Review Film : Black or White

Eh, untuk awalan postingan kali ini, main tebak-tebakan sebentar yuk?

Main, main apa yang bikin perut panas?

MAINCRET~ Lululululu….

WOI, GUE BELUM JAWAB, UDAH LO JAWAB DULUAN.

APAAN JUGA MAINCRET?

UDAH, MENDING LANGSUNG MASUK KE TULISAN #Seniningan AJA DEH DARI PADA NGESELIN!!!

Udah, udah jangan ribut. Ini cuma tebak-tebakan loh. Udah sih, jangan kayak anak kecil.

LO YANG BIKIN MASALAH!

Oke, maap.

Yap, sebenernya tulisan diatas itu sekedar selingan aja mengingat gue bingung sih harus memulai tulisan review film kali ini dari mana. Hakhakhak. Masalahnya begini, pada hari Minggu kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, gue terdiam sendiri di depan laptop sambil memilih beberapa list film yang akan gue tonton dan gue review pada kesempatan kali ini. Setelah sekitar 20 menit bergelut dengan berbagai macam pilihan film yang ada, gue pun akhirnya meyakinkan diri untuk menonton film Black or White dan sekarang sudah siap untuk mereviewnya.

Ada yang udah pernah nonton Black or White?

black_or_white

Source : Klik

Ya, seperti yang tertera pada poster diatas, film Black Or White ini adalah sebuah film karya Mike Binder yang inti ceritanya adalah tentang hak pengasuhan anak yang sudah tayang pada tahun 2014 silam.

Hak Pengasuhan Anak? Kenapa nonton film tentang orang yang rebutan hak asuh anak?

Soalnya gue pengen punya anak.

Pengen punya anak, atau pengen bikin anak?

Mmm… Pengen dua-duanya sih.

NIKAH, GOBLOK. BUKAN MALAH NONTON FILM. KULIAH KELARIN, KERJA, TERUS LAMAR TUH NANDA.

Hmm… Yha.

Emang Nanda mau dilamar sama kamu?

….

Oke, jadi gini, kenapa gue milih buat nonton Black or White ini? Jawabannya mungkin sama seperti apa yang gue tulis pada postingan dua minggu lalu yang berjudul Zookeeper, yaitu karena gue milihnya secara acak dan asal hanya dengan bermodalkan poster film aja.

Ketika mulai menonton Black or White ini, gue sama sekali nggak punya spekulasi atau pandangan mengenai bagaimana cerita pada film ini akan berjalan. Gue bener-bener mengikuti semua alur ceritanya dengan seksama. Entah ini perasaan gue aja atau bukan, gue merasa awal-awal cerita pada film Black or White ini terkesan cukup membosankan dan membuat gue terheran-heran. Seperti contohnya ketika masuk awal film menampilkan scene dimana Elliot Anderson (Kevin Costner) tiba-tiba langsung bersedih di rumah sakit karena istrinya meninggal dunia yang kemudian membuat kehidupan Elliot berubah drastis. Ditambah lagi, pada awal-awal cerita itu gue dibuat tambah bingung ketika pertama kali melihat Eloise (yang di awal gue kira anaknya Elliot) itu bisa berkulit hitam, sementara dari pihak Elliot dan Istrinya itu berkulit putih.

Scene from movie 'Black or White'

Source : Klik

Nonton film yang bener-bener kita nggak tau bagaimana sinopsisnya itu bener-bener nyenengin ya? Bikin kita bingung di awal, tapi bikin kita mengangguk-ngangguk paham di akhir.

Setelah film Black or White ini selesai gue tonton selama kurang lebih dua jam, gue pun jadi tau tentang bagaimana inti dari cerita yang hendak disampaikan. Gue jadi tau bagaimana Eloise terlahir. Gue jadi tahu kenapa perebutan hak asuh Eloise antara Elliot dengan Rowena (Octavia Spencer) ini bisa terjadi. Gue jadi tahu kenapa Elliot bersitegang dengan Reggie. Dan gue pun jadi tau kenapa gue bisa memiliki muka yang gantengnya minta ampun… dan mirip Aming.

4e13021825956901d3bf0670f8084d2e1_200559-horz

Ada sebuah kutipan kalimat yang gue suka dari film ini, yaitu kalimat yang dilontarkan oleh Elliot ketika dia menjadi saksi atas dakwaan dari Jeremiah bahwa dia membenci ras kulit hitam :

β€˜Kita memang berbeda. Kita punya warna kulit yang berbeda. Jadi, yang pertama kuperhatikan saat melihat orang kulit hitam adalah warna kulitnya? Ya. Katakan saja. Karena aku juga bisa katakan bahwa itu hal pertama yang kau perhatikan saat kau bertemu orang kulit putih. Aku tak tahu kenapa begitu. Yang aku tahu, saat bertemu wanita cantik, yang pertama kuperhatikan adalah dadanya. Karena memang aku begitu. Tapi pikiranku akan segera berali. Aku bukan orang yang rusak, oke? Aku bukanlah orang jahat. Aku hanya sedikit cacat.

