Long Gone and Moved On

HAI!

Selamat hari Sabtu yang syahdu yak.

Mmm… Bicara masalah hari Sabtu, parah nih, #SabtuNgomonginLagu dua minggu ini nggak update. Parah. Parah. Sebenernya semuanya diluar ekspektasi sih, gue kira di semester menjelang tua ini, mata kuliah yang gue ampu bakal selo-selo aja, tapi ternyata…

ENGGAK!

Laporan Kerja Praktek dan Laporan Perancangan Gedung adalah momok menakutkan bagi gue di semester 7 ini. Yah, gimana ya… Laporan Kerja Praktek deadlinenya akhir November besok. Laporan Perancangan Gedung deadlinenya tiap Minggu. Terus, kapan dirimu refreshing kawan?

Tiap liat Nanda dong refreshingnya~

CIYEEEE YANG UDAH TAKEN, CIYEEEEEEEEEE…

KOK GAK MALAM MINGGUAN?

Kami berdua tidak menerapkan malam mingguan. Kami berdua menerapkan malam tirakatan.

BAIKLAH~

Oke, karena nggak mau banyak beralasan, mari bersama-sama kita mencoba mengenyahkan tugas-tugas kuliah bedebah diatas dan membahas lagu aja.

Yak, lagu yang akan gue bahas kali ini adalah Long Gone and Moved On-Nya The Script.

Ada yang tau The Script?

IYA PASTI UDAH BANYAK YANG TAU LAH !

Ya, ya, ya. Tapi, boleh dong ya gue jelaskan sedikit tentang The Script?

Jadi, The Script itu adalah sebuah band yang terbentuk pada tahun 2001 lalu di Dublin, Ireland. Mengusung genre Pop Rock, Soft Rock, RnB dan Alternatif Rock, band yang beranggotakan Danny O’Donoghue, Mark Sheehan dan Glen Power ini sudah menelurkan 4 buah album yaitu The Script (2008), Science & Faith (2010), #3 (2012) dan No Sound Without Silence (2014).

Gue yakin, diantara kalian pasti sudah banyak yang tau tentang lagu-lagu hitsnya The Script. Superheroes misalnya. Lagu yang masuk di album terbaru The Script (No Sound Without Silence) ini memang begitu mendunia banget. Beberapa orang mungkin tau lagu ini karena memang dia suka sama The Script. Beberapa yang lain mungkin tau lagu ini karena memang dia pecinta musik. Sisanya, mereka mungkin tau lagu ini karena keseringan nontonin Vicky Nitinegoro telanjang dada di acara My Trip My Adventure.

Semua sah-sah aja sih.

Selain lagu Superheroes, ada beberapa lagu lain yang ngehits juga seperti misalnya The Man Who Can’t Be Moved, Breakeven, If You Could See Me Now, dan lagu yang akan gue bahas kali ini : Long Gone and Moved On.

Mmm… Long Gone and Moved On ini masuk di album kedua The Script bertajuk Science & Faith yang rilis pada tahun 2010 silam, tapi, pada kenyataannya, gue baru tau lagu ini beberapa minggu yang lalu. Itu aja atas saran dari salah satu temen blog : Mbak Presyl melalui komentar di tulisan gue yang ini : Mungkin Akhir yang Sebenarnya.

Pada mulanya, ketika membaca tulisan gue tersebut, Mbak Presyl merasa kalau lagu Long Gone and Moved On itu adalah lagu yang gue banget. Maka, setelah itu, tanpa banyak berpikir gue pun langsung searching lagu itu di youtube dan mencoba mendengarkannya dengan seksama.

Sampai akhirnya, gue menyadari satu hal.

GUE NGGAK TAU ARTINYA.

Ya, kemampuan bahasa Inggris gue itu cetek.

Maka, dengan bantuan google translete, akhirnya gue pun memahami makna lagu Long Gone and Moved On tersebut.

Mulanya sih gue merasa kalau lagu itu memang gue banget. Ketika masa-masa patah itu menggerilya, gue pun memutar lagu itu secara terus menerus, kemudian berharap rasa patah itu segera menghilang. Tapi, ketika masa-masa patah itu berakhir manis, gue pun masih tetap memutar lagu itu secara terus menerus, kemudian mencoba mendedikasikan lagu itu untuk mereka yang ‘gagal’ dalam berpindah.

