Dari Yang Mencintaimu Terlebih Dahulu

Hay.

Tulisan ini adalah tulisan yang tersalur langsung dari hati yang paling dalam.

Mungkin, setelah membaca tulisan ini, kalian akan bertanya-tanya :

‘Ini tulisan Febri gembel kampret itu bukan sih, kok begini amat?’

Atau

‘Apaan, sih?’

Tapi, bodo amat deh. Seenggaknya, tulisan ini akan mewakili apa yang gue rasakan untuk beberapa hari terakhir ini. Sekaligus, ini bisa jadi bahan buat ikutan giveaway-nya Mbak Dyah.

Hehe.

Mmm…

Gue bingung mau memulainya dari mana. Yang jelas,  gue merasa kalau akhir-akhir ini selalu ada sesuatu yang bergejolak di hati setiap kali gue akan melewati hari. Hampir setiap pagi, ketika subuh menjelang, ada seorang perempuan yang masuk kamar kemudian menggoyang-goyangkan badan sembari bilang :

‘Feb, bangun… Shalat Subuh dulu’

Kala itu, gue membuka mata. Bibir perempuan itu melengkung indah, membuka pagi gue dengan ramah dan membuat segala apa yang akan gue jalani terlihat indah.

Perempuan itu bernama Nanda. Salah satu manusia dari unit 354 KKN UII yang sedang gue jalani sekarang. Bermodalkan lemak berlebih pada bagian pipi serta tinggi badan yang hanya seketek gue, dia telah berhasil mengambil hampir seluruh perhatian yang gue punya.

Maka dari itu, disini, lewat tulisan kali ini, gue akan menuliskan sebuah susunan kalimat yang membentuk sebuah surat untuknya.

Jadi, silahkan…


Hai, Nanda?

Kamu tau nggak? Tepat ketika tulisan ini tertulis, yaitu pada tanggal 16 Agustus 2016 pukul 23.32, kamu lagi duduk di ruang tengah posko KKN bersama teman-teman perempuan yang lain. Sementara itu, aku mengurung diri di kamar sembari mendengar samar-samar suara tawa yang keluar dari mulut indahmu.

Sebelum itu, sekitar pukul 20.00 WIB, kamu disibukkan oleh kegiatan bantu-bantu warga dalam mempersiapkan malam tirakatan. Memposisikan diri duduk diantara bapak-bapak yang lain, aku melihatmu sedang duduk di sebuah pondokan rumah warga sembari sibuk membungkus beberapa snack ke dalam sebuah plastik. Kaos putih lengan panjang dipadukan dengan rok hitam serta balutan jilbab hitam sebagai pelengkap yang kamu pakai malam itu, beneran deh, membuat kamu terlihat seperti satu-satunya perempuan yang pengen bisa aku miliki selamanya.

Kamu mungkin tau, cinta kadang selalu datang dengan tak terduga. Dia bisa menelisik masuk lewat mata ataupun rasa yang kemudian menyebar hingga membuat kita membatin :

‘Kok rasanya begini ya?’

Mungkin itu yang aku rasa ketika mengenalmu, beberapa minggu yang lalu.

Aku inget, awal mula aku menaruh rasa padamu adalah ketika kamu dengan senang hati merespon perkenalanku saat pertama kali aku memperkenalkan diri di grup KKN Unit 354. Setelah itu, semua seolah berjalan dengan berurutan. Aku mulai berani chatting dan bercanda bareng kamu. Disitu pun aku mulai merasa kalau kamu adalah orang yang ‘nyambung’ dan mau mendengar apa yang aku utarakan.

Kamu mungkin pernah menganggap bahwa kalimat-kalimat yang aku ucapkan ketika mengantarmu pulang kerumah adalah kalimat-kalimat gombal yang receh abis. Tapi, percayalah, justru itu adalah salah satu caraku untuk mengutarakan apa yang sebenarnya aku rasakan.

Aku menutupi keseriusan dengan sisipan kalimat canda.

Ketika aku berucap :

‘Kita pelan-pelan aja ya? Aku mau berlama-lama sama kamu’

Mungkin didalam hati kamu membatin :

‘Apaan sih?’

