Permohonan Setelah Ujian

‘Tap… Tap… Tap’

Suara derai langkah kaki yang berat terdengar keras menapak. Hembusan nafas yang terkesan memburu pun seolah beradu dengan udara pagi yang sejuk. Keringat mengucur di dahi, memberi kesan panik yang seolah dipaksa untuk ditahan.

Gue menapaki setiap anak tangga untuk mengantar gue menuju ke lantai tiga. Gue melihat jam, angka yang tertera di ponsel gue kala itu adalah 08.05 WIB. Gue pun menepuk jidat sambil mempercepat langkah.

Hari itu Jum’at pagi. Gue ada ujian Hidrologi Terapan pada pukul 07.50 WIB. Jadi, sesuai dengan apa yang gue deskripsikan diatas… Ya gue resmi telat 15 menit.

Mmm… entah kenapa, di semester tua ini semangat kuliah gue berasa berkurang beberapa persen. Entahlah. Gue berasa jadi anak manusia paling males sedunia. Kuliah sering telat. Bahkan kadang sering memilih untuk nggak kuliah. Bener-bener anak manusia tak tau diuntung.

Gue berdiri di depan kelas dengan nafas ngos-ngosan. Beberapa saat, gue mencoba untuk bersikap tenang. Dengan mengela nafas panjang dan menggulung lengan kemeja, gue pun masuk dengan sangat berwibawa.

Setelah masuk, gue pun berjalan menghadap Bu Dosen dan mencari tau dimana tempat gue duduk. Ya, di kampus gue, tempat duduk saat ujian itu tergantung dari nomer mahasiswa. Jadi biasanya, tempat duduk paling depan diisi oleh mahasiswa angkatan tua mulai dari angkatan 2011, 2012, dan 2013. Maka, buat mereka yang masuk dalam kategori angkatan tua, bersemangatlah.

Gue melihat nomer ujian gue di sebuah lembar absen, kemudian mencoba mencari kertas lembar jawab yang bertuliskan nomer urut ujian gue tersebut.

‘JIAH’

Reflek gue setengah menjerit sambil menepok jidat.

Gue duduk di kursi paling depan. Dekat meja dosen. Dekat jalan.

Semangatlah wahai angkatan tua~

posisi-duduk

Mencoba untuk tetap tenang, gue pun duduk dengan manis sembari membaca-baca soal yang sudah Bu Dosen bagikan.

Dua menit kemudian, otak gue berasap.

KAMPRET SIH SOALNYA~

Disitu, gue cuma bisa menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat situasi dan bertanya kepada beberapa teman yang duduk di dekat gue.

NGGAK NGARUH.

BAHAYA.

RISKAN.

DOSEN YANG DUDUK DI DEPAN GUE MEMANDANGI MAHASISWA SATU PERSATU.

PFFFT…

Akhirnya, gue pun cuma bisa melakukan apa yang mahasiswa tua lakukan ketika sudah pasrah dengan keadaan : cengengesan kayak orang gila.

Ya, gue cengengesan sambil baca soal, kemudian sok-sokan mencari solusi atas persoalan yang tertera di soal tersebut. Sampai akhirnya, dosen pun berdiri dari duduknya dan mulai bergerilya mencari tau bagaimana mahasiswanya bekerja.

Saat berdiri, Bu Dosen langsung memandangi lembar jawab yang sedang gue coret-coret. Beliau menahan tawa saat melihat jawaban gue yang terkesan asal-asalan. Coretan yang gue buat di lembar soal pun semakin membuat Bu Dosen menilai gue sebagai mahasiswa yang apaan-banget-sih.

Bu Dosen pun berlalu dan meninggalkan gue untuk kembali melihat lembar jawab milik mahasiswa lain.

‘Kesempatan!’ Gue membatin.

Mencoba untuk tenang, gue menoleh ke arah kanan. Disana ada temen gue, Bayu, lagi sibuk mengerjakan soal hitungan. Gue pun melempar dia dengan tutup bolpen sembari berucap :

‘BAY, LIAT JAWABAN NOMER DUA. LIAT JAWABAN NOMER DUA’

Bayu yang menoleh dan tau apa yang harus dia lakukan pun langsung menunjukkan lembar jawabnya. Gue mengamatinya. Terus mengamatinya. Sampai akhirnya…

MATA GUE JULING.

TULISAN BAYU KAYAK INGUS TAPIR.

ANJIIIIR.

Gue masih nggak hilang akal. Gue mencoba mengubah posisi duduk untuk mendekat ke arah Bayu dan melihat lebih jelas tulisan di lembar jawabnya.

