain itu?

Jadi ayo berhenti menjudge, mulai dari diri kita sendiri.

🙂

Terimakasih.

 

Advertisements

68 comments

    1. Hehehe iya, emang seharusnya nggak boleh judge. Kebanyakan orang yang ngejudge itu orang yang belum tau dan ikutan-ikutan doang ._. itu kan resek ya.

      Iya e, nila setitik, rusak susu sebelangga :’

    1. Yeaaah Mbak 😀

      Iya, jadi pembaca aja sih ya seharusnya. Benar mbak, kita nggak pernah tau apa yang sudah diperjuangkan oleh mereka-mereka yang sedang dihina. Atau mungkin kita benar-benar nggak tau apa yang sebenarnya terjadi.

  1. Mantep Feb. Kita mesti melihat semua persoalan secara proporsional. Ojo lebay kalau memberi respons apa pun, mah. Menurut saya netizen Indonesia banyak lebaynya, emosi dibawa semua ke ranah maya yang bisa dibaca siapa saja. Padahal manfaatnya posting komen penuh kebencian atau mention dengan isi kebun binatang itu ya apa sih. Pelampiasan masalah pribadi? Yang ada masalah siapa, kok dilampiaskan ke orang lain yang bahkan mungkin cuma kita tahu dari media sosial. Saya heran banget sih… seakan waktu yang mereka miliki masih banyak banget, makanya cukup untuk menghujat orang yang menurut mereka melakukan sesuatu yang salah.

    1. Bang Gara mantap jugaaaak 😀 hehehe
      Iya, jangan lebaylah kalau bisa sama sesuatu yang emang kita ga tau apa yang sebenarnya terjadi ya Bang.
      Iya, sepakat Bang. Netizen Indo itu lebaynya parah. Emosi diluapin gitu aja. -_- Emosi sesaat, nanti kalau udah kelar juga bakal mikir ‘Tadi kenapa aku ngomen begitu ya’ LAH wkwkw

      NAH ITU! YANG ADA MASALAH SIAPA, YANG KOMENTAR SIAPA -_- Gak jelas deh ya

      Bener, yang banyak komentar dan menjudge sesamanya itu kayaknya punya banyak waktu luang deh -_-

  2. Ih sebel banget gue sm yg suka komen2 seenak jidatnya pdhl akar masalahnya aja masih diselidikin apa lagi komen yg kampus suruh dibubarin dipikir gampang kali ya ngebangunnya😫😫..sumpah sebagai alumni gue sedih pak Harsoyo mengundurkan diri😢😢 . Semoga Allah meridhoi UII #saverektoruii#saveuii

    1. Nah, sama Mba :’ aku juga sediiii ngets kalau liat komen yang kayak ga ada hubungannya atau bahkan ga nyambung sama konteks. Apalagi menghujatnya udah parah banget.

      Iyaaa :’ Pak Harsoyo mengundurkan diri :’ padahal beliau baik banget. Aku sering liat dan papasan beliau di Ulil :’ rajin banget beliau ibadahnya :’

  3. Ahhh. Iyah heboh bgt kasus si uus.
    Kemaren aku liat timeliness temenku share berita kalo uus punya pilihan ulama sendiri…
    itu yang komen nyebelin paling tabayyunnya kurang makanya gitu kali yaa

  4. untung tweet gue soal sering gangguin lo gak dimasukin wkwkwk

    twitter mah main aman aja, berusaha netral, nikmatin keasikannya daripada emosi gak jelas. Baca mention yg masuk ke uus emang ngeri sih ya :/

    1. DASAR KAMU PEMBULLY! DASAR KAMU JUHUT! DASAR KAMU TEGAAAA! KAMU NIH ANJAAAAAAAYYYYYYYYYYYYYYYYYY! wkwkwk

      Iya, ditwitter itu harusnya main aja dan senetral mungkin yak Yog. Emosi ga jelas mah jadi bikin twitter ga asik wkwkw
      Nah, miris juga sih -_- apalagi sampai bawa-bawa anaknya uus.

