Dial Tones

Selamat hari Sabtu semua. Selamat menjalani hari di weekend kalian yak.

Hati-hati di jalan bagi kalian anak rantau yang mau balik ke daerah asal. Tapi kalo yang daerahnya jauh, seperti misal Uganda atau Phiadelphia mending gak usah balik dulu deh. Jauh. Bagusnya sih di kos aja sambil mantengin blog ini, soalnya kan sekarang waktunya kita #SabtuNgomonginLagu.

Uwuwuwuw~

Yap, pada kesempatan kali ini, lagu yang akan gue jabarin (bukan Jatimin atau Jatengin) (Oke, serahdeh) adalah sebuah lagu berjudul Dial Tones dari As It Is.

Eh, bentar, udah pada tau As It Is belum? Mmm… Gue kenalin deh, sini.

As It Is adalah sebuah band bergenre pop punk yang terbentuk pada tahun 2012 silam di Brighton, Inggris. Kalau dilihat dari tahun terbentuk, As It Is masih terbilang band baru namun sudah cukup dikenal oleh manusia-manusia dimuka bumi ini, apalagi pada tahun 2014 kemarin mereka bergabung dengan label rekaman kondang Fearless Records.

As It Is terdiri dari 5 personil yaitu Patty Walters (vokalis), Ben Langford-Biss (gitaris, vokalis), Andy Westhead (gitaris), Alistair Testo (bassist), dan Patrick Foley (si drummer kidal). Sekedar informasi, Patty Walters sebelum tergabung di As It Is itu sudah cukup dikenal karena dia adalah seorang youtuber dan sudah mempunyai channel youtube sendiri. Kalo udah sering dengerin, pasti hafal tuh suara Patty kayak gimana. Khas banget deh suaranya. Patty ini juga sering meng-cover lagu dari band atau penyanyi terkenal, jadi nggak sulit deh bagi As It Is untuk menjadi band yang terbilang sukses.

Walaupun terhitung band baru, As It Is ini sudah pernah tour kemana-mana, mulai dari Amerika, Eropa, Australia dan masih banyak lagi. Indonesia? Mmm… mungkin besok kalo Young Lex udah bikin album religi featuring Haddad Alwi. Sampai saat ini As It Is udah ngeluarin 4 mini album, 1 full album, dan sekarang lagi on the way untuk bikin album kedua. Horeeeeee.

Udah cukup ya tentang band nya. Sekarang masuk ke lagunya.

Oiya, sebelumnya mau nanya nih. Siapa yang ngerasa udah pernah nyakitin perasaan seseorang? Buruan minta maaf gih. Hehehe.

Kenapa gue milih lagu ini? Soalnya pada dasarnya gue suka lagu sedih dengan musik yang menghentak. Ya nggak menghentak juga sih. Pokoknya yang enggak melow banget, tapi Melow guslow. (Serah, deh. Serah)

Dial tones adalah single andalan di album pertama As It Is bertajuk Never Happy, Ever After. Dial Tones menceritakan tentang kandasnya suatu hubungan karena si cowok udah nyakitin perasaan ceweknya. Coba kita ulas liriknya.

It really hurts to know that I’m why your bed’s half empty
Why you sleep alone or just stare up at your ceiling
And if you’re a mess, God knows what that makes me
‘Cause the weight from all my guilt is all too much for me to carry
I’m sorry

Lirik diatas adalah bait pertama dari lagu Dial Tones. Si cowok sadar kalau dirinyalah penyebab hubungan mereka kandas. Kandas kurap kutu air. (Suwer, deh. Ini Serah lagi). Si cowok meminta maaf sebesar-besarnya ke si cewek karena dia ngerasa menanggung semua kesalahan-kesalahan yang diperbuat dan menanggung rasa bersalah yang membebani pikirannya. Akhirnya si cowok kepikiran banget akan kesalahan-kesalahan itu.

