Salahkah Pacaran?

‘Pacaran itu sebenernya boleh nggak sih?’

Pertanyaan itu yang kayaknya menghantui gue akhir-akhir ini. Hmm… Ya, beberapa waktu yang lalu gue memang pernah menulis artikel berjudul ‘Kenapa Harus Pacaran?’. Namun entah mengapa, kepala gue kembali dipertemukan dengan sebuah pertanyaan seputar pacaran yang agaknya cukup mengganggu hati gue.

Gue sempet bertanya kepada beberapa teman dengan pertanyaan begini :

‘Biasanya kan larangan itu tertulis ya? Terus, ada nggak sih larangan tertulis yang nggak membolehkan kita untuk pacaran?’

Yang kemudian beberapa teman menjawab :

‘Nggak ada sih. Tapi kan pacaran itu semacam zona yang memberikan ruang kepada orang-orang untuk berzina. Maka dari itu, pacaran gak diperbolehkan’

Mendengar jawaban itu, kemudian gue pun berpikir :

‘Mmm… Kalau gitu, kenapa pacaran doang yang dilarang? Gimana dengan temenan?’

Pikiran gue itu nggak langsung gue ajukan sebagai pertanyaan ke temen-temen gue. Ya, gue memilih untuk berpikir sendiri mengenai masalah ini. Pada dasarnya, kita mungkin sudah tau bahwa di era yang semakin maju ini, kita sering melihat pergaulan yang menuju ke arah negatif semakin merajalela.

hamil-diluar-pernikahan

Source : Klik

Gue tau, sekarang ini banyak orang yang paham dan sependapat bahwa pacaran itu dilarang oleh agama. Dari situ, banyak orang yang mengutuk bahwa pelaku pacaran adalah orang-orang berdosa yang emang harus disadarkan. Bahkan, ada seorang temen yang pernah bilang ke gue begini :

‘Feb, pacaran itu apaan sih? Banyak dosa. Mending temenan aja’

Disitu, gue mengamini. Oke, pacaran emang dipandang negatif. Tapi setelah itu, gue agak kurang setuju setelah mendengar cerita dari temen gue sendiri bahwa dengan statusnya yang temenan, temen gue ini bisa ngelakuin yang kayak orang pacaran lakuin : Gandengan, Pelukan bahkan ciuman.

Bahkan, dari cara pandang skeptis orang-orang terhadap pelaku pacaran, gue pernah membaca status begini :

‘Ngapain pacaran, kalau jadi temen bisa kayak pacaran?’

status

Dari situ gue langsung berpikir :

‘Emm… Kayaknya ada cara pandang yang salah deh disini’

Ya, menurut gue, sebagian orang menghindari pacaran karena mereka takut dipandang jelek oleh orang lain. Mereka nggak pacaran, tapi sebenernya mereka melakukan apa yang orang pacaran lakukan. Kalau gini caranya, bisa jadi dong beberapa tahun kedepan kita akan mendapati banyak orang yang bilang ‘Say No To Temenan’ karena memang orang-orang menghindari pacarannya, bukan menghindari perbuatan di pacarannya?

Pertanyaan gue selanjutnya adalah :

‘Jadi apa sebenarnya pacaran itu salah, bukannya yang salah itu masing-masing orangnya ya?’

Hmm… Gue nggak benar-benar tau apa jawaban atas pertanyaan diatas. Tapi yang gue tau, ada banyak pelaku pacaran yang emang bikin miris. Banyak orang yang pacaran dan akhirnya rusak, masa depan kacau dan bahkan hamil di luar nikah. Pun juga ada banyak pelaku pacaran yang membuat orang itu jadi baik. Jadi berbenah. Bahkan ada yang pacaran membuat dia menjadi orang yang lebih memiliki motivasi tinggi.

Dan gue rasa, nggak ada peraturan dalam hal pacaran yang menganjurkan bahwa pelaku pacaran boleh gandengan, pelukan, ciuman atau hal-hal diluar batas lainnya. Yang menganjurkan bukan pacarannya, tapi masing-masing pribadi yang menjalin hubungan pacaran tersebut. Jadi menurut gue, ya tetep. Mau gimana-gimananya pacaran ya tergantung orang yang menjalin hubungan pacaran itu sendiri.

Gimana dengan hubungan pertemanan?

Sebenernya sih sama aja. Ada pertemanan yang baik-baik aja, yaitu pertemanan yang bikin kita tambah pinter dan juga semangat dalam menjalani kehidupan. Pun juga ada pertemanan yang bikin kita rusak, yaitu pertemanan yang bikin kita terperosok dalam kegelapan dan bahkan membuat masa depan kita kacau.