Semua wajar. Semua nggak masalah. Kita cuma berbeda pemikiran. Makanya, disini, aku ingin menyamakan pikiran yang aku punya dengan pikiran yang kamu punya.

Dimasa-masa KKN ini, mungkin aku memang harus banyak-banyak bersyukur. Pasalnya, disuatu waktu kamu pernah bilang :

Aku habis ngejomblo hampir 5 tahun dan disitu aku nggak pernah dekat lagi sama cowok. Interaksi dengan cowok seolah aku batasi. I close my heart because i hate it. Being broken beyond repair. Aku benci suka sama orang yang kemudian orang itu nggak sesuka itu sama aku. Kemudian, hasilnya selalu sama : Patah hati.

Aku yang dirugikan atas kepatahhatian tersebut. prestasi, mental, temen, dan bahkan banyak ingatanku yang ‘kosong’ dan ‘hilang’ karena masalah patah hati tersebut. Maka, dari situ aku memilih untuk membatasi diri.

Aku sampai diposisiku saat ini itu juga perlu berjuang dan berusaha. Nilai dan kepercayaan orang tua. Entahlah, yang jelas, dulu aku parah banget gara-gara ‘cinta’ dan aku enggan untuk mengulangi hal yang sama kembali’

Ya, disaat kamu berusaha untuk membatasi diri dari cowok, KKN malah mencoba untuk mendekatkan aku (yang notabenenya adalah seorang cowok) (suwer deh, cowok) padamu. Kita hampir setiap hari keluar berdua hanya untuk sekedar cari makan atau sekedar belanja bahan untuk program kerja. Seolah hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang membuat aku selalu membatin :

‘Aku kok rindu ya?’

Setiap kali kamu nggak ada disisi.

Terlepas dari masalah kamu yang enggan untuk kembali mencintai, aku pun memaklumi. Mungkin kamu telah mengalami trauma yang hebat dalam hidupmu sehingga kamu mempunyai pilihan seperti itu. Aku harus memaklumi hal itu. Maka dari itu, disini, aku pun bersyukur. Setidaknya, di KKN ini, aku diberi kesempatan untuk bisa bersama-sama menjalani hari bareng kamu.

Aku pernah bertanya padamu perihal seberapa besar kemungkinanku untuk bisa membuatmu kembali mencintai yang kemudian kamu jawab dengan kalimat :

’51% – 49%. Aku nggak bisa ngasih tau mana yang bisa dan mana yang nggak bisa’

Sampai sekarang, aku masih menerka-nerka. Apakah 51% itu bisa dan 49% itu tidak bisa, atau mungkin sebaliknya?

Pada akhirnya, aku hanya bisa mengikuti alur yang ada. Kalau memang bisa, ya bisa. Kalau memang enggak bisa, yaudah nggak bisa.

Namun yang jelas, seperti apa yang pernah kamu ucapkan, aku pun pasti merasakan apa yang pernah kamu rasakan :

‘Mencintai seseorang yang enggak secinta itu sama aku’ 

Bedanya, aku memaklumi. Karena itulah resiko orang yang mencintai lebih dulu.

Jadi, apapun jawabanmu nanti, aku hanya ingin berucap terimakasih karena kamu sudah kembali membuatku jatuh hati.

Selanjutnya, ijinkan aku untuk menikmati ‘kejatuh hatian’ ini dulu, ya?

Hehe.


Terimakasih.

 

you-make-may-world-so-colorfull-thank-you

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blog Mbak Dyah 

 

Advertisements

101 comments

  1. Mungkin dia g anggap kamu cowok Feb, makanya mau Deket sama kamu 😀

    Yang sabar ya, suatu saat pasti dapat jawaban.. Mana yang 51% atau 49% 🙂

  2. Asaaaahhh… Berasa gue yang disuratin, trus baper, trus tersadar yg nulis lo, gagal baper, hahaha.
    Becanda, deng.

    Btw ini ceweknya lo kasih tau kaan? Atau hanya kode diam diam? Seneng yee liat orang jatuh cinta gini, rasanya pengen kasih tepukan di bahu sambil bilang “semangat bro!” Semoga untuk yang ini ga perlu merasakan sakit hati lagi, kalau cewek ini ngga mau nerima lo sebagai pacar, insha allah menerima lo sebagai calon suami, amiiiinn

