Gara-Gara Pop Mie

Apa yang biasa kalian lakukan ketika menunggu jeda kuliah?

Hmm…

Buat sebagian orang, pertanyaan tersebut mungkin bukan hal yang asing terdengar. Pun demikian, bagi sebagian orang, mungkin mereka akan menjawabnya dengan pilihan-pilihan jawaban seperti berikut ini  :

  1. Balik ke kost, bobok.
  2. Nongkrong di Mall.
  3. Debus.

Ya, semua mahasiswa mempunyai caranya sendiri dalam menunggu jeda kuliah yang kadang bikin gabut banget. Di semester 3 lalu, gue pernah dapet jadwal kuliah pukul 07.00 sampai pukul 08.40, kemudian baru ada kuliah lagi pukul 14.40 WIB. Itu adalah jeda kuliah paling gila yang pernah gue alami sepanjang umur gue.

Iya, parah.

Iya, gue alay.

Sebenernya ada beberapa opsi yang gue pilih untuk mengisi jeda kuliah yang panjang itu. Gue pernah mengisi jeda kuliah tersebut dengan duduk manis di perpustakaan sambil ngeblog dan nulis-nulis gak jelas. Pun gue juga pernah mengisi jeda kuliah itu buat ngerusuhin kost temen dan seenak jidat ngehabisin sisa-sisa penghidupan milik mereka.

Bodo amat.

Namun, ada satu hal yang nggak pernah gue lakuin : Balik ke rumah dan bobok.

Ya, hal itu sangat riskan karena kemungkinan besar, setelah pulang, gue gak akan balik lagi ke kampus.

Hmm…

Itu kan kejadian semester 3 lalu ya? Lantas, gimana dengan semester 7 sekarang?

Aman.

Gue nggak dapet mata kuliah yang mengharuskan gue untuk menunggu jeda hingga lima jam seperti apa yang terjadi di semester 3 lalu. Namun, gue dapet mata kuliah yang mengharuskan gue untuk datang ke kampus hanya untuk mengikuti satu kelas dan itu pukul 15.30.

Percaya sama gue, satu hari cuma kuliah 2 sks di pukul 15.30 itu sungguh amat sangat-sangat malesin. Sampai-sampai, gue sering merasa kalau kuliah 2 sks di pukul 15.30 itu ‘terlalu baik buat aku’ sampai akhirnya gue lebih memilih untuk nggak berangkat kuliah aja.

Maka, untuk mengatasi semua kemalasan-kemalasan yang senantiasa mendera itu, gue pun meminimalisirnya dengan datang ke kampus lebih awal yaitu sekitar pukul 12.00-an.

Ngapain?

Gabut.

SAMA AJA GOBLOK. MENDING DI RUMAH!

Iya, gue emang goblok.

Sama persis seperti apa yang gue alami kemarin Selasa, 8 November 2016. Jadi, pada hari itu, gue ada kelas Teknik Pelaksanaan Perkerasan pukul 15.30 WIB. Namun, seperti apa yang udah gue jabarkan diatas, pada hari itu pun akhirnya gue memilih untuk berangkat ke kampus sekitar pukul 13.00 WIB dan berencana untuk mengerjakan beberapa laporan di study center kampus.

Sekitar pukul 13.30, gue sampai di kampus dan mendapati bahwa cuaca mendung menyelimuti daerah kampus kala itu. Kemudian, beberapa saat setelah gue memarkir motor, hujan pun turun dengan lebatnya.

Setelah mendapati hujan yang turun dengan deras, gue pun segera berjalan menuju study center yang biasa menjadi tempat untuk gue mengerjakan laporan.

Apes, sesampainya di study center, gue mendapati bahwa tempat duduk di study center sudah terlebih dahulu diduduki oleh mahasiswa lain yang juga lagi mengerjakan tugas. Merasa terintimidasi karena nggak dapet tempat duduk, gue pun akhirnya memilih untuk berjalan menuju lokasi yang menjadi tempatnya angkatan-angkatan tua nongkrong : Kantin.

Sesampainya di kantin, gue pun benar-benar melihat ada banyak angkatan tua yang berkumpul disana, mulai dari angkatan 2011, 2012 dan angkatan 2013. Salah satu diantara anak-anak angkatan 2013, gue melihat ada temen baik gue, Martin si manusia pomade lagi duduk di sebelah mas-mas kantin sendirian. Sebagai teman yang baik, gue pun nyamperin dia.

‘Ngapain, Tin?’ Tanya gue sembari mengambil kursi dan duduk diatasnya.

‘Nunggu jeda, lah’ Martin menjawab sembari menyedot teh gelas yang ada ditangannya ‘Eh, kita kan nanti sekelas, geblek’  

‘Oh, iya ya’ Gue jawab sembari memasang muka bego.

Di kantin, gue sama Martin ngobrol nggak jelas dan ngerusuhin mas-mas kantin yang lagi sibuk meladeni pembelian mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Sampai akhirnya, ketika lagi liat-liat kondisi sekitar kantin, pandangan gue terfokus ke arah sebungkus pop mie yang sedang tergeletak di sebuah meja. Lebih lama memandang, gue merasa pop mie itu mengayunkan tangannya ke arah gue.