Gue bisa bilang begitu karena gue mengambil satu dari sekian banyak kisah temen gue sendiri. Ya, salah seorang temen gue bercerita bahwa dia pernah berteman dengan seorang cewek berhijab yang sudah punya pacar dan hampir tunangan. Tapi suatu hari, karena urusan tertentu, temen gue pun membawa cewek itu ke kamar kostnya. Alhasil? Ya gitu. Mereka gitu. Tapi untungnya mereka nggak sampai… ah, gitu deh.

Jadi pertanyaannya, siapa yang salah? Hubungan pertemanan?  Atau hubungan pacaran?

Enggak. Nggak ada yang salah dari hubungannya.

Tapi kalau menurut gue, yang salah itu ya tetep pribadi masing-masing orangnya.

Kenapa kebanyakan orang menganggap kalau pacaran itu buruk adalah karena orang yang pertama kali pacaran dulu mencontohkan hal buruk. Salahnya, orang-orang sekarang justru meniru hal buruknya ketimbang hal-hal baiknya. Oleh karena itu, kalau besok gue ketemu sama orang yang pertama kali menciptakan pacaran dan mencontohkan hal buruk, gue jelas-jelas akan menggajul selangkangannya dengan keras.

7

Source : Klik

Kampret dia. Coba kalau dulu dia menciptakan pacaran dan mencontohkan hal baik di dalamnya. Ngaji bareng misalnya.

Kalau dipikir-pikir ulang, kita pernah melihat bahwa ada banyak pelaku pacaran yang memang berhasil mencapai pernikahan dengan baik. Pun berseberangan dengan itu, kita juga pasti pernah melihat bahwa ada juga orang yang pacarannya berhenti ditengah jalan dan berakhir dengan penyesalan.

Ya kalau dikaji ulang sih memang semua itu ada baik dan buruknya, tergantung pribadi masing-masing yang menjalaninya.

Orang-orang mungkin akan bilang begini :

Tapi kan pacaran itu ngasih wadah kita untuk berzina

Emmm… Kalau gue pikir sih ya, kayaknya bukan pacarannya deh yang ngasih wadah. Tapi orangnya yang nyari wadahnya sendiri untuk mereka berzina.

Gue pernah denger ada seorang dosen yang bilang begini :

‘Jangan terlalu kaku sama sesuatu yang baru. Ada pelaku agama yang melarang sesuatu yang baru dengan menganggap bahwa itu adalah perbuatan orang kafir. Nah, kalau misal kita nggak ngikutin hal baru, ya masa di zaman canggih ini kita melakukan perjalanan jauh dengan berkuda? Kita berkomunikasi dengan surat? Bertransaksi dengan barter? Zaman itu diikuti aja, tapi harus sepintar-pintarnya kita memilah’

Berlandaskan ucapan dosen gue itu, maka gue bisa bilang kalau pacaran itu ya sama ibaratnya kayak motor.

Kita tau kan motor itu nggak ada anjuran atau larangan tertulis dalam suatu agama? Iya nggak ada, tapi buktinya kebanyakan dari kita kan masih ada yang memiliki dan mengendarai motor?

Disitu kita tau loh, motor itu ada baiknya dan juga ada buruknya. Kalau motor itu digunakan secara bijak, ya kita bisa lihat manfaatnya untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Nah, kalau motor itu digunakan secara bathil, ya kita bisa lihat kan kerugiannya? Lihat deh gimana tukang begal, pembalap liar dan para penjambret itu melakukan aksinya.

Jadi, motor itu wadah untuk apa?

Ya motor itu adalah sebuah wadah yang kita tentukan sendiri mau gimana dan dengan tujuan apa kita akan memakainya.

Gitu. Motor itu kan salah satu dari sekian banyak kemajuan zaman yang nggak bisa dihindari. Jadi? Yaudah pinter-pinter kita aja yang memilah mau gimana-gimananya

Pacaran juga begitu bukan?

Mungkin sekarang posisi kita terbelah menjadi dua :

  1. Pro pacaran, dan
  2. Kontra pacaran.

Ya yaudah.

Biarkan mereka hidup dengan pilihannya masing-masing.