Emang dasar cowok, nggak pernah peka. Sadarnya selalu diakhir. Juhut. Kalian juhut~

Am I all that you never wanted?
Or has it been so long that you’ve forgotten?
All we ever share were dial tones (dial tones)


Take your caution or take your chances
I’ll mend your heart and break it in the same breath
All we ever share were dial tones (dial tones)

Lirik diatas adalah bagian reff-nya. Saat mereka masih masih saling mencintai, si cewek yakin banget bahwa si cowok adalah orang yang paling dia inginkan. Tapi setelah patah hati dan segala sesuatu yang telah mereka lalui ternoda oleh secuil kesalahan yang dilakuin oleh si cowok, hal itu pun akhirnya membuat si cewek melupakan masa-masa indah yang pernah mereka lalui bersama.

Si cowok bilang ke si cewek, kira-kira kayak gini lah :

“Kamu gaboleh tetep cinta sama aku, kamu gaboleh tetep sayang sama aku, aku takut nyakitin kamu lagi.

Gitu.

Gak ada lagi yang tersisa dari hubungan mereka dan satu-satunya hal yang mereka miliki sekarang hanyalah nada panggil yang terus berdering setiap kali mereka mencoba saling menghubungi.

I’m getting more of what I’ve always wanted
But becoming less of who I’ve ever been
‘Cause I promised myself I’d never hurt you and I did
If you can’t trust a liar, how can you trust me again?

I’m running out of ways to say I’m sorry

Bait diatas dinyanyiin sama si Ben Langford-Biss. Gue lebih suka sama suara dia Ketimbang suara Patty hehe.

Oh iya, kita semua pasti pernah mengucapkan atau mendengar kata-kata bullshit seperti :

Aku ga kan nyakitin kamu

‘Aku ga akan ninggalin kamu

‘Aku pasti bakal jagain kamu selalu’

‘Diskon 99.99%, dapatkan barangnya sekarang juga’

Ya, dalam hal ini, si cowok yang dikisahkan dalam lagu ini pun berkata begitu. Tapi kenyataannya, ya si cowok malah tetep nyakitin si cewek. Si cowok merasa sangat bersalah karena telah berbohong kepada si cewek dan malah mencoba untuk membuat si cewek melupakan dirinya. Si cowok pun kehabisan cara untuk mendapatkan maaf dari si cewek.

Forget me like you know you want to
Forget me like you know you have to

Lirik diatas adalah bagian favorit gue. Temponya jadi agak melambat dan terkesan sedih sendu gimana gitu. Si cowok berharap si cewek bisa ngelupain dirinya. Si cewek harus bisa ngelupain dirinya.

Seandainya ngelupain orang yang udah nyakitin kita itu semudah ngelupain materi kuliah ya?

Huft.

Dan akhirnya, ya gak ada lagi yang tersisa dari hubungan mereka. Satu-satunya hal yang mereka miliki sekarang hanyalah nada panggil yang terus berdering setiap kali mereka mencoba saling menghubungi.

Kira-kira begitu deh makna dari lagu Dial Tones ini. Sedih ya lagunya. Disakitin emang nggak enak, tapi yang nyakitin pun juga pasti ngerasa nggak enak. Yah, namanya juga hidup, kadang nyakitin kadang disakitin. Kadang ngebohongin kadang dibohongin. Kadang ngutang, kadang diutangin. Biasakanlah.

Mmm… Cus dengerin lagunya aja deh ya.

Buat yang suka accoustic, Dial Tones ada versi accousticnya kok waktu As It Is tampil di Vevo Dscvr.

Kuy.

 

Ditulis Oleh : Achmad Ananta Hadi

Diedit Oleh : Febri Dwi Cahya Gumilar

Diselimuti oleh : Dinginnya Rinai Hujan yang Mengguyur dan Membasahi Hati Sepi Ini

Advertisements

47 comments

  1. Review-nya cukup keren. Tapi satu sih yang masih saya penasaran: Apakah lagu ini bermakna hanya sekedar permintaan maaf dan rasa penyesalan saja, ataukah si tokoh utama pengen balikan lagi ama mantannya? Kalo iya, itu berarti lagu ini klop dengan istilah “Taking for granted”.

    Dilihat dari lyric penjelasan kamu Feb, kayaknya lagu ini emang cuma permintaan maaf doang. Walaupun sebenernya bisa dianalisis lebih jauh lagi sih. Semisal, memprediksi faktor apa yang membuat hubungan mereka kandas, atau, apakah si tokoh utama ngarep balikan lagi, jika dilihat dari pemilihan diksi si penulis lagu.