POP MIE NGGAK PUNYA TANGAN!

Siapa bilang? Pemain Arema ini buktinya…

1479448880737

AHMAD BUSPOPMIE~

ITU AHMAD BUSTOMI, WOY!

AHMAD BUSTOMI!

Gue menelan ludah, kemudian mencolek pundak Martin sembari menunjuk ke arah pop mie yang masih gue lihat.

‘Tin, pop mie enak Tin’

Mendengar ucapan gue, Martin pun menoleh ke arah pop mie yang sedari tadi gue tunjuk.

‘Iya, ya’ Dia memegang perutnya ‘Beli sana, Feb’

‘Ndasmu. Gak megang duit aku’ Jawab gue sekenanya.

Kemudian, langkah selanjutnya yang gue lakukan adalah memandang pop mie itu dengan tidak tenang. Sejurus kemudian, gue langsung melobby mas-mas Kantin.

‘Mas, pop mie berapaan sih?’

‘Empat Ribu,Mas Feb’ Jawab Mas Kantin dengan ramah sembari sibuk memfotocopy kertas milik seorang mahasiswa.

‘Kalau aku bayar pake tebak-tebakan boleh ga, Mas?’ Ucap gue penuh harap.

‘Ndasmu, Feb’ Ucap Martin, seolah kata-kata yang akan diucapkan oleh Mas-Mas Kantin terwakilkan.

Beberapa saat setelah itu, ada temen gue, Galih, masuk ke kantin dan beli segelas minuman. Ketika mau bayar, gue menatap wajah dia dengan tatapan memelas sembari berucap :

‘Lih Galih’

‘Yot?’ Dia menoleh.

‘Rosulullah pernah bersabda, ‘“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat”, loh Lih’ Ucap gue.

‘Ooo…oookei’

‘Nah, sekarang aku sama Martin kan lagi kesusahan nih. Pengen makan popmie. Sesungguhnya apabila kamu meringankan kesusahan kami dengan membelikan dua bungkus popmie, maka kamu akan dilapangkan dua kesusahan di hari kiamat nanti, Lih. Gimana?’

‘Mmm’ Galih mikir agak lama, sebelum akhirnya dia melanjutkan kembali kalimatnya ‘Mending besok kesusahan aja deh di hari Kiamat’

Errr…

Oke Cukstaw.

Setelah Galih berlalu, temen gue yang lain, Radit, dia pun masuk ke kantin. Dia beli dua buah bengbeng dan membayarnya ke mas-mas kantin. Setelah membayar, gue memanggil dia.

‘Dit, Radit’

‘Yoooot?’

‘Pengen dapet pahala nggak?’

‘Gimana tuh?’

‘Popmie dua ya?’

‘Ndasmu, Feb’

SIYAAAAAL!

Radit pun berlalu, setelah itu disusul temen gue lainnya, Dea yang masuk dan beli dua buah roti. Ketika mau bayar, gue manggil Dea.

‘De, dea?’

‘Ya, Feb?’

‘Kamu lagi kesel nggak?’ Tanya gue kemudian.

‘Mmm… kenapa emang?’

‘Kalau lagi kesel, kamu gampar aku dua kali sini?’ Gue menawarkan.

‘Serius?’

‘Iya, tapi Popmie dua dulu ya?’

Gue digampar beneran, tapi gak dikasih popmie.

Anjay.

Dea pun berlalu. Sesaat kemudian, datang seorang kakak angkatan yang Martin kenal lagi beli segelas frestea. Martin pun langsung bilang ke masnya.

‘Mas… Sombong kamu ga pernah nyapa’

‘Eeee kamu toh Tin hahaha’ Jawab Mas Kakak Angkatan dengan tawa ramah.

‘Hehe iyo mas’

‘Gimana kabar Tin?’ Tanya Mas Kakak angkatan.

Mendengar pertanyaan yang Mas Kakak Angkatan ajukan, Martin pun langsung memasang muka melas.

‘Laper ini Mas. Popmie dua ya?’

‘Ambil laaaaaaaah’ Mas Kakak angkatan berucap sembari mengeluarkan duit limapuluhribuan lalu berucap pada mas-mas kantin ‘Mas, itu popmie dua sama frestea ya’

HOREEEEEEEEEE.

Gue sama Martin berjabat tangan dan berpelukan. Mas Kakak angkatan pun berlalu pergi.

Pada akhirya, gue yakin, hasil nggak akan mengkhianati usaha. Setelah beberapa cara gue lakuin buat dapetin popmie, akhirnya di penghujung perjuangan itu gue berhasil dapatin popmie juga. YEAAAAAH.

Setelah merayakan kemenangan akan perjuangan, gue dan Martin pun mengambil popmie dan meraciknya dengan penuh nafsu. Sembari nungguin popmienya jadi, gue melihat jam dinding. Waktu menunjukkan pukul 16.00. Gue diem. Sesaat kemudian, gue bertanya ke Martin.

‘Tin, kita kuliah Teknik Pelaksanaan Perkerasan itu jam berapa sih?’

