Terungkap! Inilah 6 Perbedaan Kisah Cinta Tahun 1980-an dengan Kisah Cinta Tahun 2000-an yang Harus Kamu Tahu

Hanjay judulnya…

Oke, lanjut.

Kita hidup pada masa dimana teknologi sudah sangat berkembang dan seolah memajukan kehidupan setiap manusia.

Apa itu baik?

Entah.

Mungkin baik, kalau perkembangan teknologi tersebut tersebar secara merata dan dimanfaatkan secara bijak.

Mungkin buruk, kalau perkembangan teknologi tersebut dimanfaatkan untuk hal-hal yang merusak.

Bicara masalah teknologi, coba bayangkan apa yang terjadi pada tahun 1912-an.

Gelap.

YAIYALAH, KITA BELUM LAHIR.

Oke.

Maksudnya begini, coba deh kita bandingkan apa yang dirasakan oleh orang-orang terdahulu dalam menjalani kisah cinta pada masanya dengan apa yang kita rasakan sekarang ini. Pasti ada banyak perbedaan yang sangat signifikan dalam perjalanannya, mulai dari bagaimana cara berkenalan, pendekatan, nembak, pacaran, putus hingga move on. Kalau begitu, mari coba kita jabarkan satu persatu perbedaannya.

1. Kenalan

watak-wanita-saat-kenalan

Source : Klik

Ini adalah salah satu elemen yang sangat mendasar dan simpel sekali jika hal itu kita lakukan sekarang. Namun, apa jadinya kalau kita berpindah ke tahun 1980-an dan mencoba untuk kenalan?

Susah. Pasti susah.

Pada tahun 80-an, kita mungkin akan merasa kesulitan untuk bisa berkenalan dengan orang yang kita sukai. Pada masa itu belum ada teknologi semacam Line, Facebook, Tinder, Twitter, Instagram atau apalah itu yang secara instan sangat membantu kita untuk mendapatkan kenalan. Yang ada paling cuma sebongkah batu besar yang siap untuk nggak sengaja dilemparin ke muka gebetan agar memberi kesan cari perhatian supaya ketika kepala si gebetan moncrot, kita bisa menolong dia sambil curi-curi kesempatan untuk berkenalan.

Berkenalan dengan orang yang kita sukai adalah hal yang sangat susah untuk dilakukan oleh mereka yang hidup di tahun 80-an.

Sementara itu, berkenalan dengan orang yang kita sukai adalah hal yang sangat sederhana dan cukup instan untuk dilakukan oleh mereka yang hidup di tahun 2000-an.

2. Pendekatan

cara-memulai-pdkt

Source : Klik

Setelah masa kenalan, tentu tahapan untuk mencapai sebuah hubungan adalah dengan menjalani masa-masa pendekatan.

Di masa sekarang, pendekatan itu seolah udah kayak kita menjalani sebuah hubungan. Maksudnya begini, ketika pendekatan, kita bisa aja dengan mudahnya mengajak jalan gebetan tanpa mikir harus gimana-gimananya. Langkahnya paling cuma chattingan – ajak ketemu – jalan – makan – pulang – bilang ‘terimakasih ya untuk malam ini ’– kelar. Besok-besok paling udah jadian.

Lah kalau buat mereka yang hidup di tahun 80-an, pendekatan nggak pernah seinstan itu. Kebanyakan dari mereka, dalam menjalani masa pendekatan, mereka lebih sering sok-sok nitip-nitip salam lewat temen, sok-sok nitip salam lewat radio atau mungkin yang paling ekstrim, mereka bakal ngasihin surat berupa curahan isi hati dan perasaan yang diem-diem dimasukin ke tas gebetan.

Gitu terus.

Nggak tau kapan mereka bakal jadiannya.

3. Nembak Gebetan

nembak-cewek

Source : Klik

Mmm…

Sebenernya gue nggak pernah bisa ngebayangin sih, bagaimana orang-orang yang hidup di tahun 80-an menembak gebetannya.

Kalau di masa sekarang, ketika kita mau nembak gebetan, ya kita tinggal nembak aja. Asalkan pada waktu menjalani masa pendekatan kita bisa ngasih hal-hal berkesan dan sebisa mungkin selalu ada untuk gebetan, ya kita pasti diterima.

