Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children

Nanda is here~

Hayoooo, coba tebak kenapa kok Nanda bisa sampai nulis di blog ini?

Oke, mungkin kalian sudah tau jawabannya.

Jadi, yak, disini Febri sudah berhasil memperbudak gue buat bantuin ngisi blog dia gitu.

Haha, kampret memang Febri ini.

Jadi ceritanya begini…

Alkisah pada suatu hari, ada makhluk tua bernama Febri Dwi Cahya yang menceritakan tentang niatnya buat bikin rubrik baru di blog ini, salah satunya adalah rubrik review film gitu. Saat pertama kali mendengar niatnya tersebut, gue cuma bisa menjawab :

‘Yaudah sih, tinggal tulis aja kan ya?’

Namun, Febri menggelengkan kepala dan hanya menunjukkan post lama dia yang berjudul Hello Ghost yang dulu coba-coba dia buat. Setelah membaca postingan tersebut… Gue cuma bisa menundukkan kepala dan berbela sungkawa atas dunia pereviewan Indonesia.

Jadi, berawal dari situ, karena Febri tau bahwa gue seorang movie addict, dia pun meminta gue untuk membantu dia mengisi rubrik ini.

Membantu?

Iya, membantu. Febri tetep bakal nyoba nulis review film juga kok. Gantian gitu nulisnya.

Febri nulis review film lagi?

Iya… Kenapa sih?

BUBAR. BUBAR. BUBAAAAAAAAR.

Tenang, tenang. Santai dulu. Review ini hanya akan terjadi dua minggu sekali pada hari Senin kok.

Jadi, disini, gue sebagai self proclaimed movie lover pun langsung terpanggil jiwanya buat membuktikan kepada khalayak ramai bahwa  gue adalah the true self proclaimed movie lover.

Tratakdungdungces~

Anyway, hari ini gue mau mereview tentang film berjudul Miss Peregrine’s Home For Peculiar Children yang gue tonton beberapa minggu yang lalu.

476-film-page-large

Source : (Klik)

Berdasarkan keterangan yang gue dapet dari IMDB (Fyi aja, IMDB itu situs tentang informasi film yang sangat lengkap) (Kepanjangannya sih Ih Males Deh Beib kalau gak salah) film ini bergenre adventure, drama, fantasy dengan rating 13+, persis seperti yang bisa kita lihat dari poster diatas.

Sekilas, kalau dilihat dari sebatas poster aja mungkin kita bakal mikir kalau film ini adalah sebuah film fantasy yang menceritakan tentang anak-anak berkekuatan aneh. Lihat aja ada cewek terbang sampai harus diiket tali kayak layangan. Lihat juga tuh ada cewek yang tangannya kebakar api asmara. Buat kalian yang berpikir kalau film ini adalah film yang menyenangkan dan diproduksi khusus untuk anak-anak yang kesehariannya nontonin Upin-Ipin sambil ngemilin Milkita yang setara kayak segelas susu itu…

Kalian salah.

SALAH!

peregrins-gallery9-gallery-image

Source : (Klik)

Gue pun awalnya mempunyai pikiran bahwa film ini adalah sebuah film fantasi anak-anak yang menyenangkan. Ditambah lagi, gue pun mendadak jadi pengen nontonin dedek Asa Butterfield yang semakin gede semakin cakep aja. Lima belas menit membayangkan adegan pertama di film itu yang hanya menampilkan muka Asa Butterfield, hal itu sudah cukup membuat gue untuk menentukan pilihan bahwa kelak jika sudah dewasa nanti… gue akan menikah dengan Asa Butterfield

cff9488a99f3d220d7edb1ba34437f87

AAAAAKH! GANTENG. Source : (Klik)

Anyway, halo… Kalian tau kan gimana perasaan Febri sewaktu mengedit dan membaca tulisan ini…

Oke sekarang serius. Film ini pada awalnya emang sama sekali gak kaya film anak-anak yang penuh kebahagiaan dan senyuman. Pembukaan film ini dimulai dengan creepiness persis kayak pembukaan film-film horor semacam Annabel, Insidious dan Misteri Jembatan Ancol.

Film ini sebenernya cukup sederhana. Menceritakan tentang Jake Portman (Asa Butterfield) yang ditinggal mati oleh kakeknya yang bernama Abe Portman (Terence Stamp) dengan cara yang penuh misteri. Kematian penuh misteri yang dialami oleh kakeknya itu pun akhirnya yang membuat Jake harus mencari tau apa yang terjadi pada kakeknya tersebut agar dia bisa terbebas dari beban hidup yang terlalu lama menghantui. Namun apakah jawaban dari kematian misteri itu akan menyenangkan bagi Jake? Coba tanyakan itu pada Miss Peregrine (Eva Green).

Sebenernya sebagian dari diri gue udah mengerti kenapa film anak-anak semacam ini bisa dipenuhi dengan hal-hal menyeramkan dan berbau creepy, pasalnya, ada satu nama sutradara yang sudah familiar banget sama gue disitu : Tim Burton.

Ya, Tim Burton itu temen SD gue dulu.

Sorry, ralat.

Tim Burton itu, -kalau kalian juga penyuka film- pasti tau siapa dia. Ya, dia itu seorang sutradara yang emang udah terkenal banget dengan film anak-anaknya yang creepy macam Frankenweenie, Corpse Bride, Charlie and the Chocolate Factory dan juga Alice in Wonderland. Film-film itu adalah film yang bergaya Tim Burton banget, dan gue rasa sih Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children ini sebenernya semacam film Alice in Wonderland yang kedua, jadi emang ceritanya udah based on novel dan Tim Burton menghidupkannya ke dalam dunia film yang kemudian ditambahi bumbu creepiness ala-ala dia, dan Fowalaa~ here is your creepy child’s movie.