‘Jam 15.30 kan?’ Jawabnya singkat.

‘Oh, iya ya?’ Respon gue pelan dan berpikir ‘Kalau misal sekarang pukul 16.00, brati kita telat tiga puluh menit. Iya nggak?’

‘Iya’ Martin masih menjawab dengan singkat.

Selang beberapa saat, gue langsung diem.

Martin ikutan diem.

Hening…

Sampai akhirnya…

‘GEBLEK. KITA TELAT, GOBLOK’ Jerit Martin.

Gue diem sebentar, sebelum akhirnya menyadari sesuatu dan ikutan berteriak.

‘IYA, KITA GOBLOK’

Sejurus kemudian, gue dan Martin lari dari kantin menuju kelas dengan membawa segelas Popmie. Kami masih saling menggoblok-goblokkan satu sama lainnya. Dengan popmie digenggaman, gue menyadari satu hal :

INI SEMUA KARENA POPMIE!

YA, SEMUA GARA-GARA POPMIE!

Advertisements

56 comments

  1. Cerita pop mie panjang bgt ye. Dulu gue juga ada jeda kul yg panjang gak masuk akal gitu. Solusinya gue n the gank nongkrong di kantin fakultas lain. Such as: KanSas (kantin sastra di FIB), KanCil (kantin psikologi), KanTek (kantin teknik), dan fakultas lainnya. Tujuannya, biar eksis dong. Hoho

    1. Iyak Mbak wkwkw popmie doang nih pembahasannya wkwkw

      Nah kan, jeda ngga masuk akal gitu emang kadang menjengkelkan. Kamu mending mbak, ada temen segenk. Lah aku sendiriaaan wkwkw 😀

      Aaakh, nama kantinnya lucuuk-lucuk wkwkw 😀

  2. kalo kebiasaan aku sih ya diem ditangga yang jadi titik kumpulnya anak-anak kampus termasuk temen-temen aku, dan berhubung kampus aku itu kecil dan begitu banyak orang yang lalu lalang karena itu juga jadi jalan utama untuk akses kemanapun termasuk ke ruang kelas dan parkiran jadi tangga batu ini menjadi spot yang paling menarik dan terbaik untuk mengomentari orang-orang yang lalu lalang. hehehe
    dan itu dilakukan ketika waktu jeda kuliah. bahkan setiap hari.

  3. Itu bus-popmie gede juga ya, hahaha. Ah klo ada gue, gue yang bayarin tuh feb, tapi lo gamparin orang sekantin dulu ya hahaha. Gak deng canda, ngakak gue tiap baca postingan lo ahaha.

  4. Bhahahak!

    Kamu tu lho. Segitunya sekali pengen makan pop mi sampe minta gitu. Dan memang iya sih. Kadang kita suka terlalu asyik sama sesuatu sampai kita lupa waktu.

    ‘Kalau misal sekarang pukul 16.00, brati kita telat tiga puluh menit. Iya nggak?’
    #KemudianHening

  5. Bau popmie sungguh luar biasa kalo di pesawat atau juga di kantor. Btw, katanya cup popmie mau dibuat yg baru, karena yg pake sterofoam yg sekarang ga sehat 😂 dari dulu kita ga sehat

  6. Kocak banget Feb, mohon maafkan saya yang tertawa di atas penderitaan orang ini ya Feb, tapi ya sumpah konyol banget, nggak bisa saya bayangin itu bagaimana lari-lari sambil bawa Pop Mie dan apakah kalian berhasil masuk kelas tanpa dimarahi dosen? Mungkin kalian terlalu lapar dan berusaha terlalu keras sampai akhirnya lupa waktu tapi akhirnya yang penting kenyang yak, hehe. Jadi pengin makan Pop Mie setelah baca tulisan ini, you are a good writer!

    1. Aaaaakh, Bang Gara 😀 hihihi makasiiih banyaaak yaaak hehehe 😀
      Habis, laper banget Bang wkwk Yaaah, Syukurlah bisa masuk dengan aman tanpa di marahi dosen. Popmienya ditaruh di luar kelas dulu, dikelas nunggu diabsen, habis kelar absen, keluar kelas dan makan Popmie. Aaakh, mahasiswa dewa wkwkwk.

      Makaaaan Popmie sekarang, Mas. Makan Popmiee 😀

      Aamiin 🙂 hihi you too mas, you’re a good writer too 🙂

  7. Aku mah banyak jeda kuliah kek gitu Feb. Masuk jam 6.30-8.10 ada lagi jam 15.00 atau 16.00. Biasanya sih aku ke kosan temen buat nonton, makan dan tidur. Nah…. Saat tidur itu yang susah bangun dan mager parah. Ujung2nya ngarep dosen ndak ada atau kita datengnya telat. Wqwqwq

    1. Hah? Kamu ada yang masuk kuliah pukul 06.30? gilaaak kaliiiik itu wkwk masuk lagik pukul 15.00 pula -_- edaaan wkwkwk
      Samaaa mbak. aku juga kadang ke kost temen dan ngerusuhin aja wkwkwk

      MAGER! Hal yang sangat manusiawi ya Mbak 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s