Untuk Banda Neira, Sampai Jadi Debu

Sabtu!

Hihihi gimana Sabtu kalian nih? Menyenangkan? Yuk semangat ah, libur panjang ini kan ya? Selamat bersenang-senang di longweekend yang menggembirakan ini.

Anyway, gue lagi bingung nih. Nggak tau kenapa, ya karena lagi bingung aja. Sekarang gue lagi duduk ngeliat laptop yang menyala dengan intensitas cahaya sedang yang cukup menyilaukan. Menampilkan file microsoft word yang disetiap pertemuan antara jemari dengan keyboard laptop selalu memunculkan huruf demi huruf yang kemudian menyusun sepatah dua patah kata yang antah berantah.

Ya, gue lagi bingung aja. Mencoba untuk mengistirahatkan jemari, namun dia memaksa untuk tetap menari diatas papan keyboard hitam dengan ukuran kecil. Mencoba menenggelamkan pikiran, namun dia memaksa untuk tetap berputar-putar pada kebingungannya. Mau merebahkan badan, namun dia memaksa untuk bangun dan menempatkan posisinya didepan meja laptop.

Gue bingung.

Kenapa bisa begini ya?

Mmm… Daripada bingung, mending kita langsung ke rutinitas kita di hari Sabtu aja gimana?

Emang apa ya?

YA #SABTUNGOMONGINLAGU DONG YA!!!

Tratakdungdungces~

*Headbang*

*Mosing*

*Qosidahan*

Yah, langsung aja, pada Sabtu kali ini gue akan membahas tentang sebuah lagu dari… Hmm… Sebelumnya gue mohon untuk yang udah tau agar nggak bersedih dahulu ya… karena gue akan membahas tentang sebuah lagu dari Banda Neira yang berjudul Sampai Jadi Debu.

Fyuh…

Buat yang belum tau siapa itu Banda Neira, biar gue jelaskan sedikit.

Buat yang udah tau siapa itu Banda Neira, mohon untuk tenang sedikit.

Jadi, menurut web dibandaneira.tumblr.com, Banda Neira adalah sebuah proyek iseng bertanggung jawab dari duo yang bernamakan Ananda Badudu dan Rara Sekar. Kata mereka di web tersebut, ada kata yang melulu diulang dalam setiap penjelasan profil Banda Neira yaitu iseng, nekat, kurang persiapan, tinggal beda pulau, dan tak bakal ada yang dengar.

cb3yfonviae1nto

Source : Klik

Sewaktu pertama kali baca mengenai profil Banda Neira di atas, gue (dan mungkin kalian) sempat berpikir begini :

ISENG!? HE?! ISENG?!! NGGAK ADA KEISENGAN YANG SEKEREN KALIAN, BANDA NEIRA! NGGAK ADA KENEKATAN YANG SEKOMPLIT KALIAN. KALIAN BERKELAS!

Tapi setelah benar-benar memahaminya, ya mungkin memang benar. Banda Neira memang terlahir dari keisengan, ketidaksiapan, kenekatan dan ke-ke-apalah-lainnya yang membuat mereka bebas untuk berkarya.

Hasilnya?

Luar biasa.

Lantas, mengapa Banda Neira?

cover_1

Source : Klik

Menurut web yang sama (dibandaneira.tumblr.com), Banda Neira adalah nama pulau yang berada di pulau Maluku, tepatnya di bagian Timur Indonesia. Sejarahnya, di masa perjuangan meraih kemerdekaan, ada beberapa pejuang dan seorang bapak penemu bangsa yang sempat dibuang oleh Belanda ke sana. Beberapa pejuang tersebut diantaranya adalah Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta. Banyak cerita menarik yang ditulis oleh Sutan Sjahrir mengenai Banda Neira ini. Dari catatan demi catatan harian yang ditulis oleh beliau, orang-orang bisa tau bahwa beliau tidak merasa sperti orang buangan ketika diasingkan ke Banda Neira. Barangkali karena pulainya luar biasa indah, atau mungkin karena masyarakat sana yang menarik. Sementara Mohammad Hatta sibuk membaca buku, Sutan Sjahrir asyik bermain dan mengajar anak-anak setempat.

‘Di sini benar-benar sebuah firdaus’

Itu adalah penggalan tulisan dari Sutan Sjahrir di awal Juni 1936.

Maka, dari pulau dan cerita itulah nama band (atau duo) (Tapi Mas Nanda sama Mbak Rara masih kekeuh menyebutnya band) ini diambil.

Keren juga ya pemilihan namanya?