  5. Benar apa kata nabi
    “Berkata baik atau diam”

    Semoga dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua

    Semoga Uus tak lagi cari sensasi dgn hal2 sejenis
    Semoga ada jalan kluar trbaik untuk UII 😊

  6. Saya mah diem j dah
    Gmw ngomentarin orang lain
    Ya siapa tw pas saya lagi diem
    Ada ariel tatum lewat terus ngajak jadian
    Atau tiba2 bang febri ngasih duit 10 triliun

    1. Waaa kamu mengikuti dua berita viral itu ya Mba 😀

      Aku telat sih ngikutin uus yang dihina.
      Sementara kasus UII itu aku sengaja ga ngikutin banget karena media kayak kurang netral.
      Yaaah bener, lidah itu lebih tajam dari pedang.
      Siap, Mba 😀

  7. Soal uus, selain habib kayaknya udah banyak kontroversi ya dia, banyak yg ngga senang karena becandaan yang menurut dia lucu bagi banyak orang ngga lucu sama sekali, tp bukan berarti istri sama anaknya dikata katain dan diancam juga sih, kasian kan #bukanfans

    Baru tau feb lo di UII, hehe. Semoga kasusnya cepat selesai, yang salah disini oknum, cepat diselidikin tersangkanya, dan ngga ngerembet ngehina hina yang ngga bersalah

    1. Iya sih Mbak. Banyak hal-hal yang uus sampaikan tanpa disaring terlebih dahulu sehingga kontroversial gitu jatuhnya. Mungkin buat dia lucu, tapi belum tentu orang lain sependapat kan ya. Nah, masalahnya terus istri sama anak uus dilecehkan begitu loh yang parah -_-

      Hehhe iya mbak, aku di UII nih ekekke Aamiin 🙂 uda hampir kelar ini kasusnya kok.

  8. gimana yahh… hmmmmm.. sifat dasar manusia, suka mengeluarkan apa yang ada didalam unek2nya.

    dan itu dimanfaatkan banget sama orang2 yang berkepentingan. trus dipanas2in. trus kebakar. trus yg keluar ya kayak gitu.. hinaan, cacian.. dll

    nah masalahnya.. gimana kita bisa menahan emosi untuk langsung ceplos.. gimana yaaaaaah… salah satunya tidak ada lagi anonymous.. semua yg berbicara harus punya identitas yg jelas..

    semua akun apapun itu, harus punya KTP, dan diverivikasi orangnya beneran ada.. #KerjaBerat tapi bukan #Mustahil

  9. Skrg orang pada kebablasan sih ya.. sembunyi dibalik hp ut mengutarakan kebencian. Padahal coba kalo berhadapan lgsg, yakin gw belum tentu seberani itu.. Mungkin berani kalo rame2, tapi kalo tatap2an belum tentu.

    Owh baru tau Feb dirimu di UII.. Itu kesian ya sampai Rektor sama wakil2nya pada mundur..huhu.. Semoga deh masalahnya cepat selesai.

    1. Bener mbak ._. orang-orang pada suka hilang kontrol gitu sih. Bisa-bisanya ya-_- beraninya lewat sosmed mbak wkwkw

      Hehehe iya mbak, aku UII. Sekarang masalahnya sudah sedikit meredaaaaa~

  10. Orang-orang sekarang lebih asik membenci, Mas. Orangnya salah dicaci maki, orangnya bener disalah-salahin. Eh, yang bikin miris sih ada akun2 atas nama dakwah, tapi menjelekkan satu pihak dengan kata-kata yang luar biasa gak pantas. Terus juga suka komentar jelek saat yang jadi sorotan negatifnya adalah profesi dia (kayak kasus Gubernur Jambi), walaupun dia gak dalam masalah itu, padahal mungkin saja apa yang terjadi di RS Jambi itu benar-benar memprihatinkan. Seperti pengalaman saya, di salah satu RS di Palembang yang pelayanannya sangat buruk dan sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

    1. Iya mbak :’ kebanyakan lebih banyak yang suka mencaci dan membenci :’ dunia terbalik. Nggak ada yang bener ya kayaknya :’
      Nah itu dia, akunnya beragama banget, tapi omongannya kok ga ada yang bener 😦
      Yang masalah gubernur Jambi itu akhirnya malah jadi meme ya -_- padahal orang-orang mah ga tau aslinya -_-

  11. Uus bukan dipecat OVJ kan ya? Katanya seminggu cuti doang.

    Kalau aku sih ya, perihal bercanda atau engga (siapapun orangnya) harusnya bisa menyikapi beberapa hal dengan lebih baik. Semisal dia gak suka, dia pun harus tau bagaimana cara mengungkapkannya. Semisal dia bercanda, dia pun harus bisa mengemas candaannya. Bukan apa-apa sih, malah takutnya jadi boomerang aja.

    Lalu… netizen atau orang2 di medsos yang mudah terpancing emosi, mudah berkomentar, mudah berkata kasar, dll nya kaya foto2 yang kamu ambil dari atas, mereka kurang asupan cinta dan kasih sayang kayanya Feb 😦 jadi asal ceplas ceplos aja udah, yang penting komen. Hehehe entahlah.

