Review Film : Cek Toko Sebelah

SENIN!

Hakhakhak.

Gimana nih kabar Seninnya? Apakah membahagiakan? Err… Senin gue tadi sih dihiasi dengan ujian terakhir dari sekian banyak mata kuliah di semester 7 ini. Ya, yang mana itu artinya adalah… GUE UDAH MULAI LIBUR ! YEAY!

Emang nggak ada remidi? Emang yakin nilaimu bagus semua?

Ah, kan! Resek!

Hak.hak.hak

Anyway, selain diisi dengan ujian, Senin gue ini juga diisi dengan sebuah hiburan yang menyenangkan karena gue sama Nanda baru saja menonton sebuah film yang menurut gue sangat-sangat reccomended buat ditonton di tahun 2017 ini.

Apaan?

CTS!

Ceka Teki Silang?

TEKA-TEKI SILANG!

Oh, TTS ya brati? Emang ada ya film TTS? Setauku CTS, deh.

Err… FAK!

CEK TOKO SEBELAH !

cek-toko-sebelah

Source : Klik

Hihihi…

Sebenernya Cek Toko Sebelah ini merupakan salah satu film yang udah gue tunggu-tunggu dari tanggal 28 Desember lalu sih. Cuma, ya baru ketonton sekarang. Habisnya gue itu tipe orang yang kalau nonton itu suka di akhir-akhir tayang biar kesannya sepi dan leluasa gitu. Eh, tapi tadi biarpun gue nontonnya udah sekitar 13 hari dari tayang perdananya Cek Toko Sebelah, ternyata antrinya masih cukup panjang juga sih. Parah. Emang keren deh ya film Cek Toko Sebelah ini.

33946

Film Cek Toko Sebelah ini menurut gue menjadi salah satu bukti akan kematangan Bang Ernest Prakasa sih setelah sebelumnya beliau (ya, beliau aja) (udah tua kan ya Bang Ernest mah?) juga udah membuktikannya juga di film Ngenest.

ernest-prakasa_20161209_075049

Source : Klik

Mula-mula, kalau kita pahami judul dari film Cek Toko Sebelah ini, mungkin kita akan mengira bahwa film ini menceritakan tentang seorang pemilik toko yang sedang bersaing dengan pemilik toko lainnya, kemudian si pemilik toko ini pun akhirnya ingin mewariskan tokonya kepada salah satu diantara anak mereka yang justru dari situ malah timbul sedikit permasalahan kecil yang agaknya diantara dari kita akan beranggapan :

‘Errr… kok kayaknya gue pernah ngalamin yang begini ya?’

Secara pribadi, hmm… Gue kayak ada semacam ikatan tersendiri akan film Cek Toko Sebelah ini sih. Pasalnya, ketika melihat beberapa scene yang menampilkan adegan bahwa Yohan (Dion Wiyoko) sedikit kurang terima ketika dia tau bahwa ayahnya justru ingin mewariskan tokonya kepada si adik, Erwin (Ernest Prakasa), ditambah lagi dia seringkali melihat bahwa ayahnya lebih bangga kepada si adik ketimbang Yohan tersebut.

goks

Hmm… Ya, gue pernah kayak diposisi Yohan sih, bedanya, gue ada di anak kedua. Sementara kakak gue, ya dia kayak yang dibangga-banggain gitu sama bapak. Sampai akhirnya, masalah memuncak ketika gue secara terang-terangan sedikit emosi dan bilang

‘Yaudah, sama si kakak aja. Bangga-banggain tuh, si anak kesayangan. Aku mah apaan’

Dari ucapan gue itu, bapak pun marah dan gue sama beliau nggak ngobrol dan bertegur sapa hampir selama sebulan penuh.

Dan dari ucapan gue itu, gue menyesal juga sih dulu sempat bilang begitu.

Eeetapi bentar? Apa jangan-jangan Bang Ernest mengadopsi film ini dari kisah hidup gue?

Aaaaaakh. Bang Ernest so sweet~

NAJIS, FEB!

Oke, Maap.

