Kenapa Orang Jatuh Cinta Itu Aneh

Cinta.

Gue selalu bingung dengan apa yang terdefinisikan dari lima huruf kampret diatas. Pasalnya, dalam hal mencintai, gue selalu punya cara sendiri untuk mengungkapkan apa yang gue rasakan tersebut. Dan… dari apa yang gue lakukan, terkadang selalu tidak pernah sesuai dengan apa yang sang gebetan harapkan.

Sebenernya gue nggak tau, apa gue yang salah dalam mengungkapkan rasa yang gue punya tersebut, atau mungkin sang gebetan yang salah dalam memaknai apa yang gue ungkapkan. Seperti yang kita ketahui bersama, jika komunikasi antar sepasang manusia tidak seirama, maka yang terjadi adalah yaudahlahya.

Sewaktu masih SD, gue mempunyai cara sendiri dalam mengungkapkan rasa cinta yang gue punya, yaitu dengan cara mengganggu gebetan sampai si gebetan nangis. Entah, kala itu, gue merasa kalau orang yang ngeganggu adalah orang yang suka, dan kala itu gue dengan bahagia melakukannya. Semua berakhir gagal, si gebetan merasa kalau gue hanya sekedar pengganggu dan harus dijauhin aja.

Masuk ke masa SMP, gue punya cara mengungkapkan rasa cinta dengan blak-blakan. Kala itu, gue merasa kalau cinta adalah sebuah hal yang memang layak untuk diungkapkan. Maka, dari situ, setiap kali gue suka sama seseorang, gue dengan sangat percaya diri akan berkata jujur dan blak-blakan. Semua berakhir gagal, si gebetan merasa kalau gue hanya bermain-main.

Masuk ke masa SMK, gue berputar jalur dari masa SMP yang awalnya blak-blakan, menjadi diam-diam. Di masa SMK, cinta diam-diam menurut gue jauh lebih elegan ketimbang cinta blak-blakan. Soalnya, dengan cinta diam-diam, gue merasa jauh lebih nyaman dengan mengamati orang yang gue sukai dari kejauhan, tanpa harus ribet-ribet ‘memaksa’ orang yang kita suka untuk gimana-gimana gitu. Semua berakhir gagal, si gebetan merasa kalau gue itu sosok yang nggak pernah ada.

Di masa kuliah ini, entah kenapa, gue jadi lebih mengungkapkan rasa cinta yang gue punya dengan cara terbuka dan manis. Ya, di masa kuliah ini, gue nggak bermain-main untuk masalah cinta. Untuk itu, ketika gue memang udah benar-benar cinta, seolah gue udah memusatkan pikiran dan rasa suka yang gue punya kepada sang gebetan. Semua berakhir gagal, sang gebetan menganggap gue norak.

Dari apa yang sudah gue rasakan tersebut, gue pun mengevaluasi atas apa yang sudah gue alami. Setelah itu, gue mendapatkan sebuah pertanyaan…

‘Apa gue salah menempatkan semua cara penyampaian rasa cinta yang gue punya?’

Mungkin iya.

Bisa aja, kalau seandainya di waktu SD dulu gue mengungkapkan rasa cinta gue dengan blak-blakan, si gebetan bisa menerima gue karena mereka menganggap gue sangat serius.

Bisa aja, kalau seandainya di waktu SMP dulu gue mengungkapkan rasa cinta gue dengan ngganggu-ngangguin, si gebetan bisa menerima gue karena pikiran mereka telah terbuka pada pernyataan : caper itu suka.

Bisa aja, kalau seandainya di waktu SMA dulu gue mengungkapkan rasa cinta gue dengan cara terbuka dan manis, si gebetan bisa menerima gue karena pikiran mereka kala itu : ‘cowok romantis itu adalah cowok idaman’

Bisa aja, kalau seandainya di waktu kuliah ini gue mencintai dengan cara diam-diam, si gebetan bisa aja tau karena mereka sudah semakin peka dengan perasaan lawan jenis yang dia punya kemudian menganggap bahwa ‘yang diam, adalah yang benar-benar cinta’

Terlalu banyak kata ‘seandainya’ yang maknanya adalah ‘gue telah gagal dan gue menyesal’

Tapi, garis besarnya bukan disitu.

Gue memang selalu punya cara dalam menyatakan rasa cinta, terlebih cinta yang bener-bener cinta. Namun, pada akhirnya semua cewek yang gue suka itu akhirnya memilih untuk menolak.

Persis seperti apa yang gue rasakan… kemarin.

Ya, kemarin.

Gue sempet deket dengan salah seorang temen unit KKN. Dalam beberapa hari semasa KKN, gue memang deket sama dia. Sampai-sampai, temen-temen satu unit pun menjodoh-jodohkan gue dengan dia. Karena memang gue suka, akhirnya gue pun masuk ke dalam tahapan cinta kepada si dia.

Gue mulai masuk pada tahap memperhatikan dia, yang mana akhirnya semua membuat gue memfokuskan sebagian perhatian gue ke dia. Setiap kali dia kenapa-kenapa, gue selalu nanya.