Terbentuk pada bulan Februari 2012, Banda Neira ini sudah menelurkan satu buah EP bertajuk Di Paruh Waktu dan juga dua buah album bertajuk Berjalan Lebih Jauh (2013) dan Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti (2016). Untuk lebih lengkapnya dalam mengulik perjalanan Banda Neira, mungkin kalian bisa membaca disini deh : Tentang Banda Neira

Bicara masalah Banda Neira, gue udah cukup lama mendengarkan lagu-lagu dari duo (atau band deh ya) kece ini yaitu mulai dari lagu-lagu mereka berjudul Di atas Kapal Kertas, Ke Entah Berantah, Rindu dan juga Kau Keluhkan yang ada di EP Di Paruh Waktu hingga lagu mereka paling baru dan ngehits dan sering ditulis orang-orang di sosial medianya : Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti.

Aaaakh, mereka kece!

Tapi…

Yah, ini sedihnya.

Pada 23 Desember kemarin, melalui akun instagram bandaneira_official, terpampang sebuah postingan berkonsep gambar Mbak Rara, Mas Nanda dan beberapa tangkai bunga beserta sebuah surat yang agaknya membuat heboh para penikmat musik-musik Banda Neira.

bandaneira

bandaneira-2

Ya, Banda Neira berhenti.

Fyuh.

Banyak yang menyayangkan keputusan ini, banyak yang larut dalam kesedihan atas berhentinya Banda Neira, pun juga banyak yang nggak bisa berkata-kata atas keputusan tersebut, hingga akhirnya spekulasi demi spekulasi pun mulai bermunculan, salah satunya adalah spekulasi mengenai apakah Banda Neira berhenti karena Mbak Rara yang sibuk menuntut ilmu di NZ?

Entahlah.

Yang jelas, gue sangat menghargai keputusan Banda Neira ini meskipun awalnya juga menyayangkan sih.

Tapi… Ya mau gimana?

Yang berhenti, pada akhirnya akan selalu terkenang.

Lagunya nggak ilang kok. Lagunya akan terus menggema dan menghias telinga kita. Hihi.

Jadi, terakhir, untuk Banda Neira dan untuk semua penikmat musik-musik Banda Neira, ini adalah salah satu dari sekian banyak lagu dari Banda Neira yang gue suka.

Dentingan piano yang syahdu… Lirik-lirik yang ciamik… Suara-suara yang merdu… Sampai Jadi Debu.

Badai Tuan telah berlalu

Salahkah ku menuntut mesra?

Tiap pagi menjelang

Kau di sampingku

Ku aman ada bersama mu

Selamanya

Sampai kita tua

Sampai jadi debu

Ku di liang yang satu,

Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu

Salahkah ku menuntut mesra?

Tiap taufan menyerang

Kau di sampingku

Kau aman ada bersama ku

Selamat mendengarkan.

Terimakasih, Banda Neira

Salam dari penikmat setia lagu-lagu kalian,

Febri Dwi Cahya G dan Ananda Aning Pradita

24 Desember 2016.

cencss9w4aafx5y

Source : Klik

Advertisements

33 comments

  1. Oh berawal dari keisengan jadi keren y
    Hampir sama kayak saya dong bang
    Saya iseng2 lahir ke dunia ini
    Eh pas nongol banyak yg idolain saya
    Karena saya keren
    .
    Kita kapan bang iseng2 bikin duo
    Ya siapa tw j engga ada yg mw denger

  2. Memang kalau grup yang disuka berhenti bermusik secara bersama-sama itu berat, hehe. Tapi mau bagaimana lagi, sebagai penggemar ya kita cuma bisa menerima keputusan mereka sembari mendoakan semoga mereka jadi pemusik yang lebih baik lagi esok hari. Saya belum pernah dengar sih duo ini tapi dari pemilihan kata-kata dalam lirik (bahkan dari nama grup mereka), saya setuju mereka ini orang-orang berkelas yang membuat karya sepenuh jiwa. Semoga sukses deh.

    1. Hehehe iya Mas :’) banyak yang syok juga loh waktu BandaNeira ini milih berhenti. Yaaah, secara emang berkelas sih. Lirik-liriknya itu ajib banget mas. Kamu harus dengerin lagunya 😀 wwkwkw

  3. Kak aku serius sedih pas baca post instagram itu. Bukan fans serius Banda Neira tapi cukup seneng denger lagu-lagu mereka, enak gitu buat didengerin. Terus… Bubar 😦

  4. Hem. Main ke sini lagi. Dan ada bahas Banda Neira juga. Pas nonton sesi wawancara bang Nanda di YouTube, jadi makin nyesek.
    Keren Mereka. Saya juga nulis tentang Banda Neira. Lagi-lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s