Good Riddance

Sabtu !

Hehehe, setelah Minggu kemarin rubrik #SabtuNgomonginLagu sempet absen karena padatnya jadwal yang gue jalani mulai dari Ujian Remediasi, Ngenalin Nanda ke Orang Tua, sampai Ngasih Surprise ke salah seorang temen satu unit KKN, maka pada Sabtu kali ini #SabtuNgomonginLagu kembali hadir untuk kalian! Yeaaaaay~

Bodo amat.

Wadidaw, ada yang ngambek. Duh, ayolah, kasih gue kesempatan. Gue kasih ini deh biar ga ngambek.

fasasd

APAAN! UDAH, LANGSUNG BAHAS LAGU AJA DEH MENDING!

Nah, gitu dong. Oke, untuk Sabtu kali ini, gue akan membahas tentang sebuah lagu dari Green Day yang berjudul Good Riddance.

By the way, gue yakin, disini hampir semuanya pasti udah tau siapa itu Green Day. Tapi, biar tulisan ini sedikit ada isinya, maka biarkan gue menjelaskan tentang profil dari Green Day ini.

Green Day ya? Ah, iya tau. Aku sukanya yang rasa coolin.

Hmm.

Bentar.

ITU GOODDAY YA SUKIRJAN! TOLONG SEDIKIT DEH! GOODDAY SAMA GREENDAY ITU JAUH BANGET KAMPRET!

Oh, maap. Jadi Green Day itu yang penghijauan gitu ya?

ITU GO GREEN! UDAH DIEM DAN SIMAK PENJELASAN GUE AJA NIH!

Oke.

Istighfar. Istighfar. Istighfar.

Jadi, Green Day adalah  sebuah band bergenre punk rock yang terbentuk di East Bay, California, US pada tahun 1986 silam. Sudah kurang lebih 31 tahun menghias blantika musik dunia, tentu Green Day ini sudah sering berganti personil. Namun, uniknya, hanya ada tiga personil dari Green Day ini yang tetap setia. Mereka adalah Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt dan juga Tré Cool.

greeday

Source : Klik

Dari ketiga personil Green Day tersebut, sosok kontroversial tentu jatuh kepada Billie Joe Armstrong. Entah, apakah dia keturunan Neil Armstrong atau bukan, namun yang jelas, gue pernah nonton video dimana dia ngamuk di acaranya iHeartRadio, mengacungkan jari tengah dan kemudian membanting gitarnya hingga terbelah dua. Sayang sih sebenernya, coba bayangin kalau harga gitar itu 40 juta. Dibelah dua kan jadi 20 juta. Bisa dapet motor dua tuh kali.

47826-full

Source : Klik

PAAN SIH!

Namun meskipun terkesan kontroversial, Billie Joe itu menjadi pentolan utama Green Day yang nggak tergantikan dan gue suka.

Bicara masalah Green Day lagi, sejauh ini mereka sudah berhasil menelurkan beberapa album dan EP yang mendunia, diantaranya adalah 39?Smooth (1990), Kerplunk (1991), Dookie (1994), Insomniac (1995), Nimrod (1997), Warning (2000), American Idiot (2004), 21st Century Breakdown (2009), ¡Uno! (2012), ¡Dos! (2012), ¡Tré! (2012) dan Revolution Radio (2016).

Untuk masalah lagu, gue yakin diantara kalian pasti udah sangat familiar dengan lagu-lagu berjudul American Idiot, Boulevard Of Broken dreams, Wake Me Up When September Ends, Basket Case, 21 Guns, When I Come Around, Jesus Of Suburbia dan juga lagu yang akan gue bahas kali ini Good Riddance.

Gue suka sama Good Riddance ini karena selain emang bagus, konsep yang selalu digunain anak-anak Green Day itu selalu keren setiap kali hendak masuk ke lagu ini, yaitu dengan menghancurkan stage mereka, seperti apa yang ada pada video ini :

Another turning point, a fork stuck in the road

Time grabs you by the wrist, directs you where to go

So make the best of this test, and don’t ask why

It’s not a question, but a lesson learned in time

Diawali dengan suara solo gitar yang standar, suara khas dari Billie Joe pun masuk secara pas mendendangkan lirik-lirik lagu diatas. Dilirik pertama itu, Green Day menceritakan tentang seseorang (atau disini bisa kita anggap sebagai diri kita sendiri) yang merasa bahwa hidup ini terasa stuck disitu-situ aja yang mana membuat kita nggak tau harus kemana dan harus ngapain. Seolah yang bisa mengarahkan kita kepada suatu hal itu hanyalah waktu, bukan 100% kemauan dari kita sendiri.

