Clock Strikes

Haloooo!

Hmm… Ya, gue tau kok, beberapa dari kalian mungkin ada yang sedang menundukkan kepala dan bersedih atas kekalahan Indonesia melawan Thailand beberapa jam lalu yang akhirnya hanya membuat Indonesia menjadi Runner Up untuk kesekian kalinya.

Yah, mau gimana lagi? Indonesia udah berjuang keras kok. Mereka udah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menang. Namun, yah namanya juga belum waktunya aja. Jadi, terima aja apa yang ada sekarang. Besok waktunya berbenah untuk Indonesia yang lebih baik.

Semangat~

Tapi, dari kekalahan Indonesia tadi, kita bisa mendapat kesimpulan yang sangat menarik dari komentator yang sumpah-yah-dagelannya-minta-ampun bahwa :

‘Ibarat kekasih, mau bagaimanapun, ketika janur kuning belum melengkung, apapun bisa terjadi’

Oke, gue ngerti. Gue ngerti banget… Tapi…

EMANG APA URUSANNYA SAMA SEPAK BOLA ANJAY!!!

KEMARIN PAK KOMENTATOR UDAH TYPO BILANG KALAU KON*TITIT* FERDINAND ITU BAIK LOH. MBOK YANG BENER 😦

TERUS INI VIDEO JUGA KENAPA DIULANG-ULANG BAGIAN KONTITITNYAAAAAAAA!!! 😦

Ah, malah emosi kan? Kayak Abduh Lestaluhu yang nendang bench Thailand kemarin dong?

Udah deh, daripada sedih dan emosi, mending sekarang kita lanjut ke… #SABTUNGOMONGINLAGU!!!

Yeay!

Tumben tepat waktu bikinnya…

Errr…

Nah, nggak perlu berlama-lama, untuk Sabtu kali ini, gue akan membahas sebuah lagu dari One Ok Rock yang berjudul Clock Strike.

2013-03-06-one-ok-rock-clock-strikes-1280x720-h264-aac-eimusics-com_-mkv_snapshot_01-05_2015-03-21_08-43-05

Source : Klik

Udah pada tau One Ok Rock?

Biar gue kasih tau sedikit.

Menurut terjemahannya, One Ok Rock berarti :

One : Satu

Ok : Oke

Rock : Batu

Jadi, kalau kita mempunyai pikiran terbuka atas hal ini, kita akan menyimpulkan bahwa One Ok Rock ini mempunyai satu jargon yang mirip-mirip kayak RCTI yaitu :

‘Satu Batu Oke~‘

hqdefault

Asoy.

YANG BENER!

Oke, maap.

Ya, One Ok Rock adalah sebuah band  bergenre alternative rock, post-hardcore dan powerpop yang terbentuk di Tokyo, Japan pada tahun 2005 silam. Digawangi oleh empat personil yaitu Takahiro Moriuchi, Toru Yamashita, Ryota Kohama dan Tomoya Kanki, band yang di jepang terkenal dengan nama One O’Clock ini sudah menelurkan 7 album, diantaranya adalah Zeitakubyō (2007), Beam Of Light (2008), Kanjō Effect (2008), Niche Syndrome (2010), Zankyo Reference (2011), JinseixBoku= (2013) dan 35xxxv (2015). Kabarnya, pada tahun 2017 besok, One Ok Rock ini akan mengeluarkan album baru bertajuk Ambitions. Yeaaaah!

one-ok-rock-511d7441ebeaf-860x450

Source : Klik

Ada banyak banget lagu karya One Ok Rock ini yang ngehits dan enak untuk didengerin di telinga. Pasalnya, ya wajar aja, udah 11 tahun berkarya dan punya 7 album kece, yakalik lagunya nggak ada yang keren? Coba deh dengerin lagu-lagu One Ok Rock yang berjudul Remake, Deeper Deeper, The Beginning, Chaosmyth, Wherever Your Are, Heartache, Mighty Long Fall, Be The Light dan juga lagu yang akan gue bahas kali ini Clock Strikes!

Sejujurnya gue bingung sih mau mereview lagu One Ok Rock yang mana sampai akhirnya menjatuhkan pilihan pada lagu Clock Strikes ini. Semua sama bagusnya dan sama kerennya. Parah. Mungkin dihari lain gue akan bahas lagu One Ok Rock lainnya deh ya. Tapi sekarang, Clock Strikes dulu deh.

Diawali dengan suara detakan jarum jam yang berputar cepat, lagu Clock Strikes pun disambut dengan efek dengungan yang akhirnya masuklah suara Taka yang lembut-lembut gimana gitu.

What waits for you?

What’s breaking through?

Nothing for good

You’re sure it’s true?

Eien nante naito iikitte shimattara

Amarini mo sabishikute setsunai deshou?

Daremo ga hontou wa shinjitai kedo

Uragira rereba fukaku kidzutsuite shimau mono

Towa ga aru sekai ga risoude wa naku

Sore wo shinji tsudzukete iru sugata

Sore koso bokura ga nozomu beki sekai

To kidzuku koto ga dekita nara

What will we have?

Itu adalah lirik pertama yang terdengar lambat kemudian menjadi ngebeat saat masuk di bahasa Jepang. Bercerita tentang bagaimana sebuah hubungan (bisa pacaran atau pertemanan sih) yang sedang dilalui oleh si penulis.

Dilirik ini, si penulis lagu seolah bertanya kepada partnernya itu tentang bagaimana seharusnya hubungan mereka harus dilanjutkan karena si partner itu seolah terkesan ragu untuk melanjutkan hubungannya.