‘Kamu kenapa?’

Ataupun sekedar ngechat dengan nada penuh khawatir :

‘Kamu kenapa? Jangan sakit ya?’

Pada awalnya, gue memang khawatir akan apa-apa saja yang terjadi pada si dia. Terlebih, rasa suka yang sudah terlanjur menyeruak di dada ini juga membuat gue mengutarakan kekhawatiran tersebut. Namun, ternyata, apa yang gue lakukan, nggak sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Pada kenyataannya, setiap kali gue memperhatikan dia dengan nada penuh khawatir, reaksi dia selalu sama : senyum. Yang kemudian diikuti oleh kalimat :

‘Apaan sih, aku jijik deh, Feb’

Udah.

Pada masanya, gue tau, mungkin untuk orang lain, ketika mereka melihat seseorang yang lebih mirip anoman kelebihan berat badan tiba-tiba mendekat ke arahnya dan berkata :

‘Kamu kenapa? Jangan sakit ya? istirahat sih. Jaga kesehatan selalu, ya’

Pasti anggapan pertama yang terbesit oleh orang tersebut adalah : Ini orang kenapa sih?

Namun, pada kenyataannya, untuk orang yang sedang jatuh cinta semacam ini, gue rasa hal itu sangatlah wajar. Terlebih hanya karena seseorang yang lebih mirip anoman-kelebihan-berat-badan yang tiba-tiba perhatian kemudian menunjukkan rasa kasihnya.

Gue kira, itu sangat wajar.

Namun kebanyakan, orang lain mengganggap bahwa hal itu aneh.

Kenapa?

Karena mereka nggak berada diposisi kita yang sedang mencintai. Mereka hanya tau dicintai, dan tak pernah terpikir untuk membalas lalu mencintai.

Well…

Terimakasih.

Advertisements

85 comments

  1. Ketika semua cara pernah dicoba, namun hasilnya tetap nestapa. Barangkali, masalah utamanya bukan bagaimana cinta itu disampaikan. Melainkan, kemana cinta itu akan bermuara.
    Barangkali, mau terbuka atau tertutup kini tak lagi penting. Boleh jadi, yang paling ditunggu adalah bagaimana cinta itu akan ending.

    Sudah luruskah tujuan (niat) cinta-nya?

    Itu sih hipotesa saya, bener apa tidak silahkan diuji di pendadaran nanti. Saat ini, fokus aja sama KKN. #selfreminding 🙂

    1. Karena ketika tujuan telah tetap dan muara semakin dekat, jalan penyampaian menuju ke muara pun akan terlihat dengan sendirinya meski terkadang terasa sangat tidak masuk akal. Begitu..??

      Kalo itu, hasil empiris dari mendengar khusyuk cerita2 Mbak2 yg udah bermuara cintanya 😀

    2. Nah, masuk akal sih kamu mas 😀 bener. Sekarang kalau udah dewasa gini, masalah utamanya tentu ke hasil akhir : ‘mau dikemanain nih cintanya?’

      Tujuannya sih udah mau dilurusin, mas. Sekarang, udah mau dilurusin banget. Tinggal besok kedepannya gimanaaaa ._.

      Yaap, fokus KKN… sama PDKT boleh kalik ya? ._.

  2. haha. iya bener, beda dan aneh
    kita yg merasa di posisi sedang jatuh cinta itu menurut kita wajar. tpi anggapan org lebay dan alay.
    khwatir sm org yg kita cintai selalu dianggap lebih. pdhal khwatir kita takut kenapa” yaa.
    ciee..

  3. Gue kayaknya sempet ngerasain di posisi si cewek, Feb. Risih banget sama perhatian-perhatian darinya. Entah kenapa, gue nganggep hal itu norak dan berlebihan. Besok-besoknya ternyata pas gue deket sama orang lain juga gitu. Si cewek yang risih. Ya, begitulah cinta bertepuk sebelah tangan.
    Kalo dua-duanya nganggep hal norak itu adalah sesuatu yang wajar, nah itu baru indah. Eaak.

    1. Nah kan, kita menganggap aneh karena kita nggak diposisi orang yang mencintai. Bener kan ._. coba kalau kita yang mencintai, giliran orang itu yang menganggap kita aneh. Kan kampret -_-

  4. Katanya gak mau pacaran lagi Mas Feb. tapi, beneran kan kecantol sama anak KKN.. 😀

    Btw busway, kenapa sampeyan bisa cepet banget jatuh cinta ya Mas? Ini udah yg keberapa kali? Emang gimana tahunya kalo itu cinta? #survey

    1. Waini. Pertanyaan berat. Mungkin jawabannya ada di postingan selanjutnya deh ya :p wkwkwk

      Cepet banget jatuh cinta? enggak juga sih -_- Nah itu dia, yang dulu-dulu sih nggak tau. Kalau sekarang, kayaknya ini cinta deh. Kenapa? Coba tunggu postingan selanjutnya ya :p