Lah, kalau di masa dulu? Menjalani masa pendekatan aja susahnya ampun-ampunan, terus gimana caranya kita meyakinkan diri untuk menembak dan diterima?

4. Pacaran

pacaran-haram

Source : Klik

Masa-masa pacaran yang dilakukan oleh mereka yang hidup di tahun 80-an dengan masa pacaran yang dilakukan oleh mereka yang hidup di tahun 2000-an tentu sangat berbeda rutinitasnya.

Di masa sekarang, pacaran itu ya hampir mirip sama pendekatan, cuma intensitas dan pengakuannya lebih tinggi aja. Kita bisa semudah itu chattingan, telponan, video call-an, gampar-gamparan, turunin aku disini-turunin aku disini aja-an dan main permainan siapa yang nutup telpon duluan sama si pacar. Kalau lagi nelpon tiba-tiba pulsa abis, kita tinggal beli pulsa di konter hape. Kalau males ke konter hape, kita bisa buka beli pulsa di tokopedia. Kan gilak ya? Ya kalik, di masa sekarang ini semua kebutuhan seolah dengan instan bisa kita penuhi cukup dengan menghadap layar laptop. Apa aja pasti ada. Apalagi sekarang ada  Tokopedia, sebuah situs website yang bisa dibilang sebagai ‘Mall Online’-Nya masa kini. Semuanya ada di Tokopedia, mulai makanan, handphone, Pulsa,  bahkan sampai pembayaran listrik PLN online bisa dibeli hanya sekali klik.

Simpel banget, kan?

Lah, kalau di tahun 80-an? Boro-boro mau telponan sama pacar. Listrik aja dulu susah.

Pffftt…

Berat.

5. Putus

penelitian-putus-cinta-buat-wanita-sakit-sementara-pria-selamanya

Source : Klik

Di masa sekarang, ketika orang-orang mengalami putus hubungan sama pacar, mereka bisa sangat leluasa untuk mengekspresikannya di media sosial, membalas kepatahhatiannya dengan sebuah karya lewat tulisan di blog atau video kreatif di youtube, pun juga bisa aja mereka curhat-curhat sambil nangis-nangis di youtube sambil bilang ‘Roda itu berputar, kampret. Roda itu berputar’

Di masa dulu? Orang yang mengalami putus hubungan, mereka lebih cenderung berdiam diri di bak kamar mandi sambil dengerin lagu-lagunya nicky astria di radio dengan volume maksimal.

‘MENGAPAAAA  KAU PERGI… MENGAPA KAU KECEWAKAAAAAAN~’

Miris.

6. Move On.

120515091641_mantan-pacar-guru

Source : Klik

Berpindah  adalah salah satu hal yang cukup sederhana untuk dilakukan pada masa sekarang. Dengan keberadaan teknologi yang secara instan dapat membantu kita untuk bertemu dengan orang-orang baru, tentu hal itu sangat bisa membantu kita untuk move on.

Walaupun…

Emang nggak mudah sih.

Kampret memang.

Di tahun 80-an? Move on itu jauh lebih sulit.

Tahun 80-an itu hiburannya masih sangat sedikit. Berkenalan dengan orang baru untuk membantu kita move on pun susahnya ampun-ampunan. Jadi, ketika sepi menyerang, kemungkinan besar yang akan kita rasakan adalah mengingat mantan. Ya gimana? Mau berpindah, susah. Kenalan sama orang baru, susah. Mau balikan, dia udah gak sayang. Kan serba salah ya?

Move on memang hal yang nggak move on.

Yah, begitulah.

Jadi, untuk kalian yang hidup di tahun 2000-an seperti sekarang ini, bersyukurlah. Kalian hidup di masa-masa yang serba mudah. Harusnya sih kalian termotivasi untuk sukses. Lah kan semuanya dimudahkan.

Etapi bukannya kesuksesan nggak bisa diraih dengan cara mudah?

Maka, modarlah. Kalian bakal susah meraih sukes karena kalian hidup di zaman yang serba mudah.

Hak-hak.

Enggak dong. Semua bisa sukses asal ada kemauan, usaha, doa dan kehendak dari-Nya.

Selamat berjuang.

                Dari Febri yang hidup di tahun 2000-an tapi muka kayak tahun 1967-an.