Namun meskipun demikian, dilirik ini pun juga Green Day mencoba menyampaikan bahwa kita seharusnya bisa tetap melakukan apa-apa saja yang terbaik selagi kita bisa. Nggak usah terlalu memikirkan atas alasan dibalik semua hal yang kita lakukan karena semua yang terjadi kepada kita itu pada dasarnya bisa kita ambil pelajarannya.

It’s something unpredictable, but in the end is right,

I hope you had the time of your life.

Nah, ini merupakan lirik yang paling gue suka. Pasalnya, disini Green Day mencoba menjelaskan bahwa hidup itu merupakan sesuatu yang nggak pernah bisa diprediksi, namun apapun itu, akhir dari apa yang kita alami itu pasti baik. Jadi, secara terang-terangan Green Day berharap agar kita bisa benar-benar menikmati waktu-waktu dalam hidup yang sedang kita jalani, entah itu baik ataupun buruk.

So take the photographs, and still frames in your mind

Hang it on a shelf in good health and good time

Tattoos of memories and dead skin on trial

For what it’s worth it was worth all the while

Pada lirik ini, Green Day mencoba menyampaikan bahwa hidup itu pada dasarnya memang harus dikenang. Jika kita mengalami hal-hal menyenangkan dalam hidup, ya syukuri aja karena memang pada dasarnya setiap hal-hal yang sudah terlewat itu adalah hal-hal yang berharga.

Yah, menurut gue lagu ini kayak lagu yang sesuai dengan apa yang dialami oleh orang-orang sih. Dalam hidup, kita pasti sering mengalami kejadian yang menyenangkan ataupun menyedihkan. Namun, dibalik itu semua pasti ada pelajaran-pelajaran yang membuat kita bakal menjadi lebih baik. Jadi kuncinya, ya syukuri aja. Kalau emang menyedihkan, ya jangan terlalu berlarut dalam kesedihan. Cobalah segera mencari cara untuk move. Kalau menyenangkan, ya jangan terlalu berlarut dalam kesenangan. Bersiap-siaplah untuk menghadapi apa-apa saja yang ada di depan sana.

Nikmatilah hidupmu.

Hihihi keren lah Green Day ini.

Yuk dengerin lagunya, kuy!

Advertisements

12 comments

  1. Emang nih suara Billie Joe yang bikin musik Green Day makin khas. Baru pertama denger lagu ini, asik juga. Mv nya mewakili orang-orang yang ngerasa stuck sama pekerjaan, yak.
    Tapi ada yang kurang dari Billie… Kurang eyeliner xD

  2. Makin tua orang2 ini ternyata makin sadis ya. Gue bahkan gatau ho lagu ini. Muahahaha. Anak dangdut ga pernah denger lagu beginian cuuy.

    Tapi ini kayaknya pas buat soundtrack lo feb. Semoga ngga stuck di situ2 aja. Muahahaha. *Kabur naik onta*

    1. Hahaha iya Bang 😀 parah sih ini anak-anak GreenDay 😀 makin mantap aja 😀
      Mana ada kamu anak dangdut bang -_- kamu anak hits parah wkkw

      Faaaaakuuuy ya ini anak masih aja 😀

  3. Sempet-sempetnya pamer pacar di awal paragraf. Bangke. :p

    Kalo lagu ini udah dengerin dari zaman SMA. Ehehe. Tapi nggak pernah paham apa artinya dan asal dengerin aja. Terus berkat tulisan ini gue sedikit mengerti. Wqwq. 😀

    1. Wkwkwk ampuuun Yog :p wkwk kamu fokus juga ya :p wkwkw 😀

      Hehehe jadi sering ndengerin ini juga ga Yog 😀 aku akhir-akhir ini lagi seneng-senengnya nih ndengerin lagu ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s