Gue tau, orang yang kontra sama pacaran pengen membenarkan makhluk sesamanya dengan memberi tau bahwa pacaran itu dilarang. Oke, itu boleh-boleh aja. Tapi ya bukan dengan cara menjudge dengan kata-kata buruk. Gue rasa, itu bukan cara jihad yang sebenarnya. Pelan-pelan aja ngasih taunya. Santai. Toh hidayah turun dari Allah, dan kita sebagai manusia seolah cuma bisa jadi perantara. Ya yaudah biasa aja. Kalau ternyata belum sadar, ya biarin dulu sampai dia tau bahwa pacaran itu banyak mudharatnya.

Kalau buat yang pro pacaran, ya yaudah. Diem aja. Kalau emang berniat menjalani pacaran, ya jalani aja dengan bijak. Harus tau sampai mana batasannya. Resiko jelas ditanggung sendiri. Tau mana yang baik dan yang buruk kan?

Oh iya, ada pertanyaan lain lagi.

‘Apa pacaran bisa menentukan gimana kita menikah?’

Hmm…

Sekali lagi, jodoh di tangan Tuhan dan kita hanya bisa mengusahakan.

Masing-masing orang punya usahanya sendiri-sendiri.

Orang yang kontra sama pacaran mungkin akan menjawab begini :

‘Orang yang udah tunangan aja bisa gagal sampai pernikahan, jadi ngapain harus pacaran?’

Berbanding terbalik dengan itu, orang yang pro pacaran akan menjawab :

‘Orang yang tunangan aja bisa gagal sampai pernikahan, gimana yang cuma temenan nggak jelas?’

Ya itu pendapat aja. Silahkan. Itu pilihan.

Yang jelas, jangan sampai ada yang menjudge terhadap masing-masing pendapat orang. Gue risih aja gitu kalau denger ada yang ngatain orang pacaran dengan kalimat begini :

‘Kamu ngapain sih pacaran? Musyrik. Kafir. Pezina. Pacaran kan perbuatan setan!’

Hmm…

Kalau pacaran itu perbuatan setan, gue pikir… Kayaknya di dunia ini kita nggak akan ada yang nggodain deh. Kan setannya pasti bakal sibuk pacaran. Bakal sibuk ngasih kabar. Bakal sibuk ngasih-ngasih perhatian.

Jadi, ya yaudah.

gossip-532012_640-1

Source : Klik

Anyway, tulisan ini mungkin sangat-sangat-sangat sensitif ya. Gue nggak menujukan tulisan ini kepada orang-orang yang pro ataupun kontra kepada pacaran. Gue juga nggak menginginkan ada orang yang jadi pindah pikiran gara-gara tulisan ini. Segala pendapat itu bebas kalian miliki. Sah-sah aja. Yang salah itu adalah bagaimana orang yang menjudge dengan seenak jidat. Itu aja. Jadi, kalau nanti ini sekiranya postingan ini mengganggu. Gue akan dengan senang hati menghapus postingan ini.

Terimakasih.

 

Advertisements

146 comments

  1. Apa yang dosen lu jelasin soal “‘Jangan terlalu kaku sama sesuatu yang baru. Ada pelaku agama yang melarang sesuatu yang baru dengan menganggap bahwa itu adalah perbuatan orang kafir dst…” adalah percobaan penyimpangan penjelasan soal bid’ah. Bid’ah sendiri adalah sesuatu yang baru soal agama, bukan soal alat kendaraan, komunikasi, televisi, kamera, dan lain sebagainya

  2. Kalau nggak dicoba, jd penasaran. Bila dijoba sudah pasti nggak ada jaminan jauh dari dosa. Baiknya, siapkan aja diri sendiri menjadi pribadi yang baik, berani dan manpan. Terus, lakukan ta’aruf dengan jalan syair’i. Banyak kok yang melakukan jalan syarii ini. Cuma tidak banyak yang terekspos saja. Yang banyak terekpos dan dibicarakan jadi hot topik adalah ‘pacaran’. Film-film juga begitu bnyak yg membawa isu pacaran… Hehehe 😀

    1. Hahaha iya juga ya 😀 kalau nggak dicoba, penasran. Kalau dicoba, nggak ada jaminan kalau bisa terhindar dari dosa 😀
      Bener, lebih baik menjadikan diri menjadi orang yang sebaik mungkin. Dosa itu dimana-mana :’)

      Hihihi syar’i ya baiklaaah akan dicoba. Tapi aku tetep pengen segera menikah e :’

  3. AKU KAN MAU KOMEN TENTANG TULISAN YA FEB. TAPI ASLI BACA KOMEN NYA LEBIH PANJANG DAN SERU MASA 😦 UDAH DEH, KOMEN NYA GITU AJA. GAK JADI PANJANG DAN TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN TULISAN HAHAHAHA BYE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s