Gue suka sih sama perpaduan yang disajikan oleh film Cek Toko Sebelah ini. Mulai dari bagaimana scene-scene yang membuat tawa penonton terpecah, bagaimana scene-scene yang bikin kita mikir kemudian introspeksi, pun juga bagaimana scene-scene yang membuat gue harus nahan air mata. Ya, gue nggak boleh nangis. Ya kalik ada Nanda di sebelah gue terus gue nangis kejer saat liat Yohan sama Koh Afuk (Kin Wah Chew) berpelukan di atas makam sang Ibunda.

Selain itu, ada perpaduan antar pemain yang menurut gue sangat menarik. Selain Yadi (Adjisdoaibu) dan Ojak (Awwe) yang emang chemistry komedinya udah dapet banget, di film Cek Toko Sebelah ini pun memunculkan gimana perpaduan antara dua manusia absurd-nggak-jelas-yang-kayaknya-kalau-mereka-bersama-sama-bakal-membuat-kita-menitikkan-air-mata. Hmm… Siapa lagi kalau bukan Kuncoro (Dodhit Mulyanto) sama Tini (Arafah). Siap-siap ngelus dada deh kalau liat adegan mereka berdua.

dodot

Ada juga adegan yang semestinya terlihat elegan, tapi di film Cek Toko Sebelah ini malah justru kayak dibikin agak-agak kocak gimana gitu. Kayak misal adegan dimana ada seorang atasan dari Erwin yang mana namanya adalah Mrs. Sonya (Asri Welas).

Hmm… Asri Welas.

IYA, ASRI WELAS, SESOSOK PEREMPUAN KOPLAK YANG KALAU KITA NGELIATNYA AJA UDAH BIKIN NGAKAK, EH DISINI MALAH MERANIN JADI SEORANG ATASAN. KOCAK PARAH!

Selain itu, ada juga atasan Yohan yang mana diperankan oleh Hifdzikhoir. Hmm… Iya, Hifdzikhoir yang itu. Miris juga sih liatnya. Rasanya pengen banget berkata kasar waktu liat scene yang ada Hifdzikhoirnya itu.

hirdzi

PECAH!

Dan terakhir… Yah, peran seorang dokter di film Cek Toko Sebelah ini dikasih ke Arief Didu.

Iya, Arief Didu.

IYA! SEORANG DOKTER YANG NOTABENENYA KERJAANNYA SERIUS, EH MALAH DIKASIHIN KE MANUSIA BERMUKA-YAUDAHLAHYA-YANG-NGGAK-ADA-SERIUS-SERIUSNYA!

arif

Tapi buat gue, itu justru jadi senjata komedi yang bikin ngakak banget sih.

Diantara banyaknya artis yang main di film Cek Toko Sebelah, mulai dari  Ernest Prakasa, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia, Tora Sudiro, Yeyen, Dodhit hingga Arafah. Ada satu pemain yang gue sedikit familiar dan perannya itu sangat menggelikan sih menurut gue. Siapa lagi kalau bukan Yusrilfahriza! Setau gue sih dia anak Jogja dan salah satu anggota dari StandupUMY.

yusril

Keren deh.

Yah, gue sih menilai kalau film Cek Toko Sebelah ini emang film yang bagus banget. Selain karena gue nontonnya bareng Nanda, ya karena emang ini film seolah mencerahkan bahwa nggak ada anak yang dilahirkan di dunia ini sebagai produk gagal.

Semua anak yang dilahirkan itu adalah pemenang!

Kalau penasaran sama filmnya, mending nonton deh. Di hari ketigabelas tayang ini aja masih rame aja loh yang nonton film Cek Toko Sebelah ini.

Jadi, setelah berdiskusi dengan Nanda masalah rating untuk film Cek Toko Sebelah ini, maka gue dan Nanda sepakat bahwa Cek Toko Sebelah ini layak mendapatkan 4.5 / 5.

KEREN!

Gue saranin sih yang belum nonton biar segera nonton film ini.

ASLIK NGGAK AKAN NYESEL!

Yuk, nonton trailernya dulu :

Advertisements

65 comments

  1. Emosi itu harus dikeluarkan Feb, jadi kalo gue nonton kemarin sih, nangis. Susah2 Ernest bikin film biar lo nangis malah lo nggak nangis, cupu ah.