    Anyway, sekarang Febri cuma update tulisan tanpa balesin komen orang2 kah? Aku baru main lagi ke blog mu tapi terasa beda aja hawanya, gak kaya “Febri” banget gitu hehehe. Jadi kangen baca tulisan ditambah interaksi 😀

  12. Aduh baru tahu ada masalah si Uus ini abis baca postingan ini. Kasihan Uus. Karena namany manusia pasti gak luput dari salah tapi balasan dia kok kayaknya nggak setimpal ya. Yang fanatik ini lah yang malesin. Bagaimana mau meyakinkan orang kalau mereka baik, tapi baik dari profile picturenya saja dan tutur katanya nggak pantas. Saya pernah lihat juga orang yang kelihatannya alim terus debat di sosmed jadi panas dia menghardik temen saya CINA DIEM LO ya kita bacanya ikutan prihatin sekali. Bagus postingannya Feb

    1. Iyaaa, miris sih mbak waktu masalah uus itu booming. Dan kayaknya sekarang masih ada yang ngehujat deh.
      Nah, setuju sih mbak, yang fanatik itu yang malesin. dan kadang, fanatiknya itu salah. Bawa-bawa membela agama, tapi ucapannya kasar begitu -__ huft.
      Parah kan menghardiknya seenaknya gitu -_- prihatin mbak sama yang gitu-gitu :’

      Makasih mbak 😀 heheh

  13. Selama ini, kalau Aku main medsos selalu jadi silent reader Hahaha untuk menghindari konflik juga sih. Apalagi jaman sekarang banyak banget akun fake yang kerjaannya buat ngebully, ngehina dan malah ribut gajelas di medsos -.-

    1. Wkwkw kalau aku main medsos buat iseng-iseng dan lucu-lucuan sih mbak wkwkw kadang komentar yang gitu gak jelas, tapi bukan menjurus ke judging loh heheh.

      Iya, akun fake kampret emang mbak -_- ngehina, ribut dan bully sepuasnya -_- parah

  14. Sebelumnya, panjang umur pencinta alam indonesia..

    Kadang2 yg gue heran itu kenapa merembetnya kok sampe keseluruh pecinta alam di indonesia, liat medsos isinya kok pada menjelekkan sistem yg ada di mapala padahal yg menjelekkan loh gak tau mapala itu apa, kdang yg menjelekkan itu baru naek gunung sekali udah cocotnya kyak senapan mesin.. pengen balas komen2 negatif di IG atau medsos cuman males memperkeruh suasana, jdi diam aja dulu sampe semuanya tenang.. huh..

    1. Nah, itu dia mas :’ yang disayangkan itu ya itu, merembet kemana-mana dan sampai ada yang menghujat kampusnya pula. Padahal kan mereka belum tentu tau semua hal -_- duuuh, parah emang 😦

  15. iya suka eneg kalau ada yg nambah-nambahi komen yg nyeleneh…mungkin mereka niatnya mau mendukung atau menjudge kelompok tertentu, tp gaya bahasa yg ngga sesuai sering bikin mata “gerah”

  16. Banyak masyarakat Indonesia yang pemikirannya masih konservatif, semoga banyak dari kita pandai-pandai memanfaatkan media sosial dengan baik dan jangan menghujat orang lain, setuju banget sama mas Febri

    1. Hihihi iyaaap. Setuju. Banyak yang pemikirannya masih konservatif :’ sedih jadinya ya.
      Aamiin. Semoga sajaaaa :’) karena kalau menghujat, apa bedanya kita sama mereka ya :))

      terimakasiiih yaaak 😀

  17. Ini lah fenomena yang paling fenomenal di iNDONESIA, benar kata kamu,,, jangan menelan berita mentah-mentah. Aku juga kadang marah-marahin keluargaku yang langsung aja percaya sama sebuah berita, tulisan hoax dsb. Setiap berita dan cerita itu kan pasti ada beberapa sudut pandang tergantung dari mana kita menilainya. Ini tulisan sangat inspiratif…saya sampai buka-buka youtube ngliat apa yang terjadi pada Uus,,,Uus saja saya sebenarnya tidak tahu hheehe… 🙂

    1. HIhihi bener banget. Banyak orang yang kayak seenaknya berpendapat, tapi jatuhnya malah kayak merendahkan atau gimana gitu ya. Emang sih negara demokrasi yang bebas berpendapat, tapi nda gitu juga kan seenaknya menghina, menghujat orang -_-
      Nah, iya, berita seharusnya emang disaring sih.

      Hihihi terimakasih ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s