Gue gak bilang kalau film ini nggak seru sih. Justru sebaliknya, karena banyak bumbu creepy yang ditambah sama om Tim Burton, makanya film ini jadi enak buat ditonton sama orang dewasa, dan justru agak ngeri kalo ditonton anak-anak, kecuali kalo kalian adalah anak-anak macam Nanda kecil dulu yang pas SD aja udah nonton Final Destination.

Anyway, halo… Kalian tau kan gimana horrornya Febri sewaktu ngedit dan membaca tulisan ini…

Film ini recomended banget buat kalian yang lagi pengen nonton film apalagi kalo kalian suka film fantasi yang creepy. Film ini diputar di bioskop sejak 30 September lalu, dan kayaknya sekarang udah gak tayang lagi deh di bioskop. Jadi, tunggu aja deh tayangannya di TV lokal. Kalau nggak… download aja di situs bajakan kesayangan kalian.

Kalo gue juga disuruh ngasih rating buat film ini ala-ala review film yang lain, gue bisa ngasih film ini nilai  4,5 / 5.

Recomended.

Kalian juga bisa nonton trailer buat filmnya disini deh.

Silahkan.

Ditulis Oleh : Ananda Aning Pradita

Diedit Oleh : Febri Dwi Cahya Gumilar

Advertisements

47 comments

  1. saya baru tahu itu kepanjangannya imdb. 😀 ternyata…
    oh.. kenapa banyak film bagus saat kerjaan menumpuk. *tutupmukanangisdipojokan *halah
    salam kenal, mbak, mas. 😀

  2. baca review ini bikin aku sedihhh 😦
    aku mengabaikan film ini saat ke bioskop hanya karena covernya 😦 tanpa melihat nama sutradaranya 😦

    btw, cieee febri gak jomblo lagi nih yaa :p

  3. aku blm ntn film ini krn biasanya sih, kl film dr buku itu seringnya mengecewakan.. Tp nanti coba deh cari dvd-nya. penasaran jg mau membandingkan

  4. tau nih film.
    waktu itu sempet mau nonton, tapi jadinya nonton yang lain dan sampe sekarang belum jadi-jadi nonton :)))
    malah ngira awalnya bukan fantasi, tapi kayak film horor drama gitu. soalnya ada anak perempuan yang dipakein tali gitu. kalo lg ditanah pake sepatu berat :))))

  5. nandaaaa, salam kenaaal,

    udah niat mau komen; kalian berdua gaya nulisnya samaa, jiplek, persis.
    eh, di bawah ada keterangan diedit febri.

    jadii.. jadii.. hmm.. piye yah :))

  6. genre aku nih nanda (ini aku ngomongnya ke nanda apa febri), suka yang fantasi, kalau fiksi atau yang reality udah terlalu bosan, bosan nonton film yang mengangkat kehidupan rumah tangga yang biasa tapi buat lucu-lucuan.

  7. Duh. Febri bikin iri aja sih. Blognya diisi sama mantan…. eh maksudnya pacarnya. Huhuhuhuhu. Review film yang belum aku tonton lagi! Bajingak! Huhuhuhu, Tapi lucu aja sih, menurut yang sering kamu lontarin tiap komen di blogku, kamu nggak terlalu suka nonton film. Nah kamu punya pacar yang moviefreak kayak Nanda gini. Kalian unik!

    Aku belum pernah nonton ini, Nanda, Febri. Tapi aku suka sama Tim Burton. Ada beberapa filmnya yang aku udah tonton dan aku suka. Yaitu Sleepy Hollow dan Big Eyes. Udah itu doang. Huhuhuhu.

    Btw sekali lagi….

    KALIAN BIKIN AKU IRI! BAJINGAAAAAK!!! :((((

    1. Pacaaar hee, pacaaar wkwkwk 😀

      Hahaha sediiiiih, ayolaaah Ichaak tonton film ini. Seru loh. Suwer deh 😀
      Iyaaaa nih, Febri ga terlalu suka nonton film loh ._. dan ini jadi tantangan buat Febri banget ._. pffft. Tunggu postingan Febri besok senin yaaak wkwkw 😀

      Uniik yaa, semoga langgeng 🙂

      Hihihihi KAMU HARUS NONTON.
      DAN KAMU JUGA BAJINGAAK wkwkw

  8. Wah udud ah
    Tapi saya ga punya kouta
    Mmmm
    Beliin dong
    Pengennya si nonton di bioskop
    Tapikan udah gada
    Saya harus giman? Apa yg saya harus lakukan?
    .
    Wih hebat punya kekuatan unij
    Ini keseringan makan buah setan ya kayaj si topi jerami
    .
    Coba dong review film fast 8

  9. wah ada eva green :”>

    ANJER TERNYATA JUDULNYA INI TOH. dulu sempet liat trailernya dan bilang “anjir keren nih film!” beberapa bulan kemudian lupa judulnya. :’)

  10. Nanda kecil nontonnya Final Destination. Dyah kecil nontonnya Ratu Buaya Putih, Sundel Bolong, Ratu Pantai Selatan wkwkwkwk#sungkem eyang Suzanna

    Terus Febri kecil nontonnya apa?

    1. Wahaaaaa duuuuh, sepertinya kalian samaan deh mbak :p wkwkwk dan kamu tau Mbak? Ibunya Nanda itu namanya Ibu Diyah Loh :p wkw kalian keluarga? *lah wkwk

      Febri kecil nontonnya shincan dong ~ sampai sekarang ding :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s