  5. Nggak tahu kenapa kali ini kok sedih ya baca tulisanmu….
    Wis nggak usah pacaran wis Feb, langsung nikah aja. Kesuwen…
    Kalau mau roman romanan ntar aja habis akad nikah…

    1. Huft. Berliku banget ya Mbak :’
      Ya maunya sih langsung nikah, tapi, tergantung ceweknya juga kan ya mbak ._. duuuuh, harus disiapin banget nih kalau emang langsung mau nikah 😀

  6. *puk puk puk* berarti emang belum jodohnya feb, sabar ya, ngga ada yg salah buat suka/cinta sama orang, yg salah adalah kenapa mereka ngga suka balik? #laaahh

    1. Iya, mungkin emang belum jodoh :’
      Dan bener, suka kan ngga salah. Yang salah, kenapa mereka nggak suka balik. Dan yang paling salah, kenapa orang yang aku sukai selalu nggak pernah suka sama aku 😦

  7. Wes dinikmati ae patah hatinya. Suatu saat nanti pasti akan ada patah hati yang lainnya #laaaahh
    Cemungut ea kaq.
    Pantang nyerah menemukan ciwik yang gemar diperhatiin sama kamu.
    Tapi emang KKN itu sarangnya cinlok – hvtfh

  8. Anak SD udah jatuh cinta.. sed dah!

    Namanya juga jatuh cinta, kadang kelihatan bodoh di mata orang lain adalah hal biasa. .

    Yah.. mungkin sebaiknya survey dulu apa yang disukai dari gebetan. Gitu kali ya..

    Baru patah hati.. Hua… yang sabar ya Feb..

    1. Wkwkwk mengerikan ya masa SDku dulu :p wkwkw
      Tapi ya begitulah, jatuh cinta mah begitu 😀
      Jadi, harus seribet itu ya? survey-survey dan survey 😀 duuuh, untuk dapet yang terbaik, memang harus berusaha banget ya 😀

  9. Mungkin menurut dia km dianggap temen deket aja, makanya dia jd geli pas km perhatian gitu. Kadang kan emang ada tipe orang yg sering bercanda trus pas dia perhatian&ngomong serius, si cewek jd bertanya2 ini org kenapa sih mendadak aneh gini. Namanya cewek bingung juga kali, pengen nanggepin takut dibilang kege-eran, makanya dia jual mahal pura2 ga memahami situasi, pdhl pasti si cw juga nyadar kok ada yg aneh, cuma gengsinya aja tinggi hahahahha..

  10. hahaha…. jatuh cinta memang aneh… jika lawan kita merasa risih artinya bertepuk sebelah tangan… jika lawan kita merasa wajar.. artinya ada cinta yang bertaut…

    terkadang, memang seperti dibuat bodoh ketika jatuh cinta, tapi itulah keindahannya.
    dan hanya diri sendiri yang merasakan…
    hahaha

    1. Nah itu, kenapa orang memilih jatuh cinta, padahal mereka udah tau bahwa ujung dari jatuh cinta adalah patah hati? Karena jatuh cinta adalah penawar patah hati. *EH INI APAAN SIH wkwkwk

  11. Orang perhatian dikira jijik, nggak perhatian dikira nggak peka. Yang sabar aja ya bang..
    Ketawa sendiri yang pas jatuh cinta waktu SD. Iya juga ya, kadang suka caper ke temen cewe. Pas dia udah merasa terganggu ada kebahagiaan tersendiri.

  12. Hhaa benar juga sih gan masa smp itu adalah masa jatuh cinta blak-blakan dan masa Smk itu adalah masa jatuh cinta diam-diam dan baper. nah kalau masa smk gue kurang tahu karena gue gak kuliah 🙂

  13. berarti belum waktunya kamu ketemu seseorang dulu feb ;).. ah, kamu mah masih mudaaa bangeett.. masih panjang perjalanan :D.. tingkatin skill diri, rapihin pnampilan, dan banyak cari tau ttg profil orang2 sukses, apa yg mereka lakuin sampe bisa sukses, percaya deh itu bikin semacam motivasi di kita utk bisa meniru apa yg mereka bikin.. dan kalo kamu juga sukses nantinya, cewe mah datang sendiri 😀

  14. Yap kalo gitu cara kamu deketin cewek dia bakal bilang lebih dari sekedar kata “jijik”… Buat dia ngerasa nyaman dulu sebagai “teman” dari sana kamu bisa menempatkan hati ke dia secara berlahan… 😄 tanpa buat dia jijik ataupun bilang “kamu kenpa sih feb” sok perhatian…

  15. Makanya, kadang saya ngarep bisa pdktan ala-ala anak SD lagi: sok jutek, sok ngeganggu gebetan, sok nakal.

    Gaya pencitraannya Keren aja gitu kayaknya. Lebih pure dan sangar.

  16. Kalo menurut gue reaksi itu tergantung siapa yang ngomong. Jahat ya, tapi memang gitu. Kalo gue tertarik sama tuh orang, kalimat perhatian itu jadi terkesan oh so sweet dan super manis. Tapi kalo gue ga tertarik, kalimat perhatian itu jadi terkesan aneh, ato bahkan.. creepy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s