Selanjutnya, si penulis lagu mencoba untuk tetap bertanya dan meyakinkan atas keputusan-keputusan yang kelak akan diambil agar supaya nantinya tidak ada penyesalan di akhir. Intinya ada dua orang yang menjalin hubungan, kemudian salah satu diantara mereka merasa ragu untuk melanjutkan sementara yang satunya mencoba untuk mempertahankan.

Believe that time is always forever

and I’ll always be here

Believe it till the end

I won’t go away and won’t say never

It doesn’t have to be friend

You can keep it till the end

Ini adalah bagian reffnya yang kalau didengerin itu agak syahdu dan manis gimana gitu. Menceritakan tentang si penulis yang akhirnya menyerahkan segala keputusannya kepada partnernya, namun si penulis tetap berharap bahwa partnernya akan bertahan.

Si penulis pun mencoba untuk terus meyakinkan bahwa waktu itu abadi dan dia pun berjanji akan senantiasa selalu menemani si partner menjalani waktu yang abadi tersebut. Dia nggak akan pergi, bahkan nggak akan pernah berucap selamat tinggal kepada partnernya.

Tameshi ni eien nante naito iikirou

Soshitara kibou ya yume wa ikutsu shinu darou?

Sorega sonzai shinai koto no zetsubou

To sonzai suru koto no zankoku wo

Souzou shite mite boku wa sukoshimata

Mekuru peji no te wo tomeru

What will we have?

Dilirik ketiga ini, si penulis lagu masih tetap mencoba meyakinkan kepada partnernya atas perbedaan pola pikir yang menyelimutinya. Si penulis mencoba menyamakan konsep berpikirnya bahwa jika waktu itu tidak abadi, maka berapa banyak harapan dan impian yang akan mati? Berapa banyak keputusaasaan yang akan menyelimuti? Sesedikit apa kekejaman yang akan menerkam? Sekuat apa partnernya akan membalikan halaman hidupnya yang baru? Dan yang paling penting… Bagaimana mereka akan memiliki satu sama lainnya?

Intinya tetap, si penulis berharap partnernya bisa bertahan menjalani hidupnya bersama dia. Berdua. Bersama-sama.

Namun tetap juga, semua keputusan ada pada partnernya dan semua konsekuensinya pasti akan kembali kepada hubungan mereka.

Woahhh oahh oahh oahh

Woah oahhh oahhhhhhhh

Woahhh oahh oahh oahh

Woah oahhh oahhhhhhhh

Ini adalah lirik menjelang terakhir yang mana artinya si penulis lagu cuma pengen bengak-bengok nggak jelas aja.

Hmm ya, intinya sih, dalam sebuah hubungan, hal ini agaknya memang sudah biasa terjadi kan ya? Ada yang hendak pergi, ada yang hendak bertahan. Ada yang menahan, ada yang mencoba melepas pegangan. Ada yang mencintai, ada yang tak balik mencintai.

Semua wajar kan?

Jadi, berpikirlah sejenak…

‘Untuk apa engkau datang, jika akhirnya kan pergi? Untuk apa kau mendekat, jika akhirnya kau membuat sekat?’

Yuk dengerin aja lagu One Ok Rock – Clock Strikes ini…

Terimakasih!

Advertisements

25 comments

  1. gue sukaaaaa banget sama One OK Rock
    dan cinta sama Taka
    huahahahaha
    jadi waktu mereka ke jakarta, nonton konsernya ngga feb?

    clock strikes emang enak sih lagunya, apalagi bagian reffnya, gimana gitu liriknya, huehehe. Tp yang favorite banget dari OOR selain yang udah disebutin di atas adalah ending story, coba dengerin itu juga feb, kereeeeenn

    1. Hy presyl
      Terimakasih suka cinta sama saya
      Tapi saya ga bisa cinta sama kamu
      Aku sudah pacar
      Jangan lupa y beli album kami rilis januari 2017

    2. Aaaaakh, penyukaaa OOR nih 😀 hihihi

      Aku ga nonton mba ._. duuuh, siaaaal ya kurang beruntung dulu :’ padahal beberapa temenku yang suka OOR pada nonton 😦

      Ending story kereeen mbaaaaa :3 hihihi

      1. Iyaaa kan keren, itu lagu pembuka waktu konser 3 tahun lalu feb. Btw, yg komen pake nama taka oor itu kamu kenal feb? Puh-leease yaa itu komen ngeselin tapi bikin ngakak 😂

  2. Dianalisis semua liriknya sampai ke bagian bengak-bengok, haha. Jujur saya ngakak pas baca bagian itu, mohon maaf ya. Saya tumben baca dirimu bahas lagu Jepang Feb. Tapi memang one o’clock itu terkenal sih. Musik memang universal, ya. Tapi kalau kata saya, band ini sangar-sangar penampilan dan musik tapi liriknya sebelas dua belas dengan Rinto Harahap #eh.

    1. Iyaaa habis kayaknya hampir semua lagu pasti ada bengak-bengoknya kan mas, entah itu uwo uwo ataupun dudududud wkwkwk hihihihi

      Iyaa soalnya ini lagu jepangnya OOR itu keren-keren, Mas 😀 universal. Bahasanya campuran kan 😀 hihihi
      Waduuuu Rinto Harahap :’ wkwkw

  3. one ok rock tuh emang banyak banget lagu yang enak didengernya!!!
    sayang pas mereka ke Indonesia ga nonton konsernya…dan pas mereka ke sg aku ga tahu infonya!! TT___TT

  4. Hy febri
    Saya kembali lagi untuk memberi komentar
    Terimakasih febri
    Sudah mereview lagu kami
    Oh iya febri
    Jangan lupa ya beli album trrbaru kami yang akan rilis januari 2017
    Inget beli, jangan download gratisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s