Ya, lagu ini buat kalian, para manusia yang merasa berat untuk berpindah.

When’s the day you start again

And when the hell does you’ll get over it begin

I’m looking hard in the mirror

But I don’t fit my skin

It’s too much to take

It’s too hard to break me

From the cell I’m in

Lagu dibuka dengan petikan gitar manis yang terdengar syahdu. Diikuti dentuman suara drum yang menghentak pelan, lirik diatas pun mulai bersenandung dengan nada-nada suara yang khas milik mas Danny. Di lirik awal ini menceritakan tentang seseorang yang sedang berkaca dan bertanya kepada diri sendiri perihal dirinya yang terlihat aneh dan seolah penuh beban akan kapan waktu dirinya bisa kembali memulai hidupnya dari awal dan kapan dirinya bisa melupakan masalalunya.

Oh from this moment on

I’m changing the way I feel yeah

From this moment on

It’s time to get a real

Disini, seseorang itu berniat untuk segera merubah perasaan yang masih ada untuk masa lalunya. Dia pun juga berniat untuk segera berpikir realistis atas apa-apa yang sudah terjadi.

Cause I still don’t know how to act

Don’t know what to say

Still wear the scars like it was yesterday

But you’re long gone and moved on

Cause you’re long gone

But I still don’t know where to start, still finding my way

Still talk about you like it was yesterday

But you’re long gone and moved on

But you’re long gone, you moved on

Ini adalah bagian reff dimana menunjukkan tentang seseorang yang sudah membulatkan tekad untuk berpikir realistis, tapi seseorang tersebut tidak tau bagaimana harus bertindak setelah itu. Dia  tidak tau apa yang harus dikatakan ketika dia masih merasakan luka yang seperti baru kemarin terbuka. Terlebih lagi, dia bingung mencari jalan untuk ‘berpindah’ dan justru terkesan masih memikirkan masa lalunya. Namun pada akhirnya, dia pun tersadar dan mencoba untuk melihat realita bahwasanya orang di masa lalunya sudah lama pergi dan sudah berhasil melanjutkan hidupnya dengan baik.

Jadi? Ya dia harus berpindah.

So how’d you pick the pieces up yeah

I’m barely used to saying me instead of us

The elephant in the room keeps scaring off the guests

It gets under my skin to see you with him

And its not me that you’re with

Disini, seseorang itu bertanya kepada masalalunya perihal bagaimana cara dia memungut kepingan hati yang dulu patah. Dia merasa tak terbiasa menjalani hari-harinya sendiri tanpa masa lalunya. Dan pada ujungnya, dia merasakan bagaimana sakitnya melihat orang dimasalalunya bisa dengan bahagianya berjalan dengan orang lain, bukan dengan dirinya.

No I can’t keep thinking that you’re coming back

No

Cause I got no business knowing where you’re at

No

And its gonna be hard yeah

Cause I have to wanna heal yeah

And its gonna be hard yeah

The way I feel that I have to get real

Dilirik menjelang akhir ini, seseorang itu kembali meneguhkan keyakinannya bahwa dia tidak bisa terus-terusan berharap agar orang di masalalunya akan kembali. Dia pun menyadari bahwa dia sama sekali tidak ada urusan untuk tau masa lalunya itu ada dimana. Pada dasarnya, dia sadar, untuk menjalani proses berpindah itu memang sulit. Tapi, kembali, dia meneguhkan hatinya untuk sembuh dari luka akan masa lalunya dan mencoba untuk realistis akan apa-apa yang sudah terjadi.

Jadi… yaudah.

Kepada kalian yang sulit berpindah. Baiklah. Bisa dimaklumi. Prosesnya memang sulit. Ya, sulit. Maka, jalanilah. Jalanilah.

Silahkan dengarkan lagunya.

Gue temenin, tapi sambil pacaran sama Nanda.

FAK, FEB

Kalian, semangat berpindah.

Faigk.

Advertisements

28 comments

  1. Hahahahahahaha, duh dengerin lagu itu sekarang bagi orang yg sedang jatuh cinta mah ngga ada artinya yaa, tapi di luar patah hati atau ngga, lagunya emang asik buat dinyanyiin sih.

  2. bodo amat tentang lagunya yang maknanya kedaleman, yang jelas ini kayaknya yang nulis udah kesenengan punya pacar. eheheheemm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s