BERHASIL!

TULISAN BAYU KALAU DARI DEKAT SEDIKIT LEBIH BAIK DARI INGUS TAPIR.

Gue pun mencoba menyalin jawaban Bayu dengan perlahan. Hati senang. Hati riang.

Baru beberapa menit menyalin, Bu Dosen yang berdiri di belakang berucap dengan nada yang cukup tinggi :

‘Kalau ada yang ketahuan menyontek, lembar jawabannya langsung saya ambil ya’

ERRRR…

Mendengar ucapan Bu Dosen, gue pun langsung membenarkan posisi duduk dan cuma bisa mengusap-usap kepala dengan pasrah.

AAAAAAAAAAAAAKKKH.

AMPUNI AKU YA TUHANKU~

Beberapa lama kemudian, waktu ujian pun selesai.

Seluruh mahasiswa bangkit dari duduknya dan menyerahkan lembar jawab beserta soal ke Bu Dosen. Beberapa diantara mereka ada yang bermuka santai, memberi kesan bahwa mereka berhasil mengerjakan semua soal ujian dengan benar. Ada pula yang memasang muka datar, memberi kesan bahwa mereka tidak begitu yakin akan jawaban di lembar soalnya, namun mereka yakin bahwa ujian Hidrologi Terapan bukanlah ujian yang bisa membawanya menuju Surga Adn. Sisanya adalah mereka yang memasang muka suram, memberi kesan bahwa mereka tidak bisa ngerjain soal ujian dan tidak bisa masuk ke Surga Adn.

Disaat mahasiswa lain berlomba-lomba untuk keluar ruang ujian, gue malah memilih untuk diam di kursi tempat gue duduk. Sesaat kemudian, Gue pun berdiri dan menghadap ke Bu Dosen sambil bertanya :

‘Bu, kira-kira remidinya kapan ya?’

Ya, hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa tua ketika merasa gagal dengan ujiannya

‘Masih di akhir kok’ Bu Dosen menjawab dengan ramah.

Kemudian, dengan memasang muka memelas, gue pun meminta permohonan kepada Bu Dosen.

1477384223826

Tatapan Melas Mahasiswa Tua yang Mirip Harley Quinn

‘Eemm.. Bu, besok remidinya hafalan surat Ar Rahman aja ya Bu yaaaaaaaa? Pleaaseeeee…’

Bu Dosen menahan tawa. Beliau pun tidak menjawab permohonan gue dan memilih untuk berlalu. Sementara itu, gue masih memohon dan mengikuti langkah Bu Dosen yang berjalan pelan menuju ruang transit dosen .

‘Bu, seriusan deh, daripada mahasiswa disuruh hafalan rumus debit air hujan yang bikin pusing itu, mending mahasiswa disuruh hafalan Juz 30 aja Bu’ Ucap gue masih berusaha memohon kepada Bu Dosen ‘Jadi, remidinya hafalan Al-Qur’an aja ya Bu, biar berkah’

Bu Dosen masih tetap mencoba menahan tawa dan tidak menjawab permohonan gue.

Temen-temen yang ngeliat gue lagi berjalan di belakang Bu Dosen sembari memohon-mohon pun penasaran dan mengajukan pertanyaan.

‘Ngapain e feb?’

Mendengar pertanyaan itu, gue langsung menjawab dengan wajah polos.

‘Ini, lagi ngelobby Bu Dania biar remidi besok dipermudah’

Temen gue pun menatap wajah gue dengan tatapan aneh.

Sampai di depan ruang transit dosen, masih dengan mencoba menahan tawa, Bu Dosen berucap ke gue :

‘Mas, kamu ngelobby saya, tapi dari tadi kamu salah nyebut nama saya loh’

Gue diem.

Diem.

Ada hening cukup lama.

Hingga sesaat kemudian, di depan pengajaran, gue menjerit.

‘AAAAAAKK, DUUUH, SALAH NAMA YA BUK. AAAAKKH, BU DANIA NAMA ASLINYA SIAPA SIH? AAAAKH’ Gue mencoba membuka hape sebentar dan mencari tau nama dosen hidrologi terapan ‘AAAAH, NAMA IBU BU DINIA KAN YAAA? AAAAH BU DINIAAAA. JADI GIMANA BU? REMIDINYA JADI HAFALAN AR RAHMAN AJA YA BU YAAA?’

Terlambat.

Bu Dosen sudah terlebih dahulu masuk ruang transit. Meninggalkan gue yang lagi menjerit kayak orang geblek. Meninggalkan permohonan gue yang lebih kayak racauan orang gila.