Advertisements

46 comments

  1. hahaha… kalau lihat filmnya suzana yang hot, pacarannya kayak ABG sekarang sih..
    bedanya emang di teknologi..
    tapi kalau kebanyakan yang ada di daerahku, kayak ibu dan adik2nya, kebanyakan dijodohin atau langsung dilamar oleh orang lain.

  2. Anjay, asyik bener baca ini. Meakipun gue ada di dekade pwrtengahan yang rasanya masih ngeri-ngeri sedap ngajakin kenalan meskipun stalking medsos udah lancar jaya. Wkwkwkwk.

  3. Cie cie cie
    Tw dah yg pacaran di tahun 80an mah
    .
    Dulu gimana bang bisa putus sama ceweknya bang? Dulu kenalan sama ceweknya gimana bang?
    Abang penjelajah waktu y bang?
    Gimana enakan hidup di thn 80an apa 2000an bang?
    Makanya bang ganti muka

  4. klo dari cerita orang-orang dlu pendekatanya aja gak gampang, apalagi klo lagi surat-suratan ada yg suratnya gak nyampai lah, yg dibca org lain atau apalah, janjian ketemu juga ribet banget, gak kayak sekarang yg janjian ketemu tgl tlp 😀

  5. gaya pacaran emak bapak tahun 80 awal

    bokap temen kuliah abangnya nyokap, waktu bokap main kerumah nenek, eeh ngeliat si nyokap, jatuh hati, titip2 salam sama abangnya nyokap, ga pake lama langsung jadian (ga diceritain jadiannya gimana haha) trus langsung LDR karena bokap dapet kerja di arab, surat2an antar benua, balik2 langsung diajak kawin hahaha

      1. Hakhakhak terkulkas banget ya mbaaaak papaaaaahmuuuh wkwkw 😀 keren dong brati, Mbak? hihihi

        Aaakh, si Mamaaah hebaaat, bisa bikin si terkulkas jadi mentega cair 😀

  6. Ada bau-bau job review di postingan ini sepertinya. Yuhuuuuuuu/

    Dapat pacar jaman sekarang bisa dibilang lebih praktis daripada jaman dulu. Dan orang jaman sekarang rasanya lebih percaya kata-kata manis daripada perbuatan manis. Hmmm, Miris sih. Kalau proses jadian jaman dulu itu susah, kayaknya jumlah mantannya lebih sedikit daripada jumlah mantannya orang-orang jaman sekarang. Kadar galaunya lebih sedikit. SATU LAGI BUKTI KALAU KITA KALAH TANGGUH SAMA ORANG JAMAN DULU! HUHUHUHU.

    1. Hakhakhak Ichaaak peka juga ya ternyata wkwkw 😀

      Iyaa, jaman sekarang mah praktis banget mau dapet pacar. sialan wkwkw aku dapet pacar aja kemarin harus lewat KKN. Emang kalau aku serba susah sih wkwkwk
      Bener. jaman sekarnag lebih suka kata manis daripada perbuatan manis. so fools.

      KITA KALAH TANGGUH. KITA LEMAH!

  7. Feb, ditokopedia ada custom wajah ngak? Kan seru juga tuh kalo ada *dikira stiker apa 😀
    Sekarang udah jadian atau udah jomblo lagi Feb? Makanya jangan suka balik ke masa lalu

  8. Aku ga ngebayangin gimana kalo misalkan aku kenal suami tahun 80an dan musti LDRan beda benua. Pasti berteman baik dengan pak pos nungguin surat2nya 😁 *lalu nyanyi lagu Suratmu Hedi Yunus 😅

  9. Semua udah berubah sejak internet booming feb. Dulu pas smp kayaknya masih deh gue titip titip salam gitu, atau temen yg iseng bilangin kalo gue nitip salam. Dari gosip2 gitu akhirnya deket beneran dan jadian. :))

    1. Bener, Yog. Semua serba berubah sejak Internet hadir -_-

      Samaaak, aku dulu juga sukanya titip salam sama sok naruh surat di tas gebetan secara diam-diam wkwkwwk

      Aaakh, dulu mah sweet abis ya 😀

  10. Anjrit! Hahahahaha… feb, kamu studi banding dulu nih ya, siapa nih tester buat yang 80an? Wkwwkkw.. satu yang pasti, alhamdulillah jamanku rung ono path. Nyebahiiii 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s