β€˜Sama halnya soal Ras, itu bukanlah hal terpenting bagiku. Itu hanyalah pertimbangan kedua, ketiga atau keempat bagiku. Dan dalam setiap urusan, hal terpenting bagiku selalu sama : Perbuatan dan interaksi yang kumiliki dengan orang yang berhubungan denganku’

Mungkin itu mengapa pada poster film ini terdapat tulisan #LoveHasNoColor

black-or-white

Source : Klik

Secara pribadi, film yang diangkat dari kisah nyata ini cukup membuat gue tersentuh. Gue nggak sampai mewek sih, cuma mbrambangi aja. Film yang seharusnya bener-bener bisa mengajarkan kita bahwa tidak ada kata rasis di dunia ini. Semua orang itu sama. Entah ras hitam maupun ras putih.

Yah, untuk rating, gue ngasih 3/5 sih.

Hehe.

Buat yang udah pernah nonton, gimana menurut kalian?

Buat yang belum nonton, coba deh tonton filmnya kalau punya waktu luang. Download aja di link download kesayangan anda atau cari di toko DVD dekat rumah mantan anda.

Buat yang belum nikah. Sama. Gue juga belum nikah kok.

Jadi, cus nih trailer film Black or White :

Advertisements

31 comments

    1. Nah, itu dia mbak ._. aku kalau nonton film itu suka random ._. apalagi ini tuntutan #Seniningan wkwkw yaah, namanya juga usaha mbaaaak wkwkw πŸ˜€
      Tapi nggak mengecewakan kok filmnyaaaak :p

      Pengen nikah juga sih *lAH OPO HUBUNGANE*

  1. Foto kembaran aming merusak momen keseriusanku bang. Udah enak-enak baca ulasan sinopsisnya, eeeh malah nongol foto kembaran aming:(

    Btw, aku setuju bang. Cinta ga sebatas RAS aja. Cinta lebih dari itu.

    Jadi pertanyaanku, kapan bang feb ngelamar nanda?
    tq

    1. Anyway, mirip banget kan ya? duuuuh, jadi enaaak wkwkw :p

      Ahahaha ampuuun Wulaaan :p

      Nah, bener kan, cinta nggak pandang bulu seharusnya :’) cinta itu luaaaaas.

      Err… secepatnya. Tunggu undangannya yaaaak *ceritanya pede*

  2. Hmm. Sebuah pilihan film yang bagus buat bekal berumah tangga sama Nanda. Dan ternyata filmnya nggak cuma tentang pernikahan dan anak, tapi tentang ras juga. Sesuai sama judulnya.

    Aku belum pernah nonton film ini. Dan film ini tergolong baru ya? 2014 gitu rilisnya. Bagus nih. Keliatannya banyak pesan moral dari filmnya. Terutama yang soal dada itu. Hehe. Hehe. Hehe.

    1. Wahahah bekal berumah tangga ya Chak wkwk πŸ˜€ bisak bisak wkwkw πŸ˜€

      Iyaaaa, tentang ras gitu wkwkw aku udah sedikit-sedikit mulai suka film nih wkwkwk πŸ˜€

      Hahaha dadaaaa loh, dadaaaa wkwkw

  3. Febri sekarang nontonnya berat-berat euy filmnya. Sadis. Gue belum nonton beginian, tapi kayaknya sih seru ceritanya ya. Romantis-romantis galau sedih frustasi lompat ke jurang gitu.

    Feb, coba deh belajar nari reog ponorogo. Dilihat dari fotomu, kayaknya masa depanmu cocok di situ. \:p/ *kabur naik delman*

  4. Febbb.. Kok kecean rambutmuu sikk?? *gak terima*..haha.. Ah iya, ngapain rasis, toh kulit dilepas juga isinya sama kan daging, tengkorak ma tetelan.. ehh.. Jadi penasaran filmnya.. Hmm..

    1. Wahahahahduuuuh, itu rambut gembeeeel kalik mbak wkwkw πŸ˜€

      Iya kan, emang kita sebagai sesama manusia itu nggak boleh rasis πŸ˜€ hihihi isinya sama jugaaak kan ya πŸ˜€

  5. Oh ini ceritanya agak-agak mirip pelemnya sandra bullock yak yang punya anak kulit item. Bedanya yang Sandra bullock itu anak asuh atau anak adopsi gitu..sampe sukses jadi pemain american futbol. sama-sama kisah nyata. Nonton yang sandra bullock itu bikin nangis. yang ini belom nonton..

  6. Dari judulnya, aku udah yakin ini tentang rasisme. Ternyata emang bener ya, di tambah konfliknya seputar hak asuh anak gitu. Pernikahan antar ras, terutama ras kulit hitam dan putih di Amerika dalam film ini (menurut aku) tujuannya buat ngasih tau ke orang-orang kalo cinta itu engga mengenal ras dan warna kulit yak. Kalo ternyata perbedaan itu indah. Hwaaa, kayaknya ini bisa masuk daftar film yg bakal di nonton hahahah.

    Di Endingnya, kayak udah kebelet nikah banget. Kapan nikah samaNanda? :v

    1. Hehehe ketebak ya dari judulnya πŸ˜€ hihi bener kok, tentang rasis gitu. Aku milih film ini juga karena asal, tapi ternyata bagus jugak wkwkwk πŸ˜€

      Ditonton diiih :p wwkwk

      Aaaaaaduuduudu pertanyaannya wkwkw :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s