    1. Wkwkwk dasaaaar kamu Mbak 😀 wkwkwk

      Ceweknya udah baca juga kok. Karena emang cinta harus diungkapin kan ya mbak 😀 hihihi bismillah nih selalu semangaat 😀
      Aamiin 🙂 makasiiih banyak ya Mbak 😀

  3. Wah, jantan nih Febri.
    Aku nulis ginian aja settingnya kuganti privat, takut dibaca doi 😂
    Semoga jodohmu semakin deket, Feb. Semangat perjuanginnya! 😆

  4. NANDAAAAA! BACA INI PLEASEEEE! BUKA HATIMU BUAT FEBRI! BUKA YANG LAINNYA JUGAAAA!

    Ini aku semangat banget anjir habis baca surat cinta buat future wife beginian :’)

    Feb, kamu suka Tulus nggak? Kalau boleh ngerekomendasiin, coba deh dengerin lagu Cahaya-nya Tulus. Itu lagu menurutku relate sama kamu. Sama kisah yang kamu tulis di post ini. Si cewek di lagu itu, takut jatuh cinta gitu. Tapi Tulus berusaha buat ngeyakinin si cewek itu. Dengerin deh~ 😀

    1. ICHAAAAAK. JANGAN RUSAK NANDA, PLEASE 😦 wkwkwk

      Aaaakh, makasiih banyak ya Ichak 😀

      Kurang suka tulus ih, tapi, kayaknya boleh deh didengerin :’ makasiiih banyak ya rekomendasinya, Chak :))

  5. Ulululu manisnyaaa..
    ini nanda dikasih tau link postingan ini gak nih? kalo enggak mah percuma nulis manis-manis ginii. Hahahah
    Semoga perasaanya terbalaskan, terus bisa melanjutkan ke jenjang berikutnyaa.
    Kan seru tuh kalo jadi bahan tulisan. Istriku rekan KKN ku. ulululu~

      1. barusan saya buka blognya dan dapat keterangan berikut :

        GiveAway ini dimulai sejak artikel ini ditayangkan dan saya tutup tanggal 17 Agustus 2016 jam 23:59 wita. Ingat ya Wita! Jadi anda musti menyesuaikan dengan jam di zona saya(wita) agar artikel Anda bisa ikut penjurian
        Pengumuman pemenang akan saya tayangkan 23 Agustus 2016 dan keputusan juri tunggal(saya) tidak dapat diganggu gugat.

        apakah ada ralat tanggal deadlinenya, mbak?

      2. Begini lah kalau belum pengalaman bikin GA bang. Maunya emang diperpanjang tapi pas update info lupa melulu. Malah yang lain 2 yang dibahas. Tulis aja bang, update infonya ntar diuoload. Masih sibuk jadi inem nih.

        Makasih mengingatkan

  6. Makasih udah nyempetin bikin ya Feb. Semoga kamu bisa bikin dia nggak takut jatuh cinta lagi. Soalnya kamu pasti beda sama yang lain. Kalau dia masih nggak percaya, nyanyiin aja lagunya Pak Basofi. Tidak semua…. laki lakiiii….. bersalah padamu…..

    Good luck dengan jatuh hatimu ya Feb 🙂

  7. ampun, saya subcribe blog ini lho. Kirain apaan tadi, ternyata si Feb memulai langkah baru. Buat orang yg pernah ngalamin KKN ini sih mikirnya, “oh, KKN biasa itu mah”. Teman2 saya ada yg lanjut merit.
    Untuk sekarang ta’ doain menang GAnya dulu

    1. Wkwkwkw makasiih ya Mbak 😀 heheh

      Iyaaa dong mbak. gebrakan baru nih pas KKN. AKhirnya ngerasain gimana cinlok 😀 wkwkkw

      Semoga aku juga bisa lanjut merit ah 😀

      Makasiiih Mbak 😀

  8. Aaaaaakkk, aku mau dikirimin surat beginian jugaaa~ *digampar pake rancangan bangunan*

    Ini seru nih kalo yang dikirimin surat bisa baca juga~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s