  2. Si anjis. Ngereview film masih sempet-sempetnya aja pamer punya pacar. Di kalimat “Ya kalik ada Nanda di sebelah gue terus gue nangis kejer bla bla bla bla.” IYA TAU KAMU PUNYA PACAR TRUS NONTON SAMA PACAR. IYA TAU. YHA! 😭😭😭😭

    Aku belum nonton ini. Dan sepertinya nggak bakal nonton. Udah kena spoiler dari segala lini. Tapi yang jelas film ini pasti bagus daripada Hangout. Yha. Kebencianku sama karya Radit yang semakin hari semakin cuma mentingin uang aja udah mendarah daging. Huhu.

    1. HEEEE INI SI ICHAAAAK -_- Kan informasi ajaaaa. Errrrr… kenapa kamu fokusnya disitu sih. Aaakh ampun wwkkwkw

      Masih suka nonton sendiri, Chak? :p

      Hahaha spoilernya udah dimana-mana ya ini film wkkw tapi lucu loh, suwer wkwkw

      Waaa, kayaknya kamu benci sekali sama Radit yaaa wkwkw

  3. Samlekuum.
    Dah lama kayanya gak komen di blog ini. ehe
    Uwuwuwu. beberapa kali diajak nonton CTS tapi selalu nolak karna belom punya waktu luang dan, dan….. mau nunggu nongol di tipi aja. ehe

    Sepertinya ini film yang bernafaskan keluarga sekali yaa. harus segera ditonton sih ini, agar supaya.

    1. Iya Mba 😀 kocak banget, eh, ada scene yang mengharu biru juga sih wkwk 😀 duuuh, jauh ya mba. Kalau gitu, tunggu tayang di layar kaca aja brati yak 😀

      Aaaaaaakh, makasiiih ya Mba 😀 hihi

  4. Emang kasih sayang ortu ke anaknya itu beda beda sih.. Jadi ngerasa senasib. TSAAHH!!

    Jadi kepengen nonton. EHEhe

    Tapi filmnya keliatan bagus bukan gegara nonton bareng pacar kan? eh

  5. di sosmed atau artikel banyak yg bilang bagus sih, tapi orang deket bilang biasa aja dn lebih berpihak ke film sebelah :P, memang semuanya masalh selera sih, tapi gara-gara reviewmu aku jadi pgn nonton 😀

  6. Semoga masih ada film ini di bioskop malam minggu ini. Mau ngebandingin juga sama Hangout bagusan mana.

    Malesnya kalo orang review, kadang spoiler, lo sedikit spoiler sih. Karena beberapa tokoh udah perlihatkan di sini. Gue juga udah baca beberapa review CTS. Makin buat penasaran pengen nonton.

  7. aku nonton 3x feb, dan 3-3 nya msh aja ngakak parah liat nya wkwkwkwk :D.. sumpah, ini film indo yg paling aku suka dr semuanya… dan gara2 ini, aku jd tergila2 ama ernest ;p. suami blm nonton nih.. jd kalo dia ntr tertarik mau nonton, aku ga bakal keberatan nemenin ke4 kalinya 😀

    1. Waaaaa 😀 kamu 3 kali nonton Mba? Emas sekali kamu mba hihihi tapi ya emang sumpah bikin ngakak sih ya. Awalnya aja udah bikin ngakak yang bagian kaesang itu wkwkkw
      Hihihihi ajak nonton suami mba biar jadi keempat kalinya 😀
      Ernest emang mantap sih dia 😀

  8. Haha pas penayangan perdana tadinya saya mau nonton, tp ngeri karena bawa anak kecil jadi akhirnya nonton Moana. Blm kesampaian mau nonton ngajakin bini.

  9. Dan filmnya sekedar lucu tanpa makna.. filmnya tetap membawa makna mendalam. Bahwa semua org punya talenta masing masing, semoga orgtua bisa bijak mensupport anaknya apapun talentanya.

  10. Saya sudah nonton, saya menangkap dari dua film ernest, “NGENEST” dan “CEK TOKO SEBELAH”, ada semacam autokritik ernest terhadap etnis tionghoa sendiri, yang paling kelihatan di CTS soal pernikahan antara etnis tionghoa dengan pribumi yang masih terlihat “tabu” di kalangan tionghoa,

    Di mana Koh Afuk kelihatan gak suka dengan pernikahan Yohan dan Ayu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s