Saat itu, di depan ruang transit dosen, gue menyadari satu hal :

Gue mahasiswa tua… dan gue geblek.

Terimakasih.

Advertisements

69 comments

  1. Hadeeh Feb… Kamu kapan insafnya…
    Ingat Bro… Angkatan tuan itu harusnya udah khatam nama2 dozen lho. Lha kamu…. Duuh… Duuh…
    Ternyata jatuh cinta tidak sanggup meredam kekoplakanmu ya… 😁😁😁

    1. Wkwkwk duuuuh, iya nih mbak. Kok masih geblek aja yah udah semester 7 :’

      Wkwkwk doseeen baru mbaak soalnyaaa ._. yaaaa kan wajar yaa wkwkwk

      Errrrr…. kayaknya engga deh ya mbak :p wkwkw

    1. Lek hafalane iku, mosok kalah ambek anakku sing SD? Setorane hafalan Al Muthafifin karo An Naba’ lho mas…

      Ayo Feb jangan kalah sama anak SD… Cemungudh remidinya…

      1. Di sekolah anakku targetnya lulus SD harus hapal juz amma sama khatam Al Qur’an Feb, Mas Nur…

        Jangankan kamu, emaknya aja kalah(nutup muka pakai Teflon)
        Yang kelas Lima malah udah belajar nerjemahin Al Qur’an…. Pokoke kalah Yang tua 2😳😳😳

  2. Feb, untung gak ngelobby gebetan. Tapi ngelobby dosen trus salah nama juga mayan bikin keki juga sih huahhahahhaa.. ayo saudara sealmamater, semangat! Wkwkwkwkkw

    1. Kenapaaaa jadi ke gebetaaaaan siiiih mbaaaak wkwkw ._. wkwk
      Iyaa eh mbak, aku keki banget di depan pengajaran coba ._. wkwkkw
      Aaaakh siaaap Mbaaaaaak 😀 hihih semangat doooong 😀

    1. Wkwkwkw iyaa e mbak ._. habis, dosen baruuuu siiih mbak. Dosen baru bangeeet wkwkw lagian salahnya cuma A sama I doang. Aku manggilnya Bu Dania, beliau namanya Bu Diniaaa. Salah dikit ._.

  3. Ha ha itu suasana ujiannya rusuh banget lah.

    Ya pasti lah, hampir semua mahasiswa, kalau udah nginjek semester atas, pasti gairah kuliah berkurang. Ya satu2nya hal yang bikin semangat itu ngumpul sama temen2.

    Ya ampun, itu foto sangat layak didelete. DELETE SEKARANG JUGA!

    1. Iya ya 😀 rusuuuuh dan gimana gitu wkwk 😀

      Bener, udah mahasiswa tua begini, semangat kuliahnya udah luntur :’ pffft suatu hal yang salaaaah wkwkwk

      Itu kan foto harley quinn ._.

  4. Berasa jadi anak malas
    Kok masih rajin napas bang?
    .
    Itu kecoa ikut ujian
    Dia diremedi ga?
    Kenapa g nyontek ma kecoa aja bang
    Dia itu bisa terbang bang tanpa ketahuan bu dosen
    Walaupun ketauan bu dosen pasti jijik ngeliatnya, takut gitu j
    Tapi bang kecoa itu punya rasa takut loh
    Takuy ngeliat foto yg diatas

    1. INI SIAPA LAGI TAKA ONE OK ROCK 😦

      IYA SOALNYA KALAU GA NAFAS, AKU UDAH ADA DISAMPINGMU DAN NYEKEK KAMU.

      IYA, KECOANYA IKUT REMEDI. DIA GA NYONTEK DAN DIA GAK MAU DICONTEKIN.

      AAAAAARRRRRKH.

  5. Haha.
    Kecoakk kecoaakk kecoaak. itu ngapa kecoak ada di sketsa gambar ruangan haaa?? haa??
    febryy..oh febryy.. hahah
    nama dosen aja lupa, gimana nama pujaan hati?? 😀
    semangatt yaa semester akhirnya..

    1. WKwkwkw iya soalnya kecoak kan kadang suka ada dimana aja gitu *lah, gimana sih wkwkwk

      Errr… namanya jugaaa manusia mbak, tempatnya khilaf dan lupa wkwkw

      Makasiiiih banyak ya Mbak yak 😀

  6. Aslilah, di bagan tempat duduk kelas ada kecoa diperhatiin juga bro… haha
    semoga cepat tamat ya, kita jg belum tamat.. 😦 blogger kebanyakan ga tamat tepat waktu kenapa ya??? Hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s