    Haha keren review-nya Feb. Jujur baru sekarang saya denger band ini. Apalagi ini dari British, yang notabene jarang ada band bergenre pop punk.

    Saya lebih suka Punk sih (tanpa embel2 ‘pop’). Soalnya pop-punk zaman sekarang mah udah berubah, rada2 norak lyric nya. Khususnya semenjak blink-182 & New Found Glory tenggelam. Hehe.

    Anjirr panjang amat ini komen..

    1. Wahaaa, kemungkinan besar sih tetep ada keinginan untuk balikan ya? tapi, errr… cuma pencipta lagunya sih yang tau 😀 wkwkwk hihihi suka susah kalau menebak diksi-diksi yang ada di sebuah lagu 😀 jadi bisanya cuma menerka-nerka aja 😀

      Hihihi makasih banyak ya 😀 aku suka genre beginian, yang nggak begitu punk banget sih 😀 wkwkkw
      WAhahaha iya sih, norak di liriknya 😀
      Waaaa, Blink182 sama NFG udah mau bangkit lagi kok 😀

    1. Pop Punk kayaknya, Mas Yog. Coba deh cari band-band bergenre poppunk, semacam New Found Glory, All Time Low, Sleeping With Sirens, Tonight Alive blablablabla 😀

      Aaakh, Simple Plan sama All American Rejects 😀 Sukaaak 😀

    1. Errr… Ampun, anaknya Mbak Mell :p wkwkw Ampuuuun 😀

      HIhihihi kereeeen kan lagunya 😀 Aaaakh, Yogaa bisa aja atuhlah ya 😀 Kamu kan juga tau banyak lagu kece dari sononya atuh 😀

      1. Blogger kondangan terdengar blogger yang selalu datang ke kondangan-kondangan dan selalu dijejeli pertanyaan ‘kapan nikah?’ 😦 wkwkwk

        Aaaah, merendaaah masnyaaa~

  2. Atas dasar apa si cowok berbuat kesalahan bang?

    Lalu apakah si cowok yg berbuat kesalahan itu akan disidang?
    Kalo cowoknya engga kuliah gimana? Apa perlu disidang juga?
    .
    Bang req lagunya juragan empang dong

  3. Atas dasar apa si cowok berbuat kesalahan bang?

    Lalu apakah si cowok yg berbuat kesalahan itu akan disidang?
    Kalo cowoknya engga kuliah gimana? Apa perlu disidang juga?
    .
    Bang req lagunya juragan empang dong

  4. Dulu saya suka musik mas… Tapi skrang tdk lagi.. Terlalu membawa jiwa liberal akhirnya pemikiran barat masuk deh hehe scra g sadar sih gaya kebarat”an masuk… Jd rasa timur kita kadang hilang mas… TApi semua ada prosesnya kok mas… Hehe sy pernah di titik mas dwi juga yg suka musik… Tpi alhamdulillah di tolong Allah nemu jalan yg lbh lurus mas… Yah semoga mas dwi juga mendapat hidayah tsb aamiin… Wal asri ya mas pizz…

      1. aamiin mas… hehe iya mas wasapda mas… fitnah terbesar bagi umat nabi akhir zaman adalah wanita hehe dan musik bikin syahwat meluap” mas hehe waspada mas… pizzz… waspada aja sih, karena peringatan berguna bagi yg iman,,, coba deh baca terjemah surat al ala…
        pizz yah banyak baca Al quran aja mas… lama” bakal dpt hidayah mas…aamiin insyaAllah, saya awalnya juga demen musik.. and pergaulan bebas bgt… hehe tp abis itu alhamdulillah mas dpt hidayah…

  5. Aduh lagu tentang kandasnya sebuah hubungan yah. 😦 Pas !!

    Disakitin dan nyakitin emang gak ena, gue pernah 2 2 nya bang. Disakitin jelas nggak enak, nyakitin orang kita yang ngerasa bersalah. Kalo gak pinter mbuka omongan buat minta maaf ya diem2an sampe ajal.
    Apalagi nyakitin hati cewek. 😦

  6. Pingback: Okay | #FDCG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s